
“Sebuah foto.” Kata Bila masih terus memerhatikan benda tersebut.
“Foto, perasaan tadi belum ada disini.”
“Sangat cantik.”
Bila masih memperhatikan foto itu yang seolah-olah juga sedang memerhatikannya.
“Foto siapa ini, misterius sekali.”
Sandra pun ikut memperhatikan foto itu dengan sesekali melihat Bila, membandingkan wajah keduanya.
Permukaan penglihatan Sandra melebar saat menyadari terdapat kesamaan yang sangat mencolok antara seseorang yang ada difoto itu dengan Bila sahabatnya.
“Bila,...”
“Ibuku.”
Terdengar suara dari seberang pintu tepat berdiri dijalan masuk. Bila dan sandra sontak menoleh kearah datangnya sumber suara.
“Ibumu.”
Bila kelihatan seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan. Begitupun dengan Sandra.
“Jangan bercanda, matanya sangat mirip dengan Bila. Dia juga sama sekali tidak mirip denganmu. Dan mata...., Naomi.”
Di akhir kalimatnya Sandra terlihat sangat ragu-ragu antara harus atau tidak mempercayai perkataannya sendiri.
“Naomi.”
Bila terus melihat Sandra. Perkataan itu ternyata cukup menyentil pikirannya.
“Jangan pernah menyebut nama itu.
"Kalian datang kemari untuk membicarakan masalah itu kan.
"Maaf karena aku belum melakukan apapun sehingga kalian harus membicarakan masalah ini terlebih dahulu. Aku akan menemui mereka besok.”
“Dimana Draynes, kalian sudah membicarakan masalah ini dengannya?”
“Dia sedang bersama Laska.”
__ADS_1
“Brand apa yang kau lakukan. Kenapa kau malah diam saja?”
Di saat-saat seperti ini Bila dan Sandra bahkan tidak bisa menggunakan kemampuan mereka. Benar-benar ironis.
“Ini sudah menjadi kesepakatan. Sebelum kejadian itu pun, kami sudah memperingati mereka.”
“Jangan lakukan. Kau memiliki ibu, jadi kalian pasti memiliki keluarga. Dan keluarga kalian tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi.
“Apa kalian masih ingat mengapa Naomi datang menyusul kalian sampai kesini? Kalianlah yang memberitahukan semua itu tapi justru kalian malah melupakannya.
"Menurutku semua kejadian ini sepenuhnya bukanlah kesalahan mereka. Aku yakin pasti terdapat vampire lain yang terus mendorong dan mendukung mereka melakukan semua ini.”
Bila bicara dengan sangat yakin.
Kepercayaan, perbuatan serta pikiran membuat ia tak pernah berhenti berharap.
“Jangan berpikiran sempit Bila. Entah itu karena ada pengaruh dari vampire lain atau tidak, mereka tetap sudah melakukan semua ini.
"Tenanglah. Ku pastikan bahwa aku, Andros, tidak akan pernah musnah. Karena aku sudah berhasil menemukan rahasia dibalik rahasia mengenai leluhur titisan Batu Merah.
"Dan kaulah orangnya. Untuk itu jangan pernah sia-siakan kehidupan abadi ini, seperti yang dialami oleh ibuku.
“Ratu Mitra, sang titisan Batu Merah.
"Ibuku dibunuh oleh ayahku sendiri, Raja vampire untuk mencegah suatu kehancuran yang diciptakan olehnya sendiri dan Ratu baru itu.”
Mata Andros seketika berubah disaat bayangan beberapa ratus tahun lalu kembali menghampiri.
Bila dan Sandra hanya bisa diam mendengar perkataan Andros. Keduanya memang sudah tahu, tetapi saat mendengar langsung dari Andros terasa seperti mereka baru mengetahui semua itu untuk pertama kali. Perasaan terkejut tidak bisa mereka sembunyikan.
“Tidak, apapun yang terjadi kalian tidak boleh melakukannya. Kami tidak akan mensia-siakan kehidupan ini dan kalian juga harus melakukan hal yang sama. Raja vampire atau pun Ratu baru itu sama berbahayanya bagi kita. Walau bagaimana pun mereka semua tetap kelurgamu kan.”
“Kalian tidak mempercayaiku?”
“Kami mempercayaimu Andros karena itu tolong, kalian juga mempercayai kami.”
Entah kerena apa kali ini Sandra sependapat dengan Bila. Sandra yakin suatu saat nanti keputusan ini akan membawa suatu perubahan.
“Lalu..., kita akan melakukan apa. Membiarkan mereka terus menguasai keadaan?
"Kalian tidak ingin melakukan suatu perubahan, kalian ingin seperti ini selamanya?”
__ADS_1
“Kenapa Ratu baru yang kalian sebut itu sangat meginginkan Naomi bersama denganmu?”
Tiba-tiba Sandra malah menanyakan mengenai masalah yang lain. Pikiran spontan itu terlintas begitu saja, tetapi tidak dengan pikiran yang berubah-ubah setiap waktu.
Ia hanya perlu mengontrolnya sebaik mungkin.
“Mereka mengincar kemampuan Batu Merah, dan Andros merupakan keturunan langsung dari keduanya. Raja vampire, Ratu Mitra semua menyatu didalam tubuh Andros.
"Kalian heran kan kenapa vampire seperti kami bisa memiliki keturunan, itu semua karena keistimewaan dari Batu ini. Semua semakin bertambah mudah saat titisannya di temukan.”
“Jika benar aku titisan yang selanjutnya, apakah bisa menghentikan semua ini?”
Bila melihat Andros dan Brendi mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini.
“Tentu tapi semua masih butuh proses, dan kau bahkan masih belum mencapai tahap itu. Kami tidak akan membiarkan kalian memaksakan diri terlalu berlebihan seperti Putri, karena kami bukan vampire seperti Naomi.
"Seharusnya begitu jika waktu memang memungkinkan.”
“Setidaknya kita masih harus membuat suatu perubahan. Bagaimana menurut kalian jika kita mulai dari Naomi. Tapi bukan dengan balas dendam melainkan dengan sesuatu yang lain.
"Bisakah kita menemui mereka dan membicarakan masalah ini, maksudku mencari tahu semuanya.”
“Mereka mau mendengarkan, atau malah mencari celah untuk memainkan rencana baru?”
“Aku mempercayai mereka.
"Aku sangat percaya, sampai aku tidak mengerti dengan pikiranku sendiri. Namun yang jelas aku sangat mempercayai mereka.”
Wajah Bila sama sekali tidak menunjukkan keraguan bahkan saat Sandra melihat kearahnya. Keputusan itu bukanlah suatu harapan melainkan keyakinan yang datang dari dirinya sendiri tanpa dipengaruhi oleh apapun.
"Kau memang sangat keras kepala.
“Baiklah, kita lihat. Keras kepalamu akan menunjukkan mereka harus dijadikan sebagai teman atau musuh.
"Tapi Bila, jika mereka tidak bisa diajak kerja sama. Aku sendiri yang akan turun tangan menangani masalah ini.
"Aku bisa saja tidak berhasil dan mendapatkan pandangan buruk darimu, serta siap menerima risiko apapun. Sebab Bila rencana pembunuhan itu sudah lebih dari cukup sebagai tanda bahaya dari mereka, ku harap kau mengerti akan hal ini.”
Sandra akhirnya bergabung dengan pembicaraan mereka setelah lama diam dan hanya menyaksikan.
“Baiklah.”
__ADS_1
°°°°°°°°°°