The Darkness Of Vampir World

The Darkness Of Vampir World
Pilihan


__ADS_3

"Kalian tahu apa posisiku? Ingat, Ratu Meralda dan Raja Darkos memihak padaku. Jadi, tolong jagalah sikap kalian.” Naomi memberikan ancaman telak dengan senyum khasnya.


Brendi dan Draynes merasa tak bisa melakukan apa pun. Apa lagi saat mendengar nama Raja Darkos keluar dari mulut Naomi, seluruh tubuh mereka seakan tak bisa digerakkan.


“Aku hanya menjalankan tugasku Andros, dan itu atas keinginan ayahmu. Tapi aku juga seorang Ratu, maka akan ku berikan dua pilihan untukmu.


“Pulang bersama kami menemui ayahmu 'atau’ tetaplah tinggal disini dan menunggu ayahmu datang untuk menjemputmu, tapi ingat, kau tidak akan diampuni jika memilih pilihan kedua. Terutama mereka.” Ujar Ratu Meralda mengancan Andros dilanjutkan dengan menatap tajam kearah Brendi dan Draynes. Keduanya pun hanya bisa terdiam kaku saat melihat Ratu Meralda menatap mereka dengan tatapan yang sangat tajam.


“Kau.” Andros seakan kehilangan hampir seluruh kesadarannya.


“Tenanglah Andros. Apa kau sudah lupa, aku adalah ibumu. Tidak ada seorang ibu mana pun yang membiarkan anaknya dihukum. Untuk itu aku masih memiliki pilihan ketiga yang sangat khusus untukmu.”


Ratu Meralda terlihat sangat tenang dan penuh kepastian.


“Apa pilihan darimu?”


Andros sudah kembali seperti biasanya, tidak dengan mata merahnya lagi.


“Bersabarlah Andros, kendalikan emosimu dan dengarkan ini baik-baik.


"Kau boleh tinggal disini asalkan kau bisa menerima Naomi sebagai pasangan hidupmu.


"Hanya itu Andros. Tapi jika kau berani macam-macam gadis yang bersamamu turut menjadi taruhannya.”


“Pilihan macam apa itu?” Andros masih terus berusaha mengendalikan emosinya.


Awalnya ia memang tak ingin membuat pikirannya menjadi buruk. Akan tetapi setelah mendengar Ratu Meralda bicara demikian Andros seperti tak bisa lagi menahannya. Hanya saja bagaimana pun ia harus terus bertahan.


“Aku memang ibumu Andros, tapi aku juga seorang Ratu. Perlu kau ingat tugas seorang ibu dan Ratu adalah memberikan jalan terbaik untuk anaknya. Dan pilihan ku adalah yang terbaik. Apa kau mengerti.”


Ratu Meralda terdengar sangat bijak dalam mengambil keputusan dari dirinya sendiri. Meskipun sama sekali tak terlihat sikap mau pun rasa keibuan dari dalam dirinya.


“Sebelum aku memilih salah satu pilihan darimu, tentunya kau akan mempertimbangkan permintaanku ini kan, Ibu?”


Andros kelihatan sudah lebih tenang. Untuk memenangkan permasalahan seperti ini di butuhkan pikiran yang jernih. Setidaknya Andros telah berhasil melakukannya. Andros memang lemah terhadap emosi dan nafsu. Tetapi dia cukup berbakat dalam hal mengambil kesempatan dalam kesempitan, dan sekarang hanya itu yang perlu ia lakukan. Dengan memanfaatkan celah yang ada.


“Tentu, aku akan mengabulkannya.”


Ratu Meralda bermaksud untuk mengambil hati Andros. Memang sudah sejak lama Ratu vampire itu berusaha untuk memengaruhi pikirannya, tetapi, sekuat apapun Ratu Meralda berusaha Andros tetap sulit dikendalikan.


“Baiklah kita persingkat saja. Aku akan memilih pilihan darimu, tepatnya dipilihan ketiga. Tapi aku mempunyai sedikit permintaan, Ibu.” Kata Andros melihat tepat kearah mata Ratu Meralda, menatap menembus jauh kebagian terdalam. Ratu Meralda sendiri malah tersenyum dan membalas tatapan tajam dari Andros.


“Katakan.”


“Aku akan menjalankan semua yang kau inginkan, asalkan aku tetap bebas melakukan apapun. Termasuk berhubungan dengan siapa yang ku suka. Dan satu lagi, aku bisa saja berbuat nekat.”


Setelah mendengar keinginan Andros, Ratu Meralda kelihatan sangat terkejut. Ia tak pernah menyangka bahwa Andros menginginkan hal yang sama sekali tak terpikirkan olehnya.

__ADS_1


Walau bagaimanapun..., Ratu Meralda tidak akan membiarkan kesempatan apa pun didapatkan Andros, karena kesempatan ini adalah miliknya bukan untuk Andros.


“Tentu, aku bisa saja mengabulkannya. Hanya saja tidak hanya kau Andros aku pun juga sudah mempersiapkan sesuatu.”


Sebenarnya perkataan Ratu Meralda yang terakhir tadi bisa saja membuat Andros kehilangan kesabaran, tetapi sekarang semua itu hanya akan membuat keadaan bertambah buruk. Andros harus membiasakan diri dalam menghadapi situasi seperti ini.


“Sebutkan syaratnya.” Ujar Andros kemudian.


“Jangan terlalu terburu-buru Andros. Kau ini, walau pun sudah berusaha sekuat mungkin tetapi masih saja melewati batasan.”


“Sebutkan saja syaratnya.” Kata Andros dengan tatapan yang tajam.


Ratu Meralda terasa sedang menguji kesabaran Andros tanpa menyadari akibat apa yang akan dia dapatkan jika Andros sudah mencapai titik kelemahannya. Pikiran Ratu Meralda saat ini tertutupi oleh keangkuhannya sendiri hingga membuatnya tak lagi memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.


“Andros-Andros berhentilah bertahan kalau kau sendiri sama sekali tak bisa.” Pancing Ratu Meralda lagi.


“Seharusnya aku sudah beristirahat dari tadi, Ibu. Tapi kau malah menghalangiku.


"Cepatlah bicara dan lakukan tugasmu, atau aku akan berubah pikiran. Aku bisa saja mati, tapi bagaimana dengan rencanamu selama ini? Untuk itu cepatlah segera putuskan.”


“Baiklah, jika itu keinginanmu. Syarat dariku adalah lakukanlah semua hal yang kau inginkan sementara waktu itu masih ada.” Kata Ratu Meralda akhirnya.


“Apa maksudmu?”


“Apa kau sungguh tidak mengerti Andros? Aku sedang membicarakan soal waktu, dan waktu itu akan terus berjalan sampai dua tahun kedepan. Ku rasa sudah lebih dari cukup untuk menghabiskan waktumu disini.” Ujar Ratu Meralda dilanjutkan dengan membelai wajah Andros berulang kali sampai membuat mata Andros kembali berubah.


Andros menepis tangan Ratu Meralda dengan cukup keras. Melihat kejadian tersebut tidak hanya Naomi, Brendi dan Draynes pun turut membelakkan mata.


Sangat jelas terlihat oleh mereka bahwa Andros telah melukai tangan sang Ratu. Ratu Meralda juga terlihat kesakitan atas perlakuan Andros terhadapnya. Beruntung tangannya masih bisa disembuhkan oleh kekuatan yang dimiliki Naomi.


“Hentikan Ratu, jangan sampai membuat Andros marah. Dia bisa saja berubah menjadi sangat ganas.”


Naomi langsung membawa Ratu Meralda menjauh dari jangkauan Andros. Setelah merasa agak baikan tanpa berpikir panjang Ratu Meralda memandang Andros dengan mata merah miliknya. Jelas ia merasa tak terima diperlakukan Andros seperti itu.


“Beraninya kau.”


“Ratu, tolong jangan bertindak gegabah.”


Melihat keadaan sekarang Brendi pun akhirnya memberanikan diri angkat bicara dalam masalah yang sedang mereka alami. Jangan sampai situasi ini semakin bertambah kacau. Saat ini lebih baik mereka tidak berbicara dengan Andros, hal itu justru hanya akan membuatnya semakin bertambah marah dan akhirnya kehilangan kesadarannya sendiri.


Jika hal itu sampai terjadi sudah dipastikan masalah yang sangat besar ada dihadapan mereka.


“Itu benar Ratu. Kita tentu tidak ingin kejadian yang dulu sampai terulang kembali.”


Naomi menyadari sesuatu.


*Kejadian saat Andros baru mengetahui bahwa ibunya sudah tiada karena dihabisi oleh Raja Darkos, yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah dari Andros sendiri. Semua itu terjadi karena ramalan masa depan yang dimiliki oleh Ratu Meralda, bahwasanya suatu saat nanti Ratu Mitra akan membuat Andros berubah menjadi sangat ganas dan menghancurkan seluruh peradaban vampire yang ada.

__ADS_1


Untuk mencegah terjadinya ramalan tersebut, maka Ratu Mitra pun harus segera dimusnahkan. Tetapi tidak dengan Andros karena ia sama sekali tak bersalah. Tidak hanya itu semuanya pun juga harus dilakukan oleh Raja Darkos sendiri, karena hanya dia yang mampu mengendalikan semua kekuatan yang dimiliki Ratu Mitra. Yang lebih dikenal dengan sang titisan batu Merah.


Begitulah, saat Andros mengetahui apa yang telah terjadi kepada ibunya ia pun akhirnya tidak bisa lagi mengontrol seluruh kekuatan yang ada pada dirinya—sehingga ia mengamuk dengan seluruh tubuh yang sudah ditutupi dengan aura merah darah yang sangat menyeramkan.


Kemarahan Andros hanya bisa dihentikan dengan bantuan dari kekuatan yang ada pada batu Merah. Dikarenakan terlalu sulit meredam kekuatan serta kemarahan Andros, Raja Darkos pun akhirnya memutuskan untuk mengurung Andros didalam penjara yang dilindungi oleh kekuatan batu Merah selama 100 tahun.


Keputusan itu terpaksa diambil sebab Andros terlalu sulit dikendalikan, serta untuk menghindari terulangnya kejadian tersebut*.


*Melihat situasi yang semakin rumit Raja Darkos akhirnya memutuskan untuk hidup bersama dengan Ratu Meralda yang sudah sejak lama mengabdi kepadanya.


Selain itu Raja Darkos juga berpikir bahwa dengan ia yang sudah bersama dengan Meralda, mungkin saja bisa mengurangi sedikit dari penderitaan Andros yang sudah kehilangan ibu yang sangat disayanginya. Kebetulan saat itu sikap Ratu Meralda memang cukup mirip dengan Ratu Mitra, ibunda Andros*.


Setelah berpikir sejenak, Ratu Meralda pun akhirnya memutuskan untuk mengalah, daripada harus berhadapan dengan kemarahan Andros. Setidaknya ia harus tetap melaksanakan semua rencananya selama ini. Saat Ratu Meralda melihat kearah Andros lagi, matanya pun seketika berubah seperti sedia kala. Walau pun masih sangat terlihat raut wajah kesal dari tatapan matanya.


“Andros.” Panggil Brendi mencoba untuk menenangkannya.


Tetapi Andros sama sekali belum menjawab maupun bereaksi. Andros kelihatan sedang berusaha mengendalikan emosinya, jangan sampai ia kehilangan kesadarannya ditempat ini. Walaupun semua itu terasa sangat sulit dilakukan. Mata Andros terlihat masih berwarna merah darah pekat, bahkan hampir menutupi seluruh tubuhnya saat itu.


Seketika ruangan dalam villa tersebut terlihat sangat menyeramkan dengan aura merah darah pekat disekitar tubuh Andros.


Beruntung kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena Andros berhasil mengendalikan diri, meskipun matanya masih dalam keadaan yang sama. Namun setidaknya aura cahaya yang menyeramkan itu berhasil dihilangkan tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


“Andros, tenanglah, kendalikan dirimu.”


Draynes mencoba untuk menenangkan Andros sambil terlihat sedang mendekatinya dengan berjalan sangat berhati-hati. Semua itu dilakukan karena hanya ialah yang memiliki kelebihan dalam pengendalian diri, termasuk pengendalian terhadap emosi.


Hanya saja semua itu akan berhasil jika Andros mau bekerja sama dengannya. Jika tidak, maka pengendalian itu akan membuat siapa saja semakin bertambah buruk. Setelah berada didekat Andros—dengan jarak yang cukup aman, Draynes langsung memegang tangannya dengan sangat berhati-hati diikuti Brendi yang juga sudah berada didekat mereka.


Sementara itu Ratu Meralda lebih memilih untuk diam dan memperhatikan semuanya. Di saat seperti ini mereka tak punya pilihan lain selain diam dan melihat apa yang akan terjadi berikutnya.


Draynes kelihatan sedikit kesulitan menemukan titik pengendalian diri didalam tubuh Andros. Menyadari hal tersebut Brendi langsung membantu Draynes menjalankan tugasnya dengan menyalurkan seluruh pikirannya kepada Draynes. Baru setelah itu Draynes akhirnya berhasil mengendalikan emosi serta pikiran Andros.


Semua itu terjadi karena Andros memang menginginnya. Dengan kata lain Androslah yang membantu Draynes dan Brendi menemukan titik pengendalian diri yang ada padanya dengan bersikap tenang dan penuh konsentrasi. Seiringan dengan hal tersebut mata Andros mulai berubah seperti biasa, tanpa ada lagi warna merah darah disana.


“Andros.” Panggil Brendi lagi untuk memastikan apakah Andros sudah kembali seperti sedia kala.


“Diam. Jangan sampai membuat kekuatan aneh itu datang lagi. Aku sudah sangat muak dengannya.” Kata Andros langsung melihat kearah Ratu Meralda dan Naomi.


Sangat terlihat jelas bahwa Andros merasa sangat kesal terhadap mereka saat itu, terutama dengan Ratu Meralda.


“Baiklah, kau mungkin memang sangat marah kepadaku. Tapi ingat Andros, kau sudah memilih pilihan ketiga dan aku juga sudah menentukan batas waktu yang kau miliki. Untuk itu, cobalah bersenang-senang.”


Kali ini Ratu Meralda terlihat lebih berhati-hati dari sebelumnya.


“Dan kau Naomi, tinggallah disini bersama dengan mereka. Aku harus pergi.”


Baru saja mendengar perkataan Ratu Meralda Naomi langsung terlihat sangat terkejut. Ia bahkan hampir tidak bisa melakukan apapun lagi.

__ADS_1


---------^--------^-------^-----


__ADS_2