The Darkness Of Vampir World

The Darkness Of Vampir World
Lihatlah Apa yang Akan Terjadi


__ADS_3

"Hentikan.” Perintah Ratu Meralda secepat mungkin.


“Tapi, aku tidak bisa membiarkan Andros pergi. Apalagi dengan gadis itu.” Naomi seakan tidak menyukai kepergian Andros ditambah lagi dengan Nabila yang masih bersamanya.


“Kau tahu bagaimana Andros bukan, dia bukanlah tipe vampire yang bisa mengendalikan emosinya. Jangankan kau aku saja juga pasti akan mati sia-sia jika berani melawan Andros.” Ratu Meralda memperingati Naomi.


“Tidak, bagaimana bisa aku membiarkan Andros pergi bersama dengan manusia itu? Apakah Ratu tidak bisa merasakannya?”


“Berhentilah bicara sebelum kau bisa mendapatkan Andros. Kau pikir aku tidak bisa merasakannya?


"Tentu saja aku tahu, gadis itu memiliki sesuatu yang terdapat pada Batu Merah yang dimiliki oleh Raja Drakos, tetua sebelum vampire ada dan sekarang sudah dijadikan sebagai lambang dari kekuatan vampire.” Ujar Ratu Meralda dengan tegasnya hingga membuat ia terlihat lebih menyeramkan lagi.


“Pantas saja aku bisa merasakan ikatan yang erat dengan gadis itu.”


Naomi terlihat sedikit kesal. Terlebih saat melihat Andros mulai berinteraksi dengan manusia itu. Naomi pikir ia sudah tertinggal sangat jauh.


“Lalu aku harus bagaimana Ratu? Apa aku harus terus bertahan seperti ini sedangkan Andros mulai menyukai orang lain, dan dia seorang manusia.” Kata Naomi semakin bertambah kesal.


“Sudahlah, tenangkan dirimu. Lebih baik kita masuk. Nanti mereka pasti akan kembali kesini, dan aku akan memulainnya.” Ungkap Ratu Meralda menetralkan keadaan.


Naomi sama sekali tidak menjawab dan pergi begitu saja memasuki villa menyeramkan itu jauh meninggalkan Ratu Meralda dibelakangnya. Ratu Meralda terlihat sangat marah atas kejadian dimana Andros bersama dengan gadis tadi.


Kemarahan tersebut terlihat semakin memuncak saat matanya berubah lagi, lalu dengan sendirinya kembali seperti sedia kala. Disisi yang lain Andros, Brendi dan Draynes masih membawa Nabila, tetapi kali ini tujuan mereka adalah rumah milik Sandra. Mereka memang tidak tahu secara pasti dimana letak rumah Sandra sebenarnya namun dengan kemampuan penciuman tajam mereka, sudah lebih dari cukup untuk menemukan rumah kediaman Sandra.


Rumah Sandra adalah pilihan terbaik dibandingkan rumah milik Bila sendiri karena mungkin Sandra bisa membantu merawat Nabila.


Tak membutuhkan banyak waktu akhirnya mereka berhasil menemukan rumah Sandra, walaupun masih cukup jauh karena mereka masih harus membicarakan sesuatu. Disaat-saat seperti ini Andros harus bersiap untuk menerima berbagai ocehan dan pertanyaan dari Sandra, dan yang tidak kalah penting adalah menahan semua emosi dan nafsunya.


“Kau sudah siap Andros?”


Draynes lagi-lagi memastikan apakah Andros sudah siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Semua itu bukan karena ia ingin membuat Andros kehabisan kesabaran akan tetapi Draynes rasa ia memang harus melakukannya.


Meskipun sebenarnya ia bisa membaca pikiran Andros, karena memang ia memiliki kelebihan dibidang itu dibandingkan dengan vampire lain.


Walaupun semua vampire bisa melakukan hal itu, hanya saja tak sebaik kemampuan pengendalian yang dimiliki Draynes.

__ADS_1


“Tidak, tapi aku akan berusaha.” Kata Andros kemudian.


“Kau yakin. Kami tidak ingin sampai terjadi hal seperti disekolah tadi.” Brendi berusaha memperingatkan Andros.


“Berhenti bicara, atau aku tidak bisa menahannya lagi.” Ujar Andros dengan tatapan tajamnya. Seperti biasa Andros sangat mudah tersinggung.


“Sebaiknya kami saja yang mengantarkan Bila, kelihatannya kau pun sudah tak bisa mengendalikannya lagi.” Tambah Draynes yang tentu saja membuat Andros terlihat kesal.


“Aku sedang berusaha Draynes!”


“Andros percayalah. Wajah Bila semakin bertambah pucat. Biarkan kami yang melakukannya dan kau tunggu disini.”


Setelah melihat sekilas kearah Bila, Andros pun akhirnya memutuskan untuk menuruti perkataan Brendi dan Draynes. Dilihat dari berbagai sudut rencana itu bukanlah pilihan buruk.


“Lakukanlah dan cepat kembali.” Ujar Andros, kemudian menyerahkan Bila kepada Brendi.


Dengan begitu mereka pun pergi membawa Bila kerumah Sandra, sedangkan Andros tidak pergi mengikuti mereka.


Agar rencana itu tidak berlangsung lama Brendi dan Draynes memilih untuk mempersingkat waktu yang di butuhkan dengan hanya meletakkan Bila dihalaman rumah.


“Kenapa kalian memperlakukan Bila seperti itu?” Andros kelihatan marah, ia tidak suka saat melihat Bila diperlakukan seperti demikian.


“Sudahlah Andros kendalikan emosimu. Ingat, Ratu Meralda dan Naomi masih ada disana.” Draynes kembali mengingatkan Andros bahwa posisi mereka sedang terancam saat ini.


“Aku tidak peduli.” Jawab Andros singkat, bahkan sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda keperduliannya.


“Kau memang tidak peduli, tapi bagaimana dengan ayahmu nanti? Jika mereka sampai tahu kalau kita ada disini kita bisa celaka.


"Ingat Andros, ibu Mitra sudah berpesan pada kami agar selalu memberi batasan padamu, ini juga untuk kabaikanmu sendiri.”


Kali ini Brendi bicara tegas kepada Andros. Sedangkan Andros hanya bisa diam mendengarkan semua ucapan yang dikatakan Brendi padanya. Andros sedang memikirkan hal tersebut.


“Kalian terlalu berlebihan. Tapi harus ku akui itu semua memang benar.


"Baiklah ayo pergi.”

__ADS_1


-----------^----------^----------^-------


Perjalanan menuju tempat dimana Ratu Meralda dan Naomi berada terbilang jauh sehingga memakan cukup banyak waktu. Saat baru saja menginjakkan kaki ditempat tersebut tanpa berpikir panjang Andros, Brendi dan Draynes langsung masuk kedalam villa yang terlihat menyeramkan itu.


“Kalian lama sekali. Apa yang kalian lakukan dengan gadis itu? Apa kalian sudah menghabisinya?”


Naomi bermaksud memancing kemarahan Andros dengan sengaja.


“Tutup mulutmu Naomi, atau kau sendiri yang akan ku habisi.” Kata Andros dengan mata yang sudah berubah. Sedangkan Naomi hanya diam dengan ekspresi dinginnya.


“Andros, kenapa kau selalu kasar dengan Naomi? Dia hanya bertanya denganmu.”


Tak hanya keadaan, situasai dan kondisi, bahkan Ratu Meralda pun semakin membuat semuanya bertambah sulit.


Untuk kali ini Andros lebih memilih diam dan berlalu pergi meninggalkan mereka, setelah berjalan cukup jauh Andros berhenti dan tidak melupakan Brendi dan Draynes.


“Brendi, Draynes. Apa kalian tidak merasa lelah? Kemari dan beristirahatlah, sekarang giliran kita untuk beristirahat.”


“Beristirahatlah Andros, kerena setelah itu kita harus kembali ke tempat dimana seharusnya kita berada.”


Mendengar perkataan ibu tirinya, Andros langsung saja berhenti dan pergi berhadapan langsung dengan Ratu vampire itu.


Kali ini Andros merasa tidak bisa terus diam, menahannya pada situasi seperti ini benar-benar menganggu pikiran Andros.


“Jika aku tidak mau pergi, apa yang akan kau lakukan?”


Andros sudah kelihatan sangat marah, semua itu dapat terlihat dari warna matanya berubah menjadi merah darah yang pekat.


“Andros.”


Brendi bermaksud memperingati Andros bahwa ia sudah melewati batasannya. Selain itu mereka juga harus menghentikan perbuatan Vampir yang mudah dikuasai amarah itu.


Secepat Andros tak bisa mengendalikan emosinya, secepat itu pula tindakan Brendi dan Draynes dihentikan oleh Naomi.


---------^--------^--------^-------

__ADS_1


__ADS_2