THE BLACK MAN

THE BLACK MAN
Persiapan Baru


__ADS_3

Siang itu di sebuah ruangan khusus yang berada dibawah sebuah istana yang tampak tua dari luar namun menggambarkan kemewahan di dalamnya terlihat tujuh orang yang sibuk bekerja menciptakan penemuan baru berdasarkan catatan Profesor Meshach Black Hawk.


Bersamanya tampak pula Profesor Luke White Hawk dan Prof Yeshe Arieli atau Prof Li yang dulu pernah di selamatkan oleh The Black Man.


"Tolong berikan ini ke Profesor Hawk," Seru Prof Li yang berada agak jauh dari Prof Meshach.


Prof Luke berjalan membawa sebuah kotak berisi komponen komponen kecil dan Mikro Chip dan memberikannya kepada Prof Meshach.


"Luke, beritahu kepada semuanya. Malam ini kita akan melakukan uji coba terakhir." Seru Prof Meshach kepada keponakannya.


Setelah seharian bekerja, sore harinya mereka beristirahat dan naik ke atas melalui tangga yang menembus ke ruang belakang di istana besar tersebut.


Kala itu jam menunjukkan pukul 9 malam ketika tujuh Profesor hebat itu kembali ke ruang bawah setelah memasuki sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di balik lemari buku.


"Apa kalian siap melihat mahakarya hasil kerja keras kalian selama 7 tahun ini?" Tanya Kek Meshach dengan wajah berseri kepada mereka 6 orang koleganya.


"Mari kita lakukan." Seru Prof Li yang yang kini terlihat sangat tua.


Kembali terlihat kesibukan yang luar biasa di antara mereka. Sebagian tampak merakit mesin tipis sebesar tablet yang di balut dengan lempengan karet kuat.


Sebagian membuat persiapan pada punggung bagian dalam yang tersambung dengan komponen timah timah kecil yang terhubung dengan kawat dan kabel halus.


Tiga orang lainnya termasuk Kek Meshach sibuk membuat dan memasang Mikro Chip ke karet penutup kepala yang di program melalui komputer khusus.


Setelah bekerja 2 jam lamanya, pekerjaan mereka akhirnya selesai.


"Mari kita lakukan uji coba."


"Apa tidak besok saja Prof?" Tanya Prof Rand kepada Kek Meshach.


"Terlalu berbahaya jika kita melakukan uji coba di siang hari. Mata mata musuh hingga saat ini masih mencari jejak keluarga mendiang John." Seru Prof Li dengan wajah sedikit berduka.


Setelah mereka bersama sama menyatukan tiga bagian terpisah dari projek tersebut. Terlihat lah sebuah baju yang mirip dengan baju The Black Man yang sudah 7 tahun ini tak ada kabarnya.


.---***---. .---***---. .---***---.


Di sebelah barat Kota Columbus Ohio, terdapat sebuah markas yang sangat besar.

__ADS_1


Ribuan prajurit terlatih berada di sana. Di lahan seluas 10 Hektar itu banyak terdapat lapangan dan tempat pelatihan yang khusus dibuat untuk melatih prajurit prajurit khusus MMI.


Meski berada di Negara Bagian Amerika Serikat, markas MMI di bangun oleh seorang yang sangat besar kuasanya bernama Malech Mechiah yang hingga saat itu masih menjabat sebagai Kepala Menteri Pertahanan Negara Israel.


MMI merupakan organisasi rahasia terbesar di dunia saat itu. Selain terbesar, MMI pun menjadi tempat pelatihan pasukan pasukan hebat. Guru guru terhebat dari seluruh dunia di sewa dan di bayar oleh Tuan Malech yang meneruskan kegilaan Boaz Immanuel yang telah tewas tujuh tahun lalu.


Meski menjadi Bos Besar tempat tersebut. Tuan Malech sangat jarang berada di markas MMI itu. Hanya putra angkat nya saja yang selalu di tugaskan untuk mengatur segala keperluan para prajurit khusus.


Selain mengajarkan keahlian untuk para prajurit khusus, MMI juga menyediakan sarana pada para ahli yang ingin bereksperimen menemukan hal hal baru dalam bidang ilmiah.


Bukan itu saja, bahkan terdapat sebuah tempat produksi khusus dimana mereka melakukan penggandaan mesin terbang yang dulu pernah dipakai oleh tiga orang Black Monster.


"Hanji, hari ini aku akan keluar, seluruh tanggung jawab disini berada di pundak mu." Seru seorang manusia hitam berusia 32 tahun yang mengerikan bentuknya.


Hanya anggukan pemuda belasan tahun itu yang terlihat mengiringi Rooney yang kini sangat jarang keluar dari tempat itu.


Rooney, salah seorang Black Monster yang dulu selamat akibat cepat melarikan diri dari The Black Man, kini menjadi tangan kanan Tuan Malech.


Baru saja Rooney pergi meluncur lewat belakang gedung besar melebihi stadion itu, Sebuah ledakan keras menghentikannya.


"Dhuaaarrr," Dari arah kiri bangunan tampak api besar membumbung ke langit.


"Ada apa Hanji?" Tanya Rooney yang telah berada di situ.


"Gedung penyimpanan bahan makanan di serang Pak." Seru Hanji panik.


"Kumpulkan pasukan khusus. Cari apa penyebabnya." Setelah mengeluarkan perintah, Rooney segera terbang ke arah kiri depan gedung tersebut.


Dengan langkah lebar, Hanji menuju ke sudut kanan dimana kamar nya berada. Tak lama kemudian, sesosok manusia terbang berwarna merah marun meluncur dari kamar tersebut.


"Hanji, sebelah utara induk." Terdengar suara dari alat kecil di telinga Hanji yang memakai pakaian terbang berwarna maron.


Segera Hanji atau yang di sebut oleh bawahannya dengan sebutan MH1 (Em.ha.wan) meluncur ke arah kanan dengan kecepatan tinggi.


Sesaat kemudian, MH One melihat dua sosok bayangan hitam polos mengejar bayangan hitam bergaris putih yang berputar putar mengelilingi bangunan induk.


"Bantu aku tangkap dia." Seru Rooney dengan suara keras.

__ADS_1


Padahal tanpa berteriak pun, Hanji pasti mendengar suaranya. Karena earphone di telinga mereka saling terhubung dengan alat penangkap suara di dada masing masing.


Hanji bergerak cepat mencoba menyergap bayangan manusia yang seluruh tubuh nya terselubung pakaian hitam dark bergaris putih selebar dua jari yang memanjang dari ujung sepatu ke kiri kanan bahu nya.


Hanji yang menyergap dari depan, terkena tendangan keras hingga terlempar di udara sejauh 8 meter menabrak dinding bangunan.


"Hei, berhenti kau keparat." Bentak Rooney.


Pria muda belasan tahun di balik baju yang bersambung dengan penutup kepala dan muka karet itu tertawa dan berdiri di ... udara.


"Majulah kau Monster. Kematian mu sudah di depan mata." Seru suara pemuda itu.


Kini mereka berdua telah berhadapan. Black Monster segera menyerang ke arah pemuda misterius itu dengan kekuatan penuh.


Terjadilah perkelahian di udara yang menegangkan. Meski sibuk menyerang, Black Monster tetap tak dapat mengenainya.


Tak lama mereka bertanding, segera tampak 8 orang memakai baju terbang mengelilingi nya.


"Bagus, Sssiiiinnngghhh,,," Sebilah pedang telah berada di tangan pemuda hitam bergaris putih itu.


Tak perlu menunggu lama, 7 orang manusia terbang yang merupakan pasukan khusus itu segera menyerang penyelundup misterius tersebut dengan pukulan dan tendangan serta serangan senjata yang ada di pergelangan tangan mereka bersama Rooney dan Hanji.


Serangan kaki dan tangan mereka dapat dihindarkannya. Sebagian besar desingan peluru pun dapat dielakkannya.


Sebagian peluru yang mengenai tubuhnya pun hanya terpental saja.


"The Black Man,, Dia The Black Man. Panggil bala bantuan." Seruan Rooney segera bereaksi.


Kesembilan orang penjahat terbang itu menghilang ke segala penjuru di seluruh bangunan.


Merasa dirinya akan dijebak, pria berpakaian hitam yang di sangka The Black Man oleh mereka segera meluncur jauh ke atas, yang tampak hanyalah sebuah titik hitam saja.


Tak lama kemudian, api yang membakar gudang penyimpanan bahan makanan MMI berhasil di padamkan.


Sementara penyerang misterius tersebut, segera meluncur ke arah New York. Di belakang hutan kecil buatan tak jauh dari istana tua Kek Meshach, pemuda tersebut mendarat dan segera memasuki pohon kayu besar.


Ternyata pohon itu pun buatan yang tampak sangat mirip seperti asli. Pohon Cemara besar dan tinggi itu merupakan sebuah pintu bawah tanah dimana menembus ke ruang kerja yang pernah di gunakan Kek Meshach dulu dalam merancang baju super yang kehebatan nya melebihi seragam John dulu.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2