
“Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja kami hampir selalu menabrak seekor kelinci. Sekarang Bila menghilang dan Sandra tidak bisa bergerak.
"Aku sama sekali tak mengerti, kelincinya mati dengan luka mengangga dileher.”
Laska hampir saja tidak bisa menyelesaikan perkataan terlebih saat mengingat bekas luka dibagian tubuh kelinci tadi.
“Laska, tenanglah. Lebih baik kau segera pergi dari sini. Soal Bila dan Sandra serahkan semuanya kepada kami.”
“Bagaimana kalian bisa melakukannya, aku tidak akan...”
Perkataan Laska terhenti saat tubuh Sandra tiba-tiba mengejang diikuti dengan memuntahkan cukup banyak darah melalui mulut. Laska sendiri hampir tidak bisa mempertahankan keseimbangan tubuh ditambah lagi dengan Sandra yang masih bersamanya saat itu.
“Apa yang sedang terjadi sekarang?”
Brendi yang juga menyaksikan kejadian itu langsung menawarkan diri untuk membopong Sandra karena Laska kelihatan sudah tak kuasa lagi melihat darah yang baru saja dimuntahkan oleh sahabatnya itu.
Meskipun sebenarnya baik Brendi dan Draynes terutama Andros hampir tak bisa lagi menahan diri, terlebih saat melihat darah segar didepan mata mereka. Andros memalingkan wajah dengan mata yang sudah berubah.
“Laska, cepatlah pergi. Bukankah tadi kau sudah meminta bantuan, jika kau masih tidak mempercayai kami datanglah lagi kesini dengan membawa bantuan sebanyaknya.
"Tetapi tolong. Beri kami waktu menemukan Bila setidaknya sampai besok.
"Kita sudah tidak punya banyak waktu, hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa menemukan Bila.”
Draynes sangat bersungguh-sungguh dalam meyakinkan Laska. Bahkan tanpa terlihat keraguan sedikit pun.
“Bagaimana bisa kalian melakukan itu?”
Laska terlihat masih meragukan keputusannya saat ini, tetapi ia juga sudah tak tahu harus melakukan apa.
“Percayalah, kami tidak akan mengecewakanmu.”
“Baiklah. Tolong ingatlah akan satu hal, bahwa tidak hanya aku, semua orang terdekat Bila dan Sandra mempercayai kalian.” Perkataan terakhir Laska akhirnya mengakhiri serangkaian rintangan yang harus mereka hadapi.
Tepat saat kepergian Laska kalung yang dibawa oleh Andros pun tiba-tiba bersinar terang dibagian masing-masing liontinnya.
“Kalungnya bersinar!”
“Aku tahu, kalung ini akan menunjukkan jalannya. Bren, kau masih bisa membawanya?”
Draynes memastikan keadaan Brendi yang hanya dijawab dengan anggukan singkat.
Cukup lama mereka mencari kesana kemari dengan hanya dibekali kemampuan penciuman yang sangat terbatas, namun tertolong oleh bantuan sinar dari kalung milik Bila.
Benda itu seakan tak menghendaki terjadi sesuatu terhadap pemiliknya. Sama dengan Andros yang tak ingin kehilangan kesempatan apapun meminta untuk mempercepat pergerakan mereka yang dirasa masih terlalu lambat.
__ADS_1
Di tambah lagi memikirkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi terhadap Bila. Dalam pikirannya Andros bertekad untuk berbuat segala cara agar bisa menyelamatkan Bila, bahkan jika perlu dengan mengorbankan dirinya sendiri.
Selain itu Andros pun juga sudah merencanakan suatu rencana pembalasan kepada siapa saja yang berani menyentuh atau bahkan menyakiti Bila.
Andros memang tidak bisa berhenti memikirkan Bila sejak saat baru pertama kali bertemu. Sejak saat itu Andros menyadari bahwa hanya seorang manusia bernama Nabila yang membawa pengaruh terbesar dibalik alasan ia sampai tertarik pergi melewati pembatas dunia lain.
“Apakah itu mungkin, atau selama ini Bila adalah jawaban dari semua teka-teki yang diberikan ibu?
"Bukankah dulu ibu juga seorang manusia? Atau bisa saja bBila memiliki hubungan dengan ibu?”
“Andros bagaimana sekarang, apa yang akan kita lakukan setelah ini?”
Brendi terlihat kesulitan mengendalikan diri ditambah lagi Sandra kembali memuntahkan banyak darah. Selain itu jika dibiarkan terus menerus, Sandra terancam akan kehabisan darah.
“Bertahanlah sedikit lagi, aku hampir berhasil menemukannya.”
Draynes melirik Andros yang kelihatan kacau, Brendi pun juga sama mengerikan dengannya terlebih Sandra memang berada sangat dekat.
“Ketemu.”
Draynes spontan berhenti serta masih memastikan apakah tempat yang mereka datangi adalah tempat yang benar.
“Kau yakin?”
“Ya aku yakin, kalungnya juga menunjukkan arah ketempat ini.”
Baru saja mereka memasuki tempat misterius tersebut Andros langsung menyerbu kedalam dan mendapati Naomi yang sedang melaksanakan rencananya.
Tubuh Naomi terpelanting cukup jauh saat Andros mencoba menjauhkan Naomi dari Bila. Kedatangan mereka dirasa sudah terlambat karena telah terlihat bekas luka mengangga dileher orang itu.
Semuanya sudah lebih dari cukup menunjukkan bahwa Naomi telah berhasil melukai Bila bahkan hampir membuatnya kehabisan darah.
Andros yang mengetahui hal tersebut melesat pergi menghampiri Naomi untuk segera melenyapkan Vampir licik itu berikut dengan Putri yang juga berada dipihaknya.
Serangan Andros sama sekali tak berpengaruh ketika Naomi tepat pada waktunya mengeluarkan perisai berupa aura merah darah berbentuk lingkaran disekitar tubuhnya dan Putri.
“Tidak mungkin bagaimana bisa kalian sampai kesini?”
“Kau, perisai itu.
"Baiklah kita lihat kemampuan siapa yang lebih hebat.”
Serangan terkuat milik Andros hampir saja mengenai sasaran jika Naomi dan Putri tak melesat pergi meninggalkan tempat dimana Bila dan Sandra tengah berada antara hidup dan mati mereka.
Sandra kembali memuntahkan darah sedangkan Bila sendiri terlihat sangat pucat dengan luka dibagian leher.
__ADS_1
Andros sama sekali tidak pergi mengejar Naomi dan Putri penyebab dari semua kekacauan ini, sebab bila sangat membutuhkannya sekarang. Andros harus bisa menyikapi keadaan rumit seperti ini.
Keadaan Bila dan Sandra semakin bertambah buruk, itu berarti mereka harus sesegera mungkin melakukan tindakan yang paling tepat agar bisa menyelamatkan keduanya.
Perlahan Andros mendekati Bila yang masih terkulai tak berdaya.
Di butuhkan pikiran yang jernih untuk menangani masalah seperti ini. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan hanya dengan mengubah Bila dan Sandra menjadi seperti mereka.
Itu semua tentu tidak bisa diputuskan sendirian dan secepet keinginannya kecuali harus melibatkan Brendi dan Draynes.
“Bagaimana sekarang, apakah harus kita melakukan itu?”
Tanpa ditanya sekalipun Brendi langsung angkat bicara bersamaan dengan meletakkan Sandra tepat disamping Bila karena ia sendiri juga sudah tidak sanggup lagi menahannya. Mendengar semua itu Andros hanya bisa diam matanya masih terus tertuju kearah Bila.
“Apa yang sedang kalian pikirkan, bagaimana bisa kita melakukan semua itu.
"Apa yang akan kita katakan kepada mereka nanti, dan keluarga mereka.
"Apa yang akan terjadi setelah mereka berubah menjadi makhluk penghisap darah, apa mereka akan menerimanya?!
"Apakah mereka akan menerima jika kitalah yang telah membuat mereka terlibat dalam semua kekacauan ini.
"Tentu tidak kan. Aku harap kalian memikirkan hal itu.”
Draynes melihat Andros dan Brendi secara bergantian, memastikan mereka memilih pilihan terbaik. Andros masih terdiam cukup lama sebelum akhirnya bicara kembali.
“Selain itu apa lagi yang bisa kita lakukan, membiarkan kondisi mereka tetap seperti ini dan perlahan-lahan menemui ajalnya?
"Aku tidak akan pernah bisa pergi menghadap keluarga mereka dan Laska, jika aku datang dengan membawa mayat mereka. Aku lebih merasa terhormat jika membawa mereka dengan keadaan baik-baik saja walaupun dengan tubuh yang sudah berubah.
"Aku sudah berjanji, dan aku harus menepati janjiku itu apapun risikonya.”
“Andros benar, apapun yang akan terjadi kita harus membawa mereka pulang. Jikapun kita tidak melakukan proses perubahan membawa mereka dengan keadaan seperti ini, sama saja dengan menyerahkan diri kepada para manusia itu.
"Posisi kita akan terancam dan para manusia itu pun akan mulai mencurigai kita.”
Brendi yang sedari tadi diam akhirnya turut serta menambahkan pendapat.
“Terserahlah, kalian bicara hampir menyerupai para manusia itu. Aku cukup tersentuh mendengarnya.
“Hanya saja ingatlah akan satu hal. Jika kalian berbuat sesuatu hanya untuk menutupi satu masalah saja, maka masalah lain akan muncul berdatangan.
"Jangan pernah berpikir bahwa masalah kita hanya selesai sampai disini saja. Bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan terburuk!”
Baru saja Draynes menyelesaikan bicaranya ia pun segera bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut. Membiarkan Andros dan Brendi tenang melakukan proses perubahan. Sementara itu Draynes menunggu diluar dengan pikiran kesal.
__ADS_1
--------^-------^------^-----