
Di remang kerlap kerlip lampu klub malam wanita itu terduduk dengan mabuk.
"Hei! Kasih gue minum lagi!" serunya pada bartender.
"Lo yakin? Lo udah mabuk tuh," ucap si bartender pada wanita itu.
"Terus? Kan gue nanti bayar jadi suka hati gue dong!" seru wanita itu.
Bartender di depannya hanya diam, ia tak bisa membantah ucapan wanita yang kini sedang mabuk itu.
Di balik keremangan lampu diskotik dengan orang-orang yang menari juga seks bebas.
Seorang pria datang menghampiri wanita tersebut duduk di sampingnya sambil memesan minuman pada bartender.
"Kayaknya lo ada banyak masalah deh, bisa ceritain ke gue, mana tau beban lo bisa hilang," ucap pria itu.
"Hah...emang lo bisa bantu gue? Percuma! Lo mau apa?" tanya wanita itu.
"Gue cuma mau minum, juga lo bisa manggil gue Bi," ucap pria yang memperkenalkan diri sebagai Bi tersebut.
"Nama lo aneh," balas wanita itu.
"Ya mau bagaimana lagi semua yang kenal gue manggil gitu," ucap Bi, "jadi, gue harus manggil lo siapa?"
"Panggil gue Darla," jawab wanita bernama Darla itu.
"Ok, jadi, Darla lo punya masalah apa?" tanya Bi.
"Hah, entahlah apa gue harus nyeritain ini ke lo atau gak. Tapi...sekarang gue memang butuh teman cerita," ucap Darla.
"Lo tau gue rasa gue adalah wanita tersial di dunia, keluarga gue hancur, gue dianggap pembawa sial dan pacar gue selingkuh sama saha- oh gak maksud gue si Bic*h," ucap Darla.
Darla memandang kearah Bi. "Cerita gue bakal panjang, lo masih tetap mau dengarinkan?"
Bi mengangguk sebagai jawaban, Darla mulai menceritakan segala keresahan yang terjadi padanya kepada Bi.
"Tapi lo tau?" tanya Darla memotong ucapannya, membuat Bi menoleh pada wanita itu, "satuhal yang baru gue sadari, gue punya sisi lain."
Bi menyeringai mendengar tuturan Darla. "Maksud lo?"
"Lo taukan, hm kepribadian ganda, Dissociative identity disorder (DID)," ucap Darla.
Bi meminum minumannya, sejanak keheningan menyerbu.
"Jadi Dar, lo lebih suka yang mana? Lo yang sekarang atau kepribadian ganda lo?" tanya Bi.
"Gue suka sisi lain dari diri gue," ucap Darla.
"Ok keinginan lo akan gue kabulkan," ucap Bi sambil menyuntikan sesuatu pada Darla.
Darla sedikit terguncang matanya tertutup, Bi memandang wanita itu, perlahan mata Darla kembali terbuka.
"Jadi, Dar, apa yang lo rasain? Dan apa yang lo inginkan?" tanya Bi.
"Hahahaha ini luar biasa!" seru Darla tertawa jahat, "oh, hai Bi terimakasih dan keinginan gue adalah membunuh. Jadi, apa yang bisa gue lakuin?"
"Senang aja, lakuin perintah gue maka keinginan lo akan terkabulkan," ucap Bi.
"Baiklah, Lo tau gue suka darah jadi membunuh akan menyenangkan," ucap Darla dengan senyuman kejam di wajahnya.
...****...
Seminggu setelahnya.
Di markas Huriya....
"Hai hai hai! Felicia datang!" seru Felicia sambil memasuki rumah bertingkat itu.
"Oh hai Fe, lo datang tepat waktu bisa pisahin mereka gak?" tanya Dino ketika melihat Felicia datang.
Felicia melihat ke arah Atha dan Arsen yang kini sedang adu mulut, ya bertengkar ntah karena apa.
"Mereka kenapa?" tanya Elyza pada Dino.
Dino mengangkat bahu sebagai jawaban karena dia juga baru sampai di sana.
"Sialan lo memang keras kepala baget!" seru Arsen.
"Lo yang keras kepala!" seru Atha.
"Lo!" seru Arsen.
"Lo!"seru Atha tak mau kalah, dan pertengkaran berlanjut dengan saling menyalahkan tanpa ada yang tau masalahnya.
"Oh hai! Assalamualaikum!" ucap Felicia berada di tengah-tengah mereka.
"Wa'alaikumsalam," jawab keduanya kompak.
"Jadi masalahnya apa?" tanya Felicia.
"Ini nih Fe si At-,"
"Ok Fea ngerti, dari pada kalian kelahi mending kita latihan aja, ayo!" seru Felicia memotong ucapan Arsen.
"Yailah, gue kira dia mau nyelesain tadi," ucap Dino diangguki Elyza.
"Oh ya ngomong-ngomong ya Fe, Alan gak ke sini?" tanya Atha.
"Gak tau dan peduli amat ayo ke tempat latihan, kalau tentang Kak Bima sama Kak Fia sih mereka nyusul nanti," ucap Felicia lalu dengan riang pergi menuju tempat latihan mereka.
Atha, Arsen, Dino dan Elyza hanya mengikuti di belakang.
2 jam kemudian....
Suara letukan senjata mengema, peluru dengan cepat melesat menuju tempat sasaran namun naas tak mengenai titik merahnya.
"Yah meleset lagi," ucap Atha.
"Huh gitu aja gak bisa, coba sini, gue pasti kena nih," ejek Arsen.
Arsen membidik target, langsung menembak dan sayangnya juga tak mengenai titik merah target yang di tentukan.
Suara letukan senjata lagi-lagi terdengar, peluru dengan cepat melaju dan plas tepat sasaran mengenai titik merah target.
__ADS_1
"Yes! tepat sasaran!" seru Fiana bersorak senang membuat Arsen dan Atha tak percaya.
"Huh masa kalian kalah sama kak Fia sih, cemen baget," ejek Elyza.
"Eh bocah! emang lo bisa apa?!" tanya Arsen berseru kesal.
"Bisa dong! Nih liat ya," ucap Elyza.
Elyza menyeringai melepas pelatuk pistol dan suara letukan senjata terdengar kembali, peluru tertembak tepat pada sasaran.
"Lah, loh, kok bisa?!" tanya Arsen dengan kaget.
"Ya bisalah, Elyza gitu loh!" seru Elyza dengan sombong.
"Kalian aja sih yang gak bisa, wakil Master kok dilawan," komentar Bima.
Felicia hanya mengelengkan kepalanya lalu duduk diikuti Fiana dan Dino membiarkan Elyza, Arsen, Atha dan Bima adu mulut.
"Gimana dapat infonya?" tanya Felicia ketika melihat Alan datang dan berjalan menghampirinya.
"Hm, ya," jawab Alan dengan singkat.
"Ok semua ngumpul!" seru Felicia membuat adu mulut Elyza, Arsen, Atha dan Bima terhenti dan langsung berkumpul.
"Kalian tau berita yang baru-baru ini kan?" tanya Felicia.
"Tentang pembunuhan yang di lakukan oleh orang yang memperkenalkan diri sebagai Masked Woman itu?" tanya Fiana balik.
"Iya jadi sekarang misi kita itu mencari informasi tentang Masked Women ini," jawab Felicia.
"Jadi, masing-masing kita harus nyari tau tentang dia?" tanya Arsen.
"Ya kalau kalian gak mau dapat uang sih, jangan di cari," jawab Elyza.
"Jadi kalau kita dapat informasi kita bisa dapat uang gitu?" tanya Atha dengan berbinar mendengar kata uang.
"Lebih kurang sih gitu, organisasi kita sama kayak WE, bedanya di sini kita hanya mencari informasi dan kalaupun menyerang itu kalau ada aba-aba," balas Elyza.
"Jadi, Kak Alan gak ada yang ngikutin Kakak ke sini kan?" tanya Felicia pada Alan.
"Gak ada, walau sempat sih Zain sama yang lain ngikut tapi bisa ngindar," jawab Alan.
"Terus informasinya gimana?" tanya Elyza.
"Seperti namanya Masked Woman, Wanita Bertopeng, dia adalah wanita dan gue rasa ini ada kaitannya dengan rencana B-08," jawab Alan.
"Salah satu murid sekolah gue pernah dengar kalau Masked Women ini sering beroperasi pada tengah malam dan korbannya saling berkaitan," jelas Alan.
"Jadi sepertinya B-08 memanfaatkan orang yang memiliki dendam," ucap Bima menyimpulkan.
"Sepertinya memang begitu," jawab Elyza.
"Itu benar tapi rencana B-08 hanya ingin membuat kekacauan dengan memanfaatkan wanita itu," ucap Felicia membuat semua memandang arahnya.
"Seperti wanita ini memiliki 2 kepribadian Fea yakin tak ada yang tau identitas dia yang sebenarnya karena di waktu pagi, siang, menjelang malam ia akan menjadi sosok yang tidak seperti malam waktu ia membunuh," jelas Felicia.
"Kak Alan, cuma informasi itu yang Kakak temukan? Gak ada yang lain?" tanya Felicia.
"Ok semuanya jadi tugas kita sekarang yang pertama mencari siapa korban yang telah terbunuh dan Tkpnya," ucap Felicia memberi perintah.
"Siap, laksanakan!" seru Bima, Fiana, Dino, Arsen dan Atha kompak.
"Dan untuk tugas yang diberikan pemimpin pada kalian jangan lupa karena itu akan menjadi bonus untuk kalian," tambah Felicia.
"Untung lo ingatin Fe, gue rencana mau laksanain hari ini, nangkap penjahat," ucap Dino menyeringai licik.
"Bagus, waktu lo pergi gitu bawa anak lo ke sini Kak, gue mau main sama anak lo," ucap Atha.
"Gak boleh! Nanti anak gue lo apa apain lagi," sinis Dino.
"Yailah gak bakalan. Emang lo gak kasihan sama si Fia liat matanya bebinar gitu," ucap Atha menunjuk Fiana dengan dagu.
Dino langsung melihat kearah Fiana yang ternyata dengan mata yang benar-benar bebinar dan berharap.
"Jadi, lo gak ngajak Febi ke sini Kak?" tanya Fiana dengan nada kecewa.
Dino menghembuskan nafasnya gusar. "Ah iya deh, iya gue bawa ke sini."
"Istri lo gimana Kak?" tanya Arsen membuat Dino melotot padanya.
"Ngapain lo nanya-nanya istri gue!" bentak Dino.
"Slow Kak gue cuma nanya kok," balas Arsen.
"Nah, Kak gimana kalau bawa Kak Dina ke sini juga," usul Fiana.
"Yaudah," balas Dino.
"Beh, kalau Fia di iya iyain, kita mah apa di bentak mulu," ucap Atha diangguki Arsen.
"Ya lo berdua kalau ngomong suka mancing emosi tau," ucap Dino.
"Udah ah gue pergi aja lama-lama keki gue liat kalian," lanjutnya lalu berlalu pergi.
Bima melihat ke arah jam yang ada di tangannya. "Gue juga harus pergi nih ada urusan di kantor."
"Kak Bim jangan lupa info tentang perusahaan kasih ke kami!" teriak Elyza ketika Bima berjalan pergi.
"Sip tenang itu, sekretaris gue bakal kirimin nanti," balas Bima sebelum benar-benar menghilang.
"huh....jadi kita gimana?" tanya Atha.
"Ya kerja! Kak Arsen ada tugas di cabang kan cepat sana pergi selesain tugasnya!" pinta Elyza.
"Yaelah nih bocah main merintah aja lagian kenapa juga harus bikin perusahaan segala sih," ucap Arsen malas.
"Oh, gitu ya ok sip uang Kakak gak bakal ada bulan ini," ucap Elyza.
"Bagus Ly, kasih aja uangnya ke gue," ucap Atha yang setuju dengan ucapan Elyza.
"Eh kok gitu sih Ly, yang benar aja masa gue kerja gak di gaji sih!" seru Arsen gak terima.
"Ya makanya cepat sana pergi!" bentak Elyza membuat Arsen dengan koncar kancir segera pergi.
__ADS_1
"Ok, Fi ayo kita terapi lagi!" ajak Atha.
"Wah tha cuaca kayaknya bagus minum teh yuk," ajak Fiana sengaja mengalihkan topik.
"Gitu terus ya gitu, gak usah sembuh sekalian," sindir Atha yang dibalas cengengesan dari Fiana.
"Udah ayo aja ngapa," ucap Fiana merangkul tangan Atha lalu keduanya segera pergi dan menghilang.
"Ya tinggal kita bertiga dong," ucap Elyza.
"Oh gak kalian berdua aja Fea mau tidur bab bye," ucap Felicia pada Alan dan Elyza.
Alan segera menahan Felicia membuat langkah gadis itu terhenti.
"Sebentar kayaknya ada orang yang harus jelasin sesuatu kan?" tanya Alan.
"Haha jelasin apa ya?" tanya Felicia sambil tertawa sumbang.
"Lo gak papa kalau bikin perusahan nama sama kayak organisasi ini, gimana kalau ada yang tau?" tanya Alan menatap tajam Felicia.
"Kak Al gini ya, nama perusahannya kan cuma H dan perusahan itu bergerak di bidang perhotelan, restoran, kedokteran dan juga properti jadi mana ada yang tau. Lagian ini juga untuk menambah pemasukan," jelas Felicia.
"Ngomong-ngomong ya Fe, Kak Bimakan lagi gak ada sekretaris. Gimana caranya dia ngasih laporan ke kita?" tanya Elyza.
"Eza, kamu kok jadi oon! YA TELPON SANA!" teriak Felicia membuat Elyza gelagapan segera mengambil handphonenya sedangkan Alan hanya mengelengkan kepalanya.
Atha dan Fiana yang sedang di dapurpun mendapatkan rasa kaget karena teriakan mengelekar dari Felicia.
begitulah hari itu berakhir dengan teriakan mengelekar dari Felicia, Scarlett si Master S.
Dan ya setelah adanya Organisasi Huriya, Felicia membuat perusahan H Grup perusahan yang di dukung oleh Ayahnya juga perusahan terkenal dari orang yang ia kenal.
Dengan Bima menjadi Direktur di bidang properti dan Fiana yang menjadi sekretarisnya, Atha di bidang kedokteran, Arsen di bidang restoran dan Dino di bidang perotelan, dengan Master yang belum di ketahui ( Felicia) sebagai Ceo utama, pemilik perusahaan.
...****...
Desiran angin malam berhembus menusuk kulit. Jam menunjukan pukul 00:00 tengah malam. Suasana malam itu amat mencengramkan di dalam hutan lebat dan gelap.
"Hosh...hosh...hosh...tolong! Siapapun tolong gue!" seru pria itu berteriak ketakutan.
"HAHAHAHHAHAHAHAHHAHA...." suara tawa keras itu terdengar nyaring dan mengema dari wanita yang memakai topeng.
"Lo gak bakal bisa kabur! Emang siapa yang akan nolong lo di hutan kayak gini!" seru wanita itu.
"So-sorry kalau g-gue pernah nyinggung lo please lepasin gue," mohon pria itu dengan ketakutan.
"Oh, ok ok gue maafin lo..." ucap wanita itu sengaja di potongnya, "tapi lo harus mati dulu baru gue senang!"
Senyum priskopat terukir di bibir wanita itu, dengan cepat pisau yang di pegang wanita itu mandarat ke perut lalu perlahan bergerak naik hingga wajah pria itu.
"ARGGG!!!!" teriakan kesakitan yang bisa membuat orang yang mendengarkan menjadi takut, kaget dan ngeri secara sekaligus.
Darah bercucuran keluar, bau amis tercium. Di balik topengnya mata wanita itu memperlihatkan kesenangan dengan senyum dan tubuh yang terkena darah.
Pria tadi di tusuknya tanpa ampun, matanya di keluarkan dengan organ tubuh yang tampak, di bongkar, membiarkan darah mengalir hingga pria itu tewas.
"Ky-" teriakan tertahan dari balik pohon membuat wanita bertopeng tadi menoleh.
Orang yang balik pohon itu bersembunyi menutup mulutnya dengan wajah pucat ketakutan.
"Wah lihat siapa ini si Bic*h tak tau diri! Lo melihat semuanya kan? Jadi lo juga harus mati bersama pacar lo yang lo rebut dari orang lain," ucap wanita itu sambil menyeringai menyeramkan.
"Gu-gue mohon lepasin gue, please...g-gue gak b-bakal bilang sama siapapun gue janji," ucap orang tadi dengan ketakutan memohon.
"Oh, Ok lo mau gue lepasin ya?" tanya wanita itu mengangguk angguk.
Wanita bertopeng tadi memegang rambut orang yang bersembunyi tadi membuat orang itu menjerit kesakitan.
"Arkh! Sakit!" teriaknya.
Wanita bertopeng tadi tambah kasar menarik rambut orang tersebut dan mementurkan kepalanya ke pohon dengan keras.
"Kya! Lepas sakit!!" jerit kesakitan orang tadi.
"Wah, sakit ya gitu juga rasa sakit gue yang lo bodohi!" seru wanita bertopeng tadi.
Wanita itu terus membenturkan kepala orang tadi kepohon hingga orang itu tewas dengan darah yang mengalir di kepalanya juga di pohon tempat ia di benturkan tadi.
"Cih, gak seru mudah banget matinya," ucap wanita itu.
Wanita tersebut menyeret orang tadi dengan menarik rambutnya dan meletakkannya dekat pria tadi.
Wanita bertopeng segera menusuk-nusuk tubuh orang tadi sama seperti yang ia lakukan kepada pria tadi.
"Sentuhan terakhir," ucapnya sambil mengukur sesuatu di tangan kedua orang itu.
Di tangan mereka, wanita itu mengukir tulisan MW, dengan menguliti sedikit daging korbannya.
"Yes, MW, Masked Women, apakah lo bisa nemui gue dan nangkap gue nantinya Scarlett?! Gue nunggu kejutan dari lo!" seru Wanita itu berdiri dengan senyum jahatnya melangkah pergi.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!! BALAS DENDAM, MEMBUNUH!! DARAH MERAH DAN KEMENANGAN!! HAHAHAHAHAHA!!!!"
^^^Bersambung.... ^^^
12 November 2019
27 Desember 200
Assalamualaikum hai semuanya! Apa kabar?
Gimana dengan part kali ini seru?! Atau biasa aja?
Silakan commen dan berikan Votenya ya....
See you Bye~
Sampai jumpa di part berikutnya....
Wassalamualaikum Wr. Wb
Salam
Penulismisterius05
__ADS_1