
Di Provinsi Hunan Negara China, tepat di pusat kota terdapat sebuah Laboratorium bawah tanah yang berada di bawah Pabrik Min yang dulunya dimiliki oleh Mantan Perdana Menteri Liu.
Setelah Tuan Liu melarikan diri bersama istrinya, Pabrik tersebut pun di segel pemerintah dan tidak pernah beroperasi lagi.
Namun, tanpa diketahui oleh pihak manapun, secara rahasia di bagian bawah Pabrik Min dilakukan penelitian oleh ilmuan ilmuan bayaran yang ahli di bidang Anatomi tubuh manusia dan Zat Zat yang dapat di aplikasikan pada tubuh.
Malam itu, seorang pria tampan terlihat baru tiba dan masuk langsung menuju ke bagian dalam Lab di temani dua orang pria.
Pria yang baru tiba itu adalah Rooney yang menjadi kekasih gelap Nyonya Liu bersama Liu Gan dan Xi Jin Hung yang menyambut Rooney.
Setibanya mereka bertiga disitu, Xi Jin Hung atau yang lebih sering di panggil Jin Hung itu segera memperkenalkan Rooney kepada para peneliti yang semuanya tampak berwajah ceria.
"Perkenalkan, ini adalah Mr Rooney dari Florida,"
Para ilmuan tersebut bangun untuk bersalam dengan Rooney yang mempunyai wajah tampan yang khas.
"Apakah Tuan yang akan menjadi Objek percobaan ini?" Tanya Profesor Li.
"Benar, aku sudah mendengar dari Jin Hung keberhasilan kalian, aku ucapkan selamat kepada kalian semua." Seru Rooney dengan ramah tamah palsunya.
"Kapan percobaan bisa di lakukan?" Tanya Jin Hung kepada mereka.
"Karena malam telah larut, sebaiknya besok saja kita melakukan uji cobanya. Sekarang mari kita makan sambil bersenang senang di samping." Liu Gan berkata dan mengajak mereka segera menuju ke ruangan samping yang luas.
Begitu mereka masuk, Rooney terperanjat melihat ruangan itu merupakan sebuah ruangan indah dimana meja makan besar tertata banyak macam makanan berada di situ. Minuman minuman beralkohol serta wanita wanita cantik dan seksi siap melayani makan mereka.
"Wah, kalau begini namanya makan sambil bersenang senang, sungguh tepat anda memilih kata kata." Ucap Rooney yang berbadan sehat itu kepada Liu Gan di sambut tawa tawa Jin Hung yang berkulit hitam dan berkepala botak.
Tak lama mereka bertiga duduk di ruang makan yang menyenangkan itu, ke tujuh Ilmuan yang kini telah berganti pakaian rapi masuk dan duduk bersama mereka.
Dengan pelayanan Plus Plus dari 5 orang wanita cantik itu, ke sepuluh orang itupun makan dengan lahap sambil mencongkel dan mengelus pelayan pelayan sewaan yang di bawa langsung dari Kota Changsha.
.---***---. .---***---. .---***---.
Pagi itu, terlihat John dan Sarah sedang berdiri di halaman belakang istana besar Kakeknya sambil memperhatikan gerakan gerakan silat dan beladiri yang di praktekkan Kenji di depan mereka.
Bocah botak tampan berusia hampir 9 tahun itu dengan sigap mengayunkan Pedang Sian Liong ke sana sini memecah semilir angin pagi hingga menghasilkan suara bersiutan kencang yang tampak merdu di telinga mereka.
Sarah tampak puas setelah Kenji menyelesaikan latihannya. John yang masih terlihat sedikit berkerut keningnya berkata,
__ADS_1
"Sudah bagus latihan mu Kenji, namun masih kurang bertenaga. Lepaskan lah semua tekad di hatimu ketika latihan. Karena dari situ akan memunculkan tenaga murni yang bersatu padu dengan alam. Lihat ini." Seru John seraya menghampiri Kenji kecil dan meminjam pedangnya.
"Hiaat,," Seruan John membuka serangan yang dahsyat hingga Kenji yang berjarak belasan meter darinya mundur karena merasa desiran angin kencang membuat pedih pipinya.
Kenji dan Sarah melihat gerakan gerakan yang dimainkannya barusan, akan tetapi dengan cara yang lebih sempurna dan kekuatan dahsyat puluhan kali lipat.
Kecepatan gerakan John membuat permainan nya tampak indah pula.
Hanya dalam waktu beberapa belas menit saja, John telah menyelesaikan semua jurus yang ada dalam kitab yang selalu di simpan bersama Kenji itu.
"Coba ulangi lagi Kenji," Seru John menyodorkan gagang pedang.
Kenji pun membuka jurusnya dengan kaki rapat yang direntangkan perlahan bersamaan gerak berlawan antara lengan kanan yang memegang pedang dan tangan kirinya yang membentuk tiga posisi jari dalam bentuk yang berbeda.
Saat serangan pertama dimulai di barengi kecepatan dan kekuatan dahsyat dengan sayatan menyamping ke arah tubuh bagian kiri di susul tusukan setelah membalik mata pedang dalam waktu sekejap saja di iringi langkah kaki kiri dan loncatan menyusul mata pedang yang menyerang dari atas ke bawah secara vertikal hingga hampir menyentuh tanah.
Gerakan Kenji berlanjut lebih cepat dan lebih bertenaga hingga keindahan tampak pada latihan nya ini. Berbeda dari latihan sebelumnya yang lebih lambat dan kurang indah.
Jurus jurus yang dimainkannya sungguh hampir menyamai John barusan. Ternyata bocah kecil ini memiliki bakat alami. Wajar saja jika kita pikirkan.
Di Tibet, Sang Dalai Lama saat sudah mencapai usia tertentu mendapatkan ilham untuk mencari seorang calon pengganti nya kelak.
Pengganti ini di ambil dari bayi atas persetujuan dari keluarganya di antara jutaan bayi lainnya. Maka di seluruh Tibet, di antara begitu banyak nya bocah, Ken Ji Kun terpilih dan di asuh langsung oleh Dalai Lama yang memiliki kesaktian seperti Dewa dalam kepercayaan mereka.
Tentu saja dibandingkan dengan John sebagai The Black Man, Kenji sebagai manusia biasa tanpa alat akan sedikit berada di bawahnya.
Dengan semangat Kenji melanjutkan jurus jurus pamungkasnya hingga jurus terakhir dimainkan dan dengan menempelkan samping pedang ke pergelangan tangannya ke arah samping, permainan Kenji pun berakhir.
"Bagus, itulah yang aku maksud kan Kenji," Seru John dengan sedikit berteriak.
"Terimakasih Suhu, Subo."
Penghormatan Kenji kepada kedua gurunya dengan tangan merangkap mengakhiri latihan hari itu. Sambil menuju ke dalam mereka membicarakan rencana John besok yang akan memata matai Tel Aviv yang kemarin dulu tak jadi dilakukan.
.---***---. .---***---. .---***---.
Di sebuah ruang luas yang terletak di bawah pabrik besar hari itu di lakukan uji coba cairan kuning, hijau dan coklat tua kepada tubuh Rooney.
Uji coba sebelumnya telah dilakukan kepada binatang percobaan dan setelah ratusan kali gagal, akhirnya 3 hari yang lalu mereka berhasil.
__ADS_1
Percobaan ini beresiko sangat tinggi, maka jarang ada orang yang mau menjadi Objek Percobaan.
Awalnya Jin Hung yang di perintahkan oleh Nyonya Liu, akan tetapi karena Jin Hung dan Liu Gan yang menjadi adik Tuan Liu itu menolak dengan alasan yang tepat maka Rooney lah yang kini menjadi Objek mereka.
"Apakah semua sudah siap Profesor Li?" Seru seorang peneliti lain.
"Ya. Bagaimana perasaanmu Tuan Rooney?" Tanya Prof Li.
"Aku siap," Sahut Rooney yang sedari tadi berbaring dengan seluruh tubuh terikat.
Percobaan pun mulai dilakukan dengan bergeraknya sebuah tabung kaca menutup tubuh atas Rooney yang sedang berbaring.
Prof Li dan teman temannya mengontrol aktifitas dalam tabung itu dari luar. Jin Hung dan Liu Gan menyaksikan sebuah selang otomatis keluar dari bagian atas tabung kaca yang menyemprotkan cairan kuning ke dalam mulut dan seluruh tubuh Rooney hingga terlihat kesakitan dan teriakan Rooney yang badannya di ikat erat menggunakan sabuk khusus di tempatnya berbaring.
"Lanjutkan serum kedua," Profesor Li berkata.
Cairan berwarna hijau kini menggantikan semprotan cairan kuning tadi dan perlahan lahan, Rooney tenang seperti merasa dingin di tubuh nya.
Setelah menunggu reaksi kulit Rooney yang kini berwarna coklat gelap, serum cairan ketiga kini mulai disemprotkan dan kembali rasa sakit yang sangat menyiksa tubuh Rooney hingga beberapa menit kemudian dia pingsan.
Kulitnya kini telah berwarna kehitaman seperti gosong hangus terbakar karena reaksi kimia yang di sebabkan akibat percampuran tiga cairan yang berbeda bahan dasarnya.
Dalam pingsan nya tersebut, Prof Li kini menekan tombol tombol di depannya dan selang selang keras dengan jarum di ujungnya menyuntikkan cairan cairan tersebut secara bergantian dan bertukar tukar warna di beberapa tempat tertentu.
Setelah melakukan hal itu, cairan campuran yang berwarna hitam kelam pun disemprotkan dari seluruh bagian tabung yang mempunyai aliran aliran khusus yang memang telah di rancang oleh ke tujuh ilmuan hebat itu.
Selesai lah serangkaian Uji Coba Projek mereka yang di gagas langsung secara pribadi oleh Nyonya Liu tanpa di ketahui pihak IAG, Menteri Pertahanan Israel dan seluruh aparat pemerintah, baik pemerintah China dan lainnya.
Rooney yang kini masih tetap terlihat tampan dan ... aneh. Tidak ada yang berubah pada tubuhnya yang masih pingsan itu kecuali warna pada kulit, rambut dan seluruh kukunya menghitam kecoklatan atau coklat kehitaman yang membuat nya aneh dalam keadaan tubuh masih basah oleh cairan cairan itu.
Hampir dua jam Rooney pingsan. Semua yang hadir memandang ke arah nya dengan penasaran dan hati khawatir. Tak lama kemudian, Nyonya Liu datang dan melihat keadaan kekasih gelap nya yang disangka telah tewas akibat percobaan, makian dan cacian serta umpatan kasar keluar dari mulutnya kepada mereka semua.
"Tenang Nyonya, Rooney baik baik saja." Seru Prof Li ragu.
Namun untuk menenangkan suasana, Prof Li Seng memberanikan diri berkata seperti itu.
Benar saja, tak lama Nyonya Liu berada di situ, Rooney yang terbaring itu membuka matanya dengan tiba tiba,
"Lepaskan aku keparat," Bentakannya mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Beberapa bawahan Prof Li melepaskan tabung dan ikatannya setelah lebih dulu menyemprotnya dengan angin dalam tabung untuk mengeringkan sisa cairan di tubuhnya.
Bersambung ...