
"Madi, wake up!" seseorang yang memanggil sambil menepuk wajahnya membuat Madison terbangun. Kedua mata Madison terbuka, dia tampak terkejut saat melihat Adel berada di hadapannya.
Poltergeist dan pintu yang terbuka tutup dengan tidak masuk akal serta teriakan mengerikan yang berasal dari lantai basement membuatnya tidak sadarkan diri tapi kini dia harus mendapati, wanita misterius yang memberikan banyak pertanyaan di kepalanya.
"Apa kau baik-baik saja, Madison?" tanya Adel.
"Adel, bagaimana kau?" Madison semakin bingung dibuatnya. Bukankah Adel berada di lantai basemen dalam keadaan takut? Bukankah dia mendengar seperti ada yang menyerang Adel? Tapi kenapa sekarang dia baik-baik saja seolah-olah tidak terjadi apa pun.
"Bangunlah, aku akan membantu," Adel membantu Madi untuk bangun dari atas lantai.
"Apa kau baik-baik saja, Adel?" tanya Madison. Sungguh dia sangat mencurigai wanita itu.
"Aku baik-baik saja, Madi. Maaf telah membuatmu khawatir," Adel menarik kedua tangan Madison untuk berdiri.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah tadinya kau?" Madison menatap Adel dengan tatapan serius. Dia yakin Adel berada di ruang bawah tanah itu dan sedang terancam tapi kenapa Adel tidak terlihat seperti baru saja mengalami hal yang mengerikan?
"Maaf membuat dirimu takut, Madi. Aku harap kau terbiasa dengan apa yang terjadi," Adel berpaling dan melangkah pergi.
"Tunggu, Adel!" pinta Madison. Langkah Adel terhenti, dia berpaling dan melihat ke arah Madison.
"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang kau maksud melihat kita dari dalam kegelapan dan kenapa kau terkadang ada terkadang tidak ada?" tanya Madison.
Dia yakin ada yang aneh, dan dia sangat yakin jika apa yang sedang dia alami saat ini adalah nyata meski banyak hal aneh yang sulit diterima oleh akal sehatnya. Dia sangat berharap Adel bisa diajak bekerja sama agar dia mengetahui situasi aneh yang sulit dia mengerti itu.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apa yang kau katakan, Madison. Aku juga tidak mengucapkan perkataan yang baru saja kau sebutkan jadi aku tidak tahu apa pun!" jawab Adel.
"Jangan berbohong, aku mendengar kau berteriak ketakutan di bawah sana. Siapa yang kau ajak bicara? Apa ada yang lainnya selain kita berdua di rumah ini?" tanya Madison dengan perasaan ingin tahu luar biasa.
"Sebaiknya tidak banyak bertanya, Madi," Adel kembali berpaling dan menunduk seperti ada yang sedang dia sembunyikan, "Ada hal yang tidak boleh kita tahu, Madison. Aku hanya berharap kau terbiasa dengan keadaan rumah ini dan jangan banyak bertanya padaku!" ucapnya lagi.
"Aku mau keluar dari tempat menakutkan ini jadi jangan meminta aku untuk terbiasa. Apa yang terjadi sudah diluar akal sehat. Sejak awal kau tidak ada, hanya aku sendirian bersama dengan anjingku tapi setelah aku berusaha melarikan diri dari rumah ini, kau muncul secara tiba-tiba dan berkata jika kau tinggal di sini. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kau tidak mau menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini?"
"Aku tidak bisa berbicara sembarangan, Madi. Maafkan aku karena aku pun tidak tahu!" ucap Adel.
"Jangan berbohong, kau tahu sesuatu. Aku yakin kau tahu sesuatu jadi katakan apa yang kau tahu padaku, Adel!" pinta Madison.
"Aku tidak tahu, sungguh!" Adel kembali melangkah pergi.
Madison berdiri di tempatnya, wanita yang sangat mencurigakan. Ada sesuatu yang ditutupi oleh Adel dan sepertinya dia tidak boleh tahu akan sesuatu yang sangat rahasia itu. Madi mengikuti Adel, sebelum wanita itu menghilang lagi secara misterius, sebaiknya dia mencari informasi sebanyak-banyaknya.
"Tunggu, Adel!" pinta Madison.
"Jangan menipu, aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu!"
"Tidak, aku tidak tahu apa pun!" teriak Adel yang semakin mempercepat langkah untuk menghindari Madison. Madison semakin heran, dia pun semakin curiga dengan wanita bernama Adel itu.
"Who are you, Adel?" pertanyaan itu menghentikan langkah Adel.
__ADS_1
Mereka berdua diam, Madison menunggu jawaban dari Adel sedangkan wanita itu terlihat ketakutan. Suara angin yang bertiup dengan keras terdengar, Adel tampak ketakutan dan melangkah mundur. Madison hanya memandangi Adel dengan tatapan heran, dia tidak merasakan apa pun namun tidak bagi Adel karena dia merasa ada yang datang dari arah depan dengan cepat.
"Dia datang, dia datang!" ucap Adel ketakutan yang masih melangkah mundur dan terlihat semakin takut.
"Apa maksudmu, tidak ada apa pun!" ucap Madison.
"Jangan banyak bertanya padaku, Madison. Dia tidak akan membiarkan kita pergi, dia menginginkan kita berdua. Dia tidak akan membiarkan kita pergi!" ucap Adel ketakutan.
"Aku tidak mengerti, Adel. Apakah ini nyata atau hanya halusinasiku saja?"
"Semua ini nyata!" teriak Adel yang berpaling dan menatap Madison dengan tajam, "Semua ini nyata Madison!" ucapnya lagi.
"Tidak mungkin, aku tidak percaya jika semua ini nyata!" teriak Madison. Dia sungguh tidak percaya namun Adel yang semakin ketakutan membuatnya ragu dengan apa yang baru saja dia ucapkan. Jika apa yang sedang terjadi adalah halusinasi, lalu halusinasi siapa? Apakah halusinasi itu miliknya ataukah milik Adel? Dan sampai sekarang dia belum mendapatkan jawabannya, siapa Adel sebenarnya.
Braakkkk! Tiba-Tiba saja pintu depan terbuka lebar seperti ada yang mendorongnya dan sesungguhnya yang mendorong pintu itu adalah angin yang cukup kencang. Angin itu menghantam tubuh Adel melewati Madison, teriakan Adel terdengar karena tubuhnya tiba-tiba saja terangkat ke atas. Adel bahkan memegangi lehernya dan meronta-ronta seolah-olah ada yang sedang mencekik lehernya saat ini.
"Adel!" Madison berlari ke arah Adel untuk membantunya tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak mengijinkan Adel untuk berbicara dengannya oleh sebab itu, angin kencang berhembus dan menghantam tubuh Madiason hingga membuatnya terjatuh sedangkan tubuh Adel yang tadinya terbang di tengah-tengah ruangan jatuh ke atas lantai secara mendadak lalu tubuhnya ditarik dengan paksa oleh sesuatu yang tidak bisa mereka lihat.
"Tolong aku, Madi!" teriak Adel saat tubuhnya tertarik ke belakang.
Madison meringis akibat rasa sakit namu dia segera beranjak dan berlari untuk mengejar Adel yang tertarik dengan cepatnya menuju basement. Madi tidak bisa menggapai tangan Adel setiap kali dia berusaha menggapai tangan Adel yang terulur ke arahnya. Teriakan Adel yang meminta tolong tak henti terdengar. Madison terus berlari namun ketika tubuh Adel sudah tertarik ke basement, pintu ruangan itu tertutup dengan sendirinya dan tidak bisa dibuka oleh Madison seperti sebelumnya. Suara teriakan mengerikan Adel dari lantai basement membuat Madison ketakukan. Kedua kakinya gemetar, Madison melangkahkan kakinya mundur dengan susah payah. Teriakan menakutkan Adel yang seperti sedang mengalami sebuah penyiksaan membuat Madison menutup mulutnya rapat.
Apa yang sedang dialami oleh Adel dibawah sana? karena dia tidak mau hal buruk kembali terulang, Madison berlari pergi lalu obat penenang yang ada di atas meja diraih. Dia pasti sedang berhalusinasi seperti yang sudah-sudah. Dia pasti sudah gila akibat efek obat-obatan.
__ADS_1
Madison mengambil beberapa butir obat lalu menelannya dengan cepat. Dia pun berlari ke dapur karena butuh air. Mimpi, siapa saja bangunkan dia dari mimpi buruk yang tak kunjung berakhir itu. Mimpi buruk yang tidak diinginkan oleh semua orang dan mimpi buruk yang seperti nyata.
"Ha.... Ha... Ha... Ha...!" Madison tertawa keras di dapur. Madison sudah gila, dia benar-benar akan gila akibat hal-hal mengerikan yang terjadi di rumah itu.