
Suatu hari di sebuah tempat yang bernama Corner Kick di Kota New York Amerika serikat, tampak lima orang berwajah hangat dan ramah sedang duduk di sebuah ruang VIP membicarakan hal yang saat itu sedang menjadi pembahasan setiap Negara.
Mereka terdiri dari 3 orang pria dan dua orang wanita yang mempunyai pengaruh yang sangat besar khususnya di Negara China dan Amerika.
Kelima orang tersebut merupakan kepala organisasi terbesar di dunia yang di bentuk oleh UNICEF, WHO dan PBB serta beberapa partai dunia lainnya untuk mengendalikan keadaan negara di seluruh dunia pada saat itu.
Pemimpin utamanya adalah seorang wanita yang berasal dari China yaitu Nyonya Liu (Liu Ming) istri Perdana Menteri China yang merupakan orang yang lebih berpengaruh dari pada Presiden China sekalipun.
"Jika projek pengendalian O2 gagasan ku berhasil, maka seluruh rakyat di setiap negara akan bisa kita kuasai" Berkata Nyonya Liu yang segera di terima oleh ke empat peserta rapat lainnya.
Beberapa saat kemudian, mereka segera keluar dari ruang tersebut untuk makan siang di restoran termewah itu.
.---***---. .---***---. .---***---.
Di tahun 2062 itu, seluruh negara sedang di buat pusing oleh keadaan dimana setiap negara memiliki penduduk yang melebihi daya tampung dari tiap-tiap negara itu sendiri.
Krisis yang terjadi saat itu ialah berkurangnya oksigen di akibatkan oleh kendaraan, mesin, pabrik dan seluruh aspek kehidupan manusia yang memang telah bergantung kepada hal-hal yang mencemarkan udara.
Pembangunan gila-gilaan terus dibangun di setiap pelosok negeri.
Dengan tanpa adanya Reboisasi (Penghijauan Tanaman) kembali, maka satu-satunya masalah terbesar saat itu adalah minim nya sumber alam untuk dapat mencukupi seluruh kebutuhan Oksigen manusia di dunia.
Akhirnya, pemerintah dunia merancang satu badan tertinggi yang berhak mengambil keputusan atas apa yang akan di lakukan sebagai jalan yang terbaik dalam menghadapi masalah tersebut.
Dari kesepakatan bersama, terbentuk lah IAG (Internasional Asosiation Global) yang di pimpin oleh istri Perdana Menteri Liu dari China beserta 4 orang lainnya yang berasal dari Amerika, Israel, Turkey dan Eropa yang kini telah menjadi sebuah perserikatan besar.
.---***---. .---***---. .---***---.
Suatu pagi, terlihat seorang pria muda berjalan di lorong-lorong pedesaan daerah Tibet yang menghubungkan antara Provinsi Tibet dengan Provinsi Sichuan Tiongkok.
Telah lama Provinsi Tibet mendapatkan Otonomi Khusus dari pemerintah China dan hingga kini, Tibet yang beribu kota Lhasa itu masih menjadi sebuah Provinsi di bawah Pemerintahan China.
Walaupun Tibet bertempat di perbatasan antara daratan China dan India yang merupakan tempat yang sangat strategis, namun kurangnya persenjataan dan bala tentara membuat Tibet harus tunduk di bawah Tiongkok China yang mendapat dukungan langsung dari Negara Adi Daya Amerika serikat dan Israel.
Pemuda itu berjalan melewati dataran tinggi Tibet dan kini hampir sampai ke perbatasan Provinsi Sichuan.
Dia merupakan orang yang tampan dan dari matanya yang berwarna biru itu dapat di pastikan bahwa dia bukan orang pribumi China asli, namun melihat rambutnya yang hitam dengan sedikit pirang, maka dia pun tampak seperti dari Asia campuran.
__ADS_1
Pria muda itu adalah Jhon Black Hawk yang kini berjalan dengan riang gembira dengan pakaian hitam pekat mengkilat di tubuhnya dibalut dengan sebuah jaket berpenutup kepala berwarna hitam kebiruan yang tak pernah lepas dari badannya.
Jika orang lain melihat dia berjalan, mungkin orang akan menganggapnya pemuda biasa-biasa saja.
Namun jika orang tau bahwa dia adalah The Black Man yang sudah sangat terkenal ke Seantero Dunia, maka takkan ada yang berani memandang ke arahnya dengan tatapan menghina.
John saat itu sedang melakukan tugas yang di bebankan oleh Walikota Polam kepadanya.
Kota Polam yang dulunya merupakan Dusun Kumuh, kini telah menjadi sebuah Kota besar yang ramai pengunjung.
John beserta ibu, bibi dan anak gadis bibinya yang bernama Sarah Kill tinggal di sana.
Mereka berdua telah di angkat adik oleh Walikota Polam karena jasa ayahnya dulu kepada kota itu sehingga bisa maju seperti sekarang ini.
Saat sedang asyik-asyiknya berjalan, dari kejauhan tampak melaju mobil Ford Dobel Kabin milik IAG versi terbaru ke arah John.
John yang saat itu tengah berjalan, segera menghentikan langkah kakinya dan menunggu mobil besar itu tiba.
Beberapa orang berpakaian hitam dengan jas mewah segera turun dari mobil dan menyergapnya, namun John yang telah mendapatkan latihan dari mendiang Han Lojin, dewa nya para pendekar itu segera berkelit hingga membuat mereka gusar.
"Dasar bocah tengik, kau ingin mati ya?" Gertak salah seorang sambil menodongkan pistol ke arah John.
"Serahkan rekaman Walikota Polam kepada kami, biar kami yang mengurusnya"
"Siapa yang mengutus kalian?" John kini tampak lebih serius setelah mengetahui maksud mereka.
"Kurang ajar, rasakan ini" Teriak seorang yang paling dekat jaraknya dengan John seraya memukulkan tinju ke wajahnya.
Dengan tenang John menggeser kakinya dan menangkap tangan pria besar itu serta memuntir nya hingga terdengar bunyi
"Kraakhh"
"Awh... Aduuuh...!!"
Pria lainnya segera menyerang John, bahkan ada yang menembak dengan menggunakan pistol peredam. Namun betapa kagetnya mereka saat melihat John yang berdiri di hadapan mereka kini menghilang.
Ternyata John telah ada di belakang mereka dalam wujud yang sangat mereka kenal.
__ADS_1
"Th,,, The Black Man,,,?" Seru seorang yang terlihat menjadi pemimpin mereka,
Dalam waktu kurang dari semenit, mereka telah di lumpuhkan oleh The Black Man dan saat itu, sambil terkencing-kencing di celana mereka menjawab pertanyaan John,
"Maaf, kami tidak tau kalau anda adalah The Black Man, kami hanyalah orang suruhan".
John yang kini telah memakai penutup kepala hitam dengan kacamata tipis melekat di kepala baju itu segera terbang menuju ke tempat yang di arahkan oleh Walikota Polam.
Sedangkan para bawahan IAG tadi, dengan bersusah payah akhirnya dapat kembali ke markasnya untuk melaporkan kegagalan mereka dalam misi tersebut.
Setelah terbang dengan kecepatan penuh, John yang hanya terbang mengandalkan selembar pakaian hitam lengkap dengan mesin ciptaan para ilmuan terhebat itu akhirnya sampai di sebuah rumah besar yang menjadi tempat kediaman sementara Perdana Menteri China yaitu Tuan Liu Wan Gok.
Sesampainya di sana, John segera di sambut oleh para penjaga tentara khusus dan Perdana Menteri sendiri yang memang sudah beberapa kali di datangi John.
Setelah mempersilahkan tamu agung itu masuk ke dalam istananya di mana terdapat ruang tamu yang sangat mewah sekali, Tuan Liu Wan segera bertanya,
"Ada maksud apa Tuan datang kali ini?"
John menjawab dengan ramah dan dingin,
"Seperti biasa, aku di mintai tolong oleh Walikota Polam mengantarkan rekaman pesan ini kepada anda"
Setelah menerima rekaman pesan berbentuk audio visual itu dan melihat isi pesannya, Tuan Liu Wan kaget setengah mati. Di dalam rekaman yang berdurasi 3 menit itu di katakan,
*Utusan IAG yang di pimpin istri Tuan Liu Wan datang mengambil sebuah monumen rahasia di Pusat Kota Polam, Dimana dalam monumen itu terdapat rahasia kerjasama persatuan negara bagian yang dikepalai Raja Bhutan bersama Dalai Lama (Pemimpin Keagamaan Tibet sekaligus Pemimpin Pemerintahan) yang memang sengaja di rahasiakan oleh Negara Sekutu*.
Setelah menguasai perasaannya, Tuan Liu Wan yang terperanjat kaget segera sibuk mengatur strategi dan menghubungi istana Kepresidenan China. Namun saat akan menghubungi Walikota Polam, John berkata,
"Sebaiknya jangan menghubungi Polam, karena semua jaringan Telekomunikasi di sana kini dalam penyadapan".
"Apa? Siapa yang melakukan hal itu? Apakah istriku terlibat? Tidak mungkin,,, Tuan, tolong bantu kami mencari tau siapa dalang di balik ini semua. Tapi tolong jika istriku terlibat, jangan sakiti dia, biar aku sendiri yang akan menghukumnya dengan berat"
Tampak Perdana Menteri yang terlihat baik itu bangkit juga emosinya.
"Baik Tuan, aku permisi, apakah ada pesan yang harus ku sampaikan kepada pemimpin Polam?"
"Saya sendiri yang akan ke sana beberapa hari lagi, terimakasih Tuan."
__ADS_1
Perdana Menteri berkata yang hanya di anggukkan saja oleh John lalu terbang menghilang dari rumah mewah tersebut.
BERSAMBUNG ...