
Kemacetan kota melanda, keadaan di dalam mobil itu hening tak ada yang bersuara sedikitpun, mereka larut dalam pikiran masing-masing.
"Master apa Masked Women memang harus kita lepaskan begitu saja?" tanya Ryung memecahkan keheningan.
"Aku tak pernah melepaskannya, aku hanya memberinya kesempatan," jawab Felicia sambil memandang keluar jendela.
Sudah sekitar setengah jam dan urusan mereka dengan Dilla selesai tidak itu belum selesai sama sekali namun untuk siang ini Felicia melepaskannya, ia memberikan kesempatan pada wanita itu untuk berpikir.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan mereka tiba di gerbang rumah milik Asher dan yang lainnya tempat Razi dan Ryung tinggal.
"Lo gak mampir?" tanya Razi setelah ia juga Ryung keluar dari mobil.
"Ngak, masuk aja kalian butuh istirahat, kerja bagus untuk hari ini," ucap Felicia pada keduanya.
"Tapi yang ngendarain mobilnya nanti siapa?" tanya Ryung heran.
"Menurutmu? Ingat istirahat karena besok mungkin bisa menjadi hari yang panjang," ucap Felicia sambil tersenyum lembut pada kedua cowok itu. Sejenak Ryung dan Razi tertengu dengan senyum itu.
Felicia kini merubah posisi, kini ia duduk di bangku pengemudi, ia memandangi Razi dan Ryung dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kalian hebat hanya perlu berlatih sedikit lagi, aku jamin jalan kalian untuk menjadi agen WE akan tercapai, aku akan yang akan menjadikan kalian seorang agen," ucap Felicia masih dengan senyum hangatnya.
"Razi, Ryung setidak jangan memanggilku dengan embel-embel Master, panggil aku seperti yang lainnya Fea," ucap Felicia.
"Kalau begitu panggil juga kami Kakak! Kami lebih tua darimu!" seru Ryung mendapat singkutan dari Razi.
"Tentu, kalau begitu aku pamit," ucap Felicia sambil terkekeh dan berpamitan.
Ryung dan Razi memandangi kepergian Felicia hingga mobil gadis itu tak lagi tampak di mata.
"Hei Raz, bagaimana menurutmu tentang Masked Womem?" tanya Ryung.
"Entahlah yang pasti kini ia sedang memikirkan keputusan," jawab Razi lalu pergi masuk kedalam rumah diikuti Ryung di belakangnya.
Di tempat lain...
Dilla terdiam ucapan Scarlett, ya ia terdiam karena pilihan yang di berikan Felicia, terngiang di kepalanya.
"Lo gue kasih kesempatan mau bergabung dengan gue atau pergi kebalik jeruji besi?!"
"Lo tinggal pilih gabung dengan gue dan lo selamat atau mendekam di jeruji besi selama 20 tahun or seumur hidup?"
"Lo gue lepasin kali ini, lo boleh ngelakuin aksi terakhir lo hari ini, lo bebas,"
"Aksi lo gue tunggu, gue bebasin gue beri pilihan lo nyiksa korban lo yang terakhir tapi tidak membunuhnya maka gue anggap lo setuju bergabung atau lo bunuh korban lo, maka selamat mendekaplah di jeruji besi,"
Pikiran itu berputar dikepala Dilla ia tak mempedulikan darah yang mencucur di bahunya akibat tusukan pisau dari Felicia. Satu hal yang membuat Dilla kini gundah.
"Kenapa? Kenapa lo gak bunuh gue aja! Kenapa lo malah ngasih gue kesempatan?! Kenapa kalau lo gak mau ngebunuh dengan mengotori tangan lo kenapa lo gak nyuruh anak buah lo! Kenapa?!" seru Dilla bertanya.
"Andai hukum membolehkan membunuh, pasti aku akan membunuhmu, namun tidak karena aku tak suka memiliki banyak musuh, dari pada musuh aku lebih menerima sekutu," ucap Felicia yang menjadi agak melunak.
"Dilla, tak ada yang namanya orang jahat, jika saja mereka mempercayai kalau membunuh salah, kalau dendam dan iri tiada gunanya, menusuk tak ada gunanya, berbohong, menfitnah, ingkar dan sebagainya jika saja mereka tau itu semua tiada gunanya, maka di dunia ini hanya akan ada orang baik,"
"Namun tidak, karena dunia tak membutuhkan orang baik saja, orang jahatpun kadang di perlukan, keseimbangan yang di perlukan adalah keseimbangan."
"Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti kau pernah mendengar ungkapan itu? Dan itu persis seperti dirimu namun jika saja kau kuat dan tak termakan hasutan kau akan menjadi hebat, Kau bukanlah psikopat kejam karena psikopat tak memiliki hati sedangkan kau, kau memilikinya, dalam dirimu bukan hanya ada 1 orang namun 24 orang, 24 kepribadian, aku tau semuanya."
Menangis, itu yang bisa di lakukan oleh wanita itu, ia sedikit meringis dan memandangi bahunya, ia mengambil kotak obat.
"Darla tangani ini, kau tau aku bisa saja tambah melukai tubuh kita," bisik Dilla.
"Ya ini tubuh kita, kita orang yang sama walau memiliki 24 kepribadian," ucap Dilla bukan namun Darla ya Darla.
Wanita itu mengobati lukanya dan sebelumnya ia juga izin pada orang kantor bahwa ia tak akan kembali dengan alasan kepalanya sakit.
Darla memandangi pakaian MW dan topeng full face itu, ia tersenyum tak kala mendapati sebuah kertas dengan nomor ponsen di sana.
"Scarlett," ucapnya sambil tersenyum.
:)
Angin malam berhembus jam tepat menunjukan pukul 12 malam, semuanya di mulai dan ini akan menjadi keputusan akhir. Tubuh pria itu di penuhi luka karena cambukan yang di berikan wanita yang memakai topeng, wanita itu meletakkan pria tersebut di tengah hutan tempatnya biasanya beraksi. Bunyi langkah kaki terdengar di telinga wanita itu, ia tersenyum sedari tadi ia menunggu sang pemilik langkah kaki itu.
"Hai Scarlett kita bertemu lagi," ucapnya pada gadis yang memakai masker dan hoodie tudung yang menutupi dirinya, ya Scarlett itu berarti Felicia, gadis itu datang untuk menepati ucapannya.
"Kau telah mengambil keputusan yang tepat Masked Women, aku menyukainya, jadi bisakah kau bersembunyi di balik pohon terlebih dahulu?" tanya Felicia yang mungkin lebih cocok menjadi perintah.
Wanita tadi mengangguk ia bersembunyi di belakang pohon tidak namun di atasnya karena ia menganggap itu lebih aman.
Bunyi suara mobil polisi terdengar, beberapa polisi keluar dari sana.
"Scarlett mana Masked Women apa dia kabur?" tanya polisi yang memimpin.
"Maybe? I don't know, lebih baik kalian segera membawa korbannya, dia masih hidup," ucap Felicia segera di angguki oleh polisi tersebut.
Tak lama mobil Ambulan juga terdengar segera ia membawa korban ke rumah sakit, Felicia tinggal di sana karena dia memang meminta tinggal.
Wanita tadi Masked Women, Dilla ia turun dari pohon dan menghampiri Felicia. "Terima kasih banyak atas kesempatan yang telah anda berikan, anda lebih muda dari saya namun anda bisa bersikap dewasa," ucap Dilla membuat Felicia tersenyum.
"Baik Dilla sepertinya ada yang harus kita selesaikan malam ini," ucap Felicia tersenyum. Felicia beranjak pergi di ikuti Dilla di belakangnya.
'Congratulations on joining the Huriya organization, a place of freedom. Hi Masked Women, happy with you,' notifikasi yang tersebar pada handphone para anggota Huriya dan sepertinya Felicia harus siap dengan pertanyaan yang akan di lontarkan oleh anggota Huriya besoknya.
"Sial! Kenapa bisa begini! Aku gagal lagi!" seru B-08 sambil mengebrak meja yang ada di depannya.
"Jika Master mengetahuinya kau akan mati B-08," cibir B-03 yang masih fokus memainkan handphonenya.
"Hai B-08 bagaimana jika aku yang urus kali ini, aku ingin bersenang-senang!" seru pria berkode B-09, anggota baru yang menggantikan B-09 sebelumnya.
"Aku tak ingin gagal dan berakhir menyedihkan lagi!" seru B-08.
"Wow tenang lah, lagi pula biarkan aku bersenang-senang dan mencari mangsa sendiri dari pada mengambil korbanmu untukku jadikan mainan," ucap B-09.
B-08 mendengus kesal. "Baiklah kau boleh bermain," ucap B-08 membuat seringai keji tercetak di wajah.
"paling juga gagal, mereka masih mau melawan gadis kecil itu padahal aku sangat enggan," gumam B-03.
\*\*\*\*
Felicia keluar dari ruangannya sambil membawa setumpukkan berkas membuat Dylan, Ryon, El dan Faraz yang sedang duduk santai sambil memakan cemilan tersentak kaget.
"Lo dari kapan di sini Fe?" tanya El mewakili ketiga temannya.
"Dari malam tadi, nginap di sini," jawab Felicia.
Felicia berlalu pergi meninggalkan 4 pria yang sedang berpikir, apa kedua orangtua gadis itu tidak khawatir? Namun, berkas tadi apa?
"Udah selesai ya Fe," ucap Juna yang datang dengan muka bantalnya dan langsung mengambil berkas yang berada pada Felicia.
"Kalau masih ngantuk gak usah datang dulu, nanti ngerepotin," ucap Felicia membuat Juna berkacak pinggang.
"Hei, bocah! Kalau bukan karena lo gue juga gak bakal ngantuk, salah lo juga ngapa lo ngaduin gue kenyokap gue sih kan payah gue buat dia tenang," ucap Juna kesal.
"Ya sapa suruh pergi ke klub malam," ucap Felicia cuek.
"Wah parah lo Jun, jadi lo ketahuan sama nyokap lo!" seru El.
"Prff kasihat gue ngeliat lo Jun," ucap Ryon.
Ryon, El, Faraz dan Dylan tak bisa menahan tawanya mereka terbahak keras menyayangkan kesialan sang kapten tim.
"Diam lo, kalau gak awas aja nanti!" ancam Juna membuat keempatnya terdiam seketika.
"Udah ah dari pada mageran sama kalian mending Fea pergi aja, bab bay," ucap Felicia dengan datar.
"Kak Jun jangan lupa sama berkasnya capek tau bikinnya," ucap Felicia dan langsung pergi begitu saja.
"Gak ada sopan-sopannya ya tuh anak, gak pamit dulu," sebal Dylan.
"Ampun deh! Gue lupa!" seru Juna membuat Dylan, Faraz, Ryon dan El memandang heran dirinya.
"kan memang betul Jun lo udah tua makanya suka pikut," hina Ryon membuat Juna mendelik kesal.
"Diam sialan, gue masih dua puluan kali!" delik Juna.
"Jadi lo lupa apa Jun?" tanya Faraz menghentikan pertengkaran yang mungkin saja akan terjadi.
"Gue lupa bilang sama Fea ada data yang harus dia periksa katanya penting dan sangat rahasia," ucap Juna.
"Yaelah bambang ngapain lo pusing tinggal chat dia aja selesaikan," ucap El sambil menyuapkan cemilan kemulutnya.
"Iya juga sih," ucap Juna.
Juna mengambil handphonenya yang baru saja berdering menampilkan nama Tina di sana.
Juna mengangkat telpon tersebut tumben bangetkan si Tina nelpon biasanya kalau ada perlu sama yang lain juga.
"Ya hallo-,"
__ADS_1
"Jun pergi ke sini cepat di jalan xxxxx, kasus baru!" seru Tina yang memotong ucapan Juna.
"Kasus apaan?" tanya Juna heran pasalnya tak ada misi atau suruhan untuk menyelesaikan kasus yang di berikan.
"Gak usah banyak tanya buruan deh! Bawa El, Ryon, Faraz sama Dylan sekalian kita butuh banyak orang di sini," ucap Tina, "Cepat Jun ini darurat!" serunya sebelum telponnya benar-benar di tutup.
"Darurat?" gumam Juna heran.
"Oke guys ayo pergi, katanya ada kasus, cepat darurat soalnya," ucap Juna sambil mengambil jaket kulitnya.
Dylan, Ryon, El dan Faraz memandang Juna heran kasus darurat apa yang sebenarnya terjadi. Pertanyaan demi pertanyaan timbul dalam benak mereka namun tak ayal mereka langsung mengikuti Juna pergi.
Di sisi lain....
"Nah Kak Darla ini akan menjadi tempat tinggal Kakak," ucap Felicia yang keluar dari mobilnya bersama Darla.
Darla memandang takjub rumah bertingkat mewah yang ada di depannya, dia tak pernah membayangkan akan tinggal di sini apalagi dengan halaman seluas tadi yang membutuhkan 20 menit untuk sampai di depan rumah dan itu hanya karena halaman.
"Wah, jadi ini juga rumah bukan hanya markas?" tanya Darla membuat Felicia terkekeh.
"Ya di sini nantinya juga ada ruang rahasia sebagai tempat latihan juga ada tempat berkumpul," ucap Felicia.
Mata Darla terpejam, jantungnya berdetak beberapa detik kemudian ia membuka matanya dengan binar seperti anak kecil dan itu berarti kepribadian childrennya keluar.
"Wah ini mewah, aku tak pernah bermimpi akan tinggal di sini, apa di sini ada coklat? Makanan manis? Apa semua ada di sini? Oh iya aku Dara," ucap wanita itu dengan riang benar-benar seperti anak kecil.
"Baiklah Dara ayo kita masuk kedalam," ajak Felicia sambil terkekeh.
Dara dengan berbinar langsung mengandeng Felicia agar ikut masuk, benar-benar seperti anak kecil yang berumur 5 tahun. Yang menarik ibunya dan mendekati hal yang dia suka.
Dara terkagum-kagum melihat isi rumah lebih tepatnya markas Huriya.
Dan tepat saat itu Atha dan Arsen datang dengan muka bantal mereka karena baru bangun tidur.
"Hei Sen tidur lagi yuk kita belum bangun masa gue liat ada cewek cantik di sini," ujur Atha pada Arsen.
"Iya sama Tha tapi ngomong-ngomong kok gue juga ngeliat si Fea ya," heran Arsen.
"Bagus ya bagus jam segini baru bangun! Kalian tadi malam mabukkan!" marah Felicia sambil mencubit lengan kedua pria itu.
"Akh- Tha kayaknya kita gak mimpi deh," ucap Arsen.
"Iya Sen nyata gini juga," ucap Atha sambil meringis dan mengusap tangannya yang di cubit Felicia.
Felicia memutar bola matanya malas, ia berjalan dan duduk di sofa yang telah ada Dara di sana, memakan makanan manis yang baru saja di antar oleh Magaret pelayan rumah tersebut yang telah di pilih langsung oleh Elam dan ngomong-ngomong walau Magaret ini sudah berumur 50 tahunan di jago beladiri loh soalnya di merupakan mantan agen, bawahan Elam dulu.
"Gimana Non kuenya enak?" tanya Magaret pada Dara.
"Enak Ni, Dara suka," ucap Dara seperti anak kecil.
Arsen dan Atha yang awalnya beradu mulut lebih tepatnya berbicara tak jelas karena efek bangun tidur kini saling tatap, pelan-pelan kedua pria itu menghampiri Felicia.
"Kak Bima, Kak Fiana sama Kak Dino mana?" tanya Felicia pada Atha dan Arsen tanpa menoleh.
"Astagfirullah Fe ngagetin aja," ucap Atha kaget.
"Iya Fe! Lagian kalau ngomong tuh liat orangnya," ucap Arsen.
"Kalian aneh, kalian yang dekatin Fea diam-diam kalian yang kaget pantesnyakan Fea yang kaget," ucap Felicia sambil mengeleng-gelengkan kepalanya heran.
"Wah Fea hari ini datang!" seru Fiana senang dan langsung berlari memeluk Felicia.
"Eh Fi hati-hati!" seru Bima yang ada di tangga karena memang mereka tadinya sedang menuruni tangga.
"Ah, badan gue pegal," ucap Dino yang tadi ikut turun.
"Ok bagus kalau gini kalian duduk," ucap Felicia.
Bima, Fiana, Dino, Atha dan Arsen memandang heran pada Felicia namun merek tetap mematuhi perintah masternya tersebut.
"Bonjour à tous," ucap Damien yang datang dari arah ruangan pintu masuk bersama, Asher, Arlo, Kenshin dan Davian.
"Oh hai Damien, Aki, Arlo, Ken dan Om Davian silakan duduk," ucap Felicia pada kelima pria itu.
"Lo gimana sih Fe masa lo sopan ke Davian sama Asher doang!" seru Arlo tak terima.
"Ya karena ucapan lo tadi, lo gak ada sopan-sopan sama gue, masih mending lo gak gue pecat," ucap Felicia membuat Arlo mendengus dan segera duduk.
"Hm...Fea," panggil Fiana membuat Felicia menoleh padanya.
"Oh ya, aku lupa, mereka anggota baru yang masuk 2 hari yang lalu," ucap Felicia.
"Bonjour, je suis Damien, de France, Tap Dance," ucap Damian memperkenalkan diri.
"Tap Dance? Identitasmu? Unik! Tak sama seperti Atha!" seru Arsen mendapat pukulan kepala dari Atha.
"Diam sialan jika bukan karena Alan nama gue gak itu!" seru Atha mendelik tak suka.
"Khm, saya Davian, asal berlin, Jerman, identitas Schwerzer Nabel," ucap Damian memperkenalkan diri.
"Ken, Jepang, Kata Shi," ucap Kenshin dengan singkat.
"Identitasmu cukup mengerikan," komentar Dino.
"Aku Arlo, dari Belanda, desainer terkenal, identitas Scherpe draad," ucap Arlo.
"Asher pembimbing anak-anak nakal ini aku dari Jerman, identitasku Dolch," ucap Asher.
"Oh hai kami-,"
"Bima ZerO Bl4de, Dino Creeping Snake, Atha Tarsier, Arsen Ravange," ucap Davian.
"Dan Nona manis ini pasti Fiana Hua Mulan," ucap Damien sambil mencium tangan Fiana membuat wanita itu tersipu.
"Kami mengetahui banyak informasi," ucap Kenshin.
"Oh ternyata kalian bergabung dengan Nona?" tanya Margaret yang datang sambil membawa minuman.
"Ya, apa kabar Margaret kau sudah ingin pensiun dari agen?" tanya Asher.
"Ya setidaknya begitu aku sudah terlalu tua untuk bergerak, menjaga markas lebih aman," ucap Margaret sambil terkekeh kecil.
"Jadi kalian dulunya juga bawahan Ayahnya Felicia?" tanya Bima.
__ADS_1
"Tepat sekali, kau cerdas," ucap Arlo.
Dan setelahnya Alan datang dan langsung duduk di sebelah Felicia.
"Datang-datang salam dulu kek ini gak langsung enteng duduk aja," ucap Atha yang di balas tatapan tajam oleh Alan.
"Bagaimana? Hari yang panjang bukan?" tanya Felicia pada Razi dan Ryung.
"Ya hari yang sangat panjang lepas dari kandang macan, masuk ke kandang singa," ucap Ryung.
"Hihi itu bagus jadi sering-seringlah buat kesalahan," ucap Felicia sambil tersenyum licik.
"Hadeh gila gue punya Bos kayak gini," gumam Razi.
"Maaf aku terlambat," ucap seorang wanita yang datang mengunakan pakaian kerja.
"Adrie?" heran Bima, kenapa pegawai kantornya ada di sini juga?
"Hm hai, sepertinya ada yang harus aku jelaskan hehe," ucap Adrie.
"Duduklah Adrie biar aku yang menjelaskan kini," ucap Felicia.
Adrie duduk di sofa sebelah Razi dan juga Ryung yang kini duduk dengan tampang lelah. Sedangkan Dara memperhatikan anggota organisasi itu dalam diam sambil memakan kue yang di sajikan sepertinya mereka semua lupa dengan keberadaannya.
"Baiklah sebelum perkenalkan lagi, Razi anak dari Om Davian, asalnya dari Jerman, identitas Blitz, Ryung dari Korea dengan identitas Yudog Han dan juga Adrie dari Turki dengan identitas Kırmızı Göz dan ya seperti yang kalian tau dia karyawan H grup yang sebenarnya ingin mengorek informasi tentang perusahaan," ucap Felicia.
Bima, Fiana, Atha, Arsen dan Dino memandangi Adrie tak percaya kenapa mereka tak menyadari itu? Dan apa-apaan ini apa kini mereka berhadapan dengan monster? Kemampuan mereka mengerikan!
"Dan juga tentang anggota baru kita yang bergabung tadi malam Masked Women Dara," ucap Felicia pada Dara.
Semua mata tertuju pada Dara yang sedang menyantap kue dengan tak percaya bagaimana wanita yang tampak polos itu adalah Masked Women namun pengecualian bagi Alan, Razi dan Ryung yang telah mengetahui tentang ini.
"Fe becanda lo gak lucu masa cewek polos kayak gini Masked Women," ucap Atha tertawa sumbang.
"Maaf tapi Dara memang Masked Women walau Dilla yang selalu keluar waktu itu dan kalian mungkin hanya bisa ketemu Dara soalnya yang lain lagi istirahat," ucap Dara dengan nada bicara anak kecil.
"Gila masa cewek kayak gini psikopat?" tanya Arlo tak percaya.
"Jangan samain Dara sama Dilla, Dara gak suka di samain sama mereka," ucap Dara dengan tak suka membuat yang mendengar menjadi heran.
"Jangan heran gitu, itu Dara si kepribadian Childrennya, Masked Women itu punya 24 kepribadian termasuk yang aslinya," bukan Felicia, Alan, Ryung maupun Razi yang berucap melainkan Elyza yang entah sejak kapan ada di belakang Alan.
"Ngagetin lo ly," ucap Alan datar.
"Sorry telat susah soalnya keluar dari rumah apalagi naik taxi sendiri gak kebiasa," ucap Elyza.
"Anak Mami memang lo," cibir Arsen.
"Anak Mami gini tapi pintar kali gak sama kayak situnya," balas Elyza mengejek membuat Arsen jadi kesal.
"Ok terjawab semua pertanyaan di benak gue," ucap Arlo.
"Jadi sekarang baik-baik aja si Masked Women gak akan gigit, pertemuan kali ini tentang itu aja, Arlo baju yang kamu bikin kasih ke mereka semua dan untuk Dara kasih komandonya pada Darla lagi!" pinta Felicia.
"Dara makan kue kebanyakan gue gak bakal gemuk kan?" gumam Darla yang telah kembali.
"Darla," panggil Felicia.
"Ah y-ya," jawab Darla.
"Oke benar kamu berarti, Arlo buat satu baju lagi untuk Darla," ucap Felicia.
"Siap laksanakan Master!" seru Arlo semangat.
"Ok selesai semua Aki sama yang lainnya kalian bisa tinggal di sini mengingat tempat kalian yang hampir rusak itu," ucap Felicia.
"Haha ya Rumah mewah namun rusak gak perna di perbaiki," ucap Razi tertawa sumbang mencibir.
"Diam kamu, gitu-gitu tuh rumah dari kamu kecil udah tinggal di sana," ucap Davian pada sang anak.
"Tentang tempat di belakang ladang bunga markas ini kesambung ke sana mengingat tempat markas yang dekat dengan rumah Fea, dan lagi kalau kalian bolehin rumah yang kalian tempatin itu boleh dihancurin? Untuk buat tempat latihan?" tanya Felicia.
"Kami mengikuti keputusanmu nak, lagi pula tempat itu memang cocok sebagai tempat latihan mengingat tempatnya yang tersembunyi," ucap Arsen.
"Ok bagus kalau begitu," balas Felicia.
"Kak Dino dan Damien urus tentang itu!" pinta Felicia diangguki oleh kedua pria tersebut.
"Baiklah kalau gitu semua selesai Fea tid-" ucapan Felicia terpotong saat suara handphonenya berbunyi menandakan adanya pesan masuk.
"Ya hallo," ucap Felicia.
"...."
"Serius aja kasus kemarin baru selesai kok muncul lagi?" tanya Felicia jadi kesal sendiri.
"...."
"Iya, iya besok aja, sekarang Fea capek! Cari aja buktinya dulu," ucap Felicia lalu segera memutuskan sambungannya.
"Kasus baru lagi Ci?" tanya Elyza.
"Sial! DE! Aku hancurin kalian!" seru Felicia.
"Darla siapa kiranya yang sama psikopatnya dengan B-08?"tanya Felicia.
"Hm ntahlah bisa saja Be hanya dia yang melebihi B-08 code namenya hm B-09," jawab Darla.
"B-09 sepertinya itu yang baru," ucap Alan.
"Gak peduli, Kenshin, Kak Bima yang lain juga cari informasi tentang phyco baru itu!" pinta Felicia lalu berlalu pergi.
"Liat saja nanti DE, pion kalian gerakan adalah pion termudah dengan mudah dia bisaku makan biarkan rencong berulah karena yang kuincar adalah sang raja!"
^^^Besambung.... ^^^
13 januhari 2020
27 Desember 2020
Jangan lupa 🌟 dan 💬
Kalau ada saran silakan diurakan
__ADS_1
Dukung terus the little detective.