The House

The House
Penglihatan Aneh


__ADS_3

Rumah yang tadinya gelap gulita mendadak menjadi terang mendengar. Suasana pun tampak asing tidak seperti biasanya. Madison bahkan tidak mengenali rumah itu. Namun yang berbeda hanya bagian rumah karena susana di luar masih gelap dan dingin.


Ada yang aneh, dia tahu itu. Situasi yang mendadak berubah dan bisikan yang memintanya untuk melihat ke dalam rumah, haruskan dia dengarkan?


Madison sudah berdiri di depan rumah itu, dia tidak perlu menggunakan pelita lagi untuk menjadi alat penerangan karena rumah itu terang menderang. Apa ini? Apa yang sedang dia alami adalah nyata? Tidak, dia yakin tidak nyata karena dia bisa merasakan hawa dingin yang tidak menyenangkan. Ini pasti hanya halusinasi atau sebuah penglihatan untuknya. Mungkin saja ada hantu yang iba dengannya. Tiba-Tiba dia ingin tertawa karena pikirannya sendiri karena itu tidaklah mungkin.


Pernak pernik natal menghiasi depan rumah dan juga depan pintu. Lampu warna warni berkerlap kerlip. Aneh, sungguh aneh. Dengan perlahan Madison melangkahkan kedua kakinya untuk menaiki anak tangga. Suara benda yang dilemparkan terdengar dari rumah di susul dengan suara teriakan. Sepertinya terjadi pertengkaran di dalam rumah itu. Mungkin saja penghuni lama rumah sedang bertengkar karena sesuatu.


Jantung Madison berdegup kencang, napasnya bahkan memburu. Kakinya melangkah dengan perlahan, jujur saja dia sangat takut dengan situasi aneh yang sedang dia alami saat ini. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya saat berada di dalam oleh sebab itu dia jadi ragu untuk masuk ke dalam. Bisa saja apa yang akan dia lihat nanti adalah tipilu daya iblis untuk membuatnya semakin ketakutan.


Madison menelan ludah, rasanya tidak ingin melihat tapi dia harus mencari tahu dan mungkin saja dia menemukan jawaban dari keanehan yang sedang terjadi. Anak tangga sudah selesai dinaiki, Madison berusaha mengatur napasnya yang memburu. Kini dia melangkah mendekati pintu, tangannya bahkan terasa gemetar saat dia hendak menggenggam handle pintu. Semoga tidak hanya suara yang dia dapatkan sehingga membuatnya semakin kebingungan.


Pintu sudah akan dia buka namun tiba-tiba saja, suara tembakan senjata api terdengar di susul dengan suara teriakan. Madison melangkah mundur dan mengurungkan niat. Dia tidak berani berteriak, mulutnya ditutup dengan rapat. Tubuhnya jadi gemetar, dia jadi takut untuk masuk ke dalam apalagi seorang wanita berteriak dengan begitu kencangnya.


"Lepaskan, apa kau sudah gila?" suara yang asing, Madison tidak mengenalinya.


Tidak, dia harus memberanikan diri. Dia tidak boleh selalu terperangkap dengan perasaan takut yang tak akan pernah pergi darinya. Jika dia terus seperti ini, maka dia benar-benar akan terjebak di rumah itu dan membusuk di rumah itu. Madison memberanikan membuka pintu. Rumah yang sangat terang. Pohon natal berada di sisi ruangan, pohon itu terang mendengar dengan lampu warna warni.

__ADS_1


Rumah itu seperti dihuni oleh keluarga yang hangat, suasana rumah bisa dilihat namun pertengkaran yang terjadi di dapur masih saja terdengar. Madison meletakkan pelitanya, kini dia melangkah mendekati dapur. Dua orang wanita tampak sedang bertengkar, sedangkan seorang pria sedang melerai.


Madison berdiri cukup jauh untuk melihat, dia takut ketahuan. Sekarang dia akan menjadi penonton tapi dia justru dikejutkan oleh seorang wanita yang terluka dan berada di atas lantai. Madi melangkah mundur dan kembali menutup mulutnya rapat. Apa suara tembakan tadi adalah tembakan yang telah membunuh wanita itu?


"Kau lihat, dia akan mati!" teriak sang pria yang berusaha melerai pertengkaran yang terjadi.


"Aku tidak ingin membunuhnya!" salah satu dari wanita itu berteriak.


Madison kebingungan karena dia tidak mengerti apalagi tidak ada yang dia kenal sama sekali. Wanita yang terluka di atas lantai itu tidak terlihat wajahnya, pertengkaran mereka pun tidak jelas.


"Sekarang bagaimana?" tanya wanita lainnya.


"Seharusnya kita tidak datang ke tempat ini. Seharusnya kita tidak membawanya padahal kita semua tahu dia psikopat gila!"


"Kita berharap dia akan sembuh tapi dia hampir membunuh kita semua!" teriak si pria frustasi.


"Kita yang bodoh mempercayainya padahal kita sudah mendengar dia membunuh semua anggota keluarganya dan sudah membunuh banyak orang!" teriak salah satu wanita yang tampak ketakutan.

__ADS_1


Mendengar itu Madison terkejut, dia pernah mendengar ini dan dia rasa yang ada di atas lantai tidak asing. Apakah dia bisa melangkah mendekati mereka? Dia sangat ingin memastikan. Sepertinya mereka tidak menyadari keberadaan dirinya, mungkin saja ketiga orang itu memang tidak melihat dirinya oleh sebab itu mereka tidak sadar dia ada di sana.


Madison melangkah dengan perlahan, dia sangat ingin tahu siapa wanita yang ada di atas lantai itu namun belum lagi kakinya menginjak lantai, wanita yang ada di atas lantai untuk mendekat, wanita itu sudah mengambil kapak yang ada di atas lantai dan mengayunkan kapak itu ke arah si lelaki sehingga kapak itu menancap di paha pria itu.


Teriakan kedua wanita itu terdengar, di susul dengan teriakan yang pria. Madison sendiri sampai terkejut dan melangkah mundur melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu.


"Kalian semua akan mati di tanganku, kalian semua akan mati! Ha... Ha... Ha... Ha...!" teriak si wanita yang ada di atas lantai di susul tawanya yang keras.


"Kau benar-benar gila!" kedua wanita itu memukuli wanita yang masih berada di atas lantai itu sedangkan yang pria mencabut kapak yang ada di pahanya.


"Ikat dia, cepat ambil tali!"


Madison hanya menjadi penonton melihat wanita itu diikat dan dipukuli. Wanita itu berteriak saat tubuhnya di tarik pergi. Karena penasaran, Madison mengikuti ketiga orang itu sedang menarik wanita yang sepertinya adalah sahabat mereka. Madison terus mengikuti tapi langkahnya harus terhenti. Madison berteriak dengan keras, melihat pemandangan yang mengerikan berada di depan mata. Bagaimana tidak, beberapa mayat tergeletak di atas lantai bahkan ada bagian tubuh yang terpisah.


Kedua lutut gemetar, sekarang dia tahu sudah terjadi pembunuhan di rumah itu. Madison melangkah mundur dengan perlahan, sial. Ternyata dia berada di rumah di mana sudah terjadi pembunuhan. Semua penglihatan itu seperti menjawab banyak hal.  Madison berlari keluar karena dia takut. Pelita pun dia ambil, dia pasti sudah gila sampai-sampai melihat penglihatan aneh yang sangat sulit di mengerti.


Entah ke mana sekarang dia harus pergi, sekarang dia justru lebih menyukai rumah gelap karena terang menderang seperti itu terasa lebih menakutkan.

__ADS_1


"Sebentar lagi kau akan gila, Madison. Kau akan gila!" teriaknya pada diri sendiri sambil berlari keluar. Madison tidak mau melihat lagi, lebih baik dia pergi namun tanpa sengaja, kakinya justru tersandung sesuatu. Madison terkejut, dia berteriak dan setelah itu tubuhnya jatuh ke bawah dan kepalanya membentur tiang.


Pelita yang ada di tangannya jatuh ke atas lantai. Madison berusaha mengumpulkan kekuatan namun mendadak tenaganya tidak ada. Minyak yang ada di pelita tumpah, Madi berusaha menggapai pelita itu karena dia khawatir api menyambar minyak sehingga menimbulkan kebakaran karena rumah itu terbuat dari kayu dan papan namun belum juga tangannya sampai, kesadaran Madison justru mendadak hilang dan sebelum pingsan dia melihat cahaya kecil dari api pelitanya.


__ADS_2