The Darkness Of Vampir World

The Darkness Of Vampir World
Umpan


__ADS_3

Bila Sandra dan Laska melewatkan perjalanan dengan mulut diam membisu serta wajah tenang diantara ketiganya. Tidak ada seorang pun yang berniat membuka pembicaraan mencairkan suasana. Bahkan Alaska pun juga melakukan hal sama.


Entah karena apa kali itu sifat cerewet Laska kini berganti dengan kegiatan memfokuskan diri kearah jalan dan mengendarai kendaraannya dengan tenang.


Setelah sebelum mereka memutuskan untuk pergi ke kediaman Putri kemudian mengambil mobil Laska yang berada dibengkel.


Semua hal berjalan dengan sangat lancar jika seandaimya tak ada seekor kelinci putih bersih dengan mata merah menyala melintas secara tiba-tiba tepat ditengah jalan yang sedang mereka lewati.


Laska yang tadinya menyetir dengan tenang terpaksa harus menghentikan mobilnya secara mendadak, agar bisa menghindari tabrakan tersebut.


“Las kamu sedang memikirkan apa? Masa kelinci secantik itu sama sekali tak terlihat. Untung saja tidak tertabrak. Kalau dia sampai mati kan kasihan.” Sandra mengoceh.


“Dra, kenapa kelinci itu tidak bergerak. Bukannya tadi sama sekali tidak tertabrak?”


Bila spontan bertanya saat melihat kelinci yang masih tergeletak ditengah jalan tersebut.


“Tunggu dulu. Apa kalian melihat kelinci itu berlari ketengah jalan, atau memang sudah tergeletak disana?”

__ADS_1


“Ah sudahlah. Jalan ini terlihat menyeramkan. Lebih baik kita pulang saja ya.


"Firasatku jadi tidak enak.”


Terdengar suara lirih Sandra dengan wajah pucat pasi.


“Tumben kamu merasa takut Dra, biasanya kan kamu yang paling pemberani diantara kita.” Laska langsung berkomentar saat mendapati wajah Sandra yang kelihatan aneh.


“Laska. Aku rasa Sandra memang benar. Lebih baik kita pulang. Aku juga merasakan hal yang sama dengannya.”


“Kamu juga Bil, kalau begitu baiklah kita pergi.” Laska masih menyempatkan diri tersenyum sesaat sebelum melajukan kembali mobilnya.


Sementara itu Laska hanya menanggapi semuanya dengan tersenyum. Ia tidak bisa ikut-ikutan panik sama seperti Bila dan Sandra, karena konsentrasi sangat dibutuhkan dalam mengendarai mobil apalagi dalam kondisi seperti ini.


Dan—lagi-lagi konsentrasi Laska dibuat pecah. Itu semua terjadi bukan disebabkan oleh kecerewetan Sandra ataupun Bila, tetapi karena lagi-lagi mereka hampir menabrak seekor kelinci.


Kejadian tersebut terus terjadi berulang-ulang sampai yang kelima kalinya. Kelinci yang hampir ditabrak pun adalah kelinci yang sama disetiap kejadiannya.

__ADS_1


Semua itu tentu saja membuat Laska merasa harus bertindak, sebagai seorang laki-laki.


Akhirnya setelah mengalami kejadian yang sama sebanyak lima kali berturut-turut Laska pun memutuskan untuk turun dari mobil guna memeriksa keadaan disekitar. Sebelumnya Sandra sangat tidak setuju dengan keputusan Laska. Namun sepertinya mereka sudah tak memiliki pilihan lain selain memastikan keadaan. Karena kejadian itu merupakan kejadian yang terjadi kesekian kalinya, sebelum mereka memutuskan untuk mengabaikannya dan hanya berpikir bagaimana cara agar cepat sampai kerumah masing-masing.


Setelah selesai memeriksa keadaan disekitar Laska pun pergi melihat kelinci yang masih tergeletak ditengah jalan itu.


Betapa terkejutnya Laska saat mengetahui bahwa kelinci tersebut sudah mati dengan luka mengangga dileher.


Secara bersamaan pula terdengar suara teriakan dari dalam mobil yang tentu saja berasal dari Bila dan Sandra. Refleks Laska langsung berlari menghampiri mobil. Dari jarak dekat Laska masih sempat melihat bayangan hitam yang melaju dengan sangat kencang.


Dengan begitu Laska langsung mempercepat pergerakan menuju mobil.


Laska mendapati Sandra yang masih duduk ditempatnya, tetapi tidak dengan Bila.


Anak itu telah menghilang entah kemana.


Laska sebenarnya ingin mencari keberadaan sahabatnya itu tetapi terhenti saat menyadari Sandra sama sekali tidak bergerak, bahkan tanpa mengedipkan matanya sekalipun.

__ADS_1


“San, Sandra, kamu kenapa? Dra kenapa kamu bisa jadi seperti ini!” Ujar Laska setengah berteriak sambil terus mengoncangkan tubuh Sandra yang masih tidak bergerak sedikit pun. Tidak hanya itu, matanya berwarna merah darah yang sangat pekat.


--------^---------^--------^------


__ADS_2