THE BLACK MAN

THE BLACK MAN
Sergapan Gelap


__ADS_3

"Aku pamit,," Seruan John sebelum meluncur terbang ke arah hutan di belakang pagar Istana Tuan Meshach hilang dari pandangan mereka.


Sarah memandang kekasihnya dengan linangan air mata. Kepergian John kali ini sangat berat dirasakannya.


Bukan hanya Sarah yang menangis, ketiga muridnya juga sesenggukan termasuk Kek Meshach. Hanya Bu Citra dan Bu Melly saja yang mampu menahan duka di hatinya.


John terus menuruni tebing kecil itu sebelum terbang menuju ke atas hingga terus hilang dari pandangan mereka untuk kedua kalinya.


Dengan mengeraskan hatinya, John meluncur 4000 kaki di atas tanah dengan kecepatan kilat sambil mengenang keluarga yang di tinggalkannya.


Dia terkenang ketika tiga hari yang lalu Senator Samuel Liden datang bersama Luke White Hawk pamannya tengah malam membicarakan ancaman besar bagi seluruh dunia.


Luke dan Samuel secara bergantian menceritakan ketika mereka di datangi oleh utusan Komandan Hans yang menyerukan penjagaan ketat kepada seluruh negara di dunia dari serangan Boaz dan pengikutnya.


Projek yang digagas mereka untuk menghancurkan populasi dunia telah dirampungkan.


Terngiang pula pesan mereka kepadanya. Jika John mencoba menghentikan ambisi besar mereka, kemungkinan John untuk selamat sangatlah kecil.


John bukanlah seorang yang cengeng. Namun melihat misi yang di jalani nya sekarang memang benar benar teramat berat. Makanya dia berpamitan kepada seluruh keluarganya seakan pergi jauh.


Kini John kembali sadar dari lamunannya. Dia terbang melewati Dataran Tiongkok menuju ke Eropa dimana misi pertama nya adalah menemui Komandan militer Hans yang kini berada di Jerman.


Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di kediaman Komandan Hans yang telah diberitahu oleh Samuel tentang kedatangan The Black Man.


Ketika John turun lewat belakang, dia lebih dulu melayang di udara dalam posisi tetap lalu perlahan lahan turun dengan menggunakan kaki nya yang menginjak tanah di mana para militer Jerman berdiri mengepungnya dengan senjata lengkap.


Tak lama John mendarat dalam pakaian The Black Man nya, Keluarlah seorang Komandan berbadan tegap yang usianya jauh di atas John.


"Selamat datang The Black Man, silahkan masuk." Seru Hans sambil mempersilahkan The Black Man masuk ke dalam lewat pintu belakang istana besar tersebut.


"Terima kasih Komandan," Jawab John dengan suara berat dan rendah.


Dalam hatinya, Hans sangat kagum kepada The Black Man. Saat John dikurung di Tel Aviv setahun lalu, Hans menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa racun hebat dan ganas yang dapat membunuh gajah sekalipun dalam waktu beberapa detik saja sama sekali tak mempengaruhi pahlawan super ini.


"Aku sangat kagum kepadamu. Silahkan duduk." Ucap Komandan Hans yang duduk di samping seorang pria berpakaian rapi dan gagah.


John duduk sambil menatap tajam pria di samping Hans yang usianya tentu lebih tua dari Hans yang berumur sekitar 48 tahun.


"Saya sudah banyak mendengar cerita kehebatan anda The Black Man." Seru pria bernama Christ yang menjadi Menhan Jerman saat itu.


"Jangan terlalu sungkan Sir, Panggil saja aku Black." Seru John sungkan melihat keramahan tuan rumah.


"Perkenalkan Black, beliau adalah Menteri pertahanan kami Tuan Christ Vandovic." Tuan Hans memperkenalkan tuan rumah kepada John.

__ADS_1


"Langsung saja, Begini The Black Man. Aku berbicara langsung sebagai wakil dari Tuan Presiden. Telah bertahun tahun kami menyelundupkan Commander Hans dalam Projek kehancuran yang di gagas oleh Boaz Immanuel. Mungkin kau lebih tau tentang nya dari pada kami."


John yang masih memakai penutup kepala dan kacamata khas nya hanya mengangguk. Tuan Christ melanjutkan,


"Kini penyamaran Commander Hans telah terbongkar oleh tiga Black Monster yang beberapa hari lalu terlihat di daerah sini. Mereka kini memproduksi senjata penghancur itu sebanyak banyaknya di tiga titik yang telah kami ketahui. Jika senjata pemusnah massal itu berhasil mereka gunakan, aku tidak dapat membayangkan, bagaimana ras manusia akan mampu bertahan." Mr Christ menutup ceritanya.


"Lalu apa rencana mu Tuan?" Tanya John dingin.


"Kami ingin membantu mu menggagalkan misi mereka. Kini ratusan Militer Israel yang membelot kepada Boaz di kerahkan di sekitar Pulau di Florida, di pusat kota Changsha Provinsi Hunan dan pusat terbesar produksi mereka berada di Gunung Muji daerah Himalaya."


"Ah,,," Seruan kekagetan John tak dapat di tahannya.


"Kenapa? Apa kau kenal tempat itu?" Tanya Hans sambil menatap tajam mata yang tak tampak sama sekali dibalik kaca hitam The Black Man.


"Kalau begitu aku permisi," Seru John seraya bangun dari duduknya sedikit membungkuk ke arah mereka.


"Kau mau kemana The Black Man?" Tanya Komandan Hans.


"Aku akan ke pulau di Florida. Jika Tuan ingin mengirim bantuan, segera kirimkan ke Himalaya karena dari Florida, aku akan langsung ke Himalaya."


Tanpa menanti jawaban mereka, The Black Man segera meluncur rendah di ruang luas itu menuju pintu belakang langsung terbang tinggi di udara menuju ke Florida melewati jajaran gunung Himalaya.


.---***---. .---***---. .---***---.


Puluhan militer bersenjata memakai pakaian putih berdiri berjajar di pinggiran pulau tak berapa jauh dari Pantai Miami.


Tampak ke tujuh ahli ahli dari seluruh penjuru dunia tersebut berjalan di iringi oleh puluhan penjaga bersenjata lainnya yang berada di sekitar bangunan luas di tengah pulau.


Mereka di iringi kedalam gedung besar ke ruangan dimana Boaz dan Malech berada bersama Nyonya Liu dan tiga Black Monster.


"Masuk," Seru Nyonya Liu yang hingga kini masih menguasai tempat tempat produksi mereka.


Profesor Li yang berjalan paling depan menyapa mereka berenam dengan senyum ramah dan sedikit tegang.


Wajah Para ahli yang berjalan dibelakang Prof Li lebih tegang lagi. Mereka heran mengapa tiba tiba di panggil ke pulau tersebut.


"Silahkan duduk Tuan Tuan terhormat, kalian memang sangat hebat." Seru Tuan Boaz dengan senyum lebar menghias pipinya.


"Maaf Tuan, kenapa kami di panggil kemari?" Tanya Prof Li yang menjadi juru bicara para ilmuan.


"Ayolah, duduk dulu. Silahkan silahkan."


Para ilmuan itu pun duduk di kursi seberang meja yang telah di siapkan.

__ADS_1


Pada saat itu, tiba tiba lampu di seluruh ruangan mati total, begitu juga beberapa mesin yang masih memproduksi alat mereka.


"Kurang ajar, dia datang." Seru Tuan Boaz sambil bangun dari duduknya.


Ketiga Black Monster segera keluar mencari ke ruang kontrol listrik. Mereka hanya melihat lantai yang basah oleh percikan air.


"Cari di seluruh pulau." Geram Rooney keras.


Ternyata, John yang telah sampai dengan cara terbang ... di dalam air segera menuju ruang listrik melalui gorong gorong pembuangan yang menembus ke belakang pulau.


Saat kedua Black Monster telah keluar, Rooney yang berjalan mencari keluar merasakan tetesan air di kepalanya.


Baru saja dia mendongak ke atas, The Black Man yang menempel di langit langit atas segera menyerangnya dengan kuat melesatkan pukulan ke arah kerongkongannya.


Untuk beberapa saat, Rooney tak dapat berteriak. Karena ruangan tersebut remang remang, maka Rooney tak tau dimana The Black Man berada.


Sedangkan The Black Man sangat jelas melihat Rooney yang jatuh terduduk dari sudut ruangan.


"Hei,,,, dia disini,,," Teriakan Rooney terdengar hingga keluar.


The Black Man dengan cepat mencopot pipa besi yang ada di dinding belakangnya dan menghantamkan pipa itu ke arah ... punggung Black Monster.


Secepat kilat The Black melesat keluar. Setiap ada pasukan yang menghalanginya, dengan mudah di robohkan olehnya.


Tampak di bangunan sebelah bawah itu dalam kegelapan tubuh manusia tergeletak disana sini.


"Cepat, dia menuju ke ruang tengah, panggil Liu Gan dan Jin Hung kemari." Teriakan Rooney terdengar lantang.


The Black Man yang kini terbang dalam koridor bangunan besar tersebut mulai mencari cari dan tak lama, ruangan dimana Boaz dan para profesor berada ditemukannya.


"Tembak, serang, bunuh dia, Akhhh,,," Seruan Boaz yang terkena tendangan itu mengakhiri kata katanya.


Dia terlempar ke jendela menabrak dengan keras.


"Priinggh,," Suara serpihan kaca berhamburan kesana sini.


"Semua menunduk,," Seruan kepala pasukan keamanan berteriak lantang.


Baru saja kata katanya habis, tembakan di lepaskan ke dalam ruangan tersebut.


John ikut tiarap mencari cari dengan matanya, akhirnya dia menemukan Prof Li.


Begitu pintu dibuka dari luar, Secepat kilat The Black Man menarik Prof Li dan membawa nya terbang melalui jendela yang pecah akibat tubrukan tubuh Boaz yang kini pingsan.

__ADS_1


Dengan terbang terbalik, John yang melindungi tubuh Prof Li di bagian atas meluncur dengan selamat di taburi ratusan peluru yang terasa seperti lembaran batu kecil di punggungnya.


Bersambung ...


__ADS_2