
"John, kau telah kembali, syukurlah, kakak dari tadi menanyakan mu dengan sangat khawatir" Ucap Sarah Kill sambil menyongsong kedatangan John dalam pakaian The Black Man nya.
"Ada sedikit masalah kecil di perjalanan, tapi semua sudah beres, ayo kita temui Kakak" Seru John seraya melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
Sesampainya mereka berdua di dalam, Walikota segera menyambut John dan Sarah di ruang kerja pribadinya,
"Bagaimana hasilnya John?" Tanya pemimpin Kota Polam tersebut.
"Aku sudah menyampaikan pesan kepada Tuan Liu dan katanya dia akan datang kemari beberapa hari lagi", Jawab John sambil duduk.
"Apa tuan Liu telah mengetahui keterlibatan Istrinya?"
"Ya, namun ku sarankan, agar Kakak lebih berhati-hati kepada Tuan Liu". Kata John menutup pembicaraan mereka.
.---***---. .---***---. .---***---.
"Dedy, aku ingin pergi ke Tibet mengunjungi John" terdengar seorang gadis Amerika yang sangat cantik dan manis berkata kepada ayahnya.
Gadis itu adalah Barbara Liden, putri Senator tinggi Amerika Samuel Liden yang kini juga menjadi salah seorang pemimpin IAG tingkat ke 3.
"Barbara, sekarang John sedang di incar oleh beberapa Negara, khususnya China dan Israel".
"Memang apa salah John Dedi?"
"John tidak salah, yang salah adalah bahwa dia sebagai The Black Man suatu saat bisa saja menghancurkan gagasan rencana yang telah di buat oleh seluruh pemerintah".
"Aku ingin liburan ke sana, ayolah Dedii" Rengek Barbara yang akhirnya di setujui oleh sang ayah dengan syarat dia harus menelpon ayahnya 3 jam sekali.
Hari itu, Barbara segera berangkat di kawal oleh 3 pasukan khusus anggota IAG yang mengantarnya hingga sampai ke kediaman Walikota Polam.
Kita tinggalkan dulu Barbara dan mari kita lihat keadaan John yang kini sedang berbicara serius dengan Sarah dan ibu mereka.
John yang tinggal di rumah besar milik kakak angkat nya itu kini sedang duduk di ruang tamu bersama Bu Citra dan Bu Melly serta Sarah Kill.
Mereka sedang membicarakan rencana untuk pindah ke rumah tak jauh dari sana yang kini telah menjadi hak milik Sarah dan ibunya.
Dulu, setelah ayah Sarah meninggal, semua kekayaan nya jatuh ke tangan Sarah dan Melly. Begitu juga John yang mewarisi banyak sekali harta dari Ayah dan Kakeknya.
Namun mereka memilih hidup sederhana di Pusat Kota Polam dan memilih tinggal di Rumah Walikota atas permintaannya.
Begitu hari berganti malam, John segera mengutarakan maksudnya kepada Sang Walikota yang menjadi Kakak angkatnya untuk pindah ke rumah yang berjarak beberapa puluh meter dari situ.
Awalnya, niat John dan keluarganya tidak di terima oleh Walikota. Namun karena kepintaran John dalam memberikan alasan, maka Walikota dengan berat hati mengizinkan mereka berempat pindah.
__ADS_1
.---***---. .---***---. .---***---.
Suatu malam, di pinggiran kota Florida tepatnya beberapa kilometer dari pinggiran Pantai Miami, tampak beberapa Helikopter mendarat di sebuah pulau yang dulu pernah menjadi markas terbesar dari Organisasi Hati Hitam yang kini telah musnah habis di tumpas oleh The Black Man.
Dari Helikopter terdepan keluar seorang wanita yang kini di kenal dengan nama Liu Min, Sang Pimpinan IAG.
Sebenarnya, Liu Min adalah bekas istri pemimpin BHO bernama Charlie Sung yang kini telah tewas.
Karena saat itu dia bisa mengelabui The Black Man, maka akhirnya dia pun di lepaskan. Saat kembali ke China, dia berjumpa dengan Perdana Menteri China hingga dia kini telah menjadi istrinya.
Karena Perdana Menteri China saat itu tidak memiliki keturunan dari ketiga istrinya, maka kehadiran wanita yang kini telah memberinya anak itu sangat menyenangkan hatinya.
Anak semata wayang itu diberi nama Liu Han yang sebenarnya adalah Putra Larry Sung yang terlahir dari perselingkuhan Ibu dan anak angkatnya.
Sesampainya nyonya Liu ke pulau itu, dia segera mendekati sebuah pemakaman yang di bangun indah di tengah pulau, sambil menangis dia berjongkok dan berkata,
"Larry, sayangku, kini aku telah berhasil merebut posisi bagus dan anak kita pun kini sehat dan bahagia dalam keadaan aman, aku akan membalas The Black Man untuk mu dan akan aku bangun apa yang dulu pernah kau cita-cita kan".
Sambil menangis, Nyonya Liu menumpahkan keluh kesahnya kepada cinta pertama dan terakhirnya.
Para pengawal masih tetap berjaga seperti patung di sekitar Nyonya Sung yang kini telah berganti menjadi Nyonya Liu Min.
Setelah berdiam di makam kekasih gelapnya itu, segera Nyonya Liu melangkah menuju Helikopter terdepan dan naik untuk kemudian berangkat menuju Hotel tempatnya bermalam.
Pagi itu tepat hari minggu, dimana John dan tiga orang keluarganya pindah ke rumah yang berada tidak jauh dari kediaman pribadi Walikota.
John bersama ibunya, sarah dan juga ibu Melly segera melangkah ke rumah itu membawa barang-barang pribadi kesayangan peninggalan dari orang tua dan guru mereka.
Para kuli angkut yang di sewa oleh John pun kini telah sampai membawa seluruh barang ke dalam rumah.
Rencana John, selesai berbenah, mereka berempat akan menuju ke Gunung Muji dimana terdapat pekarangan kuburan Guru, Kakek dan keluarganya serta banyak ilmuan teman ayahnya yang dulu gugur di sana.
Setelah hari menjelang sore, sampailah john dan keluarganya ke gunung Mooji dimana terlihat dia dan Citra sedang berjongkok di dekat kuburan yang bertuliskan nama Denis Black Hawk bersebelahan dengan kuburan Rafli Sanjaya.
Setelah membacakan doa dengan tata cara Agamanya, John, Sarah dan kedua ibu mereka segera pergi kembali ke rumah barunya di Kota Polam.
Dulunya, jalan dari Kota Polam ke gunung Muji sangatlah susah di tempuh hingga perlu waktu yang lumayan lama untuk sampai ke sana.
Namun kini, dalam waktu setahun saja sejak Polam berubah menjadi Kota, maka jalan dan kendaraan sudah bisa berlalu lalang di sana.
Sesampainya John di pusat kota, dia di panggil oleh pelayan di rumah Walikota Polam.
Saat itu Sarah, ibunya dan ibu John sedang berbelanja ke pasar untuk menu makan malam mereka malam ini.
__ADS_1
Sesampainya John sendiri di ruang tamu rumah Walikota, dia terperanjat kaget melihat sesosok wanita yang sangat cantik berambut panjang yang sangat di kenalnya.
"Barbara, kenapa kau di sini?" Tanya John seraya menghampiri wanita yang sedang berdiri tepat di samping Walikota dan istrinya.
"Aku rindu padamu John, karena kebetulan sedang liburan, maka aku sengaja berlibur kemari untuk bisa bersamamu" Jawab Barbara dengan tawa lepas.
Tampak kebahagiaan dari wajah Barbara memancar melihat wajah orang yang dicintainya.
Tak lama setelah mengobrol di situ, waktu Maghrib pun tiba.
John segera pamit kepada Walikota untuk kembali ke rumahnya seraya mengajak Barbara ke sana.
Sambil melangkahkan kakinya, wajah John tampak khawatir memikirkan bagaimana tanggapan Sarah atas kedatangan Barbara.
Sesampainya John di rumah, Sarah yang sedang di kamar mandi berwudhu bersama Bu Citra dan Bu Melly secara bergantian, melihat John datang menghampiri sambil berkata,
"Di depan ada tamu dari Amerika, mungkin dia akan menginap di sini untuk beberapa waktu".
"Siapa John?" Tanya Sarah dengan nada lembut.
"Barbara yang dulu pernah kemari" jawab John.
"Apa?" terdengar teriakan Sarah emosi.
Namun John segera menenangkannya dengan berkata,
"Aku mohon, jangan buat keributan kali ini Sarah, mari kita shalat dan setelah itu, tolong temui dia baik-baik". Pinta John kepada Sarah yang terlihat masih menahan emosinya.
Setelah berwudhu, John segera ke ruangan Mushalla yang memang khusus di buat lebih tinggi dari lantai keramik lainnya.
Sarah yang menunggu di ruang tamu melihat dan memperhatikan ritual ibadah yang di lakukan empat orang itu dengan seksama.
Setelah selesai shalat, John dan Sarah segera menemui Barbara.
"Apa kabar Sarah? Maaf atas segala yang pernah terjadi dulu" Ucap Barbara.
Sarah yang melihat Barbara mengulurkan tangannya berpikir sejenak, lalu Sarah menyambut tangan lembut itu sambil berkata,
"Aku juga minta maaf". John dan Barbara kini tampak mengobrol dengan asik di temani Sarah yang dari tadi selalu memperhatikan gerak gerik John dan Barbara.
Sebenarnya, Sarah yang memiliki tubuh indah dan mata yang cantik, dengan hidung mancung serta bibir menggairahkan itu adalah seorang gadis yang dewasa walaupun usianya terpaut 3 tahun di bawah John.
Namun, karena memang dia sangat takut John akan tertarik kepada Barbara yang tidak kalah cantik darinya, maka Sarah selalu merasa was-was saat John bersama Barbara.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...