
"Hei, ambil makanan mu." Seruan seorang petugas yang memberikan makanan kepada The Black Man terdengar kasar.
Melihat makanan yang dilempar dari lubang kecil yang terbuka dari atas, John segera melesat cepat menubruk pintu besi itu hingga membuat petugas tersebut terlontar 5 meter ke belakang.
John yang telah dua hari berada di ruang jeruji listrik telah sangat memperhitungkan ketika makanan di antar. Hari itu John yang mengira keluarga Paman Li telah jauh pergi meninggalkan tempat tersebut berusaha kabur dan berhasil.
Kini dia melihat dirinya berada di dalam gudang pabrik yang sangat luas. Karena memperhatikan tempat sekitar, John terlambat sedikit saja menghentikan petugas itu memencet tombol alarm di sudut kiri.
"Wiiiuuuuww,,, wiiiiiuuuww,, wiiiuuuww,,"
Suara alarm bergema di seluruh ruangan pabrik. Tak lama kemudian, puluhan pasukan telah memenuhi ruangan terang itu bersama tiga Black Monster yang mengurung John.
The Black Man tampak berdiri diam seraya menatap ke arah para pasukan satu persatu seraya menyiagakan seluruh saraf dan indra di tubuhnya.
"The Black Man, jika kau berani menyakiti bawahan ku, Prof Li dan keluarganya ku bunuh." Di pintu masuk terlihat Nyonya Liu berdiri di samping suaminya di kelilingi pasukan yang mengancam Prof Li serta seluruh sandra lainnya dengan senjata mereka.
"Sudah ku duga, iblis seperti kalian tidak akan memegang janji." Geram John yang menatap Nyonya Liu dengan mata merah di balik kacamata supernya.
Lima orang pasukan mendekati John,
"Plaakkh, Tukkkhh, Taaakk, Taaakkhh, Taaakkkhh,,," Kelima pasukan mental dengan tubuh tak bernyawa terkena serangan tongkat The Black Man.
"Dhhuaarr,, Ddhuuaarr,,," Terdengar dua kali tembakan menewaskan dua tawanan yang berada paling dekat dengan Nyonya Liu.
"Kurang ajar." Seru John yang langsung melesat dengan kekuatan penuh menerobos pasukan yang mengepungnya ke arah Nyonya Liu.
Sesaat kemudian, leher Nyonya Liu telah di cengkeram tangan The Black Man setelah memukul pecah kepala Tuan Liu.
Para pasukan panik, mereka serba salah melihat ketua mereka di sandra oleh The Black Man.
"Profesor Li, cepat lari sejauh nya dari sini." Suara John terdengar berbeda dari biasanya karena menahan amarah yang hampir meledak di dadanya.
Prof Li segera mengajak anak anak dan istrinya melarikan diri menggunakan sebuah mobil yang terparkir di parkiran belakang pabrik.
Black Monster yang dari tadi mencoba bernegosiasi agar John melepaskan Nyonya Liu hanya berdiri melihat The Black Man yang mencengkram leher Nyonya Liu beberapa meter di atas tanah dengan kaki menggantung.
Hampir setengah jam John berada dalam posisi seperti itu menahan gejolak dihatinya yang semakin lama semakin emosi melihat kelakuan mereka yang merengek rengek agar Bos mereka di lepaskan.
__ADS_1
"Sekali lagi kalian mencelakakan keluarga Paman Li, aku akan menghancurkan kalian sampai ke akar akarnya." Seru John yang melepaskan Nyonya Liu setelah melihat seorang bocah menangis memanggil ibu pada wanita itu.
John pun terbang menuju ke Gunung Muji secepatnya dikejar oleh ketiga Black Monster dari belakang.
Setelah melewati lautan dan hutan serta banyak pemukiman padat penduduk, John tiba di tengah gunung dimana telah dibangun tempat besar di sana.
Tembakan dari bawah menyadarkan John dari lamunannya. Segera John atau The Black Man meluncur ke bawah membagi bagi pukulan ke sana kemari dibawah hujan peluru ke arahnya.
Dia hanya menutup mulut nya yang tidak dilindungi pakaian ajaib itu dengan lengannya dari peluru peluru yang tak dapat menembus pakaian nya yang hebat itu.
Hanya perlu waktu satu jam saja untuk memporak porandakan tempat itu hingga hancur berantakan.
Mesin mesin produksi yang sedang bekerja di dalam dihancurkan nya hingga banyak sekali orang tewas bergelimpangan.
Karena kini pusat produksi Projek Boaz berada di Changsha, maka pengawalan dan penjagaan di gunung Muji tidak lah terlalu ketat.
Saat itu hari telah menjelang malam ketika John meninggalkan gedung bangunan di Gunung Muji.
Kini dalam pakaian The Black Man nya, John kembali ke hotel di Kota Changsha dimana dia berjumpa dengan Prof Li dan kedua anaknya.
"Bibi mu sedang mandi John, tenang lah." Prof Li berkata menyadarkan John yang terlihat sangat emosi tanpa penutup kepala dan kacamatanya.
John yang merasa sangat lelah, segera makan atas tawaran putri Prof Li yang baru saja memesan makanan di hotel itu.
Selesai makan dia pun rebah di sofa dan tertidur pulas hingga keesokan harinya, Ketukan di pintu membuat nya terbangun.
"Dhoorrr,, Dhooorr,," Dua kali suara tembakan di pintu menyadarkan John.
Segera dia memakai penutup kepalanya ketika John sadar pikirannya yang di pusatkan untuk terbang tidak terjadi apa apa.
Ternyata di depan pintu hotel telah berdiri tiga orang yang telah membunuh istri Prof Li dan seorang anaknya yang membuka pintu.
"Kurang ajar kalian." Geram John yang segera menerjang ketiga Black Monster hingga membuat mereka akhirnya melarikan diri.
"John, huhuhu,, istriku,,, huhu,, Chime,, ibumu Nak,, adik mu,, huhuhu,,," Prof Li telah berada di situ memeluk mayat istrinya yang bergenangan darah bersama seorang anaknya.
"Paman, aku harus membalas mereka." John berkata menahan emosinya seraya meluncur dari koridor hotel turun ke bawah hingga keluar menuju ke arah Pabrik Min dimana ketiga Black Monster berada.
__ADS_1
John tak peduli lagi teriakan girang orang orang kota Changsha di pagi itu melihat dia meluncur terbang ke arah Pabrik.
Secepat kilat John meluncur ke dalam sesampainya di Pabrik Min. Para pasukan berlapis lapis berjumlah hampir 500 orang yang mencoba menyerang nya dipukul dan ditendang hingga tewas bergelimpangan di sana sini dengan tubuh kehijauan dan kehitaman.
Ternyata dalam amukan nya, The Black Man telah mulai tak dapat mengendalikan diri dan menebar racun melalui pukulan hawa tenaga saktinya.
Banyak juga pasukan yang tewas tertembak oleh senjata rampasan nya yang kadang kadang menggantikan tongkat nya yang tertinggal di hotel memukul pecah kepala pasukan berseragam hijau tua loreng kecoklatan tersebut.
Benar benar mengerikan amukan John yang telah dirasuki nafsu amarah kelewat batas. Dalam hatinya hanya terbayang seluruh duka yang di alami keluarganya saja.
Mulai dari bayangan kesusahan orang tuanya, pelarian nya yang membuat nasib keluarganya berakibat buruk, tewas nya ayah dan paman ilmuan bersama kakek dan gurunya di Muji, siksaan yang di terima kakeknya, kehancuran keluarga Barbara yang di ... sukainya, hingga kehancuran keluarga pamannya yang baru saja terjadi.
Seluruh nasehat nasehat kakek dan gurunya telah hilang ditelan emosi yang memuncak. Yang ada di pikiran nya adalah membunuh dan menghabisi musuh musuhnya.
Tiba tiba, serangan Black Monster membuat John terpental belasan meter. Rusuk dan bahunya sakit akibat terjangan ketiga monster yang tidak lain adalah Rooney, Liu Gan dan Jin Hung.
Hampir 300 orang yang tewas dalam amukan nya yang hanya setengah jam itu. Malech, Boaz yang masih sakit dan Nyonya Liu serta putranya yang telah yatim itu hanya melihat amukan The Black Man dari layar monitor di ruang CCTV dengan muka pucat.
Pukulan Rooney yang terbang dari belakang berhasil dielakkan John dengan meloncat tinggi ke udara, namun tubrukan Jin Hung dari belakang tak dapat di hindarkan mengenai John hingga kedua nya menabrak dinding Pabrik hingga menembus ke ruang produksi di bagian dalam pabrik di bawah lantai yang ambruk itu.
Melihat hal itu, The Black Man yang semakin murka dengan niat jahat mereka segera melesat ke sana kemari menghancurkan mesin atau aliran listrik mesin.
Jin Hung yang menyergap tubuh The Black Man dapat dililit menggunakan kabel beraliran listrik di tangan John.
Segera John menendang Jin Hung kedalam sumur besar berisi cairan yang sedang di produksi dan kontak di dalam cairan tersebut.
Karena tegangan arus terganggu, mesin tersendat dan lampu ruangan tersebut pun mati hidup mati hidup dan terus saja seperti itu.
Rooney dan Liu Gan yang lebih dulu tiba disitu disusul pasukan yang ada di luar segera menyerang The Black Man dengan penuh emosi melihat Jin Hung telah tewas di dalam subuh besar dan dangkal itu.
Kembali terjadi pertarungan sengit dan perkelahian mati matian antara ketiganya.
Para pasukan yang berdiri mengelilingi dari jauh membentuk lingkaran besar hanya berdiri memperhatikan dengan siaga dan senjata siap di tangan mereka.
Hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk melemparkan Liu Gan ke dalam sumur cairan kimia keras tersebut hingga Liu Gan pun menyusul Jin Hung ke alam baka.
Bersambung ...
__ADS_1