
“A-apa yang Ratu katakan, kenapa Ratu harus pergi? Dan kenapa aku harus tinggal sendirian disini? Bagaimana jika nanti…”
Baru saja Naomi bicara namun terhenti saat melihat tatapan tajam dari Ratu Meralda. Tatapan tajam dari Ratu vampire itu selalu berhasil membuat Naomi bahkan tak bisa membicarakan apapun lagi.
“Naomi, kau memiliki kemampuan penyembuhan diri yang sangat baik maka dari itu kau pasti tidak akan pernah musnah.”
“Apa maksud Ratu, bukankah Ratu sendiri yang mengatakan…, sudahlah lupakan itu. Ratu mungkin tidak akan pernah memikirkannya.” Ujar Naomi akhirnya masih dengan tatapannya yang tadi.
Naomi kelihatan sangat kecewa ditambah lagi saat melihat kearah Andros dan temannya. Ia semakin bertambah gelisah.
“Ssttt…, kemarilah Naomi.”
Ratu Meralda terlihat sedang menyodorkan tangannya kearah Naomi.
Naomi sendiri sama sekali tak bereaksi sedikit pun terlebih ketika mengingat perlakuan Ratu Meralda kepadanya. Ia rasa semua ini bahkan sudah sangat jauh berbeda dari apa yang mereka rencanakan sebelumnya.
“Kemarilah Nao, emm…”
Kali ini Ratu Meralda terdengar lebih lembut. Namun hal itu justru membuat Naomi semakin gelisah. Selama ini Ratu Meralda tak pernah bersikap lembut terhadapnya. Tidak pernah, ia bahkan lebih terkesan tegas setiap kali berhadapan dengannya.
Apapun yang terjadi Naomi segera meyingkirkan hal tersebut karena ia sudah tidak punya pilihan selain menuruti keinginan dari sang Ratu.
Sejak awal Naomi memang tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih, bahkan jika Naomi bisa ia tidak akan pernah mau hidup seperti sekarang ini. Tapi..., takdir sudah menjeratnya terlalu kuat.
“Kenapa Ratu memanggilku?” Tanya Naomi saat tiba tepat dihadapan sang Ratu.
Ratu Meralda sendiri terlihat tersenyum atas kedatangan Naomi kepadanya. Disisi berlainan Andros, Brendi dan Draynes masih saja diam menyaksikan kejadian tersebut. Semua itu lebih baik daripada melakukan sesuatu yang nantinya malah menciptakan keributan.
“Andros, menurutmu apa yang akan Ratu Meralda lakukan? Aku rasa ada yang tidak beres disini.” Ujar Brendi tetapi malah melihat kearah Draynes karena hanya Drayneslah yang memiliki pemikiran yang tajam.
“Entahlah, tapi aku juga merasakannya.” Kata Draynes akhirnya, sedangkan Andros terlihat tidak ingin tahu sedikitpun.
“Apapun yang akan mereka lakukan itu bukanlah urusan kita. Lebih baik kita pergi sekarang.”
__ADS_1
Andros menawarkan sesuatu kepada Brendi dan Draynes yang mungkin juga sudah sejak lama mereka inginkan. Andros sedang tak ingin memikirkan apapun sekarang. Ia sudah sangat muak dengan semua kejadian yang telah terjadi, terlebih saat ia hampir kehilangan kesadarannya tadi.
“Tidak Andros, mereka sedang merencanakan sesuatu.”
“Biarkan mereka menyusun rencana, kita hanya perlu melakukan hal yang sama. Tapi sebelum itu aku ingin beristirahat terlebih dahulu. Sepertinya tubuhku perlu beradaptasi dengan cuaca disini.” Kata Andros berlalu pergi begitu saja, saat ini ia sedang tak ingin memikirkan apapun.
Melihat Andros yang sudah pergi Brendi dan Draynes pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti kehendak Andros saja, karena mereka sekarang pun juga sudah kehabisan banyak tenaga untuk menghadapi situasi seperti tadi.
Selain itu bukankah Naomi tetap akan tinggal bersama dengan mereka, semua itu juga merupakan bagian dari rencana yang dimainkan oleh Ratu Meralda. Untuk sekarang mereka hanya perlu memikirkan bagaimana cara mengendalikan Naomi.
Ratu Meralda terlihat sangat senang saat menyadari situasi yang sudah memihak padanya. Namun tidak dengan Naomi, ia masih saja terlihat kesal. Ditambah lagi dengan memikirkan keputusan Ratu meralda yang ingin meninggalkannya sendirian disana.
Apa yang akan terjadi padanya jika hal itu benar-benar dilakukan!?
“Kenapa Naomi, ekspresimu itu malah membuatmu terlihat lebih mengerikan.” Ratu Meralda menatap tajam kearahnya.
“Lalu apa lagi yang bisa ku lakukan, aku hanyalah seorang bawahan disini.” Balas Naomi masih dengan ekspresi yang sama.
“Tenanglah Nao, kau adalah sumber kekuatanku. Aku tidaklah berarti apa-apa jika kau tidak berada dipihakku.”
“Benar. Itu memang sangat menarik. Dan kau akan selalu menjadi senjataku, kekuatan terbesarku.” Kata Ratu Meralda sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya. Bersamaan dengan hal tersebut Naomi terlihat sangat terkejut terhadap apa yang dilihatnya.
Apalagi kalau bukan karena sebuah Batu Merah yang sangat mirip dengan batu yang dimiliki oleh Raja Darkos. Benda itu terlihat selalu mengeluarkan cahayanya, terlebih saat didekatkan dengan tubuh Naomi.
“Batu itu, kenapa bisa?”
Naomi tak mengerti dengan semua yang sedang terjadi sekarang.
“Tenanglah Naomi, ini hanya bagian terkecilnya. Anggap saja sebagai keberuntungan karena aku bisa mendapatkannya. Bukankah ini menarik?” Ekspresi Ratu Meralda masih ditemani dengan tatapan tajam.
“Tapi, apa yang akan Ratu lakukan dengan batu itu? Kita bisa celaka jika sampai ada vampire lain yang mengetahui semua ini. Tunggu dulu..., Andros.” Ujar Naomi teringat akan sesuatu. Bahwa Andros, Brendi dan Draynes berada bersama mereka.
“Berhentilah bicara dan dengarkan aku baik-baik.
__ADS_1
"Naomi, kemarilah.” Ratu Meralda terlihat kembali mengulurkan tangannya.
“Sebenarnya apa yang Ratu inginkan? Apapun itu aku tidak akan pernah mau menurutinya. Aku tidak mau dikorbankan Ratu, aku juga tak ingin musnah.”
“Kau tadi baru saja mengatakannya Naomi. Perlu kau ingat, kau adalah senjata dan kekuatan terbesarku. Jadi tidak akan mungkin aku mengorbanmu.
"Jangan membuang-buang waktu sekarang kemarilah dan ulurkan tanganmu, sebelum mereka menyadari semua ini. Ingat kita sudah berjalan sejauh ini.” Ratu Meralda terlihat masih dengan mengulurkan tangannya.
Untuk saat ini Ratu Meralda telah berhasil menyembunyikan keberadaan batu Merah, hanya saja semua itu mungkin tidak bisa bertahan lama.
“Tapi...”
“Tidak ada tapi-tapian, Naomi percayalah.
"Kau adalah generasi penerus titisan Batu Merah, kaulah vampire yang terpilih. Jangan sia-siakan kesempatan ini.” Tambah Ratu Meralda lagi kali ini dengan tatapan mata merah yang tidak pernah ia perlihatkan sebelumnya. Sehingga menuai reaksi tak terduga dari Naomi, ia refleks memundurkan beberapa langkah kaki.
“Kemarilah Nao, cepat!” Panggil Ratu Meralda yang berjalan semakin mendekat, sementara Naomi terasa tidak bisa berbuat apapun. Seluruh anggota tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan.
“Bagus tetaplah disana dan ulurkan tanganmu kepadaku.”
Ratu Meralda tiba tepat dihadapan Naomi yang masih berdiri mematung ditempatnya. Melihat situasi sekarang sepertinya Naomi sudah tak punya pilihan selain menuruti keinginan dari sang Ratu. Naomi pikir jikapun ia akan musnah, begitu juga dengan kekuatan terbesar vampire ini, Ratu Meralda. Meskipun Naomi tahu semua ini hanya untuk mencapai keinginan dari Ratu vampire tersebut.
Tapi, Naomi sudah terlanjur terlibat didalamnya. Jauh sebelum ia tahu bahwa ia adalah seorang vampire. Makhluk yang abadi. Semua itu adalah alasan yang membuatnya melangkah sejauh ini.
Perlahan tapi pasti Naomi pun akhirnya mulai mendekatkan tangan kearah Ratu Meralda, dengan begitu Ratu Meralda pun langsung meletakkan batu tadi tepat diatas tangan milik Naomi.
“Ratu, bukankah ini. Sekarang habislah aku...”
Naomi langsung memejamkan mata. Sangat jelas terlihat olehnya bahwa Ratu Meralda sedang berusaha menyatukan Batu Merah itu kedalam tubuhnya. Menjadikannya sebagai wadah dari kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh Batu Merah tersebut.
Bukankah itu adalah sebuah hal yang tidak mungkin, bagaimana bisa Naomi dapat bertahan dalam proses penyatuan itu?!
Ini sama saja halnya dengan menginginkan sesuatu yang mustahil.
__ADS_1
------^--------^--------^--------