
"Mereka benar-benar telah dibutakan oleh perasaan suka terhadap manusia hingga berani menggambil risiko terburuk sekalipun. Semuanya benar-benar kacau, hanya dalam sekejap Naomi dan Putri berhasil mengubah situasai menjadi seburuk ini.
"Sebenarnya kemampuan baru seperti apa yang mereka miliki sehingga mampu mengeluarkan perisai kuat seperti itu.
"Sekilas nampak seperti kemampuan yang dimiliki oleh Andros, keturunan dari titisan Batu Merah. Lebih tepatnya kekuatan kutukan. Tapi bagaiman bisa?
"Naomi memiliki kekuatan terkutuk sama seperti Andros. Sejak kapan dia memilikinya?
"Semua ini harus segera diselidiki!”
Meskipun pikiran Draynes sedang sangat kacau dirinya masih menyempatkan diri memikirkan sesuatu mengenai masalah yang mereka hadapi.
Jujur saja, Draynes memang tidak terlalu menyetujui keputusan yang diambil Andros dan Brendi yang menurutnya dilakukan hanya karena alasan klasik seperti itu. Benar, jika sudah terlanjur terjebak dalam masalah serumit ini hanya itulah satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan sekarang.
Akan tetapi bagi Draynes, Andros dan Brendi terlalu terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan. Menurutnya jika saja mereka bertiga masih ingin berpikir, pasti masih tersisa cara lain untuk menyelamatkan hidup Bila dan Sandra meski tidak dengan menggunakan pilihan perubahan.
Namun sekarang semua sudah terlambat, mereka sudah terlanjur mengambil keputusan. Hal yang harus Draynes lakukan sekarang adalah memikirkan bagaimana cara membuat Bila dan Sandra mengerti akan situasi yang sedang mereka hadapi. Untuk sementara waktu, hanya itu.
------^--------^--------^-----------
“Dimana ini?”
Bila spontan mundur hingga membuatnya menabrak Sandra yang masih belum sadarkan diri saat menyadari perubahan yang terjadi padanya.
“Tidak mungkin, apa yang terjadi padaku?
"Dra, Sandra!”
Bila sangat kaget ditambah lagi saat mendapati Sandra yang juga berada didekatnya dengan kondisi pingsan.
“Sudah bangun, sudah ku duga proses perubahannya memang sangat cepat.”
“Siapa, siapa disana?”
Perlahan muncul sesuatu yang semakin membuat Bila takut hingga akhirnya membentuk seseorang, yang mungkin Bila kenal.
“An-Andros.”
Dalam situasi seperti ini hanya kata-kata itu yang masih bisa keluar dari mulut Bila. Orang itu terlalu kaget sampai-sampai hampir tak bisa bicara apapun lagi.
“Bila.”
Belum habis rasa terkejut yang Bila rasakan tiba-tiba datang lagi beberapa orang yang dikenal Bila sebagai Brendi dan Draynes, teman-teman Andros.
Mereka membawa sebuah kalung yang berada tepat ditangan Draynes.
Bila bahkan sampai tidak bisa melakukan apapun lagi saat batu kecil pada kedua liontin itu bersinar bersamaan dengan matanya sendiri.
“Ba-bagaimana bisa kalung itu bersinar bersamaan dengan mataku? A-apa yang sudah terjadi?”
Dengan susah payah pertanyaan itu akhirnya bisa keluar dari mulut Bila.
“Aku yakin kau bisa mengerti Bila, kau bisa merasakannya kan?
"Tentang perubahan yang terjadi padamu, tentang semua yang telah terjadi selama ini. Semua itu saling berhubungan hingga berakhir seperti ini.”
__ADS_1
“Kenapa. Kenapa semuanya bisa terjadi seperti ini?
"Kenapa harus aku, kenapa tidak orang lain saja.
"Sebenarnya siapa aku?
"Kenapa malah jadi seperti ini?
"Aku tidak punya kesalahan, lalu kenapa harus aku yang menanggung semua beban ini. Aku bahkan tidak tahu siapa aku sebenarnya!”
Kemarahan, kebencian dan dendam bercampur sempurna dalam pikiran Bila saat ini. Ia merasa bahwa kehidupan telah bersikap tidak adil kepadanya.
Semua menjadi lebih buruk saat Bila melihat kearah Sandra yang masih tidak bergerak. Emosinya menjadi tak terkendali saat terlintas bayangan kehidupannya dimasa yang akan datang.
Bagaimana bisa dia masih tetap memberanikan diri untuk tetap menjalani hidup dengan seluruh tubuh yang sudah berubah.
Bahkan hanya dengan membayangkannya saja Bila sudah menjadi sangat khawatir.
Akan tetapi saat ia menyadari bahwa semua bukanlah mimpi, Bila harus terpaksa berjalan walau dengan hidup yang terasa begitu berat penuh dengan beban.
“Bila, kendalikan dirimu!”
Andros berusaha menghentikan amarah yang terus menguasai pikiran Bila.
“Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tetap tenang. Apa yang telah kalian lakukan? Kalian malah membuat situasinya bertambah buruk.
“Apa yang bisa ku perbuat sekarang. Semuanya telah berakhir.
"Aku malah berakhir seperti ini, dan kau masih menyuruhku untuk tetap tenang?”
“Aku mengerti Bila, aku bisa memahami kekecewaanmu.”
“Lalu apa yang kau mengerti Andros? Apakah ini caramu memberikan sebuah pengertian? Kau bahkan tidak tahu apa-apa tapi kau malah mengambil keputusan yang sangat besar sendirian.
“Kenapa semua ini harus terjadi padaku?”
Perkataan terakhir Bila membuatnya menangis tepat berada didekapan Andros.
“Kenapa, kenapa harus aku yang mengalami semua ini?”
Tanpa sadar Bila masih berada dalam posisi tersebut, berusaha melepaskan emosi yang sempat menguasainya tadi.
“Menangislah, jika dengan itu kau bisa melepaskan semua amarah yang menjadi penghalang sekarang. Bahkan jika kau mau kau bisa melenyapkanku, kalau dengan itu kau bisa melepaskan semuanya.
“Aku ini memang bodoh. Aku hanya bisa mempersulit keadaan semua orang yang ada disekitarku.
"Walaupun kau membenciku seumur hidupmu pun tidak akan pernah bisa menebus semua hal yang telah terjadi padamu saat ini.
"Akulah orang yang bertanggung jawab atas semua hal yang telah terjadi padamu dan Sandra, untuk itu kau bisa melenyapkanku sekarang juga!”
-----------^-------^-------^
Brendi dan Draynes hanya bisa diam menyaksikan semua yang ada dihadapan mereka. Sebelumnya mereka memang sudah memutuskan untuk tidak ikut campur dalam apapun yang akan terjadi antara Andros dan Bila sebab mereka sudah berjanji kepada Andros. Bahkan jikapun Bila memang benar-benar berniat untuk melenyapkan Andros, mereka tetap tak akan mencegahnya. Andros sendirilah yang menginginkan semua itu.
“Apa yang sedang kau katakan, bagaimana mungkin aku melenyapkanmu? Apa kau pikir dengan melenyapkanmu bisa mengubah semua yang telah terjadi sekarang? Tidak Andros, tidak.”
__ADS_1
“Apa lagi yang bisa ku perbuat? Jika memang kesalahanku sebesar itu, lakukan apapun yang membuatmu merasa lebih baik.”
“Tidak. Aku bukanlah makhluk seperti itu. Aku tidak akan melampiaskan kemarahan kepada orang lain meskipun orang itu memang bersalah.
“Mungkin..., ini semua memang sudah digariskan takdir.
"Jika pun tidak, aku yakin kalian pun pasti mengalami banyak hal hingga harus memilih pilihan ini. Yang ku sesalkan hanyalah mengapa harus aku yang mengalaminya.”
Bila sudah terlihat lebih baik sangat berbeda jauh ketika ia masih dikuasi kemarahan.
“Apa itu berarti kau menerima kondisimu sekarang?”
Andros kembali memastikan dengan sangat berhati-hati jangan sampai ia merusak segalanya.
“Aku tidak tahu apakah aku harus menerima atau tidak, yang jelas semuanya sudah terjadi sekarang. Tidak ada gunanya menyesali semua ini disaat aku sudah tidak bisa kembali lagi hal itu hanya akan membuat situasi bertambah kacau.
“Yang sangat ku takutkan adalah mengenai Sandra. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dia sadar nanti. Aku harus berhenti memikirkan masalahku sendiri dan memikirkannya juga, karena Sandra adalah temanku yang paling berharga.”
Bila kembali melihat kearah Sandra yang masih belum bangun.
“Menurutmu apa yang akan terjadi dengannya?”
“Entahlah, tapi ku rasa akan lebih sulit bagi Sandra untuk menerima semua ini jika dibandingkan denganku. Tentu saja lebih sulit dia kan tidak tahu apa-apa dan tidak punya hubungan apapun dengan semua ini.”
“Maksudmu?”
Andros terus melihat kearah Bila menunggunya memberikan sebuah jawaban. Benar-benar menunggu, mendengarnya dari mulut Bila secara langsung.
“Ku rasa begitu. Kalung itu yang memberiku penglihatan. Aku sungguh tidak mengerti kenapa harus aku yang menjalani ini. Selama ini aku bahkan tidak tahu mengenai apapun. Yang ku tahu hanyalah aku sudah ada dan hidup didunia ini.”
“Sejak kapan?”
Andros memang sudah tahu hanya saja perbedaannya akan sangat terasa saat mendengarnya langsung dari mulut Bila.
“Aku tidak terlalu mengerti tapi, mungkin saat aku berada di..., dekapanmu. Mungkin disaat-saat terakhir.”
Suara Bila terdengar ragu-ragu.
“Begitu ya, aku mengerti sekarang. Kau memang jawaban dari teka-teki yang ditinggalkan oleh Ibu.”
“A-apa, apa yang baru saja kau katakan?”
Bila terlihat terkejut saat mendengar perkataan Andros.
“Tidak. Aku tidak mengatakan apapun. Kau tidak perlu memikirkannya.”
Andros terlihat tidak nyaman setelah mengatakan sesuatu mengenai teka-teki. Sebab disana juga terdapat sesuatu yang tidak mungkin dikatakannya kepada Bila sekarang. Sekarang, entah sampai kapanpun itu.
“Tidak, tadi aku mendengarkan sesuatu kalau tidak salah teka-teki. Memangnya teka-teki apa, kenapa jawabannya malah aku?”
Bila terus memburu Andros dengan pertanyaan yang berhubangan dengan teka-teki tersebut hal itu tentu saja membuat Andros semakin merasa tidak nyaman. Sampai akhirnya Andros harus pergi menghindari semua pertanyaan dari Bila.
Semua jadi berakhir menjadi sangat tak terduga.
-------^--------^-------^-----
__ADS_1