
"Jadi..., selama ini mereka adalah vampire.”
“It’s right, itulah sebabnya aku merubahmu menjadi seperti kami.”
“Haruskah aku mempercayaimu?”
Putri masih menyempatkan diri memulai perdebatan dengan Naomi walaupun nampak sedang melihat sekeliling.
Mereka sedang berlari dari satu pohon kepohon lainnya menyeberangi hutan luas setelah berhasil menangkap seekor rusa.
“Ternyata menjadi vampire baru memang sangat menyulitkan keadaanmu. Bagaimana jika kita membuat sedikit permainan.”
Naomi mencoba berusaha mengendalikan Putri dengan menawarkan sebuah permainan. Meskipun semua itu lebih tepat disebut sebagai salah satu bagian dari rencana vampire itu yang berikutnya.
“Permainan seperti apa yang bisa membuatku melupakan semua perbuatan burukmu?”
“Ku rasa kau menyukai Andros. Lalu bagaimana dengan Bila, kelihatannya mereka semakin terlihat dekat akhir-akhir ini.” Kata Naomi memulai penjelasan mengenai inti dari tawarannya tadi.
“Lalu bagaimana dengan kau sendiri, bukankah kau juga menyukai Andros? Matamu itu bisa menjelaskan semuanya.
“Apa kau mengira aku akan terpengaruh dengan semua perkataanmu dan menuruti apa yang kau inginkan.
"Aku memang ikut bersamamu Naomi tapi semua itu bukan berarti aku akan menuruti dan mempercayaimu sepenuhnya. Aku tidaklah sebodoh yang kau pikirkan”
“Putri, seorang vampire baru. Kau pikir keadaanmu sekarang bisa untuk memutuskan banyak hal sendirian. Perlu kau ketahui bahwa posisimu masih belum stabil. Kau bisa saja mendapatkan banyak masalah jika masih terus keras kepala seperti ini.”
Naomi pergi meninggalkan Putri cukup jauh sebelum berhenti disebuah dahan pohon tepat didepan Putri masih berlari.
“Seharusnya aku adalah manusia Naomi, bukan makhluk penghisap darah. Sejak lahir sampai sekarang aku bahkan sama sekali tak mempercayai sesuatu yang bernama vampire, tapi sekarang aku malah menjadi salah satu dari bagiannya.”
Tanpa sadar tatapan Putri hampir saja terlihat sangat menyeramkan, namun tertunda saat ia menyadari bahwa hampir bersikap sama persis seperti Naomi.
Untuk saat ini Putri bahkan tak ingin terlihat sama seperti yang dilakukan oleh Vampir satu itu, semua terasa seperti ia sudah kehilangan jati diri yang seutuhnya.
“Aku bisa mengerti masalahmu Putri. Jikapun saat ini aku berada dalam posisimu aku pun pasti juga akan melakukan hal yang serupa.
"Ketahuilah sekarang aku sedang berusaha bertanggung jawab, kau bisa mempercayaiku.
__ADS_1
"Bahkan jika kau merasa bahwa kau bisa berjalan sendirian tanpa adanya kepastian keadaan. Silahkanlah menapaki jalan yang kau suka, dan bersiaplah untuk hidup bebas.”
Naomi sudah tak ingin memaksakan kehendak lagi, membiarkan Putri sendiri yang akan memutuskan pilihannya. Hal yang perlu Naomi lakukan sekarang hanyalah menyediakan dua pilihan untuknya.
Jikapun seandainya Putri lebih memilih untuk tidak berpihak padanya maka ia hanya harus menyiapkan sesuatu yang lain. Naomi tahu semuanya harus dilakukan secara perlahan-lahan.
“Mungkinkah aku tak akan menyesal?”
Putri kembali memastikan tawaran Naomi terhadapnya. Pikiran Putri menjadi sangat kacau antara bingung dan perasaan kesal, semua itu tercampur memenuhi pikiran Putri saat itu.
“Kau hanya tinggal memilih, vampire baru.”
“Kau benar, vampire baru.
“Walau bagaimanapun aku tak akan pernah bisa menjadi manusia kembali. Menyedihkan, seharusnya aku tak pernah bertemu denganmu.
"Tapi sudahlah, itu semua sudah berlalu. Kita sepakat untuk bekerja sama. Oh ya, apakah masih ada sesuatu yang masih belum kau katakan padaku? Sebelum bekerja sama aku juga harus mengetahui semua hal. Hanya sekedar untuk berjaga-jaga.”
Putri masih terus melihat Naomi tanpa melewatkan kesempatan sedikitpun, sedangkan Naomi malah mendesah pelan terlebih setelah mendengar perkataan rekan barunya itu.
“Akulah yang telah mengubahmu, dan ternyata kau memang orang yang tepat.
"Kedua, perlu kau ketahui bahwa Andros adalah vampire yang sangat kuat. Aku pun juga tak terlalu mengerti mengapa dia bisa terlahir seperti itu. Mungkin saja karena ibunya keturunan Batu Merah dan ayahnya seorang Raja Vampire.
"Ketiga, apakah kau tinggal sendirian? Jika benar kita akan menetap bersama. Bagaimana menurutmu.
"Satu lagi. Jika nanti kau bertemu dengan Bila maka semuanya pasti akan kau ketahui. Lebih tepatnya tentang Batu Merah yang ada pada orang itu.”
Naomi memberitahukan semua hal yang ingin diketahui Putri, untuk saat ini memberitahukan semuanya bukanlah suatu pilihan buruk.
“Batu Merah, benda apa itu. Kedengaran seperti sesuatu yang sangat penting.”
“Kita sudah kehilangan banyak waktu, itulah mengapa aku sangat tidak menyukai jika berurusan dengan manusia.
"Bisakah kita pergi sekarang, saat ini aku merasa kelelahan. Nanti akan aku ceritakan padamu lebih mendetail lagi.”
Melihat kondisi saat ini perkataan Naomi memang benar. Dengan tubuh yang sudah berubah membuat Putri pun merasa aneh, mau tidak mau ia harus berusaha beradaptasi.
__ADS_1
“Bagaimana dengan sapu tanganku.”
“Untung saja aku berhasil menemukannya, hanya karena sapu tangan ini kau bahkan tak lagi bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Ambillah, kau mungkin akan membutuhkannya nanti.”
“Menemukannya atau memang sengaja mengambilnya. Sebuah dua hal yang berbeda.”
“Bisakah kau tidak memulainya lagi, tunjukkan saja dimana rumahmu dan kita pergi. Aku rasa masalah ini tak akan pernah selesai.”
Kepergian Naomi dari tempat tersebut akhirnya mengakhiri perdebatan diantara mereka. Semua itu benar-benar berakhir.
------^---------^-------^-------
"Kau merasakan sesuatu?”
Naomi menanyakan keadaan Putri saat melihat perubahan raut wajah vampir baru itu ketika baru saja menginjakkan kaki ditempat yang terlihat banyak orang. Apalagi dengan wujud yang sudah berubah.
“Tidak, aku hanya perlu membiasakan diri.” Balas Putri dengan tatapan yang meyakinkan meski sangat terlihat jelas bahwa ia masih belum terbiasa dengan banyaknya manusia yang ada disekitar tempat tersebut.
“Jika kau masih merasa ragu katakan padaku. Jangan sampai kau malah mendapatkan masalah hanya karena keadaan ini.”
“Bisakah kau tidak mengangguku, bersikaplah tenang dan lihat saja.”
“Setidaknya aku sudah memperingatimu. Lihatlah, teman-teman lamamu sudah melihat kau bersamaku. Semoga berhasil.”
Naomi terus menatap Putri dengan tersenyum, sebuah tatapan menantang.
“Of course, lihat saja nanti.” Balas Putri bersedia menerima tantangan yang diberikan Naomi.
“I will see.”
Sementara itu Kara dan teman-temannya berjalan semakin mendekat kearah mereka. Dengan tersenyum Putri mengawali hari pertamanya sebagai vampire.
“Putri, kenapa kamu bersama dengan anak baru ini? Kami semua tadi pergi menjemputmu dan kamu malah berangkat bersama dengan orang lain. Tanpa memberi tahu kami sebelumnya.” Ujar Kara berpanjang lebar diikuti dengan tatapan penasaran dari seluruh teman-teman lama Putri.
“Apa kau sudah selesai. Aku pun juga merasa sangat kebingungan dengan semua kejadian ini.
“Bisakah kau membantu agar merasa lebih baik, jika setuju tolong jangan banyak bicara dan dengarkan aku. Menyesuaikan diri dengan semuanya. Mungkin memang akan terasa aneh tapi coba lihat dan jalani saja.”
__ADS_1
Walaupun hanya dengan mengatakannya saja ternyata tak semudah yang Putri pikirkan, tapi semua itu mau tidak mau harus diatasi meski Kara sekalipun adalah teman sepermainan Putri sejak kecil.
---------^--------^--------^-------