The Darkness Of Vampir World

The Darkness Of Vampir World
Perkenalan Menyeramkan


__ADS_3

"Perkenalkan nama saya Andros."


Terdengar suara lantang dari salah satu anak baru di sekolah Permata Indah. Ia dan kedua temannya terlihat menyeramkan dengan perawakan tubuh tinggi dan tegap. Namun..., dibalik semua itu wajah mereka nampak sangat menarik berpadu dengan style yang terlihat sangat cool.


"Saya Brendi."


"Dan saya Draynes."


"Bila, apa hanya perasaanku atau mereka memang kelihatan agak menyeramkan?"


Bisik Sandra, teman sebangku Nabila yang akrab dipanggil Bila.


"Mana aku tahu Dra." Jawab Bila singkat takut ketahuan Bu Ningsih, guru yang selalu menghukumnya didepan kelas.


Disaat-saat seperti itu, tanpa di sengaja Bila dan anak baru yang bernama Andros itu saling bertemu pandang. Tatapannya yang tajam berhasil membuat Bila merinding sejenak. Agar tidak terlalu lama terjebak dalam keadaan seperti itu Bila pun memutuskan untuk melihat kearah lain.


"Ini anak seram juga.” Gumam Bila dalam hati sambil melirik anak baru itu, memastikan bahwa dia sudah tidak melihat kearahnya lagi.


Bila memutuskan melihat untuk yang kedua kalinya namun ternyata ia masih saja melihat Andros dengan tatapan yang tajam namun tanpa ekspresi.


Merasa masih di perhatikan Bila pun memutuskan untuk memfokuskan matanya dengan buku pelajaran yang sedari tadi terbengkalai. Walaupun sedang tidak fokus sekalipun, Bila tetap berusaha berpura-pura sibuk dengan kegiatan membaca buku.


Baru saja ia berhasil menemukan titik fokus yang sedari tadi di perjuangkan, samar-samar Bila malah mendengar bisikan-bisikan halus dari tempat duduk yang ada di seberang. Semua itu tentu saja berhasil menganggu konsentrasi yang tadi sempat mendarat di pikirannya.


Bila yakin suara itu pasti berasal dari Putri dkk yang sedang membicarakan anak baru yang terlihat menyeramkan itu.


Maklumlah, Putri dkk sudah menjabat sebagai Ratu Gosip se-SMA Permata Indah. Dengan rentang nilai 100 banding 100.


100 untuk nilai ceramah gosipnya dan 100 untuk informasi yang telah di perolehnya.


Bila hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat Putri terus-menerus tersenyum kearah ketiga anak baru itu. Entah apa yang sedang di pikirkannya sehingga tak berhenti tersenyum.


"Astaga Putri malah tersenyum melihat orang yang menyeramkan seperti mereka.” Pikir Bila dengan tatapan aneh.


Tiba-tiba terdengar suara lonceng berbunyi sebanyak lima kali pertanda semua guru harus segera berkumpul untuk melaksanakan rapat. Bila yakin untuk hal seperti ini Putri pasti sudah mengetahuinya, tinggal tunggu saja reaksi dari Putri dkk.


“Bener kan aku bilang, akan ada rapat mendadak hari ini.” Seru Putri dengan semangat.


Sementara itu Bu Ningsih sudah membereskan barang-barangnya dan bersiap pergi meninggalkan kelas untuk memenuhi panggilan rapat. Sebelum Bu Ningsih pergi ia sudah berpesan agar tidak ada satu anak pun keluar dari dalam kelas kecuali sudah mendapat izin dari ketua kelas selama lonceng istirahat belum berbunyi.


Baru saja guru satu itu keluar dari ruangan kelas, terdengar suara bising dari segala penjuru. Mulai dari grup Putri dkk hingga menyebar ke seluruh ruangan. Untungnya kondisi tersebut tak bertahan lama karena Laska turun tangan dalam menertibkan suasana kelas termasuk dengan Putri dkk.

__ADS_1


Laska sang ketua kelas sekaligus sahabat Bila dari kecil sampai saat ini.


Perlahan Laska pun mendekati ketiga anak baru itu dengan tersenyum. Tradisi itu sering ia lakukan ketika menyambut orang-orang penting termasuk siswa baru di kelas ini. Senyuman ramah adalah sebagai tanda sambutan dari seluruh kelas atas kedatangan mereka.


"Andros, Brendi dan Draynes. Selamat datang di kelas kami. Silahkan pilih tempat duduk kalian, tentu tidak enak bukan melihat kalian hanya berdiri di sini.” Jelas Laska tenang dan terlihat santai terhadap mereka.


Brendi dan Draynes membalas senyuman Laska sebagai ucapan terima kasih atas sambutan yang telah di berikannya.Tetapi tidak dengan Andros, dia masih saja memperlihatkan wajah tanpa ekspresi.


“Dia kelihatan sangat dingin, lebih mirip ice prince.” Ujar Bila setengah berbisik kearah Sandra. Perkataan Bila membuat ia tertawa pelan dengan suara yang tidak terlalu terdengar oleh orang lain termasuk Sandra sendiri.


Mengatai anak baru ternyata cukup menyenangkan juga--meskipun berbanding terbalik dengan ekspresi wajah.


Sandra sebenarnya tak berniat untuk tertawa sedikitpun, perkataan Bila tak terdengar lucu. Hanya saja saat melihat ekspresi Bila yang terkenal tomboy, yang tak mengenal rasa takut sekarang malah terlihat sangat aneh dengan ekspresi kalutnya. Anak baru itu ternyata benar-benar sangat menakjubkan sehingga bisa berpengaruh pada Bila secepat ini.


Akan tetapi Sandra yang terkenal dengan rasa hormatnya kepada guru, tak terkecuali Laska yang menjabat sebagai ketua kelas membuat ia tak ingin tertawa lepas. Hanya saja sering terlupakan kalau-kalau terdapat situasi yang tidak mendukung.


Tanpa mereka sadari Andros yang sedari tadi diam dengan wajah dinginnya langsung saja berjalan kearah Bila dan Sandra yang masih sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri. Tak ada orang yang menduga bahwa Andros akan pergi mendekati Bila dan Sandra, karena sedari tadi ia hanya diam, terkesan lebih tidak peduli akan situasi yang terjadi.


Sandra akhirnya sadar bahwa ada orang yang sedang melihat mereka dari jarak cukup dekat ketika sebuah tangan menyentuh meja yang ditempati mereka berdua. Menyadari hal tersebut Sandra pun langsung terlonjak kaget sambil melihat kearah sang pemilik tangan, dimana nampaklah wajah Andros yang kian terlihat menyeramkan.


Melihat sikap Sandra yang terlihat aneh Bila pun segera berdiri dan berbalik arah bermaksud untuk melihat wajah orang yang telah menganggu obrolannya dengan Sandra. Sekilas Bila nampak sedikit terkejut saat wajahnya berhadapan langsung dengan Andros yang terlihat semakin menyeramkan. Namun dengan segera Bila menetralkan wajahnya kembali.


‘Ia tidak mau kalau ada orang yang beranggapan bahwa seorang perempuan itu lemah dihadapan lelaki, terutama sesama perempuan. Karena baginya setiap orang memiliki kedudukan serta hak yang sama.’


Lumayan mirip dengan HAM ya?


“Kenapa, ada yang salah dari kami berdua?” Tanya Bila dengan ekspresi wajah yang terkesan lebih berani.


Tetapi, Andros sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Bila dan masih dengan wajah tanpa ekspresi miliknya.


“Baiklah, mungkin kamu hanya sedang sakit gigi atau sedang menghemat suara.


"Ayo Dra, kita pindah tempat duduk saja. Orang ini mungkin ingin duduk disini. Sebagai anggota kelas yang baik kita harus menghormati keinginan siswa baru, walaupun dia sama sekali tidak mau bicara dan meminta dengan baik-baik. Maksudku, setidaknya dia bisa meminta izin.” Ujar Bila terlihat sedang membereskan buku dan peralatan sekolahnya bersiap pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti Sandra yang masih terlihat sedikit ketakutan.


Sandra tak melakukan apapun saat Bila mengajaknya pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia yang sebenarnya juga memiliki sifat yang hampir mirip dengan Bila terasa tak berkutik dihadapan orang baru itu. Disamping sebenarnya ia merasa aneh saat Bila langsung ingin pergi dan merelakan tempat duduk mereka. Sandra pikir Bila terkesan menghindari Andros.


“Tu-tunggu, kenapa kita yang harus pergi, memangnya...,”


Perkataan Sandra jadi terhenti saat Andros tiba-tiba memegang tangan Bila, hal itu tentu saja berhasil membuat keduanya sangat terkejut. Semuanya terjadi bukan hanya karena Andros yang tiba-tiba berani memegang tangan Bila tetapi juga disebabkan oleh gengaman tangannya yang terlalu kuat dan kasar. Sepertinya Andros sudah kehilangan kesabaran saat itu sehingga berhasil membuatnya berani bertindak kasar.


Seluruh penghuni kelas nampak sedang menyaksikan kejadian itu dengan penuh saksama.

__ADS_1


Brendi dan Draynes pun langsung bertindak, jangan sampai Andros membuat kekacauan di kelas dan dihari pertama mereka. Tidak ketinggalan juga dengan Laska dan Putri. Mereka pun turut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Brendi dan Draynes.


‘Kalau Laska mungkin akan membantuku. Berbeda dengan Putri, dia bahkan hanya mencaci maki telingaku.’


“Andros” Panggil Brendi yang terlihat sedang memegang bahunya. Sedangkan Andros masih saja memegang tangan Bila walaupun tidak sekuat dan sekasar tadi. Lain lagi dengan Draynes dia hanya diam dengan wajah tanpa ekspresi, namun tidak terkesan menyeramkan.


“Sandra, bawa Bila pergi dan berhentilah membicarakan orang lain.” Perintah Laska terhadap mereka.


Laska memang benar-benar menjaga reputasinya sebagai ketua kelas dan sangat bertanggung jawab. Tapi..., kejadian itu bukanlah sepenuhnya kesalahan Bila, bahkan dengan semua perlakuan Andros, seharusnya orang itu yang disalahkan.


Bagaimana bisa ia memperlakukan seseorang seperti itu?


Hanya saja yang dilakukan Laska adalah untuk menghindari keributan. Meskipun mungkin cara Laska melakukannya bisa menimbulkan berbagai macam anggapan dan tanggapan. Laska benar-benar terobsesi dengan kenyaman dan keamanan kelas, meski harus bersikap sedikit tak adil kepada kedua sahabatnya.


“Hey Bila, dengarkan apa yang dikatakan Laska. Dasar cewek tukang gosip, sekarang jangan sok kecentilan lepaskan tanganmu dari Andros.” Ujar Putri terlihat sedang berusaha melepaskan tangan Bila dari gengaman tangan Andros, si anak baru yang menyeramkan.


“Andros” Panggil Brendi lagi agar Andros segera melepaskan tangan Bila. Berselang beberapa waktu kemudian Andros akhirnya melepaskan tangan Bila meskipun sebelum itu dia masih menyempatkan diri untuk memperkuat gengaman tangannya.


“Kau.” Kata Bila yang hendak memarahi anak baru yang terlihat sebagai orang sok tampan dan bertindak seenaknya itu.


“Sudahlah Bila, tolong jangan lagi.” Ujar Laska berusaha untuk menenangkannya.


Menyadari situasi kelas ini sekarang, Bila pun memutuskan untuk mengalah daripada harus menimbulkan masalah. Apalagi dengan seorang anak baru.


“Baiklah, jika itu kemauanmu.” Kata Bila datar, terlihat sedikit kesal saat itu.


Disaat situasi seperti ini ketenangan adalah satu hal yang dibutuhkan Bila untuk mengatasi rasa kesal. Untuk itu ia pun membawa semua barang-barangnya ketempat pojok di sisi paling belakang kelas.


“Sandra, aku akan kembali ketempatku yang dulu. Jadi, kamu kembali bersama Laska.” Ujar Bila dengan sedikit tersenyum pada Sandra lalu bergegas pergi menuju tempat tujuannya.


“Ta-tapi Bil...,” Perkataan Sandra jadi terhenti saat melihat Bila sama sekali tak menghentikan perjalan menuju tempat duduknya yang dulu. Hal itu langsung membuat Sandra melihat Laska dan rombongan Andros dengan tatapan menyebalkan.


“Dasar.” Saat melihat kearah Laska Sandra pun langsung menuju tempatnya yang dulu. Sebenarnya Sandra merasa sangat kesal terhadap Laska, tapi kali ini ia rasa sudah tak punya pilihan selain duduk bersama dengan orang itu lagi.


Baru saja Bila meletakkan seluruh barang-barang sekolahnya, terlintas bayangan dimana ia baru pertama kali masuk ke sekolah ini. Saat itu Bila masih sangat polos dan lemah hingga membuatnya sering dijahili oleh teman-teman sekelasnya termasuk Putri.


Putri bahkan tak pernah membiarkan ketenangan dirasakan oleh Bila sebentar saja. Anak itu benar-benar menyusahkan. Berbeda dengan sekarang. Memang, Putri masih saja menganggu ketenangan yang dirasakan oleh Bila tapi setidaknya ia sudah mulai mengurangi bahkan hampir tak pernah melakukannya lagi. Hanya dalam kondisi tertentu saja Putri masih melakukan hal itu. Dengan menarik napas panjang Bila mencoba untuk menduduki tempat itu dengan perasaan sedikit lega. Setidaknya dia masih bisa mendapatkan ketenangan didalam kelas itu.


“Ternyata orang itu cukup nekat juga, tanganku sampai merah seperti ini. Apakah aku sudah sangat keterlaluan? Setidaknya kan dia tidak memperlakukan perempuan seperti itu. Aish benar-benar menyebalkan.”


-------^-------^-------^---------

__ADS_1


__ADS_2