THE BLACK MAN

THE BLACK MAN
Pergi Untuk Kembali


__ADS_3

"Barbara, bagaimana sekarang? Aku harus menyelamatkan ayahmu. Kau tentu tidak bisa ikut karena perjalanan ini sangat berbahaya." Seru Pria tampan bernama John.


"Antarkan aku ke rumah Bibi ku di Ohio." Jawab Barbara.


Terlihat John yang memegang erat Barbara segera menuju ke Ohio dimana Barbara akan ditinggalkan di sana sementara.


Dengan kecepatan hebat John terbang atas petunjuk Barbara. Tak lama kemudian, mereka tiba di kediaman Bibi nya Barbara.


Kembali terlihat John kini terbang menembus awan mega dengan angin yang bertiup kencang sekali.


Dalam pakaian hitamnya, memang John tampak sangat gagah menakutkan. Kesana kemari John mencari ayah Barbara namun tak tampak sedikitpun batang hidungnya.


Banyak pula dia bertanya kepada orang di sepanjang jalan, namun mana mungkin warga biasa dapat mengenali seorang petinggi negara seperti Pak Samuel Liden.


Setelah dua hari dua malam mencari, John pun memutuskan untuk kembali ke tempat keluarganya.


Sarah yang sudah menunggunya dengan hati khawatir, sesampainya John disana langsung di sindir Sarah,


"Wah,, enak sekali ya berhari hari dengan wanita cantik itu, sampai lupa kembali."


Mengalami banyak pikiran dan masalah besar, John yang penuh emosi di dadanya meledak,


"Kenapa kau seperti anak anak Sarah, kau tau, Barbara kehilangan semua keluarganya, ibunya bahkan di siksa seperti binatang, ayahnya di sekap entah kemana dan sekarang dia terpaksa sembunyi. Dua hari ini aku kesana kemari sendirian mencari Pak Samuel yang belum tau dimana. kau selalu cemburu buta. Sekarang aku merasa bahwa cinta Barbara bahkan lebih murni dari cintamu. Dia tau aku cinta kau tapi dia selalu baik tak pernah marah padamu, sedangkan kau,,, kau tau aku hanya cinta padamu dan hanya menganggapnya teman, kau malah meragukanku.. Bodohnya aku telah terlanjur cinta padamu."


Semua emosi dan amarah yang tersimpan di dada John, seperti tumpah dan membuat dadanya agak lapang bersamaan dengan tubuh nya yang jatuh berlutut.


Sarah yang kini terpaku ditempatnya sambil mengalirkan air mata tanpa suara, memandang dengan berbagai perasaan bercampur aduk.


John yang tersadar bahwa ucapannya menyakitkan hati kekasihnya kini bangun dan mengusap air dimatanya.


Dia menghampiri Sarah yang tiba tiba berlari kebelakang rumah sambil terisak mengusap air mata.


Orang tua mereka yang mendengar percekcokan itu memandang dengan hati khawatir dari jauh. Hanya bocah Ken Ji Kun yang berani berjalan perlahan ke arah John.


"Suhu adalah orang yang sangat aku hormati setelah Suhu Lama kini tiada, maafkan kelancanganku Suhu, setiap melakukan kesalahan, wajib meminta maaf. Subo (ibu guru) menunggu Suhu dibelakang."


Mendengar kata kata muridnya, John sadar dan berkata dengan lemah lembut,


"Terimakasih Kenji," Perlahan John berjalan ke arah belakang sambil memikirkan apa yang harus dikatakannya kepada kekasih hatinya itu.


.---***---. .---***---. .---***---.


Di ruang bawah Lobi sebuah hotel mewah di Florida, terlihat dua orang di sekap. Salah satunya adalah Samuel Liden yang tampangnya sungguh mengerikan.

__ADS_1


Mukanya bonyok di sana sini akibat pukulan dan siksaan para bawahan Nyonya Liu.


Seorang lagi adalah kakek yang sudah tua. Rambutnya putih bercampur keemasan panjang awut awutan dengan jenggot dan kumis panjang tak terurus, tubuhnya kurus dan pandang matanya yang tajam, menandakan kecerdikan yang besar.


Samuel Liden telah dua minggu berada disitu. Sedangkan si kakek tua yang biasa di sebut Meshach atau Profesor itu sudah lama sekali di sekap oleh suami Nyonya Liu yang pertama.


Samuel Liden di tangkap karena keteguhan hatinya yang awalnya tidak mau menandatangani surat penting yang akan membawa dampak kehancuran.


Namun kini permintaan Nyonya Liu dan Komplotannya adalah agar Mr Sam mau membuat pernyataan publik bahwa dia mau meresmikan sebuah Projek besar gagasan Menteri Pertahanan Israel yang di jalankan oleh beberapa orang yang bersekutu termasuk Nyonya Liu.


"Setelah penjaga mengurung mu disini, kesempatan mu untuk bebas hanyalah 2 persen, kau akan sampai tua disini sama seperti ku." Kakek Meshach berkata tenang.


"Kau siapakah Pak?" Tanya Samuel menyeringai menahan sakit di wajahnya.


"Aku Meshach, dulu aku mengalami hal yang sama dengan mu. Aku dipaksa dalam rencana jahat Charlie Sung yang kutolak hingga kini dia masih mengurungku."


"Kau salah Pak tua, Charlie Sung telah lama tewas bersama kelompok yang di pimpinnya oleh seorang pemuda aneh yang dikenal di dunia sebagai The Black Man."


"Siapa dia?" Tanya si kakek penasaran mendengar Charlie Sung dan kumpulannya di bunuh oleh seorang pemuda aneh.


"Aku pernah menjamu The Black Man. Saat itu dia memperkenalkan namanya sebagai John, John Black Hawk."


"Denish,,," Seruan kakek Meshach dengan kekagetan luar biasa.


"Tentu aku kenal dia, Karena Denish adalah Putra tunggalku." Jawab Kek Meshach yang membuat Samuel lebih terkejut lagi.


"Apakah kau kakeknya The Black Man?"


"Kalau memang benar nama yang disebutkannya, agaknya begitu," Jawab si kakek dengan wajah serius.


"Ceritakan kepada ku Pak," Pinta Samuel Liden.


"Aku orang Inggris. Kakek buyut kami bernama Toni Hawk. Profesor Toni Hawk"


"Profesor Hawk yang menjadi legenda itu?" Potong Samuel.


"Ya... Dia mempunyai dua orang putra kembar yang berbeda warna kulitnya."


"Ya ya, aku pernah membaca tentangnya. Putra nya yang hitam bernama Black Hawk dan yang putih diberi nama White Hawk."


"Benar, Black Hawk itulah yang menjadi kakek dari kakek ku. Untuk mengenang kelainannya yang lebih mirip ibunya, Seluruh keturunan kami memakai Black Hawk hingga putraku sendiri bernama Dr Denis Black Hawk."


"Aku pernah mendengar kabar, putramu telah tewas di tangan Charlie Sung disekitar daerah pegunungan Himalaya," Seru Samuel.

__ADS_1


Sejenak tampak kesedihan di wajah kakek tua itu. Setelah berdiam agak lama, Meshach melanjutkan,


"Di seluruh Inggris, banyak nama menggunakan White atau Black atau Hawk. Namun nama Black Hawk dan White Hawk hanya keturunan kami yang boleh memakainya. Nama itu diresmikan langsung oleh Raja Inggris. Sekarang, coba ceritakan bagaimana perkembangan dunia semenjak 30 tahun ini,"


Mulai lah Samuel Liden menceritakan permasalahan Negara, Politik, Israel yang memboikot Politik dunia, segala hal yang diketahuinya, semua di ceritakan kepada Kek Meshach yang mendengar kan dengan penuh perhatian.


Berhari hari mereka mengobrol hingga terjalin hubungan yang akrab antara keduanya.


Mereka hanya berhenti mengobrol jika ingin ke kamar mandi, tidur dan makan saja yang memang selalu di siapkan oleh bawahan Nyonya Liu.


.---***---. .---***---. .---***---.


Sore itu, di Kota Bandung yang masuk wilayah tengah Indonesia. Di sebuah kebun bunga sederhana yang berada di belakang rumah, terlihat sepasang manusia yang sedang duduk dengan wajah murung dan mata sembab dalam keadaan diam.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara pemuda tampan yang khas yang memiliki wajah campuran Barat dan Asia,


"Sarah, maafkan aku, aku memang bodoh sekali, tega menyakiti hatimu. Maafkan aku Sarah," Seruan John terdengar menggetar.


"Kau tidak salah John, aku yang salah, aku seperti tidak mempercayai cintamu, aku seperti buta, buta oleh cemburu,"


"Tidak Sarah, akulah yang salah, wajar jika kau cemburu, bukankah kau sangat mencintaiku seperti aku mencintaimu?"


Hanya anggukan Sarah yang terlihat beberapa kali bersamaan dengan jatuhnya deraian demi deraian air mata.


"Sekali lagi maafkan aku, banyak sekali masalah yang menggangguku, entah seperti apa sudah perkembangan dunia sekarang ini."


Setelah saling berpegangan tangan, mereka berdua masuk untuk Shalat dan makan malam bersama.


Keesokan harinya, Sarah mengantar John yang ingin pergi melaksanakan tugas tugasnya itu.


"Tolong jaga ibu dan murid murid kita, didiklah mereka bertiga dengan dasar latihan yang dulu diajarkan Suhu. Berhasil atau tidaknya tugasku ini, berdoalah pada Tuhan."


Apakah tidak sebaiknya aku ikut?" Tanya Sarah khawatir dan sedih.


"Tidak apa Sayang, hatiku lebih tenang kau ada di sini menjaga keluarga kita."


"Tapi,," Jawab sarah sambil menangis sedih. Dia merasa seperti akan berpisah lama sekali dengan calon suaminya.


"Aku hanya pergi tuk sementara, bukan tuk meninggalkanmu selamanya, aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali," Dengan penuh perasaan John berkata kepada Sarah yang timbul secercah senyuman di bibirnya.


Setelah memasang penutup kepala dan kacamatanya yang tadinya tergantung lemas di punggung, John segera meluncur terbang lewat jalur laut.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2