
Pagi itu, kantor pusat Laboratorium di Tel Aviv kedatangan Black Monster. Makhluk aneh tersebut segera dikurung oleh militer yang menjaga di sekitar gedung tinggi besar itu.
"Tahan senjata, aku Rooney dari Florida ingin bertemu pimpinan kalian. Dimana Tuan Asher Benjamin?" Seruan Black Monster terdengar mengerikan.
Pimpinan Militer penjaga memerintahkan bawahannya melapor ke dalam. Sesaat kemudian, penjaga tersebut kembali keluar untuk berbisik di telinga pimpinannya.
"Maaf Tuan, anda di persilahkan masuk ke dalam." Terdengar seruan pimpinan penjaga yang mempersilahkan Rooney lalu mengiringinya ke dalam.
Sesampainya di dalam, Rooney melihat tiga orang duduk di sebuah meja yang terdapat di ruangan tengah yang besar.
"Silahkan duduk Mr Rooney. Aku telah mendengar berita tentang kekacauan di Changsha. Sungguh tak di sangka, ternyata kekacauan itu di sebabkan oleh orang sendiri." Seru seorang pria yang memiliki wibawa besar dengan kumis dan jenggot rapi yang panjang.
"Siapa kau?" Tanya Rooney ketus.
"Hahaha, aku suka sikapmu yang tidak sungkan sungkan, perkenalkan, Aku Boaz. Mantan Menteri Pertahanan di sini."
"Ah, bukankah kau sudah tewas?"
"Apakah kau bisa dipercaya Black Monster?"
"Panggil aku Rooney," Cetus Rooney.
"Kalau begitu, kau pun harus memanggilku Ketua." Boaz yang cerdik berkata menawarkan.
"Aku setuju menyebutmu apapun bahkan menganggap mu Raja Israel sekalipun. Tapi ada satu syarat." Seru Rooney menatap tajam wajah Boaz.
Boaz yang terkejut mendengar kata kata Rooney mengerutkan alisnya,
"Apa yang maksud?"
"Aku memiliki Projek untuk membuat dua Black Monster lainnya. Namun dana kami tidak mencukupi, berikan modal kepada kami sebesar 150 Triliun Dolar Amerika."
"Apa keuntungan ku menghabiskan modal sebesar itu?"
"Kami akan membunuh The Black Man untuk kalian."
__ADS_1
"Hahaha, tak perlu kau membunuhnya, kami telah berhasil menangkap The Black Man. Keuntungan lainnya?"
"Kami bertiga akan menjadi bawahan mu, lagipula uang mu hanya kamu pinjam, kelak dengan mudah kami bisa merampok uang di bank bank besar di manapun kami inginkan."
"Baiklah. Asher, Transfer uang kepada nya segera. Mulai hari ini, tiga orang Black Monster akan menjadi bawahan kita."
"Terimakasih Ketua," Ucap Rooney sambil berdiri.
"Silahkan ikuti Adikku," Seru Boaz sambil tersenyum.
"Untuk meyakinkan hatiku, perlihatkan dimana The Black Man anda sekap." Tanya Rooney.
"Ikut aku," Jawab Boaz menuju ke arah belakang bangunan.
Tak berapa lama, mereka tiba di luar ruangan penyekapan The Black Man yang telah tiga hari di sekap dalam keadaan lemas.
Melihat dari layar monitor di luar, Rooney kini yakin dengan kehebatan orang yang terpaksa di panggilnya ketua itu. Dengan langkah lebar, Rooney segera berjalan mengikuti Tuan Asher Benjamin ke sebuah ruang sebelah kiri dimana mereka melakukan Transfer sebesar US 150 Triliun.
Setelah melakukan transaksi tersebut, Black Monster segera kembali ke daerah Provinsi Hunan setelah bertanya kepada Ketua barunya apa yang akan dilakukan kepada The Black Man?
Mulai hari itu, di pusat penelitian yang ada di kota Changsha kembali di lakukan riset penelitian ilmiah yang dilakukan para Profesor dengan bantuan Profesor tambahan lainnya yang ahli dalam bidang perakitan mesin terbang yang dulu pernah berhasil di gagas oleh Charlie Sung yang lama telah tewas oleh The Black Man.
.---\*\*\*---. .---\*\*\*---. .---\*\*\*---.
Setelah Rooney pergi meninggalkan mereka, Boaz segera memerintahkan para penjaga bersenjata lengkap berjaga di sekeliling ruang pengurungan The Black Man.
Beberapa saat kemudian, Boaz yang telah memakai topeng anti racun memerintahkan beberapa bawahannya membuka sedikit dinding baja bagian bawah dan melemparkan gas beracun ke dalam kamar dimana The Black Man berada.
John yang melihat gumpalan asap beracun masuk melalui bawah dinding di depannya segera bangkit. Dengan gelagat pura pura panik, John rebah tak bergerak saat seluruh ruangan telah di penuhi oleh gas beracun tersebut.
Setengah jam kemudian, dinding baja tebal itu di angkat menggunakan alat otomatis yang memang telah di siapkan untuk menjebak The Black Man.
Asap beracun berwarna hijau kehitaman itu tampak membuyar tersedot oleh Blower besar yang di hidupkan dari bagian atas sebelah samping.
"Tak ku sangka, kehidupan The Black Man berakhir di tangan Boaz sang penguasa dunia, Hahaha," Ucapan Boaz sambil membuka masker yang tampak seperti helem besar itu menggema di seluruh tempat itu.
__ADS_1
"Hei, Tembak,,," Asher yang melihat The Black Man bergerak segera mengeluarkan perintah.
Secepat kilat John mencelat kesana sini memukul puluhan tentara militer yang menjaga ruang tersebut.
Boaz dan Hans segera mundur ke ruang rahasia di belakang mereka. Asher yang baru saja ingin masuk ke ruang tersebut dapat di cengkeram oleh terjangan The Black Man dan sekuat tenaga dibanting hingga tengkoraknya pecah.
Kini tembakan kembali dilancarkan ke arah The Black Man yang telah terbang kesana kemari menyebarkan maut diantara para militer di sekitar tempat nya berada.
Setelah merobohkan sebagian besar musuh musuhnya, John yang melihat sebagian tentara penjaga melarikan diri keluar segera mencari cari.
Dia melihat ruang penelitian yang telah di tinggalkan itu dan menemukan aliran minyak untuk bahan bakar mesin mereka.
"Kurang ajar, mereka telah berhasil." Seru John geram yang lalu meledakkan tempat yang telah terkurung oleh penjaga militer bawahan Boaz sembari melesat ke atas terbang secara vertikal bersamaan dengan ledakan besar yang terjadi akibat arus yang sengaja di setel oleh John agar terpicu ke gudang bahan bakar.
John segera berkeliling dari atas melihat ke bawah dengan kacamata supernya yang mampu menembus kap atap mobil dan gedung gedung yang tipis mencari Boaz.
John tidak tau sama sekali bahwa dengan kemarahan besar akibat kematian adiknya, Boaz bersama Hans menyusuri lorong bawah tanah yang sengaja di buatnya puluhan tahun lalu untuk evakuasi darurat tingkat tinggi.
Di tangan Boaz terdapat sebuah koper besar yang berisikan hasil penelitiannya di tempat itu.
Setelah lelah mencari kesana sini, John akhirnya pulang ke New York dimana sesampainya di pelabuhan, dia memasuki Pabrik kosong di pabrik tua tersebut dan yang tampak keluar hanyalah seorang pemuda yang paling banyak berusia 22 tahun berwajah tampan khas Asia dengan mata biru dan hidung mancung.
John yang telah berubah kembali ke tampilan aslinya pulang menggunakan kendaraan Bis umum untuk selanjutnya naik Taxi hingga sampai di istana besar kakeknya.
.---\*\*\*---. .---\*\*\*---. .---\*\*\*---.
Setelah menghilang untuk waktu yang lama, Senator Samuel Liden yang telah menitipkan Barbara putrinya di Ohio, kini tampak masuk kembali ke kantornya di New York.
Dia membeberkan semua kelakuan Menhan dan Wakil Menhan yang baru saja tewas kepada para Senator Amerika Serikat.
Mendapatkan laporan seperti itu, pihak pemerintah segera melakukan penyelidikan investigasi khusus dan beberapa orang yang terlibat segera di tahan satu persatu.
Tentu saja orang orang seperti Boaz, Hans, Malech Tuan dan Nyonya Liu tak tersentuh oleh mereka karena semua orang orang hebat itu dilindungi oleh Diplomasi dengan Negara negara yang menjadi tempat para penjahat itu berasal.
Banyak juga yang mengincar Tuan Samuel. Namun kini penjagaan kepadanya di perketat. Adapun ancaman kepada keluarganya, tak ada satupun yang dapat menemukan putrinya apalagi setelah kini Barbara mengubah rambutnya menjadi hitam dan lebih pendek.
__ADS_1
Bersambung ...