The Darkness Of Vampir World

The Darkness Of Vampir World
Cerewet Atau Curiga?


__ADS_3

“Bil, Dra. Menurut kalian kenapa Naomi dan Putri sampai absen hari ini ya?


"Mereka sampai mengirimkan surat sakit, mungkinkah mereka sudah ketularan sakit kepala yang sering kamu alami Bil?


"Apa kalian tidak merasa ada yang aneh. Saat Bila sudah tidak sakit lagi malah mereka yang menggantikan posisi Bila. Kenapa semua malah terjadi secara bergantian seperti ini?”


Laska kembali pada sifat yang selalu suka bicara seenaknya. Mungkin tidak untuk sekarang, karena Laska bicara dengan tatapan serius.


“Laska bukankah Bila sudah memberitahumu agar tidak mendekatkan diri dengan mereka. Kenapa kau sangat sulit diberitahu?”


Sandra terlihat sangat kesal saat mendengar Laska menanyakan sesuatu tentang Naomi dan Putri. Bahkan hanya dengan mendengar nama Keduanya saja sampai membuat Sandra menjadi sangat kesal, ditambah lagi saat mengingat semua kekacauan yang mereka ciptakan.


Akhir-akhir ini Sandra sangat tak ingin membahas sesuatu yang berhubungan dengan Naomi dan Putri walau hanya sekedar mendengar namanya saja. Sandra menjadi sangat sensitif.


“Apa salahnya, aku kan hanya bertanya. Bukan berteman. Kamu pasti tahu kan perbedaan antara menanyakan dan berteman. Masa bertanya saja tidak boleh.” Balas Laska tak mau kalah dari Sandra.


“DIAM!


"Tidak bisakah kau tutup mulutmu sebentar saja? Kau selalu ingin tahu segalanya. Tentang ini, tentang itu, bahkan tentang Naomi dan Putri!”


Hampir saja Sandra tak bisa lagi mengendalikan diri jika Bila tidak mencegahnya melakukan sesuatu yang bisa membuat Laska semakin mencurigai mereka.


“Apa yang terjadi denganmu Sandra. Apakah kalian berpikir bahwa semua kejadian itu adalah kesalahanku, sehingga aku tidak boleh melakukan atau bahkan menanyakan apapun?


“Aku bisa mengerti bahwa kalian sedang mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semua padaku.


"Aku menghormati, aku sangat menghormati keputusan kalian. Jadi kau tidak perlu sampai marah-marah seperti ini.


"Jangan sia-siakan suara dan kecantikanmu itu Sandra, karena Brendi tidak menyukai sifat cerewetmu itu.


“Kalian pergi saja, habiskan waktu bersenang-senang dengan mereka. Selamat menikmati kebahagiaan kalian dan aku tidak akan pernah meganggunya.”


Laska berniat pergi meninggalkan Bila dan Sandra guna menjernihkan pikiran yang sedang kacau saat ini.


Orang itu baru saja hendak membuka pintu tetapi terhenti saat terasa ada sesuatu yang menahannya, sorotan mata Laska menelusuri tangan sesorang yang sudah menghalangi niatnya kali ini.


“Kenapa, apa kau juga ingin memarahiku. Lakukan saja. Itu adalah hakmu sebab aku memang seorang sahabat yang tidak bisa di andalkan.” Kata Laska saat mendapati bahwa Bila-lah yang sudah menghalangi kepergiannya.


“Itu semua tidak benar Laska, kau tidak boleh berpikiran seperti itu.”


Bila berusaha meyakinkan Laska bahwa semua pemikiran spontan itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.


“Kenapa tidak boleh?”


“Karena kita adalah teman.


“Biasanya kau akan tenggelam dalam sifat anehmu tapi ternyata kau sudah menggantikannya dengan sifat mudah marah. Jujur saja, aku lebih menyukai sifat lamamu daripada ketidaksabaranmu ini.”

__ADS_1


Tidak hanya Bila, Sandra pun akhirnya bergabung bersama mereka kembali. Keributan itu tidak bisa dibiarkan terus-menerus.


“Begitu ya, jadi kau tidak menyukai sifat baruku ini.


“Lalu bagaimana dengan sifat barumu itu. Kau pikir aku juga menyukainya?”


“Laska apa kau tidak bisa memaafkanku, atau kau benar-benar sudah tidak mau lagi berteman denganku?


"Kau ingin mengakhiri pertemanan kita. Ku harap kau tidak berpikir seperti itu Laska.”


Laska jadi salah tingkah saat kedua sahabatnya terus melihat kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Ok. Kalian tidak perlu melihatku seperti itu terus kan. Bersikaplah seperti biasa. Aku jadi merasa tidak enak.”


Tatapan Laska beralih kearah lain saat mendapati Bila dan Sandra secara bersamaan tersenyum padanya. Untuk hal satu ini Laska memang tak bisa berbuat apapun saat Bila dan Sandra melakukan sesuatu yang baginya sangat menganggu pikiran. Lebih tepatnya ia merasa tak tega saat kedua orang itu menunjukkan tatapan mata berbinar yang sangat memilukan.


“Kau sudah memaafkanku Laska, syukurlah.”


“Sudahlah. Jangan bicara sok imut begitu.


"Lebih baik kalian katakan kepadaku kenapa kalian tidak suka saat aku membicarakan Naomi dan Putri?”


Laska kembali melontarkan pertanyaan. Kali ini dengan pertanyaan yang lebih spesifik.


“Soal itu....”


“Katakan kalau kalian memang tidak menyukai mereka.


"Bagaimana..., kalau menurut kalian jika aku mempunyai suatu hubungan dengan Naomi. Kalian tahu kan saat ini sudah memiliki pasangan. Maksudku, Bila dengan Andros sedangkan kamu dengan Brendi. Lalu bagaimana nasibku dan Draynes, apa kalian tidak merasa kasihan?”


“Sebenarnya..., aku tidak ingin mengatakan ini, tapi pikiranku seolah tidak mau bekerja sama. Kemudian..., aku pernah berpikir tentang Naomi dan Putri. Ya begitulah ku pikir kalian sudah tahu.”


Laska terlihat semakin merasa tidak nyaman terlebih saat menyadari bahwa ia sudah mengatakan semua yang ia pikirkan.


Entah karena apa perkataan itu keluar begitu saja meski sebelumnya ia memang sudah berpikir matang-matang jauh sebelum ia pergi kerumah Sandra, lebih tepatnya semalam.


“Apa, kau malah berpikiran seperti itu?”


Sandra hampir tidak bisa berkata apapun lagi sebab terlalu terkejut. Bahkan kemampuan membaca pikiran orang lain mereka sudah tidak bisa lagi diandalkan.


“Laska kamu yakin. Semua itu kan butuh proses. Kamu bahkan tidak pernah mengalami tahap itu. Aku tahu kamu memang pernah menaruh perasaan terhadap Naomi, tapi sejauh ini semua itu hanya perasaan kagum.


"Ada banyak perbedaan antara rasa kagum dengan suka, itu sangat berbeda jauh.


"Mengenai Draynes. Mana mungkin dia sampai menyukai Putri. Kalau bicara itu harus dipikir dulu Laska.”


“Bila. Aku sudah berpikir semalaman suntuk. Sebelum datang kesini pun aku masih memikirkannya kembali. Dulu aku memang berpikiran sama denganmu.

__ADS_1


"Tapi..., tidak ada salahnya kan jika aku memikirkannya.


"Mengenai Draynes aku memang masih belum tahu, nanti akan ku pastikan setelah ini”


Saat mendengar perkataan Laska, Bila dan Sandra hanya bisa saling berpandangan berusaha mengimbangi antara rasa tak percaya dan mencerna semua perkataan orang tersebut.


"Tunggu sebentar Laska.” Kata Sandra langsung membawa Bila pergi menjauh.


“Bila, Laska seperti sudah terkena mantra atau semacamnya. Masa iya rasa kagum sampai bertukar dengan suka hanya dalam semalam?


"Ditambah lagi Laska sampai mengatakan hal-hal yang sulit dimengerti, apa tidak ada yang aneh. Memangnya vampire seperti Naomi dan Putri memiliki kemampuan seperti itu? Aku jadi takut kalau Draynes sampai terkena juga.”


Sandra terus melihat kearah Laska yang sedang menunggu mereka dengan sangat tenang. Tanpa berniat menganggu sedikit pun.


“Jangan bicara seperti itu Sandra. Lebih baik kita bicarakan masalah ini dengan Andros, Brendi dan Draynes. Untuk saat ini kita harus lebih membatasi pergerakan Laska. Jangan sampai Naomi dan Putri memanfaatkan kelemahannya ini.”


“Terserah apa katamu.”


“Sudah selesai?” Tanya Laska saat Bila dan Sandra kembali dari tempat perundingan mereka yang berjarak cukup jauh.


“Ya sudah selesai.”


“Kalau begitu aku ingin pergi dulu, sampai nanti.”


Laska berniat pergi meninggalkan rumah Sandra, sahabatnya.


“Mau pergi kemana Las?”


Sandra langsung mencegah kepergian Laska. Ia harus membatasi pergerakan orang itu.


“Back to home, why?”


Ekspresi wajah Laska seketika berubah saat mendengar Sandra terlihat sangat ingin mengetahui kemana ia akan pergi. Terlihat tidak seperti Sandra. Biasanya orang itu hanya cuek-cuek saja terhadap apa yang akan ia lakukan.


“Begini Laska, sejak kejadian kemarin sakit kepalaku sering kambuh. Untuk itu bisakah kamu menemaniku dan Sandra sementara waktu disini. Selain itu aku juga ingin meminta bantuanmu mengerjakan tugas sekolah.”


“Apa, tidur disini. Kamu sudah tidak waras Bil, masa aku disuruh tidur disini? Kalian itu kan perempuan.”


“Jangan bercanda Laska. Maksud Bila menginap, bukan berarti kamu harus tidur disini. Lagipula siapa juga yang mau tidur didekatmu.”


Sandra berubah menjadi galak yang tadinya memasang wajah penuh harap.


“Sudahlah aku pergi saja.”


“Laska jangan pulang dulu, aku kan sedang meminta bantuanmu. Jangan perlakukan temanmu seperti ini.”


“Apa yang sedang kamu katakan. Aku kan mau pergi kekamar tamu. Entah mengapa aku merasa kalian sangat tidak ingin melihatku pergi.”

__ADS_1


Laska terlihat sedang menggelengkan kepala bersamaan dengan pergi menuju kamar tamu.


-------^--------^---------^-------


__ADS_2