
Malam kembali datang, sesungguhnya Madison tidak tahu saat itu sudah malam atau belum karena gelap saja yang ada akibat matahari yang benar-benar tidak menunjukkan dirinya. Udara pun begitu dingin karena lagi-lagi hujan mengguyur dengan derasnya di luar sana.
Rumah kembali gelap, pelita sudah hampir padam akibat minyak yang sudah hampir habis. Sampai sekarang, Madison belum menemukan generator Listrik. Jujur dia takut untuk turun ke lantai basemen karena dia tidak mau dikejar oleh iblis yang menakutkan lagi.
Untuk mengusir rasa dingin, Madison menyalakan perapian dan duduk di depannya. Tidak saja Madison, Adel juga bersama dengannya. Mereka menghangatkan diri di depan perapian dengan segelas minuman hangat yang dibuat oleh Madison. Kesempatan itu bisa dimanfaatkan oleh Madison untuk mencari tahu siapa sebenarnya Adel dan kenapa dia bisa berada di rumah itu.
Adel tersenyum ketika Madison memperhatikannya, jika dilihat baik-baik Adel wanita yang ceria dan ramah tapi keberadaan dirinya sungguh membingungkan bahkan beberapa kejadian yang dialami juga perkataan yang diucapkan oleh Adel benar-benar membingungkan.
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu, Adel?" tanya Madison.
"Tentu saja, apa yang ingin kau tahu?" tanya Adel punya.
"Waktu itu siapa yang menemui dirimu di luar sana dan kenapa kau berkata jika kau tidak mau? Apa kau dipaksa seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak kau sukai, Adel?" tanya Madison tanpa melepaskan pandangannya dari Adel karena dia ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan wanita misterius itu yang dipenuhi banyak rahasia itu.
"Itu," Adel menunduk dan terlihat enggan. Dia bahkan melihat ke kanan dan ke kiri lalu melihat ke arah pintu.
"Kenapa? Tidak ada apa pun selain kita berdua, apa yang kau takutkan?" tanya Madison.
"Tidak ada, aku tidak takut dengan apa pun!" jawab Adel.
"Jangan bohong, Adel. kau juga berkata mereka melihat kita dari kegelapan dan menginginkan jiwa kita. Apakah kau mengetahui sosok iblis yang meneror kita di rumah ini?"
"Tidak, jangan bertanya apa pun dan jangan menyebutnya karena aku tidak tahu!" jawab Adel.
"Kau berbohong, Adel. Kau menyembunyikan sesuatu dariku!" ucap Madison.
"Aku tidak menyembunyikan apa pun, Madison!" Adel memeluk lututnya, dia tampak ketakutan bahkan Madison bisa melihat kedua tangan Adel yang gemetar.
"Jangan takut seperti itu, Adel," Madison memegangi tangan Adel untuk menenangkan wanita itu, "Katakan padaku apa yang terjadi di rumah ini. Mungkin kita bisa menemukan jalan keluar dan pergi dari rumah ini," ucap Madison.
__ADS_1
"Tidak, kita tidak akan bisa pergi ke mana pun!" teriak Adel.
"Kenapa begitu, katakan padaku?" dia tidak percaya jika tidak ada jalan keluar untuk pergi dari tempat itu.
"Jangan bertanya lagi, Madi!" pinta Adel, dia terlihat frustasi dan semakin ketakutan.
"Kenapa? Keberadaanmu yang tiba-tiba muncul di rumah ini saja menimbulkan tanda tanya padaku dan aku belum menanyakan hal ini padamu. Kenapa kau bisa berada di rumah ini secara tiba-tiba. Siapa sebenarnya kau?" Madison masih melemparkan pertanyaannya karena dia ingin tahu agar dia bisa mendapatkan jawaban dari semua keanehan yang terjadi.
"Jangan bertanya, aku sungguh tidak tahu!" Adel menutup kedua daun telinga, dia benar-benar takut.
"Apa yang kau takutkan, Adel?" sikap Adel sungguh aneh dan dia semakin curiga.
"Tidak tahu, aku tidak tahu!" teriak Adel yang berlari pergi.
"Tunggu Adel!" Madison pun mengejar, wanita itu tahu sesuatu tapi dia tidak mau mengatakannya.
"Jangan mengejar aku dan bertanya lagi, aku tidak tahu apa pun!" teriak Adel dan yang anehnya dia kembali berlari ke lantai basemen. Madison mengikuti, pintu basemen sudah ditutup oleh Adel. Madison berdiri di depan pintu, dia tidak memanggil, dia justru berdiri di depan pintu untuk mendengarkan ocehan Adel dari lantai basemen.
"Aku benar-benar tidak mengatakan apa pun. Aku berani bersumpah padamu!" teriak Adel namun tidak terdengar ada yang menjawab ucapan Adel. Wanita itu terdengar sedang berbicara seorang diri tapi anehnya dia pun terdengar ketakutan dan memohon pada seseorang agar tidak menghukumnya. Sungguh aneh, Madison semakin yakin ada yang disembunyikan oleh Adel. Apakah ada sesuatu di bawah sana yang tidak dia ketahui?
Madi melangkah pergi sambil berpikir. Apakah dia harus memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana? Tapi jujur saja dia takut, takut untuk berada di bawah sana lagi. Sebaiknya dia mencari Milo, mungkin saja Milo ada di dalam kamar dan masih bersembunyi di bawah ranjang. Sekarang rasanya tidak ada yang tidak mungkin di rumah aneh itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada tempat ini dan siapa sebenarnya kau, Adel?" Madi bertanya pada dirinya sendiri. Madison melangkah menuju kamar, tapi tiba-tiba saja dia merasa ada angin dingin yang berhembus dan suara langkah kaki kembali terdengar.
"Siapa di sana?" tanya Madison. Kakinya melangkah perlahan, dia merasa ada yang mengawasi dirinya dari segala sisi rumah.
Suara langkah kaki kembali terdengar, di susul dengan suara pintu yang terbuka. Madison berpaling dengan napas memburu, apa Adel sedang menakuti dirinya?
"Adel, apa itu kau?" tanya Madison, dia kembali melangkah perlahan mendekati basemen tapi kini dia justru di kejutkan dengan suara meja yang digebrak dan suara itu terdengar dari arah belakang. Madison menelan ludah. jantungnya berdebar karena dia merasa ada sesuatu.
__ADS_1
"Hallo, anybody there?" tanya Madison yang melangkah dengan pelan.
Kriieeetttt... Suara pintu terbuka perlahan membuat bulu romanya meremang. Madison membasahi tenggorokan dengan susah payah. Dia kembali melangkah untuk melihat apa yang terjadi namun suara langkah kaki yang datang dari arah belakang kembali mengejutkan dirinya.
"Sial, hah... ah... hah...!" dada Madison turun naik akibat napas yang memburu.
Tap... Tap... Tap... Tap..., langkah kaki terdengar di mana-mana. Madison melangkah berputar, tatapan mata melihat sekitarnya. Siapa yang ada di sekitarnya?
"Adel, jangan menakuti aku. Semua ini tidak lucu!" teriak Madison namun selain suara langkah kaki dan suara pintu, tidak ada jawaban yang lainnya.
Brak.... Brak.. Brak! Pintu yang dipukul dengan keras terdengar di susul dengan jendela yang mendadak terbuka dan tertutup secara tiba-tiba. Madison ketakutan, teror itu datang lagi. Angin kembali berhembus dengan kencangnya, masuk ke dalam melalui daun jendela yang terbuka dan yang membuat Madison lebih terkejut adalah, pintu depan yang terbuka lebar secara mendadak disusul dengan angin kencang yang berhembus masuk ke dalam dan angin itu menerjang tubuh Madison dengan keras.
Madison berteriak keras, kedua mata terpejam akibat kerasnya angin yang bertiup. Rambutnya bahkan terbang ke belakang akibat terjangan angin. Adel seakan-akan tidak ada di rumah itu, lagi-lagi wanita itu mendadak menghilang sehingga hanya dia sendiri mendapatkan teror yang mengerikan. Madison bahkan terjatuh dan terpental ke belakang akibat terjangan angin itu.
Kedua mata melotot ke arah pintu, napas Madison semakin memburu bahkan dia merasa tubuhnya tidak bisa dia gerakkan sama sekali. Asap tebal berkumpul di luar, semakin lama semakin tebal. Madison berusaha memundurkan tubuhnya ke belakang, firasat buruk. Jangan katakan sosok mengerikan akan muncul lagi di depan pintu rumah itu.
Asap yang semakin tebal menandakan ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Mendadak tenggorokannya terasa begitu kering, asap pun semakin tebal saja dan dari balik kabut asap tebal itu tampak sosok yang bergerak mendekat memasuki rumah.
"Tidak.... Tidak!" Madison memundurkan tubuhnya dengan cepat apalagi senyuman mengerikan sudah terlihat dari balik kabut asap dan sosok mengerikan sudah tampak semakin jelas.
"Tidak, pergi!" teriak Madi. Dia berusaha menggapai sesuatu lalu melemparkannya tapi benda yang dia lemparkan justru menembus sosok mengerikan itu yang semakin memperlihatkan senyuman menakutkannya.
"Kemari, Madison!" teriakan Adel terdengar. Madison berpaling, Adel sudah berada di belakangnya dan memintanya untuk ke tempatnya.
"Kemarilah, cepat!" teriak Adel.
"Kau tidak akan pernah bisa lari dariku!" sosok mengerikan itu berteriak lalu terbang ke arah Madison.
"Cepat!" teriak Adel lagi, dia juga terlihat panik dan ketakutan.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa lari, hi.... Hi... hi.. hi!" sosok mengerikan itu semakin terbang mendekat dengan tawa mengerikannya.
Madison semakin ketakutan dan tanpa pikir panjang, Madison beranjak lalu dia berlari ke arah Adel. Adel meraih tangannya, lalu mengajaknya untuk bersembunyi dan tanpa Madison sadari mereka berdua sedang berlari menuruni anak tangga yang akan membawanya ke lantai basemen dan di sanalah Adel akan mengajaknya bersembunyi.