
Bila dan Sandra pergi mengendap-endap keluar rumah ditengah malam sementara seluruh keluarganya termasuk Laska masih terlelap. Kedua vampir baru itu berencana menemui Andros, Brendi dan Draynes yang sudah menunggu mereka.
Semua masih berjalan lancar serta tak mengalami kendala sedikitpun. Walau begitu keduanya masih tetap berwaspada. Mereka tidak ingin sampai ada seseorang yang melihat mereka keluar ditengah malam seperti ini.
“Apa yang sedang kalian lakukan?”
Tiba-tiba sebuah suara berhasil mengagetkan Bila dan Sandra padahal tadi mereka merasa sudah bergerak sepelan mungkin tetapi nyatanya masih saja ada orang yang menemukan mereka.
“Ssttt, pelankan suara kalian. Ini sudah tengah malam. Waktu kita sudah tidak banyak.”
Bila dan Sandra hampir saja berteriak saat sesuatu menarik tangan serta mendekap mulut mereka saat itu. Walaupun keduanya sudah mengalami perubahan tetapi saja tidak bisa membuat rasa takut menghilang.
“Andros.” Ujar Bila sangat terkejut.
“Brend.” Tambah Sandra tak kalah kaget.
“Dan Draynes. Bisakah kalian mempercepat semua ini, lebih baik kita tidak bicara disini.”
Draynes segera pergi meninggalkan mereka setelah selesai memberikan isyarat untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Apa yang terjadi padanya?”
Baru saja selesai bicara, Sandra langsung teringat kembali akan dugaannya baru-baru ini dilanjutkan spontan melihat kearah Bila.
“Bukan itu, Draynes hanya kesal kepada kita. Tidak ada hubungan sama sekali dengan yang dipikirkan oleh Laska. Ayo pergi.”
Sandra sempat merasa kesal akan sikap yang ditunjukkan oleh Brendi. Namun tidak bertahan lama saat Brendi menarik tangan yang masih dipegangnya tadi kemudian pergi mengikuti Draynes. Bahkan Bila pun juga bernasib sama seperti Sandra.
“Sebenarnya apa yang sedang kalian pikirkan, kalian ingin kita melibatkan Laska?
"Masalah kita dengan Naomi dan Putri saja masih belum selesai, tapi kalian berniat menambah masalah baru lagi.”
Draynes langsung membuka pembicaraan saat mereka baru saja sampai ditempat tujuan.
“Apa maksudmu Draynes, kalian sudah tahu. Padahal kami sama sekali belum memberitahukan masalah ini kepada kalian.”
“Itulah letak kelemahan kalian. kenyataannya kalian tidak bisa menyamai Putri.
"Apakah kalian tahu. Kalian termasuk vampire baru yang menarik, terutama Bila.
"Kenapa saat dihadapan Laska kalian tidak bisa melakukan apapun bahkan hanya sekedar untuk membaca pikirannya saja.
“Ketakutan dan perasaan tak nyaman masih terus menguasai kalian, itulah sebabnya kalian tidak bisa menghadapi Laska dalam kondisi apapun. Lalu sekarang, kalian malah berpikir untuk melibatkannya dalam masalah ini. Itu sama saja menambah masalah.”
__ADS_1
Draynes bicara dengan sangat tegas, tetapi Andros dan Brendi hanya diam saja. Sebelum pertemuan ini mereka memang sudah membicarakannya terlebih dahulu hingga sudah sepakat bahwa sebelum Draynes selesai melakukan tugasnya, maka baik Andros ataupun Brendi tetap tak boleh ikut campur.
“Apa yang kau katakan Draynes, kau bilang kami menambah masalah. Jadi kami hanyalah sebuah masalah bagi kalian.
"Lalu apa yang sudah terjadi sekarang? Apakah semua ini adalah kesalahan kami sehingga kami harus berakhir seperti ini.
"Kau pikir mudah bagi kami untuk melepaskan semuanya. Jangan pernah membandingkan kami dengan Putri. Vampire baru yang sudah menciptakan semua kekacauan ini adalah vampire yang mampu menguasai banyak kemampuan, kemandirian. Wajar saja Draynes, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk melancarkan semua rencananya.”
Tatapan Sandra seketika berubah menjadi merah darah menyala. Sebagai pertanda atas kemarahannya kali ini.
“Kendalikan dirimu, Sandra.”
“Tidak Bila. Kita harus mengetahui siapa sumber dari semua kekacauan ini. Dan itu kalian, jika kalian tidak pernah datang melewati pembatas dunia lain semua ini tidak akan pernah terjadi.
"Sampai sekarang pun aku dan Bila masih menjadi manusia. Bahkan Naomi dan Putri, vampire yang selalu kalian banggakan itu tidak akan pernah ada.
"Ayo Bil kita pergi dari sini.” Sandra segera menyambar tangan Bila dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
Andros terlihat seperti ingin mengejar kepergian mereka tetapi tidak selama Brendi dan Draynes masih terus menghalangi. Saat ini mereka harus melakukan hal itu untuk menunjukkan kepada Bila dan Sandra apa yang harus dilakukan. Juga, untuk membiasakan mereka menghadapi kondisi dan situasi seperti ini. Semua adalah bagian dari pelatihan.
“Kalian.”
“Andros kita sudah membicarakan masalah ini.”
Sementara itu...
“Sandra!”
“Bila tolong jangan sekarang!”
“Sandra kita harus kembali. Tidak ada gunanya kita bersikap seperti ini.”
Perjalanan Sandra membawa Bila terpaksa berhenti sebab Bila tidak mau mengikutinya.
“Bila hentikan mereka sudah...”
“Dra, c’mon.”
Mau tidak mau giliran Sandra yang ditarik oleh Bila—dan terus ikut bersamanya.
Hingga saat disana pun Bila sama sekali tak memberikan kesempatan untuk Sandra melawan.
“Draynes. Maaf atas semua kelalain dan kesalahan kami.”
__ADS_1
Bila terlihat sangat bersungguh-sungguh tetapi tidak dengan Sandra, ia masih kelihatan tak berniat sedikit pun untuk membicarakan apapun lagi. Sandra benar-benar tidak terima diperlakukan Draynes seperti tadi.
“Kalian tidak perlu melakukan itu. Semua ini adalah kesalahanku karena berani masuk kedalam kehidupan kalian dan mengacaukan semuanya.”
“Tidak, semua ini bukan kesalahan siapa-siapa. Ini adalah takdir.
"Kalian datang kesini bukan hanya karena alasan kenekatan saja kan, kalian sedang mencari sesuatu.
"Entah apa yang sedang kalian cari tapi mungkin jawabannya ada disampingku ini.”
Bila seketika melihat kearah Sandra saat mendengar vampir baru itu berkata demikian. Dengan tatapan seakan tak percaya Bila terus menatap gadis tersebut. Ternyata Sandra memang dipenuhi banyak kejutan dibalik semua sikap yang sempat ditunjukkan tadi.
“Sampai kapan kalian akan menyimpan kalungnya? Cepat berikan kepada Bila sebelum kami memutuskan untuk tidak akan pernah bicara dengan kalian lagi. Mungkin saja karena kalungnya belum terpakai, makanya aku dan Bila masih merasa seperti makhluk asing disini. Padahal kalian juga sama seperti kami.” Tambah Sandra dengan memasang wajah seakan tidak terjadi apa-apa. Draynes bahkan langsung menyerahkan kalung tersebut tepat saat Sandra baru saja menyelesaikan perkataan.
“Kau ini memang aneh. Sebentar-sebentar mudah marah, sebentar lagi cerewet, setelah itu sangat kekanakan. Tapi harus ku akui kau memiliki sifat dewasa. Setidaknya sesuai dengan umurmu.”
Kali ini Brendi terlihat tersenyum kearah Sandra yang tentu saja membuat ia kembali merasa tidak nyaman. Lagi-lagi perasaan itu berhasil menghampiri.
“Sandra, Brendi sedang tersenyum padamu ayo balaslah. Kita kan sudah abadi sama seperti mereka.”
Semua akhirnya tertawa secara bersamaan. Tertawa, bukan tersenyum. Seorang Nabila telah berhasil melakukan hal tersebut.
“Maaf, tapi..., masih ada yang harus kita bicarakan”
Suara Draynes berhasil menghentikan aktivitas tersebut walaupun tadi ia juga ikut tertawa bersama.
“Apakah sepenting itu sampai kau harus menghentikan semua keseruan ini?”
“Penting. Aku sudah memutuskan untuk mempercayai kalian.
"Kalian tidak perlu memikirkan apapun karena aku pasti akan melakukan semua dengan baik. Untuk itu aku mohon kerja samanya. Satu lagi, aku akan melakukan hal itu malam ini juga.”
“Kenapa harus malam ini?”
“Bila percayalah kepada kami.”
Bila melihat Sandra, meminta persetujuan darinya. Tepat pada saat itu mereka pun mengangguk secara bersamaan.
Ini adalah pilihan terakhir meskipun bukan pilihan terbaik, dengan kata lain mereka sudah kehabisan pilihan.
Apakah akan berakhir baik? Atau justru sebaliknya, berakhir buruk dan tak terduga?
--------^-------^-------^--------
__ADS_1