The Darkness Of Vampir World

The Darkness Of Vampir World
Sebaiknya Perhatikan Langkahmu


__ADS_3

"Apa yang sedang kau pikirkan?”


Andros langsung masuk kedalam inti pembicaraan tanpa bertele-tele.


“Tidak ada. Kenapa, apa kau takut?” Balas Naomi masih dengan tatapan dingin.


Walaupun vampire yang berhadapan langsung dengannya ini adalah Andros, vampire yang selalu membuatnya tak bisa melakukan apa-apa.


Andros yang saat itu mendengar perkataan Naomi langsung merubah tatapan yang tadinya masih terlihat seperti biasa menjadi lebih menyeramkan lagi.


“Aku harus mengalami banyak hal untuk sampai disini. Kegagalan adalah sebuah kata yang membosankan dan aku sama sekali tak tertarik mengenai hal itu.” Naomi sudah tak melihat Andros lagi. Pikirannya sedang kacau sekarang. Benar-benar kacau.


“Kau pikir semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginanmu, kau bukanlah sesuatu yang bisa mengubah dunia. Berhentilah berharap dan jalani hidupmu dengan tenang.


"Aku pergi, sepertinya bicara denganmu tidaklah semudah yang ku pikirkan. Kau sama sekali tidak akan berubah.”


Sesaat setelah mengatakan itu Andros pergi meninggalkan Naomi yang masih berdiri mematung memikirkan hal yang dikatakan Andros kepadanya. Andros sama sekali tidak memperdulikan Naomi. Ia terus melangkah pergi tanpa menoleh sedikitpun. Semua itu tentu saja membuat Naomi semakin bertambah kesal.


“Heh..., akhirnya aku pasti ditinggal sendirian. Sekarang apa yang bisa ku lakukan? Bertahan ataupun melawan sama saja dengan menyusahkan diri sendiri.


"Mungkin aku memang sendirian Andros. Tapi..., lihatlah apa yang akan dilakukan oleh seseorang, sendirian, dan vampire. Aku pasti akan membuatmu terkejut.”


Naomi akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat dimana ia sama sekali tak dianggap. Sebuah akhir yang menarik.


Naomi terus melangkahkan kakinya walau pergi tanpa adanya tempat tujuan. Sampai ia bertemu dengan Putri dkk, karena secara tak disengaja mereka hampir saja bertabrakan. Semua itu terjadi akibat salah satu teman Putri tidak memperhatikan jalan.


“Hey, kalau jalan itu pakai mata!” Bentak Putri seolah-olah ia sudah lama bermusuhan dengan Naomi.

__ADS_1


Sejak perkenalan tadi pun Putri memang sudah tak menyukai Naomi, hingga menganggapnya sebagai anak baru yang tidak tahu peraturan.


“Memangnya kenapa, apa kalian merasa tersaingi?” Balas Naomi yang memang sudah mengetahui pandangan Putri terhadapnya.


“Apa kamu bilang, tersaingi. Memangnya kamu siapa, seorang anak baru yang tidak tahu diri. Apa kamu tidak punya cermin dirumah sehingga membuatmu tak punya tata krama sebagai anak baru. Benar-benar menyedihkan.”


Putri kelihatan sangat tersinggung dengan perkataan Naomi kepadanya, apalagi Naomi hanyalah seorang anak baru.


“Seorang anak baru, yang benar saja.” Tambah salah satu teman Putri lagi. Tentu saja hal itu berhasil membuat Naomi tampak tak bisa lagi menahan amarahnya.


Wajar Naomi marah. Ia sudah direndahkan oleh manusia yang tidak mempunyai etika seperti Putri dkk. Padahal insiden hampir bertabrakan tadi bukanlah kesalahannya.


Meski Naomi berkedudukan sebagai vampire atau bahkan sebagai anak baru disekolah itu ia sama sekali tidak tertarik berurusan dengan manusia atau siapapun. Tujuan Naomi datang kedunia manusia hanyalah untuk menyusul Andros, vampire yang seharusnya menjadi miliknya selama ini.


Disamping semua itu padahal Naomi juga mengetahui bahwa Putri menyimpan rasa yang sama dengannya terhadap Andros. Sebuah kenyataan yang sangat ia benci.


"Jika memang itu anggapan kalian terhadapku, sudah ku pastikan bahwa kalian salah. Sebuah kesalahan terbesar yang pernah kalian lakukan.”


Naomi bicara dengan tatapan tajam, berhasil membuat hampir seluruh teman-teman Putri ketakutan. Berbeda dengan teman-temannya Putri bahkan sama sekali tak terpengaruh. Meski ada seorang temannya yang mengajak rombongan mereka untuk pergi dari tempat itu.


“Kamu pikir aku takut, hanya dengan tatapan tajam mu aku akan lari dari tempat ini. Bagiku kamu hanyalah seorang anak baru yang tidak tahu harus melakukan tindakan seperti apa terhadap orang yang sudah lama berada disekolah ini.


"Kelihatannya kamu masih sendirian, dengarkan aku baik-baik. Jika kamu terus menatap semua orang dengan tatapan tajam mu itu, sudah ku pastikan semua orang tidak akan pernah mau berteman denganmu. Anak yang malang.” Ujar Putri dengan nada bicara yang terdengar mengejek.


Semua itu tentu saja berhasil membuat kemarahan Naomi semakin memuncak. Tanpa berpikir panjang Naomi sangat ingin menampar wajah orang sok berkuasa itu. Jika hal itu terjadi tak dielakkan lagi Putri pasti akan berakhir diatas lantai.


Beruntung tangan Naomi tak berhasil menyentuh Putri dikarenakan ada seseorang yang berhasil menghalanginya. Menyadari serangannya tak mengenai sasaran Naomi langsung berkomentar. Apalagi saat mengetahui pemilik dari tangan tersebut.

__ADS_1


“Siapakah yang ingin menjadi seorang pahlawan disini. Aku tidak menyangka kau akan melakukannya.”


Naomi langsung dihadiahi tatapan yang beradu langsung dengan seseorang yang telah menahan tangannya.


“Sudahlah Naomi, jangan membuat keributan disini.” Kata orang itu masih dengan posisi yang sama.


“Putri, tolong jangan memikirkan apapun mengenai kejadian ini. Sebentar lagi kita akan masuk, kalian masuklah duluan dan tolong katakan kepada guru yang mengajar nanti bahwa kami permisi sebentar. Untuk menjelaskan sesuatu kepada anak baru ini.” Tambah salah seorang dari teman mereka yang sudah mencegah perbuatan Naomi tadi yang tidak lain dan tidak bukan adalah Andros.


“Ok, tapi kalian tidak akan pergi lagi kan. Aku khawatir jika kalian pergi tanpa memberi kabar terlebih dahulu kalian bisa saja mendapatkan masalah.”


“Tidak akan, kami mengerti akan hal itu. Terima kasih.”


Draynes tersenyum kearah Putri dan teman-temannya. Sesaat teman-teman Putri langsung terlihat senang karena salah satu dari anak terkeren disekolah tersenyum kepada mereka. Baru setelahnya Putri langsung mengajak seluruh teman-temannya pergi meninggalkan tempat itu.


“Apa kau sudah kehilangan akal, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan. Bukankah kau tidak suka berurusan dengan manusia?”


Andros terlihat sangat kesal terhadap Naomi. Semua itu sangat terlihat jelas dari cara Andros melepaskan tangannya.


“Memangnya apa pedulimu. Selama ini kau tidak pernah memikirkan apapun tantang ku, apalagi terhadap apa yang ku lakukan. Sekarang aku baru menyadari bahwa kau akan bertindak saat aku mulai berbuat nekat. Bukankah sekarang aku terlihat hampir sama sepertimu?


“Aku pergi. Terkadang membicarakan sesuatu yang mustahil bukanlah hal yang mudah. Aku yakin kau juga mengetahui hal itu.


"Kau sama sekali tidak akan berubah, Andros.”


Perkataan Naomi hampir sama persis dengan nada bicara Andros saat ia pergi meninggalkannya tadi. Sekarang giliran Naomi yang melakukannya.


Ungkapan dibalas ungkapan, seimbang.

__ADS_1


-------^------^--------^-------


__ADS_2