
Malam itu The Black Man terbang menuju ke arah Indonesia. Setelah tadi pagi hingga sore harinya mereka berada di Ohio, kini tujuan utama nya adalah rumah.
Karena malam itu bulan tak tampak sama sekali, maka penerbangan John pun tampak mulus tak terhalang suatu apapun.
Dari jauh John melihat secercah sinar sebuah rumah yang berada diantara kaki gunung besar dan bukit bukit kebun teh.
Karena memang daerah itu jarang sekali rumah, maka lampu rumah dimana Sarah berada sangat jelas kelihatan.
Kini John dalam baju The Black Man nya telah benar benar sampai jauh di atas rumah tersebut ketika dia melihat ada sekelompok bayangan yang baru akan menyerang rumah itu.
Sarah dan penghuni lainnya agaknya sedang terlelap karena saat itu telah pukul 12 malam wib.
Melihat dua orang dalam pakaian hitam hitam bertopeng ninja berhasil membobol jendela, The Black Man meluncur dengan secepat kilat menghantamkan kedua telapak tangan nya ke arah punggung dua ninja hitam yang mencoba masuk jendela.
Suara teriakan keras dan berdebuk jatuhnya kedua penjahat itu membuat seisi rumah terjaga.
Begitu lampu dinyalakan, terlihat bagian luar dipenuhi puluhan manusia ninja berpakaian hitam sedang berlari mengurung The Black Man dengan pose mengancam.
"Sarah, selamatkan ibu dan anak anak ke ruang tengah." Seruan John menyadarkan Sarah bahwa mereka sedang di serang.
Sarah keluar dari dalam menggandeng dua gadis kecil menuju kamar Ibunya dan Ibu John yang memang tidur dalam satu kamar.
Saat Sarah keluar, dia segera di sambut serangan 4 orang berpakaian ninja yang segera di ladeni Sarah.
Terdengar senyum mengejek di balik topeng ninja itu. Namun, begitu Sarah menangkis dan balas menyerang, senyum mengejek mereka berubah menjadi kekagetan dan dalam beberapa jurus saja, tiga orang telah rebah memegang perut yang terkena tendangan.
Bu Citra dan Bu Melly terlihat keluar dari kamar samping, Sarah segera mengajak kedua gadis kecil itu berkumpul di tengah setelah menjatuhkan semua pengeroyoknya.
Di depan kamar seberang tampak seorang bocah lelaki botak yang melakukan tendangan dan pukulan dengan sangat dahsyat kepada para penyerang gelap itu.
Pedang Sian liong hanya tergantung di pinggangnya. Dengan pengerahan tenaga dan ilmu bela diri Kenji, semua pengeroyok dapat dipukul mundur dan jatuh malang melintang.
Dengan segera mereka berenam menuju ke tengah ruangan di lantai bawah yang pintunya dibuka Sarah.
Memang di rumah itu, sengaja dibangun ruang bawah tanah untuk keadaan genting dan darurat.
"Ibu, bawa Lin Lin dan Wan Wan sembunyi," Ucap Sarah dalam kekalutan itu.
Beberapa orang penyerang lainnya tampak berlari menerjang ke arah Sarah. Dengan sigap Kenji melindungi Subonya yang sedang sibuk memegang pintu lantai bawah.
Setelah Bu Citra, Lin Lin, Wan Wan dan Bu Melly semua nya masuk, Sarah menutup pintu tersebut dan menguncinya dengan gembok khusus.
__ADS_1
Kini, belasan orang telah mengepung Sarah dan Kenji yang saling beradu punggung.
"Kenji, jangan terpancing keluar kepungan," Seru Sarah memperingatkan.
"Baik Subo," Jawab Kenji yang terpaksa sedikit berkelit akibat serangan yang datang dari depan, kiri dan kanannya.
Terjadilah perkelahian yang sangat seru menegangkan antara belasan orang pasukan ninja dan Sarah yang dibantu Kenji di tengah ruangan yang lumayan luas tersebut.
Di luar, John yang kini dikepung oleh puluhan orang yang memegang berbagai macam senjata dengan mudah menjatuhkan mereka.
Yang membuat The Black Man sedikit terdesak adalah bahwa dia tak pernah membunuh penyerangnya, sehingga setiap penyerang yang jatuh, dapat kembali bangun sesaat kemudian dan ikut menyerang lagi.
"John,,," Teriakan Sarah membuat John melesat terbang ke bagian dalam rumah.
Sesampainya John di sana, dia melihat Sarah rebah telentang di lindungi oleh Kenji sekuat tenaga.
Baru saja John akan melihat keadaan Sarah, sebuah tendangan mengenai tengkuk Kenji yang membuatnya rebah menelungkup pingsan didekat Sarah.
Saat melihat belasan senjata akan menyerang Kenji, kemarahan di dada John meluap dan dengan teriakan melengking yang mengejutkan para penyerang, The Black Man melesatkan pukulan dengan mengerahkan tenaga dalam saktinya ke arah para pengeroyok.
"Hei,,,,,!! Bedebah kalian," Bentak John gusar.
The Black Man melesatkan pukulan dengan mengerahkan tenaga dalam saktinya ke arah para pengeroyok.
Seluruh tubuh John kini terasa panas akibat amarah yang meledak di dadanya. Para penyerang yang ada di luar pun kini menyerbu masuk dan terlihat lah pandangan mengerikan saat puluhan orang tewas malang melintang di rumah tersebut.
Lima orang musuh terakhir kelihatan gentar dan berjaga jaga dalam jarak yang jauh dengan nya.
"John," Seru Sarah yang pingsan akibat tengkuknya terpukul gagang senjata.
Tanpa memperdulikan panggilan Sarah, John atau The Black Man segera menyerang lima orang penyerang terakhir.
Tiga diantara mereka dapat mengelak, dua orang terdekat dengan The Black Man kini kembali tewas seketika dengan mata mendelik, lidah keluar dan kulit kehitaman menjalar seperti urat.
Sarah yang melihat hal itu segera bangun dan berseru,
"Pergi kalian jika ingin selamat."
Kembali The Black Man menyerang. Kali ini dia menggunakan tenaga penuh.
"Plaaakhh,,"
__ADS_1
Serangan nya di sambut Sarah dengan tenaga penuh pula.
Ketiga orang penyerang terakhir yang mendengarkan perkataan Sarah seperti mendapat angin segar yang langsung melesat ke dalam kegelapan malam ... melarikan diri.
The Black Man yang beradu telapak tangan dengan Sarah berusaha menarik tangannya, sekeras apapun dia menarik, tetap saja tangan Sarah selalu melekat dengan gerakan tangannya.
Sekitar lima menit kemudian, John yang mulai sadar dan tenang itu dapat mengendalikan kekuatannya sehingga Sarah yang penuh keringat di dahinya melepaskan tenaga nya.
"Sarah,,,"
"John,,,"
Kedua orang muda itu saling memegang tangan penuh rasa haru dengan air mata berlinang.
Suasana romantis menjalar ke hati mereka yang membuat kerinduan yang selama ini terasa terbeban menjadi sedikit ringan.
"Suhu, Subo, Nenek dan Adik Adik masih dibawah." Suara panggilan Kenji memecah suasana keromantisan yang mereka rasakan.
Dalam hati John, kacau sekali anak ini, mengganggu saja.
"Dasar kau Kenji, mengganggu saja," Ucapan hatinya tercetus juga.
Setelah membuka dan semuanya naik dari lantai bawah, mereka menuju ke kamar Sarah.
"Sekarang, kita harus pergi. Tidak aman lagi berada di sini." Seru John setelah mengambil tempat duduk di sudut kamar.
"Kita harus kemana?" Tanya Bu Citra yang sudah lelah dalam pelariannya.
"Kita akan ke New York Bu," Jawab John tenang.
"Apakah kau mengajak kami tinggal bersama Barbara John?" Tanya Sarah penuh selidik.
"Kita akan tinggal sementara bersama kakek dan keluarga besar ayah. Jika kalian di sana, tak akan ada yang berani mengganggu kalian.
John yang kini telah melepaskan penutup muka dan kepalanya mulai menceritakan pengalamannya dimana dia berhasil menyelamatkan Senator Samuel, Paman dan Kakeknya.
Mendengar penuturan John yang begitu panjang dan mengharukan, Citra menitikkan air matanya.
"Jika saja ayahmu tau bahwa Kakek masih hidup, dia tentu akan sangat senang dan gembira."
Ucapan Nyonya Citra disertai isak tangis pelan dan guyuran air mata yang mengalir deras.
__ADS_1
Bersambung ...