THE BLACK MAN

THE BLACK MAN
Kebahagiaan Sementara


__ADS_3

Seminggu kemudian, pernikahan John dan Sarah dilakukan secara sederhana di istana Kek Meshach yang merasa bahagia dalam keharuannya.


Setelah melangsungkan pernikahan, John yang tampak perlahan lahan pulih selalu di temani Sarah. Barbara yang memutuskan tinggal di situ sementara, menangis melihat pernikahan John dan Sarah.


Tangisan duka dan Bahagia Barbara ternyata di ketahui Sarah. Malam itu, Sarah mengajak John menuju ke taman belakang dimana dulu mereka sering berlatih.


Sesampainya John di tempat itu, dia terkejut melihat Barbara telah duduk di bangku taman sendirian dalam cuaca gelapnya malam yang hanya mendapat tempiasan sinaran cahaya lampu di tengah taman.


"Barbara, sedang apa kau disini?" Tanya John kaget.


Barbara hanya melihat saja ke arah Sarah yang membuat John bingung menatap ke arah dua wanita itu secara bergantian.


"Apa maksudnya ini?" Tanya John dengan suara pelan.


"Duduklah dulu John. Aku ingin bicara dengan kalian berdua." Jawab Sarah seraya menggandeng suaminya menuju ke bangku panjang dimana Barbara telah duduk lebih dulu.


John merasa agak risih juga ketika Sarah yang duduk sebelah kirinya menggandeng John duduk di tengah tepat di samping Barbara.


"Barbara, aku tau kau cinta kepada suami ku. Aku hanya ingin menanyakan padamu John, apakah kau menyukai Barbara?"


"Apa ini Sarah? Kau sekarang istriku, mengapa menanyakan pertanyaan seperti itu padaku?"


"Jawab saja sejujurnya John. Aku tau kalau kau juga mencintai Barbara."


"Tidak, aku cinta kau Sarah. Aku sekarang harus mencintaimu sepenuhnya. Kau istriku."


"Aku tau kau cinta aku John. Namun adakah perasaan mu kepada Barbara?"


Kini John terdiam menatap wajah Sarah dalam keremangan itu. Barbara yang mendengar percakapan suami istri itu hanya diam dengan perasaan campur aduk.


"Bagaimana John? Jawab sejujurnya jika kalian ingin kebaikan." Suara Sarah lembut dengan nada mengancam.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, memang aku pernah menyukai Barbara, tapi hal itu akan ku buang. Kau tenang saja Sarah, seminggu lagi aku sudah berencana pindah. Kita akan hidup berdua saja di rumah kecil mungil sederhana merawat calon anak anak kita kelak." Jelas John dengan nada yang sangat meyakinkan.


"Barbara, apa benar kau sangat mencintai suamiku?" Tanya Sarah pelan.


"Aku,,, em,, a,, aku tidak tau Sarah. Sudahlah,, untuk apa kau mengungkit masa lalu. Aku rela dan bahagia melihat kalian berdua dapat hidup bahagia bersama.


"Aku tidak rela kami hidup bahagia berdua. Kenapa kau belum menikah Barbara?" Kini suara Sarah agak meninggi sedikit.


"Aku tidak akan menikah. Mulai kini aku hanya akan merawat ayahku saja. Sudahlah Sarah, hentikan pertanyaan mu." Jawab Barbara yang mulai merasa kelabakan dan serba salah.


"Dengar lah John, dan kau juga Barbara. Aku sudah berpikir semenjak hari pertama John selamat. Aku ingin agar kalian berdua menjadi suami istri."


"Apa?" Seru John dan Barbara berbarengan.


"Sarah, kau kenapa? Apa kau sehat?" Ucap John sambil memegang dahi Sarah dengan punggung tangan nya.


"Apa yang kau inginkan dariku John? Apa yang harapkan untukku Barbara?" Tanya Sarah memandang mereka berdua bergantian.


"Aku ingin membuatmu bahagian sayang." Seru John seraya mengusap belahan rambut istrinya itu.


"Aku, aku ingin agar kalian berdua bahagia Sarah. Sudahlah,, Aku masuk." Seru Barbara sambil bangun untuk menuju ke bagian istana.


"Tunggu Barbara, aku ingin agar kalian berjanji untuk menuruti permintaan ku. Aku tak akan memaksa kalian. Sejujurnya, aku akan sangat bahagia jika kita membangun keluarga bersama. Tapi aku tidak bisa memaksa kalian." Seruan Sarah terdengar tegas dan serius sebelum dia bangun menuju ke dalam.


John yang duduk di kursi taman menatap ke arah larinya Sarah. Barbara pun hanya terdiam saja sambil berdiri di depan John menghadap ke arah larinya Sarah.


"Bagaimana Barbara? Kau tau masalah Sarah, rahim nya keracunan. Mungkin itu yang membuatnya seperti ini." Seru John sambil menunduk.


"Entahlah John, aku hanya menyerahkan keputusan padamu. Katakanlah kepada Sarah sekali lagi. Kebahagiaan itu tidak di ukur dari adanya anak atau tidak. Jika memang rahim Sarah rusak, kau harus menerimanya. Bagaimana pun keputusan Sarah, aku tetap rela dan senang." Kata Barbara yang kini lebih lugas menjawab pertanyaan John tanpa Sarah di situ.


Keduanya pun melangkah kan kaki ke dalam berdampingan dalam jarak semeter. Sarah yang berlari masuk tadi kini berada di kamarnya bersama ibunya dan Bu Citra yang kini dipanggilnya Ibu pula.

__ADS_1


Di ruangan bawah tanah mulai hari itu, Para ilmuan yang beberapa minggu lalu berhasil membuat seragam terbang yang di pakai Kenji kini terlihat sedang membuat program baru pada baju seragam John yang kini telah mulai diperbaiki.


Kek Meshach kembali mengajak para ilmuan seperti Prof Li yang merasa sangat senang atas keselamatan John, dan juga Prof Luke White Hawk dan beberapa Prof lainnya untuk kembali membuat beberapa baju terbang yang rencananya di rancang khusus untuk wanita.


Sekalian mereka membuat tiga baju terbang buat wanita, mereka memperbaiki baju John yang mendapatkan program baru dari komputer sehingga menjadikan baju tersebut sebagai seragam nomor satu di dunia yang memiliki spesialisasi tinggi bahkan melebihi kecanggihan seragam yang dipakai oleh Kenji sekalipun.


Selama tiga bulan mereka merancang hal itu, hingga tiba hari dimana pernikahan akan dilangsungkan kembali antara Barbara dan John suami Sarah atas desakan Sarah yang di setujui oleh seluruh keluarga besarnya.


Di beberapa penjuru dunia pun terjadi hal hal mengejutkan. Beberapa Negara kecil di belahan dunia mendapat serangan berupa Bom yang meluncur dari Negara bagian Amerika tepatnya di Ohio.


Serangan itu telah di setujui oleh Negara Negara besar PBB untuk menyelamatkan dunia dengan dalih penghijauan kembali akibat tubuh manusia yang terus terpuruk akibat kurang nya kadar butiran butiran O2 di udara.


Pemimpin Negara kecil itu tentu saja lebih dulu melakukan pengungsian ke Negara Negara besar seperti Amerika, Israel, China, Jerman, Turki dan Negara lainnya yang belum masuk target penyerangan yang di lancarkan oleh Tuan Malech Menhan Negara Israel.


Kenji yang kini menjadi seorang manusia super berkat latihan yang didapatnya dari bimbingan Dalai Lama dulu, di teruskan oleh arahan John dari kitab beladiri warisan dan juga pengajaran Sarah, terus melakukan serangan serangan kecil kepada kelompok MMI yang berada di Ohio bersama dua adik seperguruan nya.


Lin Lin dan Wan Wan yang juga mendapat pengajaran dari John dan Sarah, selalu membantu Kenji yang botak dan tampan dalam pakaian baru mereka untuk menghancurkan kerjasama yang di gagas Tuan Malech bersama Tuan Christ Vandovic.


Setelah 4 bulan terjadi kekacauan di dunia akibat serangan mendadak yang mengorbankan ribuan jiwa manusia manusia miskin di seluruh dunia, John bersama Sarah ikut bergabung dengan Kenji, Lin Lin dan Wan Wan untuk melakukan serangan serangan dahsyat ke pusat markas besar yang berada di kota terbesar di Ohio.


Kota Columbus merupakan kota yang sangat maju. Di Kota itulah terdapat sarang pasukan Tuan Malech yang kini memiliki ratusan pasukan khusus yang menjaga tempat itu di pimpin oleh Rooney dan Hanji.


Siang itu, John bersama Sarah di ikuti murid muridnya melakukan serangan dari arah belakang bangunan.


Banyak pasukan tentara yang menyerang mereka tewas akibat senjata senjata canggih yang di rancang oleh Kek Meshach bersama para ilmuan yang membantunya.


John memisahkan diri dari kepungan hingga tampak mereka terkepung di udara oleh sekitar 80 pasukan tentara khusus yang memakai kotak besar di belakang tubuh mereka yang membuat mereka dapat mengimbangi kelima The Black Man terbang di udara sambil melancarkan serangan dari senjata api yang dirancang di pergelangan tangan mereka.


Jika saja pakaian John, Sarah, Kenji dan kedua wanita cantik belasan tahun itu bukan terbuat dari zat yang dapat menahan peluru dan panas, dapat di pastikan mereka berlima sudah tewas dari awal.


Namun baju seragam terbang mereka adalah penemuan paling mutakhir yang tidak di patenkan kepada pemerintah, makanya hanya mereka berlima yang memakai seragam yang telah kuat dan tahan yang telah menghabis kan dana ratusan triliun dolar.

__ADS_1


Kek Meshach yang selalu mengikuti perkembangan berita dunia dari radio, televisi serta seluruh alat media lainnya, menunggu keberhasilan cucu cucunya ditemani murid mereka di rumah bersama Bu Citra, Bu Melly, Barbara dan beberapa pembantu rumah tangganya.


Bersambung ...


__ADS_2