
"Kelihatannya pergerakanku akan menjadi semakin sulit. Tetapi sudahlah aku sudah merasa muak dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Sebaiknya aku tetap menfokuskan diri dengan permainan. Mungkin hanya membutuhkah sedikit perubahan.”
Naomi tidak melihat sedikitpun kearah Draynes karena hal itu hanya akan menyulitkan posisinya.
Tidak terasa waktu terus berjalan hingga akhirnya Putri dan teman-temannya pun datang. Tanpa terduga saat Putri melihat Naomi ia malah mengubah arah disaat seluruh teman-temannya sudah menempati tempatnya masing-masing. Hal itu tentu membuat sebagian temannya merasa kebingungan.
“Sudahlah..., itu kan sudah biasa. Palingan Putri sudah mendapatkan seseorang yang cocok untuk dijadikan sebagai target.” Kata salah satu teman Putri mengingatkan kembali kebiasaan Putri yang suka mempersulit keadaan orang lain.
Apalagi kemarin Naomi berani menentangnya. Menurut pandangan mereka khususnya Putri—Naomi hanyalah seorang anak baru yang tentu saja sama sekali tidak pantas menentang group Putri dkk.
‘Anak Baru yang Sangat Menyedihkan’
Begitulah julukan Putri khusus untuk Naomi sebagai target Putri selanjutnya.
“Hello new child.” Panggil Putri yang sudah ada dihadapan Naomi.
Meski demikian Naomi sama sekali tak menghiraukan hal tersebut karena dirasa semua itu pasti hanya akan membuat Draynes bertambah curiga. Apalagi sekarang masih pagi Naomi tak ingin merusak pikirannya secepat itu.
“Bukankah sudah ku katakan, kalau kamu terus bersikap sok menyeramkan seperti ini kamu pasti tak akan pernah mendapatkan teman. Ternyata julukan ‘anak baru yang sangat menyedihkan’ itu memang sangat cocok untukmu.” Tambah Putri lagi dengan hanya membisikkan kalimat itu tepat ditelinga Naomi saat ia melihat Draynes sedang berada dikelas.
Putri tak ingin jika salah satu dari Andros, Brendi ataupun Draynes berpikiran buruk tentangnya. Mereka bertiga merupakan anak baru terkeren disekolah Permata Indah. Hanya saja sayangnya wajah mereka yang selalu tanpa ekspresi berhasil membuat anak perempuan lain menjadi segan berbicara dengan mereka.
Padahal, ada banyak sederetan anak perempuan yang sudah menjadi fans terberat anak baru keren itu.
Berbeda lagi dengan Naomi yang mendapatkan perlakuan dari Putri dan tidak langsung meresponnya melainkan hanya menatap Naomi dengan tatapan yang menyeramkan. Naomi lagi-lagi hanya harus menahan diri menghadapi sikap Putri.
“Why, apa aku salah. Bukankah kita berdua memang sangat cocok. Baru kali ini aku merasakan semangat yang luar biasa. Ku rasa pilihanku kali ini memang sangat bagus. Harus ku akui kamu sangat menarik.” Kata Putri lagi yang kali ini benar-benar berhasil membuat Naomi mencapai batas kesabaran. Ia langsung bangkit dari tempat duduk begitu juga dengan Draynes.
“Apa yang kamu lakukan Putri, bukankah ini masih pagi, kenapa kamu malah menganggunya?” Tanya Draynes sambil melirik kearah Naomi yang terlihat sedang tak bernafsu melanjutkan pembicaraan yang sama sekali tak berguna tersebut.
Semua itu tentu saja membuat Putri terlihat sedikit kesal. Bagaimana tidak, disaat seperti ini Draynes malah berpihak kepada orang yang dianggapnya sama sekali tak penting itu. Padahal kemarin Naomi hampir saja melakukan sesuatu yang bisa membuatnya terjebak dalam masalah besar.
__ADS_1
“No problem, aku hanya merasa kasihan pada orang ini. Sejak kemarin dia masih sendirian untuk itu aku ingin mengajaknya bergabung bersama kami.” Jawab Putri berbohong.
“Really, kenapa harus sekarang? Kamu kan bisa melakukannya dijam istirahat.”
“Sudahlah Draynes, jangan ikut campur dalam masalahku. Kamu ingin tahu bagaimana aku, daripada meladeni orang seperti dia lebih baik aku mencari sesuatu yang lebih berguna. Aku datang bukan untuk mencari masalah melainkan mencari jalan agar aku bisa hidup dengan tenang.” Kata Naomi berpanjang lebar sambil terus melihat Draynes menatap jauh hingga sampai kepikirannya.
“Sejak kapan kalian saling mengenal?”
“Coba tanyakan pada dirimu sendiri, sudah seberapa lama kamu mengenalku.”
“Apa maksudmu?”
Tadinya Putri berniat untuk menanyakan hal itu tetapi gagal saat melihat Andros dan Brendi datang bersama dengan Bila, Sandra dan Laska. Dimana Andros berada tepat disamping Bila, sementara Brendi bersama dengan Sandra.
“Huh, kenapa tadi aku tidak langsung pergi kekelas saja ya. Kalau sudah begitu kan aku tidak perlu repot-repot menjadi pengawal kalian. Mana kalian semua terlihat sangat cocok. Terpaksa aku harus jadi obat nyamuknya.” Gerutu Laska saat sampai didalam kelas.
“Hey ketua kelas, jaga bicaramu. Jangan sampai kamu membuat ku menyesal karna sudah memilihmu dulu.” suara Sandra terdengar sangat pelan kemudian dilanjutkan dengan mencubit sedikit lengan Laska.
“Jangan coba-coba merayuku Dra, kamu kan sudah ada gandengan. Dasar serakah.” Ujar Laska bergerak menjauh dari jangkauan Sandra.
Saat melihat Naomi, Draynes dan Putri sedang bersama tanpa menunggu banyak waktu Laska langung saja bergabung bersama mereka, tanpa menyadari bahwa Sandra sudah sangat siap berperang dengannya.
----------^---------^----------^-------
Di jam istirahat Naomi tiba-tiba saja menghilang. Brendi dan Draynes telah kehilangan jejaknya. Bahkan Andros juga tak menyadari kepergian Naomi karena saat itu ia sedang berbicara dengan Sandra mengenai kehidupan Bila.
Dari pembicaraan tersebut Andros berhasil mendapatkan informasi bahwa dulunya Bila mempunyai seorang kakak yang sudah lama meninggal. Meskipun mereka memiliki kemampuan bisa membaca pikiran, tetapi tetap saja mereka tak pernah mengetahui apapun mengenai hal itu. Sebab semuanya seperti telah disimpan rapat-rapat. Selain itu baik Bila, Sandra ataupun Laska memang tak pernah memikirkan masalah itu saat berhadapan langsung dengan Andros, Brendi dan Draynes.
Semenjak kejadiaan itu Bila jadi suka menyendiri. Walaupun tak merasakan langsung bagaimana rasanya bersama dengan saudaranya itu, tetap saja masih berpengaruh terhadap pola berpikir Bila.
Bila sendiripun tak terlalu mengerti mengenai kronologis kejadiannya, yang ia ketahui hanyalah sejak kecil ia sudah memakai kalung berliontin dua huruf N. Hanya saja setelah dipikir-pikir liontin dari kalungnya itu menunjukkan inisial dari nama kedua orang tua Bila sendiri.
__ADS_1
Dua huruf N, Nanda dan Navisa.
Begitulah yang dikatakan oleh ibunya sehari yang lalu saat kedua orang tua itu pergi melihatnya kemarin. Hanya saja Batu Merah kecil yang terdapat dimasing-masing liontinnya masih membuat Bila merasa sangat kebingungan, saat ditanyakan kepada ibunya pun orang tuanya mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah hiasan belaka. Lebih tepatnya sebagai aksesoris pelengkap.
Namun entah karena apa semuanya masih belum cukup membuang rasa penasaran Bila selama ini.
Sementara itu putri dan teman-temannya meninggalkan ruang kelas. Dengan wajah kesal Putri pergi meninggalkan tempat dimana Andros semakin dekat dengan Bila, Sandra dan Laska. Kelihatannya hubungan mereka semakin bertambah dekat. Di tambah lagi Bila mulai merespon kehadiran mereka. Putri merasa sangat kesal saat melihat hubungan mereka semakin membaik.
“Annoying, kenapa Andros semakin bertambah dekat dengan Bila. Orang sok kecentilan itu malah bersikap seolah-olah hanya dia yang bisa mendekati Andros. Padahal kan jika dibandingkan dengan Bila dan Sandra, aku dan si anak baru itu itu terlihat lebih menarik.
“Oya, kemana perginya anak baru itu. Apa ada yang melihatnya?” Tanya Putri saat setelah selesai menyampaikan semua keluh kesahnya tentang hubungan antara Andros dan Nabila.
“No, kami sudah tak melihatnya setelah kejadian sebelum masuk tadi.” Ujar Kara sambil tertawa disusul oleh seluruh teman-temannya yang lain.
Tak disangka ternyata orang seperti Naomi malah dikagumi oleh seorang ketua kelas. Menggelikan, seorang ketua kelas seperti Laska memiliki sifat humoris tingkat tinggi. Orang yang selama ini bersikap tegas dan berwibawa ternyata juga mempunyai sisi yang berbeda.
“Putri kemana perginya sapu tangan kesayanganmu itu, jangan katakan kalau benda itu ketinggalan lagi.”
Kara akhirnya menyadari sesuatu bahwa benda kesayangan Putri sudah tak ada ditangan orang itu lagi.
“It’s right. Sebaiknya kalian pergi ke kelas duluan, aku akan segera kembali saat sudah menemukan sapu tanganku.” Ujar Putri bergegas pergi mencari sapu tangan kesayangannya itu.
“Jangan sampai telat ya.”
“Berisik, kalaupun nanti aku sampai telat katakan saja kalau aku sedang pergi ketoilet atau ke UKS.” Balas Putri seolah acuh tak acuh dengan perkataan Kara terhadapnya.
Kara memang tidak sampai salah paham dengan respon Putri karena ia memang sudah mengerti dengan sifat yang dimiliki Putri selama ini.
Tempat pertama yang dipilih Putri adalah kantin. Kemungkinan terbesar sapu tangan kesayangannya tertinggal ditempat itu saat mereka sedang asyik mengobrol.
Perjalanan Putri menuju kantin diam-diam telah diawasi oleh seseorang yang masih misterius. Orang misterius itu terus mengawasi gerak-gerik Putri tanpa meninggalkan kesempatan apapun.
__ADS_1
“Akhirnya kesempatanku tiba.” Kata orang itu sambil tersenyum tipis.
---------^-------^------^----