
Rumah itu terlihat sudah sedikit usang, palang yang ada di atas pintu sudah terjatuh. Beberapa tangga sudah terlihat patah bahkan pegangan yang ada di tangga sudah miring dan hampir roboh. Pepohonan kering yang tumbuh di sekitar rumah masih berdiri kokok, rerumputan yang kering masih terlihat sama. Tidak ada yang berbeda di sekitar rumah itu, selain bangunan yang terbuat dari papan mulai terlihat sedikit rusak.
Beberapa tahun telah berlalu, semenjak kejadian itu tidak ada lagi yang datang ke rumah itu bahkan ada peringatan untuk tidak datang ke rumah itu. Akibat beberapa kerangka yang ditemukan di rumah itu, pihak berwajib menyegel rumah itu. Tali polisi melintang di depan pintu sebagai tanda tidak ada yang boleh masuk dan memang, empat tahun telah berlalu tidak pernah ada satu orang pun yang berani datang.
Hana dan kedua sahabatnya tidak pernah datang lagi semenjak mereka menemukan tubuh Madison. Mereka memang merasa tidak perlu datang lagi di rumah tersebut apalagi sudah disegel. Selama empat tahun itu pula, Madison terjebak di rumah itu tanpa tahu jika dia sudah mati.
Baginya waktu seperti terhenti, kejadian yang terus terulang dia alami sampai membuatnya lelah. Setiap kali dia melarikan diri, dia akan terus kembali lagi dan lagi ke rumah itu sampai membuat Madison tidak mau pergi ke mana pun lagi. Madison tidak mau lari lagi, dia lelah, sungguh lelah sehingga membuatnya pasrah dengan keadaan.
Tidak ada yang pernah tahu dengan keadaan rumah itu, tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalamnya. Rumah yang sudah tertutup lama dan tidak pernah didatangi, mendadak ada yang mengunjunginya hari itu. Sebuah mobil tua berwarna putih berhenti di depan rumah itu, beberapa anak muda keluar dari mobil dan melihat rumah yang terlihat nyaman.
"Apa kau yakin kita boleh berada di sini?" seorang wanita yang keluar kemudian bertanya.
"Tentu saja, kabarnya ada yang meninggal di rumah ini dan ditemukan banyak kerangka manusia," jawab wanita lainnya.
"Tempat ini cocok untukmu yang sedang mencari inspirasi untuk buku misteri yang sedang kau tulis!" seorang pria yang sepertinya sahabat kedua wanita itu berkata demikian.
Mereka datang ke rumah itu karena mereka mendapat kabar apa yang telah terjadi di rumah tersebut dan secara kebetulan, sahabat mereka yang adalah seorang penulis membutuhkan tempat tenang untuk mencari inspirasi untuk cerita misteri yang memang sedang dia tulis.
"Ayo kita lihat!" kelima anak muda yang datang berpencar, mereka melihat sisi rumah itu. Dari jendela yang memang tidak tertutup gorden membuat mereka bisa melihat ke dalam rumah itu. Bekas galian saat tulang belulang di angkat tidak ditutup sehingga membuat tanah-tanah jadi berlubang.
__ADS_1
Suasana seram mulai terasa, apalagi lubang-lubang yang menganga di belakang rumah itu. Kelima anak muda itu kembali berkumpul di depan rumah, sebagian dari mereka terlihat ragu karena takut.
"Apa kau yakin mau tinggal di rumah ini sendirian?" pertanyaan itu dilontarkan pada sang novelis yang sedang mencari inspirasi.
"Tentu saja, tempat ini sempurna. Aku tidak mungkin menemukan tempat seperti ini lagi dengan mudah apalagi aku sedang dikejar waktu jadi aku memilih tempat ini!" jawabnya. Tempat itu sangat cocok menjadi tempat untuk mencari inspirasi, selain tenang, tempat itu juga sangat mendukung dengan tema cerita yang sedang dia tulis.
"Apa kau yakin?" tanya para sahabatnya.
"Sudah aku katakan, tempat ini sangat sempurna untukku mencari inspirasi!"
Entah kenapa rumah itu menarik bagi yang melihat karena rumah itu menawarkan ketenangan dan kenyamanan. Tanpa pikir panjang, garis polisi pun dilepaskan dengan paksa, kelima anak muda itu mencoba membuka pintu yang sudah terkunci selama empat tahun lamanya dengan paksa. Mereka menggunakan alat yang ada namun tidak merusak apa pun.
"Hana?" Madison mengira Hana yang datang namun tidak ada siapa pun yang dia lihat dan dia akan terus terjebak di dalam rumah itu untuk selamanya.
Kelima anak muda itu sudah tidak sabar dan ketika kelima anak muda itu melangkah masuk ke dalam rumah, pada saat itu pula sudah ditentukan jika yang terakhir berada di dalam rumah itu adalah orang yang akan tinggal dan orang itu akan mengalami apa yang Madison alami. Orang itu akan mengalami teror yang terus berulang-ulang seperti yang pernah Madison alami sebelumnya karena iblis Adel sudah mengintai jiwanya.
End.
Thanks ya Guys sudah mengikuti kisah ini dari awal sampai akhir. Pasti banyak yang bertanya, kenapa kisahnya muter-muter aja sih thor? Kenapa Madisonnya mati si thor? Aku jawab ya guys.
__ADS_1
Judulnya, The House yang berarti mengisahkan rumah terkutuk yang menyimpan banyak misteri karena Adel yang telah membunuh teman-temannya dan menjual jiwanya pada iblis.
Kok muter-muter sih Thor? Kenapa? Jawabannya karena Madison sudah mati namun dia tidak sadar oleh sebab itu kejadian yang dia alami di rumah itu akan terus berulang-ulang dan dia akan terus diteror oleh iblis sehingga dia harus terus melarikan diri dari teror iblis sampai Adel mendapatkan jiwanya karena sejak awal dia sudah terperangkap di dalam rumah itu karena kutukan Adel.
Kok Madison dibuat mati sih Thor? Kan tokoh utama. Aku nulis kisah ini terinspirasi dengan film horor luar negeri di mana tokoh utama gak harus selamat apalagi kisah ini sesungguhnya mengenai rumah angker yang didatangi oleh Madison sehingga menjebak jiwanya. Meski Madison tahu apa yang terjadi tapi dia memang sudah terperangkap di rumah itu sejak awal. Sesuai judul The House dan Madison akan terus terperangkap di dalam rumah itu bahkan tokoh baru yang sengaja dimunculkan juga akan mengalami hal yang sama karena kisah ini mengenai rumah angker yang mereka datangi.
Semoga paham ya guys, terima kasih sudah membaca kisah receh ini. Ketemu lagi di kisah horor lainnya, love seempang buaya atau ada yang mau gantiin posisi Madison? Hi... Hi.. Hi..., Adel menunggu guys kalau ada yang mau. Sekali lagi terima kasih sudah mengikuti kisah horor yang aku tulis, next dengan judul Devil In My wife Body yang mungkin akan rilis bulan ini. Aku kelarin Kisah Norman dan Freya dulu yang juga udah mau habis. Semoga kisah-kisah yang aku tulis menghibur kalian, terima kasih.
__ADS_1