
Madison semakin merasa putus asa karena teror-teror dari para hantu yang semakin menakuti dirinya. Madison meringkuk di atas lantai, dia pun berteriak ketakutan. Teror yang berulang-ulang dia alami sepertinya akan membuatnya menjadi gila. Jangan sampai dia berakhir seperti Adel dan menggila di rumah itu.
Tawa-Tawa mengerikan masih dia dengar, mau serapat apa pun Madison menutup kedua telinganya namun tawa-tawa mengerikan itu masih tetap saja terdengar di segala penjuru ruangan.
"Pergi!" teriak Madison dengan keras. Madison bangkit berdiri, dia sudah terlihat tidak takut lagi karena dia sudah muak dengan teror-teror menakutkan itu. Semakin dia takut, semakin para iblis itu senang.
"Kemarilah, aku tidak takut dengan kalian!" teriaknya lantang.
"Semakin kau melawan, semakin kami ingin mengganggumu, Madison. Perlawanan yang kau lakukan hanya sia-sia saja!"
"Aku tidak akan takut denganmu lagi!" Madison melangkah maju sambil mengibaskan lampu emergency ke arah iblis menakutkan itu.
"Aku tidak takut, tidak takut!" teriak Madison. Dia terus melangkah maju sambil mengibaskan lampu emergency yang ada di tangan. Meski tidak mengenai apa pun tapi dia terus melangkah maju.
"Madison, apa yang kau lakukan?" teriak Adel yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Adel?" Madison melihat ke arah di mana suara Adel terdengar. Meski dia tidak bisa melihat Adel karena gelap tapi dia bisa merasakan Adel sedang melangkah mendekatinya dan yang anehnya, para hantu tidak terlihat lagi dan tawa-tawa mengerikan itu tidak terdengar sama sekali. Madison berpaling, mencari sosok yang sedari tadi dia serang namun sosok itu juga sudah tidak ada. Aneh, jangan katakan mereka semua takut dengan Adel tapi mana mungkin karena Adel adalah budak mereka.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya Adel.
Madison tampak linglung, apa Adel tidak bisa melihat mereka? Apa adel tidak melihat apa yang terjadi padanya sedari tadi?
"Apa kau tidak melihat apa yang baru saja aku alami?" tanya Madison.
"Aku melihatnya dan kau berteriak tiada henti!" jawab Adel.
__ADS_1
"Kau tidak melihat sosok mengerikan itu?" Madison kembali bertanya, dia bahkan melihat sekitar ruangan sambil mengangkat lampu emergency yang sudah mau padam. Dia berharap dia dapat melihat makhluk mengerikan itu lagi tapi tidak ada apa pun.
"Tidak ada, sosok apa yang kau maksud?" tanya Adel tidak mengerti.
"Tadi mereka ada di sini, mengganggu aku dan meneror aku tiada henti. Tawa mereka terdengar mengerikan, aku berlari sekuat tenaga tapi aku selalu berputar di tempat yang sama. Apa benar kau tidak melihat mereka, Adel?" Madison menatapnya dengan tatapan curiga karena Adel sudah berdiri di sampingnya.
"Tidak, aku hanya melihatmu berlari seorang diri dan berteriak ketakutan. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang kau lihat?" tanya Adel.
"Kau melihat aku berteriak ketakutan tapi kau tidak memanggil aku dan menolong aku. Apa kau sengaja?" tanya Madison dan dia terlihat sangat kesal.
"Apa maksud perkataanmu? Aku mendengar kau berteriak seorang diri oleh sebab itu aku bertanya padamu apa yang sedang kau lakukan?!"
"Tidak mungkin, aku sudah berteriak sedari tadi. Aku sudah mengalami kejadian tidak menyenangkan ini begitu lama tapi kau baru muncul. Apa maksudmu? Apa kau sengaja bersembunyi? Apa kau sengaja ingin melihat aku ketakutan dan apa yang kau lakukan sedari tadi?" Madison melemparkan begitu banyak pertanyaan karena dia curiga dengan Adel. Jika memang Adel berada di dalam ruangan itu sedari tadi lalu kenapa Adel baru muncul sekarang. Apa dia sengaja?
"Sekarang katakan padaku, apa kau benar-benar tidak melihat makhluk-makhluk mengerikan itu? Kenapa kau tidak diteror? Kenapa hanya aku saja yang mengalami hal mengerikan itu sedangkan kau tidak!"
"Tenang, Madison. kau hanya berhalusinasi dan kau sedang melihat hal yang tidak nyata!" ucap Adel.
"Aku tidak percaya, aku bisa merasakan kuku-kuku jari mengerikan itu menyentuh wajahku. Aku tidak percaya jika yang sedang aku alami hanyalah halusinasi belaka!" teriak Madison penuh emosi.
"Kau memang sedang berhalusinasi. Aku melihatmu berteriak, memukul sesuatu dengan lampu emergency itu tapi kau tidak memukul apa pun. Aku sendiri heran apa yang kau lakukan jadi kau hanya berhalusinasi saja, Madison. Percayalah padaku, kau hanya sedang berhalusinasi saja!"
Madison mengusap wajahnya, frustasi. Apakah dia benar-benar sedang berhalusinasi seperti yang Adel katakan? Sungguh dia tidak mengerti, sekarang dia jadi bingung membedakan antara halusinasi dan nyata.
"Kau pasti stres akibat gelap oleh sebab itu kau berhalusinasi. Sekarang kita keluar dari ruangan ini, aku sudah menemukan minyaknya," ucap Adel.
__ADS_1
"Benarkah?" Madi menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Jujur saja dia semakin menaruh curiga pada Adel. Jangan katakan Adel adalah bagian dari para hantu itu yang hendak mengacaukan dirinya.
"Ayo kita keluar, kau perlu menenangkan dirimu dari rasa takut yang baru saja kau alami."
"Apa benar kau tidak melihat apa pun, Adel?" tanya Madison memastikan karena dia masih tidak mempercayai jika apa yang dia alami hanyalah halusinasi.
"Aku tidak berbohong padamu, Madi. Aku melihat kau berteriak seorang diri. Sepertinya kau selalu ketakutan jika berada di dalam ruangan gelap. Apa kau memiliki sindrom akan tempat gelap?"
"Tidak!" jawab Madison. Dia tidak memiliki sindrom akan tempat gelap tapi selama berada di rumah itu, dia jadi takut akan kegelapan dan tempat aman yang dia miliki hanyalah kamar saja. Kenapa? Jika dipikirkan baik-baik rasanya ada yang aneh.
"Ayo keluar dari tempat ini. kita bisa segera menyalakan lampu!" ucap Adel.
"Di mana Wolfy, Adel? Aku tidak melihatnya lagi," tanya Madison.
"Wolfy hanya anjing tua yang berisik, aku sudah membunuhnya dan membakarnya!" jawab Adel tanpa merasa bersalah.
Madison memandangi punggung wanita itu dengan tatapan curiga. Apa artinya semua ini? Dia bukan orang bodoh, meski dia harus berputar di tempat yang sama dan terkepung dalam kegelapan. Meski dia terpenjara di tempat itu dan tidak bisa pergi ke mana pun tapi dia tahu ada yang aneh. Kemunculan Adel yang seharusnya tidak ada, apa yang sebenarnya dia alami saat ini? Tidak, itu bukan pertanyaan yang harus dia lontarkan karena pertanyaan yang benar adalah, apakah ada yang Adel sembunyikan?
Datang dan pergi sesuka hati, menghilang begitu saja dan muncul secara mendadak. Sampai sekarang dia sangat ingin tahu apa yang dilakukan oleh Adel di ruang basemen padahal tempat itu gelap dan menakutkan. Apakah Adel ditugaskan oleh iblis untuk menakutinya agar dirinya dibuat kebingungan sehingga dia semakin takut?
"Kau bawa yang itu, Madi. Aku menemukan sebuah senter yang bisa kita gunakan!" ucap Adel seraya memberikan senter yang dia temukan pada Madison.
"Terima kasih, ayo segera keluar. Aku sudah tidak tahan berada di ruangan gelap ini!" Madison mengambil minyak juga senter yang diberikan oleh Adel. Dia butuh tempat untuk menenangkan diri dan tempat yang paling tenang itu hanya kamar yang dia tempati. Dia akan memikirkan segala yang terjadi setelah keadaannya membaik tentunya sekarang dia harus mewaspadai Adel yang semakin mencurigakan saja.
Pelita yang sudah mati diambil, minyak dituangkan lalu pelita dinyalakan. Sekarang mereka memiliki penerangan tapi itu tidak akan bertahan lama karena jumlah minyak yang terbatas dan jika ingin segera keluar dari rumah itu, dia benar-benar harus segera menemukan jalan keluarganya.
__ADS_1