The House

The House
Sudah Kehilangan Akal Sehat


__ADS_3

Kedua mata sulit dipejamkan, Madison berbaring di atas ranjang. Dia mencoba untuk tidur, namun dia tidak mengantuk sama sekali. Aneh, dia merasa sangat aneh.  Apa karena waktu terhenti ataukah ada yang lainnya? Dia sangat ingin tahu tapi untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya tidaklah mudah apalagi dia tidak berani ke mana pun.


Kecurigaannya ada pada lantai basemen namun tempat itu menakutkan. Dia benar-benar tidak ingin pergi ke sana lagi tapi apa yang sedang dia pikirkan saat ini justru menuntunnya ke tempat gelap yang menyeramkan itu. Tapi jika dia ingin ke tempat menakutkan itu, dia harus bergerak saat tidak ada Adel agar Adel tidak mencegah dan tidak tahu apa yang hendak dia lakukan tapi sayangnya, Adel tidak menghilang seperti yang sudah-sudah.


Entah apa yang membuat Adel tetap bertahan, apa iblis tahu dengan apa ingin dia lakukan? Apa iblis bisa membaca pikirannya oleh sebab itulah Adel ditugaskan untuk mencegahnya untuk tidak melakukan apa pun dan diam saja di rumah itu sampai jiwanya lemah sehingga mudah diambil?


Jika memang demikian lebih baik dia tidak berpikir sama sekali agar iblis tidak tahu apa yang sedang dia rencanakan. Mendadak dia sangat ingin mendapatkan teror agar Adel menghilang untuk sementara waktu. Benar, mungkin dengan diteror oleh iblis, Adel akan menghilang sehingga dia mengalami ketakutan yang teramat sangat dan pada saat itulah, dia bisa memanfaatkan situasi tapi bagaimana caranya? Apakah dia harus berada di tempat gelap lagi?


Adel yang selalu bersama dengannya saat ini mendekati Madison. Dia baru saja berdiri di depan jendela dan melihat hutan. Madison yang semakin curiga dengannya menatap wanita itu dengan tatapan curiga. Sebaiknya dia mencari cara agar Adel menjauh darinya sehingga dia bisa melakukan apa yang hendak dia lakukan.


"Ada apa, Madison. Kau seperti sedang cemas?" tanya Adel yang duduk di sisi ranjang.


"Aku hanya ingin tahu saja, kenapa kita tidak pernah merasakan kantuk lagi? Kenapa kita tidak juga merasa lapar dan haus lagi?" tanya Madison.


"Itu hanya perasaanmu saja, Madi. kau bisa melakukannya jika aku mau!" ucap Adel.


"Apa benar? Apa selama ini kau tidak pernah makan dan tidur?"


"Entahlah, aku sudah lupa kapan terakhir aku melakukannya bahkan aku sudah lupa dengan rasanya makanan!"


"kau lupa?" Madison beranjak dan duduk di atas ranjang, "Kau makan denganku beberapa saat yang lalu, apa kau benar-benar lupa?" tanya Madison lagi.

__ADS_1


Adel tersenyum, senyuman yang dipenuhi dengan misteri. Sepertinya Madison masih saja berhalusinasi dan tidak mengenal dengan situasi yang sedang dia hadapi saat ini.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu, Adel. Apa yang aku katakan salah? Kau tidak mungkin lupa, bukan? Piring bekas kita makan masih ada di atas meja dan kau bisa melihatnya!" ucap Madison.


"Kau sudah kehilangan akal sehatmu, Madison. Kita tidak makan apa pun!"


"Ha.. Ha.., jangan membuat aku seperti orang gila yang merasakan sendiri apa yang telah terjadi!" ucap Madison.


"Kita memang tidak makan apa pun, jangan meracuni pikiranmu dengan perkataan tidak penting itu!"


"Aku tidak percaya!" Madison turun dari atas ranjang, pelita pun disambar lalu dia melangkah keluar tanpa menunggu Adel. Dia sengaja mendebatkan hal tidak penting itu agar dia bisa jauh dari Adel dan agar Adel tidak mengikutinya. Dia berharap dengan tidak adanya Adel, teror hantu itu datang lagi sehingga Adel tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dia lakukan tapi Adel benar-benar bagaikan penjaga yang tidak meninggalkan dirinya.


"Biarkan aku membuktikannya agar aku yakin jika aku tidak gila!" ucap Madison.


"Tidak perlu buang tenaga, Madi. Itu bukan hal penting!"


"Sekalipun tidak penting tapi aku ingin melihatnya!" jawab Madison namun dia mengumpat dalam hati karena Adel mengikutinya. kenapa? Bagaimana caranya agar wanita mencurigakan itu pergi meninggalkan dirinya seorang diri?


Madison sudah berada di dalam dapur dan terkejut mendapati makanan yang sudah membusuk di atas meja. Bahkan dua piring yang dia gunakan dipenuhi oleh belatung. Madison mendadak mual, dia pun berlari ke arah wastafel. Jadi dia benar-benar tidak makan waktu itu? Tapi kenapa dia merasa jika dia sedang makan dengan Adel?


"Sudah aku katakan, kau sudah kehilangan akal sehat. Sebaiknya duduk diam dan jangan melakukan apa pun!" ucap Adel.

__ADS_1


"Kau meminta aku melakukan hal itu apa karena kau ingin iblis itu mengambil jiwaku?" teriak Madison. Dia sedang berusaha memicu perkelahian di antara mereka.


"Bukan begitu Madison, jangan marah seperti itu. Tenangkan dirimu, kita cari jalan keluarnya bersama-sama agar kita bisa keluar dari rumah ini bersama-sama!" ucap Adel.


"Apa bisa, Adel?"


"Aku tidak tahu, tapi jika kita berdua kita pasti bisa menemukan jalan keluarnya. Kita pikirkan caranya bersama-sama, Madison."


Madison menatap Adel dengan serius, apa benar? Apa benar Adel akan mengajaknya menemukan jalan keluar? Apa benar ataukah ini hanya tipu daya Adel agar dia tidak melakukan apa pun sehingga niat untuknya pergi dari rumah itu jadi padam sehingga semakin lama dia semakin putus asa karena berada di dalam kegelapan yang tak kunjung pergi dan pada akhirnya, iblis bisa mendapatkan jiwanya yang sudah putus asa dengan mudah.


"Percayalah padaku, kita harus selalu bersama dan memecahkan masalah ini bersama. Meski terdengar mustahil karena keadaan yang tidak juga berubah tapi aku yakin kita bisa keluar dari tempat ini secara bersama-sama," Adel kembali membujuk agar Madison mempercayai dirinya.


"Baiklah, kau benar. Aku benar-benar tidak mau mati membusuk di rumah ini!" jawab Madison mengiyakan. Lebih baik dia mengiyakan dari pada membuat Adel curiga. Pelan tapi pasti, dia pasti bisa membuka kedok Adel yang saat ini terlihat begitu baik itu. Dia yakin semua teror hantu pasti tidak dia alami karena Adel selalu bersama dengannya dan hal itu menjadi tanda tanya besar di dalam hati.


"Ayo kembali. Iblis itu berada di mana saja, dia berada di ruangan yang gelap dan mengintai dirimu. Jika tidak percaya, lihatlah itu!" Adel mengambil pelita yang ada di tangan Madison lalu mengangkatnya. Dia seolah-olah hendak menakuti Madison agar Madison tidak berada di luar kamar seorang diri. Madison terkejut melihat sosok mengerikan yang ada di pojok ruangan dan tidak saja makhluk itu, Adel pun memperlihatkan padanya sosok-sosok mengerikan yang berada di sisi ruangan yang gelap. Rambut para makhluk itu begitu panjang, berantakan. Wajah mereka putih pucat dan wajah mereka begitu menakutan.


Madison melangkah mundur, mendadak para hantu menakutkan itu muncul lagi. Setelah menunjukkan para hantu itu pada Madison, Adel kembali menurunkan pelitanya. Madison berdiri di belakang Adel, bagaimanapun perasaan takut masih dia rasakan apalagi sosok-sosok mengerikan itu seperti tersenyum ke arahnya dengan wajah mengerikan mereka.


"Kau sudah percaya, bukan? Tidak ada tempat yang lebih aman dari pada di kamar jadi jangan sembarangan keluar jika tidak ada hal yang penting!" ucap Adel.


"Aku tahu, aku tahu! Ayo cepat kembali!" Madison melihat sekeliling, seperti melihat keberadaan para hantu yang bersembunyi di sisi ruangan yang gelap dan siap menarik dirinya namun entah kenapa, dia sangat ingin para hantu itu menariknya agar dia bisa terpisah dari Adel.

__ADS_1


__ADS_2