
"Tepat sasaran!"
"Kalian memberi dua pilihan Menjebak atau dijebak maka kami lebih memilih menjebak, kalian memberi pilihan menipu atau ditipu maka kami akan memilih menipu,"
"Nokaut merupakan kata dari bahasa Azerbaijani yang artinya tiruan, huh benar benar nama yang buruk,"
"Jadi kini Fooled Or Cheated?"
...****...
"Hahahaha tepat waktu lo datang sebelum di panggil!" seru B-09.
"Bagaimana Scarlett? Bagaimana dengan ciptaan gue yang luar biasa ini?" tanya B-09 pada gadis di atas pohon itu ya Felicia, Felicia yang asli.
Felicia menompat turun dari pohon langsung menyerang B-10, B-07 dan A-08 membuat mereka terjatuh terpelental dengan jauh.
Felicia berjalan dengan santai dengan tangan yang dimasukkan ke saku jaketnya menghampiri Juna dan yang lainnya langsung berada di depan B-09.
"Lama-lama kau jadi gila seperti B-08," ucap Felicia datar, Felicia tertawa lucu,"Prff hahaha kau tau ciptaanmu buruk apalagi dengan namanya, benar-benar buruk."
B-09 mendesis marah mendengar ucapan dari Felicia. "Gadis sialan! Nokaut serang!" seru B-09.
Felicia tersenyum miring mulutnya bergerak mengatakan satu kata yang membuat suasana benar-benar terbalik, "Aktif."
Semua duplikat yang di buat B-09 terdiam membuat pria itu bingung juga anggota DE yang lain, para Nokaut itu berbalik mata mereka berwarna merah.
Felicia berjalan dengan santai berada di tengah-tengah mereka memandang remeh para anggota DE.
"Kalian berniat menjebak kami, tapi tampaknya kalian yang di jebak, ckck," ucap Felicia dengan prihatin Juna dan yang lain tersenyum miring melihat itu semua.
"Serang!" satu kata pinta yang terucap dari Felicia membuat para Nokaut itu bergerak dan dengan lincah menyerang anggota DE.
Felicia dengan santainya duduk menyaksikan itu semua bukan hanya dia Juna dan yang lainnya pun begitu.
"Hahaha kena balasannya mereka, coba aja lawan ciptaan kalian itu sendiri biar kewalahan," cibir Arman.
"Ini menyenangkan, gue suka ngeliat mereka susah gitu," ucap Erland.
"B-07 semangat!" seru Ara pada musuhnya itu.
"Ngapa lo nyemangatin dia sih Ra?" heran Ezar.
"Itu bukan penyemangat kak melainkan hinaan, aku yakin siap ini B-07 akan marah," ucap Felicia menjawab keheranan Ezar.
"Sialan! Kenapa bisa gini sih! Liat saja nanti Fox Lady gue bakal balas lo!" seru B-07 marah.
"B-09 bagaimana bisa jadi begini? Apa apaan ciptaanmu ini, mereka malah menyerang kita?!" tanya B-04 berseru marah.
"Apa yang lo lakuin!" seru B-09 marah pada Felicia.
"Gak melakukan apa-apa tuh cuma memerintah,"jawab Felicia," kalian memberi 2 pilihan menipu atau ditipu maka jawabanku adalah menipu."
"Berhenti!" pinta Felicia membuat para Nokaut berhenti seketika.
"Apa waktu membuat mereka lo gak salah bahan B-09?" ejek El.
"Salah bahan?" desis B-09, "gue gak salah bahan, semua sudah lengkap di tambah darah Scarlett!"
"Nah itu tuh, apa benar itu darah Scarlett atau darah orang lain?" tanya Ryon.
"Apa maksud lo?!" tanya B-09 berseru marah.
Felicia memperlihatkan sebuah botol kecil dengan cairan merah di dalamnya juga sebuah pisau.
B-10 membelalakan matanya ketika melihat itu. " Bagaimana mungkin bukankah benda-benda itu sudah gue kasih sama B-09?"
"Nyatanyakan sekarang itu ada sama Scarlett," balas Alma.
"Jadi, Scar, darah siapa yang lo kasih sama mereka?" tanya Faraz memandang remeh para anggota DE.
"Itu darah dari kucing-kucing aku di rumah," jawab Felicia sambil tersenyum dengan polos.
"Wah jadi kalian dari tadi gak nyadar para duplikat itu menyerang acak kayak kucing marah ya?" ejek Dylan.
"Kasihan baget sih kalian," tambah Tina.
"Sialan!" seru B-09.
Felicia tersenyum licik perlahan wajahnya beruba datar dengan pandangan tajam dan dingin.
"Audric, Brienne, tangkap mereka!" pinta Felicia.
Ntah dari mana datangnya Audric dan Brienne sudah ada di sana sambil menahan tangan B-09 dan B-10, juga beberapa orang berseragam dengan tanda khusus di seragamnya menahan yang lain.
"B-05 selamatkan kami!" seru B-04 ketika melihat B-05 mendekat bersama Dino.
Dengan siap siaga orang yang memakai seragam khusus yang tak menahan anggota DE memasang kuda-kuda.
"Semua aman!" seru Felicia, dua kata itu membuat orang berseragam khusus itu membatalkan kuda kuda dan bersikap hormat.
"Sorry ya B-04, tapi gue datang bukan untuk menolong kalian,"ucap B-05.
"Penghianat bagaimana bisa lo gak tersengat listrik mematikan itu!" seru B-07 dengan marah.
"Jadi Scarlett kita bertemu atau aku harus memanggilmu Master?"tanya B-05 menghiraukan ucapan dari B-07.
"Arsen Gindala, bukankah itu namamu?" tanya Felicia sambil tersenyum.
"Seperti yang sudah saya dengar anda memang cerdas dan...licik," balas B-05
"Audric, Brienne kalian tetap di sini pasukan khusus bawa mereka ke tempat Master Cursed Storm!" pinta Felicia pada pasukan itu, "biar dia yang memutuskan apa yang terjadi pada mereka."
Pasukan itu menganguk paham lalu membawa B-09 dan yang lainnya pergi.
"Dan Creeping Snake bawa Arsen ke markas!" pinta Felicia pada Dino dan diangguki oleh Pria itu.
Tepat setelah Dino dan Arsen pergi Zain, Elyza dan Alan datang bersama Zaeem, Alana, Faiyaz dan Abil.
"Wah Ci parah lo senang-senang gak ngajak ngajak!" seru Zaeem, membuat Juna dan yang lain mengelengkan kepalanya.
"Ngomong-ngomong Fe, gimana ceritanya lo bisa merintah pasukan khusus tadi?" tanya Ryon penasaran.
"Kan udah diizinin oleh Master Cursed storm, Fea kan anggota kesayangan," ucap Felicia.
"Enak ya jadi anggota kesayangan pimpinan," ucap El.
"Terus Fe si ganteng di samping lo siapa?" tanya Tina dengan berbinar melihat Audric membuat Dylan mendengus.
"Ini?" tanya Felicia memandang Audric lalu memeluk pria robot itu, "Kakak baru Fea."
"Wah Fe lo meluk tuh cowok, gue yang jadi kakak lo sebulan aja gak pernah di gituin," protes Arman yang mendapat cibiran dari Felicia.
"Ngomong-ngomong ya Lan, lo gak cemburu?" tanya Abil.
"Gak ngapain juga cemburu sama robot," balas Alan dengan enteng.
"Hah robot?!" tanya Abil, Zaeem dan Faiyaz berteriak kaget.
"Khm, maaf nih kak tapi kakak benaran robot?" tanya Zain langsung pada Audric.
"Ya" jawaban singkat yang di berikan oleh Audric.
"Wah hebat siapa yang ngeciptain robot ganteng kayak gini? Gue juga mau satu," ucap Tina.
__ADS_1
"Minta sama pimpinan sana ini robot dia,"balas Felicia.
"Udah Fe, jadi B-05 lo suruh kemana?" tanya Alan.
"Fe suruh Dino bawa dia ke markas paling di sana dia bakal ketemu kak Bima atau Kak Fiana sama Kak Atha," jawab Felicia.
"Jadi, sekarang lo nahan Audric sama Brienne untuk apa? Ikut ke markas?" tanya Alan.
"Gak, tapi nyuruh mereka ke markas gantiin Fea, Fea capek mau pulang dan tidur dengan nyenyak ," jawab Felicia dengen entengnya.
"Tidur mulu, tidur mulu makanya jangan suka begadang! Uang di rekening kamu berapa sekarang karena ngehacking?" tanya Elyza.
"Gak tau gak nengok Eza mau nengok ya? Aku pastiin uangnya udah banyak bermiliaran," balas Felicia polos namun seperti mengandung kesombongan disetiap katanya.
"Sombong kamu!" seru Elyza agak kesal, "jadi, sekarang kita ke markas?"
"Kan aku udah bilang tadi Audric sama Brienne yang gantiin aku, aku mau tidur," balas Felicia.
"Brienne, Audric kembali jalankan tugas kalian!" pinta Elyza pada kedua robot manusia itu.
"Tapi nona F-," ucapan Brienne terpotong.
"Biar nona kalian yang satu ini aku yang urus," potong Elyza segera.
"Baik Nona kami permisi," ucap Audric dengan sopan.
"Ingat jalankan tugas kalian, Brienne tetap awasi DE! Dan Audric selalu awasi sekitar!" pinta Elyza.
"Siap laksanakan nona!" seru keduanya kompak lalu menghilang seketikan.
"Apa liat liat!" seru Elyza pada Felicia tak kala melihat Felicia melotot kesal padanya ingin melayangkan protes.
"Nah sekarang Fe, lokan jadi pimpinan di organisasi yang lo buat jadi pastinya lo harus tanggung jawab apa lagi mau ngurus anggota barukan," ucap Juna sambil memegang pundak Felicia.
"Eh tapikan-,"
"Alan bawa Felicia pergi ke markas kalian!" pintah Juna pada adiknya itu.
Felicia memandang Juna dengan tatapan protes tak terimanya.
"Eza gimana, gak ikut juga?!" tanya Felicia berseru tak terima.
"Sayangnya Gemini ada urusan sama kami berdua jadi, bye Scarlett," ucap Vina yang berada di samping Arman.
"Semangat kerja Fea," ucap Arman tersenyum.
"Akh kalian penghianat semua!" seru Felicia dengan kesal.
"Udah Fe, lo mau gue gendong atau jalan sendiri?" tanya Alan.
"Balik!" pinta Felicia pada Alan membuat cowok itu berbalik membelakangi Felicia.
"Sekarang jongkok!" pinta Felicia lagi membuat Alan berjongkok, lalu gadis itu segera naik ke punggung Alan membuat Alan refleks berdiri mengendongnya.
"Udah ayo pergi Fea capek jalan," ucap Felicia sambil meletakkan kepalanya di pundak Alan.
Lalu keduanya segera pergi dengan Kuping Alan yang memerah dan meniggalkan Juna juga yang lainya.
"Ckck, percaya sama gue kalau besok Alan bakal senyum senyum gak jelas nanti atau gak sampai besok," ucap Rafan yang ntah dari mana datangnya.
"Juga bakal ada traktiran gratis pastinya," tambah Ray.
"Yes asik!" seru Nuri.
"Kalian datang dari mana? Sejak kapan?" tanya Tina.
"Datang aja sambil jalan, dari tadi juga kami udah di sini," jawab Nuri.
"Jadi, sekarang kita pergi makankan?" tanya Nuri.
Zain, Zaeem, Alana, Rafan, Ray, Abil, Faiyaz, juna, Arman dan yang lainnya memandang Nuri lalu mengelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Nuri dengan polos.
"Gak, gak mungkin, Nuri gemuk? Hah tunggu kiamat datang dulu," ucap Zaeem.
"Hm?"
...****...
Di lain tempat....
"Nah sampai turunin Fea di sofa!" pinta Felicia menyuruh Alan. Dino, Fiana, Bima dan Arsen (B-05) memandang mereka bingung sedangkan Atha dengan susah payah menahan tawa.
"Prffff apa-apaan itu lo jadi babu Fea, prff hahahaha lucu," ucap Atha yang tak bisa lagi mrnahan tawanya.
"Sss DIAM!" seru Alan berdesis kesal membuat Atha terdiam.
Felicia tanpa mempedulikan dua orang yang sudah sering ribut dari pertama masuk itu, pergi duduk di kursi kebesarannya.
"Jadi Arsen, Dino dan Kak Atha kalian gak papa udah ketahuan berhianat gitu?" tanya Felicia pada ketiga orang tersebut.
"No problem Fe, untuk organisasi ini gue rela," jawab Atha.
"Sok baget," ucap Alan dengan kesal pada Atha.
"Lo kenapa sih Lan? Sensi amat dari tadi, marah marah mulu," ucap Atha bingung.
"Gara-gara lo! Tadinya gue senang ada lo gue jadi kesalkan," ucap Alan.
"Oh," ucap Atha cuek.
Alan duduk di sofa dengan kesal, sama seperti Alan, Atha, Bima, Fiana, Dino dan Arsen juga duduk di sofa. Kebetulan juga Bima ada di sana untuk membantu bersih-bersih karena markas mereka bukanlah di WE melainkan di tempat tersembunyi yang tentu tidak di ketahui orang-orang,markas mereka itu sebuah rumah bertingkat yang tentu tidak akan di curugai oleh orang-orang.
apalagi dengan Atha yang tingal di sana dan mungkin juga Arsen, sedangkan Fiana berada di sana karena melakukan pengobatan bersama Atha.
"Lagian untuk apa merasa keberatan jika mereka pasti akan mencari orang baru untuk anggota yang berhianat atau tertangkap mereka pasti akan mencari orang baru," ucap Arsen.
"Ya dan pasti kini Master DE sangat marah dan akan menunjuk orang baru," tambah Dino.
"Dari mana Master DE dengan mudah mendapat orang-orang baru?" tanya Bima.
"Mereka akan menunjuk budak atau mungkin orang yang telah mereka latih dan bisa juga gelandangan ataupun pejabat pangkat tinggi yang penuh ambisi dan dendam," jawab Atha.
"DE...aku bisa membayangkan seberapa menderitanya para budak mereka itu," ucapan Felicia berkomentar. Gadis itu tertawa secara tiba-tiba merasa lucu membuat Alan, Atha, Bima, Dino, Arsen dan Fiana melihat ke arahnya bingung.
"Ini lucu para pejabat atau gelandangan itu pasti akan menyesal kedepannya karena mengikuti DE walaupun ada sebagian yang akan senang di sana tapi tetap saja orang rendah akan dipandang rendah dan yang memiliki kemampuan akan bertahan dan diterima dan selebihnya di buang dan dijadikan budak bukankah DE begitu?" tanya Felicia.
"Scarlett apa tujuan lo sebenarnya masuk ke WE?" tanya Arsen.
"Jangan dijawab Fe!" seru Alan ketika Felicia ingin menjawab pertanyaan dari Arsen.
"Kak Atha teman kakak sama kakak sama aja ya? sama sama nyebalin, jangan nanyain hal itu lagi!" seru Alan dengan dingin membuat Arsen terdiam juga yang lainnya.
"Kalau bukan sekarang kapan lagi aku bisa lepas dari bayangan masa lalu dan menghancurkan DE," ucap Felicia membuat Alan menoleh memandangnya hendak melayangkan protes.
"Tapi Fe kalau nanti lo bilangkan-" ucapan Alan di potong oleh Felicia.
"Apa salahnya kalau aku bilang? menangis? aku gak bakal nangis kali ini lagiankan waktu itu kakak ada di sanakan? kenangan berdarah di malam itu gak bakal bisa terhapus, walau seorang priskologi hebat menghinoptis dengan tujuan menghapus ingatan itupun tidak akan mempan," ucap Felicia.
"kejadian itu tidak hilang dari ingatanku dan tidak pernah hilang percuma waktu itu dokter Anita datang ke rumah," lanjut Felicia.
"Aku masuk ke WE tak punya alasan khusus," ucap Felicia memandang kearah Arsen, Arsen memandang Felicia menatap mata gadis itu dengan bingung karena sulit memprediksikan perasaan gadis itu kini dengan mata yang berubah warna menjadi campur.
__ADS_1
"Di mulai dengan kesalah pahaman waktu itu hingga dengan ajakan bergabung waktu itu, hanya satu hal yang aku pertimbangkan saat ingin bergabung, menambah pengalamanku, balas dendam dan yang utama mencari sebuah kebenaran yang ingin di cari," ucap Felicia tersenyum.
"kebenaran...yang ingin dicari?" tanya Arsen dengan bingung.
"Ya dan baru beberapa kebenaran yang terungkap, tentang siapa pimpinan WE juga tentang permata Scarlett, walau hanya sedikit yang aku ketahui tentang permata itu," jawab Felicia.
"Jadi nama Scarlett itu lo ambil karena mirip dengan permata itu?" tanya Bima.
"Ya, juga dengan sejarah permata tersebut yang merupakan warisan keluarga," ucap Felicia.
"Kak Arsen," panggil Felicia membuat Arsen yang awalnya termenung menjadi sadar.
"Semua yang masuk ke WE memiliki alasan masing-masing, baik itu karena alasan pribadi maupun karena ingin menjadi agen di organisasi itu,
"begitu juga dengan organisasi ini, organisasi ini merupakan organisasi khusus yang akan membantu agen WE kedepannya dan yang masuk organisasi ini hanya orang yang memiliki tujuan kuat yang tidak akan berhianat dan dapat di percaya," ucap Felicia.
"Huh...jadi kak Arsen mau bergabung?" tanya Alan.
"Gak ada salahnya gabung di sini bro,"ucap Atha.
"Ya setidaknya di sini lebih menyenangkan dan lebih adil," tambah Dino.
"Walau anggotanya masih sedikit," ucap Bima.
"Tapi di sini kita keluarga," tambah Fiana dengan senyum hangat di wajahnya.
Arsen hanya diam, tak membalas, tak menjawab, tak menyetujui ataupun menidakkannya.
"Sen gue gabung sama organisasi ini karena gue mau balas dendam tentang apa yang terjadi sama bokap gue," ucap Atha.
"Gue gak ada alasan khusus, tapi yang gue butuhkan adalah perlindungan dan keadilan," ucap Dino.
"Gue ingin balas dendam untuk saudara kembar gue," ucap Fiana.
"Gue pingin balasin dendam keluarga gue," tambah Bima.
"Gue hanya ingin orang yang gue sayang bahagia, dan menghapuskan DE yang merengut kebahagian orang lain, dan gue memang mau jadi agen," ucap Alan acuh.
"Aku mau membalaskan dendam kakekku, keluargaku juga membalaskan dendam WE," ucap Felicia.
"Jadi, alasan lo sekarang apa?" tanya Alan pada Arsen.
"Gue pengen bebas, gue pengen keadilan dan gue pengen balas dendam karena DE udah ngerebut keluarga gue," ucap Arsen dengan binar mata membara, membuat Alan dan Felicia tersenyum.
"Gue harap lo bisa dipercaya kak, Blue Dragon ice itu nama samaran gue di sini lo bisa manggil gue Alan," ucap Alan.
"ZerO bl4de, panggil aja Bima," ucap Bima.
"Creeping snake, lo taukan nama gue Dino kalo perlu panggil kakak, atau apapun gue lebih tua," ucap Dino.
"Hua Mulan, panggil aja Fia mohon maklum kalau gue agak aneh, mental gue masih belum sehat," ucap Fiana.
"Tarsier, lo tau nama guekan dan kalau mau ketawa ketawa aja," ucap Atha.
"Gak nama samaran lo cocok kok," balas Arsen.
"Dan untuk kakak, kakak mau panggilan apa?"tanya Felicia.
"Ravenge," jawab Arsen.
"Balas dendam? Ya lumayan sih tapi terlalu terpendam amarah dendam juga gak baik loh kak," ucap Felicia.
"Iya gue tau, itu cuma nama bukan? Dan tak benar-benar nyata, hanya mengambarkan sikap gue yang suka dendam itu aja," ucap Arsen.
"Sifat buruk, hm ya sudah masuk," ucap Felicia tersenyum pada Arsen walau senyum itu tertutup masker, "sekarang giliran aku yang memperkenalkan diri."
Felicia membuka maskernya tersenyum pada Arsen. "Scarlett, anggota WE Tim RL dan Master organisasi Huriya, Panggil Felicia atau Fea."
" Ya mohon kerjasamanya, Blue Dragon Ice, ZerO bl4de, Creeping Snake, Hua Mulan, Tarsier dan Master S, Scarlett," ucap Arsen tersenyum.
...****...
"Arggg kacau semua! Kalian semua tak becus!" seru seorang pria sambil menyerakkan kertas yang ada di mejanya.
"Master," ucap A-01.
"Siapa? Siapa gadis itu?!" tanya pria yang tak lain adalah Master DE itu berseru marah.
"Scarlett, anggota termuda DE, gadis yang membuat rencana kita selalu menjadi gagal dan kacau," jawab A-01.
"Hah, Hahahahahaha," tawa sang Master mengema di ruangan itu.
"Scarlett nama yang mirip dengan permata merah itu! Bukankah ini menarik?" ucap sang Master bertanya.
"A-01 cari anggota baru saya tak menyangka, gadis kecil ini merebut orang-orangku menjadikannya sekutu dan membuat sebagian masuk ke jeruji besi," ucap sang Master.
"Cari orang yang tidak akan berhianat sebagai anggota baru dan aktifkan listrik pada orang yang di penjara siksa sampai mereka mati!" seru sang Master.
"Baik Master!" seru A-01 lalu pergi menghilang.
"Scarlett? Benar-benar menarik apa ini anakmu atau hanya gadis ingusan yang naif?" ucap sang Master bangkit dari kursinya berjalan membuka gorden memandang keluar.
"Kalau benar ini anakmu, ini merupakan suatu kejutan yang menarik, aku tak menyangka janin yang ingin aku bunuh dulu melalu penghianat mantan B-09 akan menjadi sehebat ini, bagaimana juga dengan kabar wanita itu? aku pastikan dia akan hancur bersamamu," ucap Sang Master.
"Scarlett kita liat saja permainan selanjutnya."
Di saat yang sama di remang remang kerlap lampu klub malam B-08 berbicara dengan seorang wanita.
Juga pejabat yang sedang tersenyum mendapatkan surat dengan mata penuh ambisi.
Wanita licik yang sedang bergembira.
Seorang anak yang di penuhi api dendam.
Pemuda yang penuh ambisi.
Budak yang mengambil jalan untuk bertahan hidup.
Berbagai macam orang dengan karakter masing-masing berkumpul dan hanya beberapa orang dari mereka akan selamat.
Yang lain tinggal memilih menjadi budak atau mati. Tak ada yang akan tau masa depan namun yang pasti ini akan semakin menarik.
Permainannya belum sepenuhnya di mulai, ini baru saja pembukaan dan jalan untuk menuju kemenangan masih panjang.
Rintangan, permainan dan tantangan menjadi pelajaran untuk bisa mengambil langkah ke depannya.
Pilihannya ada dua "Mati di tangan musuh atau membuat taktik perang licik dan menghancurkan musuh"
Kini hanya harus memilih!
^^^Bersambung.... ^^^
4 November 2019
27 Desember 2020
Note:
Jangan lupa coment dan Votenya sampai jumpa minggu depan
See you bye💕
Salam
__ADS_1
Penulismisterius05