
Madison benar-benar tidak mengerti dengan keadaan yang sedang dia alami. Hana masih terlihat menangis karena sampai sekarang, dia masih menyesali apa yang terjadi. Memang sejak awal mereka tidak meninggalkan Madison di rumah terpencil itu seorang diri.
Sampai sekarang tidak ada satu orang pun yang bisa menjelaskan pada Madison apa yang sedang terjadi, tidak juga ada siapa pun yang bisa dia tanyakan. Dia benar-benar berada di dunia yang sangat membingungkan. Jawaban dari satu pertanyaan yang sangat dia butuhkan jawabannya adalah, apa yang sebenarnya terjadi?
Madison berusaha mencari tahu, dia kembali berteriak namun mendadak dunianya terasa menjadi gelap. Kegelapan kembali menyelimuti dirinya. Hana dan Jeremy yang dia lihat mendadak tidak dia lihat lagi. Mereka berdua hilang dalam sekejap mata bahkan suara mereka tidak terdengar, bayangan mereka berdua pun tidak ada.
"Hana, Jeremy!" Madison beteriak memanggil kedua sahabatnya. Dia pun berputar di tempat sambil berteriak memanggil kedua sahabatnya yang mendadak hilang dari hadapannya. Ke mana mereka? Hana dan Jeremy tidak sedang bermain sulap, bukan?
"Hana, Jeremy. Tolong jangan tinggalkan aku. Semua ini tidaklah lucu jadi jangan lakukan hal seperti ini padaku!" teriak Madison. Apa yang sesungguhnya dia alami saat ini, dia sungguh tidak mengerti.
Madison mencari kedua sahabatnya di kegalapan yangg tidak memiliki sedikit cahaya sama sekali itu. Dia terus mencari, mencari Hana dan Jeremy tanpa tahu jika kedua sahabatnya juga sedang mencari keberaannya saat ini. Madison tidak tahu karena dia memang dibuat bingung oleh penghuni yang ada di rumah terkutuk itu.
Hana dan Jeremy mencarinya karena semenjak Madison menghubungi Hana saat terakhir kali, Hana sangat mengkhawatirkan keadaan Madison apalagi semenjak itu sudah tidak ada kabar dari Madison sama sekali. Ponsel Madison mendadak tidak aktif, telepon di rumah itu pun mati. Hana berusaha menghubunginya beberapa kali tapi dia selalu gagal. Hana justru mengira Madison marah pada mereka karena perkataan Jeremy oleh sebab itu Madison tidak mengaktifkan ponselnya dan mencabut kabel telepon yangg ada di rumah itu.
Hana mengajak Jeremy untuk kembali melihat keeadaan Madison karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Madison namun saat mereka datang, mereka justru tidak menemukan keberadaan sahabat baiknya itu. Hana pun panik, begitu juga dengan Jeremy. Mereka mencari keberadaan Madison namun sampai saat ini, mereka belum menemukan keberadaan Madison.
Apa yang dilihat oleh Madison adalah nyata. Hana dan Jeremy memang berada di rumah itu. Anjing yang Madison lihat adalah anjing pelacak dari tim khusus yang mereka panggil untuk mencari keberadaan Madison dan pria yang bersama dengan anjing tadi adalah salah satu petugas yang akan mencari keberadaan Madison bersama dengan petugas lain yang sedang melihat peta lokasi.
Beberapa mobil pemadam berada di luar dan tidak jauh dari rumah tersebut. Beberapa mobil polisi pun ada. Mereka akan menyelusuri hutan untuk mencari Madison Clive yang dinyatakan hilang oleh kedua sahabatnya. Para petuas itu curiga jika Madison tersesat karena mereka sudah memeriksa di dalam rumah tapi tidak ada apa pun.
Erick baru saja tiba, dia langsung datang setelah mendengar jika Madison menghilang. Sebagai sahabat Madi yang juga mengantarkan Madiason ke rumah itu, tentu saja dia sangat terkejut dengan berita hilangnya Madison.
"Hana, Jeremy!" Erick berteriak memanggil kedua sahabatnya.
__ADS_1
Hana yang ada di dalam kamar bersama dengan Jeremy segera keluar. Erick memperhatikan mereka dengan tatapan heran karena mereka berdua tampak sedih.
"Kau sudah datang rupanya," ucap Jeremy.
"Aku dengar Madi menghilang, apa benar?" tanya Erick, dia seperti tidak percaya.
"Seperti yang kau tahu, Erick. Saat kami tiba dia sudah tidak ada lagi," jawab Jeremy.
"Sudah berapa lama dia menghilang, Jeremy??" tanya Erick.
"Kami tidak tahu, Erick. Saat aku menghubunginya, ponselnya sudah tidak aktif. Telepon yang ada di rumah ini pun sudah tidak bisa dihubungi bahkan Milo pun tidak ada!" jawab Hana.
"Apa kau yakin dia menghilang, Hana?" tanya Erick yang sedang melangkah menuju kursi lalu duduk di sana.
"Madison melakukan apa pun yang dia mau. Dia bahkan tidak memberitahu kita jika dia sudah terjebak oleh obat-obatan terkutuk itu. Dia datang pada kita saat dia sudah tidak tahan lagi dan mencari dukungan dari kita. Dia selalu melakukan apa pun sesuka hati tanpa mempedulikan kita yang selalu mengkhawatirkan keadaannya. Untuk seorang wanita yang selalu seenaknya itu, apa kau yakin dia menghilang?" tanya Erick. Jujur saja dia ragu Madison menghilang seperti yang dikatakan oleh Erick.
"Madi tidak seperti itu, dia sudah berjanji padaku jika dia akan berubah. Aku percaya padanya jadi jangan berpikri buruk tentangnya!!" ucap Hana.
"Maaf Hana, aku rasa apa yang dikatakan oleh Erickk sangat benar," sela Jeremy.
"Jeremy, kenapa kau jadi memojokkan Madison?" Hana berpaling, menatap Jeremy dengan tatapan tidak percaya.
"Aku bukannya ingin memojokkan dirinya tapi kau tahu jika dia membawa obat terkutuk itu tanpa kita ketahui.Jujur saja aku kecewa padanya gara-gara hal itu, Hana. Dia menipu kita yang sudah memberikan banyak dukungan padanya agar dia berubah. Aku rasa yang dikatakan oleh Erick sangat benar, jangan-jangan Madison tidak hilang!"
__ADS_1
"Dia masih membawa obat itu?" tanya Erick.
"Begitulah, aku benar-benar kecewa padanya. Ternyata dia ingin mengkonsumsi obat itu saat kita tidak ada. Jangan-Jangan dia marah pada kita lalu dia pergi membawa Milo dan meninggalkan barang-barangnya di sini agar kita semua mengkhawatirkan dirinya. Kau tahu maksudku, bukan? Dia ingin mencari simpati dari kita terutaman dirimu!" ucap Jeremy pada Hana.
"Baiklah jika memang hal itu terjadi, tapi ke mana dia pergi? Kita tahu jika Madison tidak memiliki siapa pun lagi karena kedua orangtuanya tidak mau mempedulikan dirinya lagi jadi katakan padku, di mana dia pergi saat ini?" tannya Hana.
"Bisa di mana saja, bukan? Dunia ini luas, dia bisa pergi ke mana saja yag dia mau jadi aku rasa dia sudah pergi dari rumah ini karena dia sudah tidak tahan sendirian. Mungkin dia sudah pergi ke Paris, mungkin saja ke Perancis agar dia bisa menikmati obat terlarang itu sampai puas tanpa kita tahu!" ucap Erickk.
"Benar sekali, jangan katakan kita sedang melakukan hal yang bodoh hanya unttuk mencari seorang pecandu Narkoba yang ternyata sudah pergi jauh dan membiarkan kita mencarinya seorang diri!" Jeremy yang sejak awal sudah sangat kecewa pada Madison membenarkan apa yang Erick katakan.
Hana mengusap tengkuk, apa yang dikatakan oleh Erick bisa saja terjadi dan ada benarnya tapi kenapa dia merasa jika Madison ada di dalam rumah itu dan bersama dengan mereka? Dia merasa jika Madison benar-benar bersama dengan mereka saat ini.
"Bagaimana, Hana. Apa kita harus menghentikan pencariannya?" tanya Jeremy.
"Percayalah padaku, Hana. Jangan melakukan hal yang sia-sia karena Madison pasti sudah pergi yang jauh," ucap Erick.
"Kita lihat saja nanti, aku merasa telah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada Madison. Aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata tapi aku merasa Madison telah mengalami hal buruk selama di rumah ini."
"Apa maksud dari perkataanmu?" tanya Erick dan Jeremy secara bersmaan.
"Entahlah, aku rasa tidak perlu menghentikan mereka untuk mencari Madison. Biarkan para tim pencari itu melakukan pekerjaannya. Kita tunggu saja hasil dari mereka dan jika ternyata tidak membuahkan hasil, maka kita pergi dari sini dan aku akan menganggap apa yang kalian berdua katakan tentang Madison adalah benar dan aku, tidak akan mempedulikan dirinya lagi!!" ucap Hana.
"Kita memang memang harus melakukan hal itu, jangan terlalu baik padanya karena dia tidak pernah memikirkan kita."
__ADS_1
Hana mengangguk, dia akan tetap menunggu hasil dari tim pencari. Jika mereka menemukan keberadaan Madison berarti Madison benar-benar tersesat dan dia harap Madison dapat ditemukan dalam keadaan baik-baik saja tapi jika tidak, maka dia akan menganggap apa yang dikatakan oleh Jeremy dan Erick adalah benar jika Madison sudah pergi dari rumah itu dan sengaja ingin membuat mereka khawatir. Jika memang demikian, maka dia akan memutuskan tali persahabatan di antara mereka dan dia tidak akan pernah mau bertemu dengan Madison lagi.