The Little Detective

The Little Detective
Part 22 : Masked Women (2)


__ADS_3

"Ah nambah kerja aja sih lo ngapain harus pindah lagi jadi bolak-balik kan," ucap wanita bertopeng itu kesal.


"Ayolah Masked Women, lo taukan ini demi kelangsungan rencana kita," suara pria yang ada di sebrang sana.


"Ya, ya gue tau," ucap Wanita yang di panggil Masked Women itu sambil meletakkan seorang pria yang tak bernyawa itu di WC.


Masked Women memotong tangan pria tersebut menggunakan kapak yang ia pegang.


"Hm...darahnya masih ada, bagus," gumamnya sambil memegang tangan itu.


Masked Women membentuk tulisan di kaca menggunakan tangan itu. Tentu dengan darah sebagai tintanya.


"Beres yang terakhir ke tempat si Scarlett," ucapnya setelah meletakkan tangan tadi di wastafel.


Wanita itu beranjak pergi dari sana meninggalkan mayat korbannya berserta tulisan di kaca.


...****...


Mentari mulai terbit, burung-burung berkicau siap mencari makan. Jalanan padat di penuhi kendaraan dan orang-orang yang sibuk menjalankan aktivitas pagi.


"Hai, hai Felicia datang!" seru Felicia dengan girang memasuki kelas membuat penghuni kelas memandang kearahnya.


"Wah, Buk Dani belum datang ya, beruntung banget pagi ini," ucap Felicia sambil berjalan menuju kursinya.


"Jam 07:20, lewat 5 menit kamu baru datang!" marah Elyza pada sepupunya itu.


"Ya kan si Bu guru belum datang santai aja," ujur Felicia dengan santainya.


Elyza mendengus memicingkan mata memandang Felicia.


"Gerbang sekolah udah tutup kamu masuk di mana?" tanya Elyza.


"Manjat pagar," balas Felicia dengan polosnya.


"FELICIA!" teriak Elyza membuat semua penghuni kelas memandang kearah kedua gadis itu.


"Kamu tuh cewek, kenapa manjat pagar sih? Makanya tadi di suruh berdua pergi naik mobil, kamunya ngeyel mau jalan, telatkan!" omel Elyza tak mempedulikan teman-teman sekelasnya yang kini melihat kearah mereka.


"Woi kabar bagus kita kelas kosong!" seru Zafran yang menarik perhatian murid sekelas.


Sorakan girang terdengar dari murid murid kelas itu, namun tidak dengan Elyza yang menatap nyalang pada Felicia.


"Felicia Amira Lashira.A. ngaku ini pasti kerjaan kamukan!" seru Elyza penuh dengan penekanan di setiap katanya.


"Ya entalah bisa jadi iya, bisa jadi enggak," balas Felicia.


"Kamu masuk kelas Jam 7 lewat 20 menit 30 detik, aku tebak jam 7 pas kamu sampai di sekolah, 07.05 kamu berada di dekat pohon belakang sekolah mengotak atik handphone dan mengacak-acak jaringan,serta membuat Bu Dani tidak masuk kelas.


"Dan kamu selesai melakukan semuanya dalam 3 menit lalu kembali ke kelas," ucap Elyza.


Felicia menopang dagunya diatas kedua tangannya memandang Elyza dengan tersenyum.


"Alimbi yang bagus Eza, Alimbimu benar. Namun jika aku selesai melakukan hal yang aku inginkan selama selama 8 menit dan aku sampai di sini jam 7 lewat 20 menit 30 detik.


"dari pohon belakang sekolah menuju kelas aku membutuhkan 2 menit 30 detik lalu kemana hilangnya 10 menit lagi?" tanya Felicia dengan senyum manis di wajahnya namun menyimpan banyak misteri.


Elyza mendengus, melirik kearah Felicia. "Apa informasi yang kamu dapatkan?"


Sontak Felicia tertawa kecil mendengar pertanyaan Elyza. "Gak salah aku jadiin kamu tangan kananku kamu cerdas."


"Tentu saja," balas Elyza dengan sombong.


"Aku dapat informasi tentang MW, organ manusia di temukan di hutan namun tak ada mayat yang di temukan," ucap Felicia.


"Hm jadi apa rencananya kali ini?" tanya Elyza yang kini duduk di depan Felicia.


"Ntahlah yang pasti semua yang di temukan di hutan, organ dalam dan ada dua korban kali ini," balas Felicia.


Elyza diam berpikir, Felicia hanya memandangi sepupunya itu sambil tersenyum misterius, "hei mau mencoba menyelidiki!" ajak Felicia.


"Ya, bagaimana dengan yang lain apa mereka telah mendapatkan informasi?"tanya Elyza.


"Entahlah aku belum mendapat kabar dari mereka," jawab Felicia.


"Eh Fel lo baru datang ya?"tanya Zafran menghampiri Felicia.


"Ya sekitar 5 menit 27 detik yang lalu," balas Felicia.


"Hm...nanti mau ke kantin bareng gak?" tanya Zafran.


"Gak!"tegas Felicia seketika memandang tajam kearah Zafran yang tentu kini sedang modus, "gue pergi sama Eza."


"Oh, ya ok," balas Zafran yang tampak santai tak terpengaruh dengan tegasan serta tatapan tajam dari Felicia.


"Tapi ngomong-ngomong ya Fel, lo sama Kak Irsyad benaran pacaran ya?" tanya Hasbi entah datang dari mana.


"Ya gak lah, ogah gue sama dia, lagian gue gak ada niat pacaran tuh, ngerugiin plus ngalangin gue," balas Felicia ketus.


"Udah, lo berdua pergi sana, malas gue liat muka lo pada," usir Elyza pada kedua cowok itu.


"Eh Neng Ely main ngusir aja gue kan masih kepengen ngomong mentar," ucap Hasbi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Elyza.


"Lagian ngapain lo malas ngeliat muka gue? Kan gue ganteng," sela Zafran.


"Wuek, mau muntah gue rasanya pede banget sih," ucap Elyza sambil memperagakan gaya orang yang mau muntah.


Felicia memutar matanya malas mengalihkan padangan keluar jendela.


"Udah cepatan lo mau ngomong apa," ucap Elyza pada Hasbi dengan malas.


"Tentang kelanjutan hubungan kita Neng, Nengnya mau gak jadi pacar gue?" tanya Hasbi sontak membuat penghuni kelas bersiul.


"Hah?! Zaf kawan lo masih waras?" tanya Elyza.


"Udah sana ah, ngerusak kalian tau!" usir Elyza membuat Hasbi pergi ke tempat duduknya lesu dengan di soraki ejekan dari teman sekelasnya yang lain.


"Masked Women sebenarnya apasih yang di rencanakan B-08?" gumam Felicia.


"Ci kamu ngomong apa barusan?" tanya Elyza.


"Gak bukan apa-apa," jawab Felicia masih fokus memandang keluar jendela.


...****...


Jam istirahat adalah waktunya anak-anak untuk bermain, jajan atau sekedar bengistirahatkan otak mereka yang di penuhi oleh pelajaran.


Felicia dan Elyza duduk di salah satu meja di kantin makan sambil sedikit berbincang.


Suasana kantin memang ramai namun tambah ramai ketika mendengar teriakan ketakutan dari seorang siswi yang datang dengan berlarian.


"Kya...tolong!" teriaknya dengan takut.


"Eh kenapa?"


"Ada apa?"


"Lo kenapa?"


Sekiranya itulah pertanyaan yang di ucapkan murid murid yang ada di kantin pada gadis itu.


"Di...di W... WC...ada...ada mayat!" serunya dengan ketakutan.


Seketika kantin menjadi gaduh beberapa murid berbondong pergi melihat ke WC.


"Wih Za sepertinya ada misteri baru atau ini merupakan tantangan," ucap Felicia.


"Kita lihat?" tanya Elyza.


"Tentu namun sebelumnya ayo ganti kostum!"Ajak Felicia.


Kedua gadis itu segera pergi ke loker mereka masing-masing sambil mengambil pakaian seragam WE mereka dan pergi ke tempat sepi memastikan tidak ada yang melihat mereka.


Segera setelah berganti pakaian mereka berdua pergi ke WC perempuan tempat Tkp berada.


"Permisi, misi kami mau lewat," ucap Elyza membuat para murid membuka jalan untuk mereka.

__ADS_1


"Hei, kalau lo memfotonya nama sekolah kalian bisa jadi buruk dan muncul isu-isu gak jelas, apa lagi jika kalian menyentuhnya kalian bisa saja menjadi tersangka!" seru Felicia memperingati murid yang memfoto juga ingin menyentuh korban.


"Mohon hapus fotonya dan ngenjauh," ucap Elyza membuat murid-murid yang mendekat menjauh.


   Dengan menggunakan sarung tangan Felicia mendekati mayat seorang wanita yang tergeletak di lantai.


"Scar...." lirih Elyza menahan Felicia.


"Oh come Gemini, aku akan baik-baik saja, kalau tidak kini kapan lagi," ucap Felicia.


Felicia memeriksa mayat korban itu menyadari organ dalamnya tak lagi ada hanya menyisahkan jantungnya saja dan itupun sudah hancur dengan kedua tangan yang tak lagi ada.


Felicia melihat kearah kaca, menyadari ada tulisan disana.


'Scarlett temukan gue, permainan di mulai, dua jiwa di dalam satu raga, ada putih ada hitam dan abu-abu menghilang, gue berada di sebuah tempat pagi dengan senyum ramah dan malam dengan senyum priskopat, kalau lo begitu cerdas temukan gue!


-MW'


Tulisan di kaca itu membuat Felicia terkekeh kecil. Felicia menyentuh kaca lalu melihat ke wastafel menemukan dua potongan tangan.


Felicia mengambil tangan tersebut membuat murid yang melihat tampak ngeri.


"Hmmm, mau bermain-main dengan ku, ok," gumam Felicia sambil tersenyum.


"Gemini hubungi Blue Dragon Ice aku rasa ada informasi tambahan darinya," ucap Felicia.


"Tapi Scar, senjata yang ia gunakan juga korban," ucap Elyza lagi-lagi membuat Felicia terkekeh.


"Kau tau Gem, mereka terlalu meremehkan karena menyangka kita anak kecil biasa,"ucap Felicia tersenyum miring di balik maskernya.


"Pembunuhan ini terjadi tadi malam di hutan, namun karena mereka berencana menantang kita maka mereka membawa mayatnya ke tempat ini. Ada dua mayat dan aku yakin yang satu lagi ada di tempat Blue Dragon Ice, tentu dengan senjata yang di tinggal di sini karena aku yakin ini tempat terakhir yang ia datangi," ucap Felicia.


"Kalau di satu itu mungkin saja tidak mereka pasti akan meletakkannya di WC ke empat, namun senjata pembunuhan tidak ada di sana," ucap Felicia.


"Tidak di empat, tidak di tiga, tidak di dua dan pasti ada di pertama," ucap Felicia sambil membuka WC pertama.


"Dan binggo sebuah kapak juga beberapa senjata yang berumuran darah," ucap Felicia memperlihatkan kapak juga senjata-senjata lainnya meletakkan nya di lantai di dekat korban.


"Huh di saat ini mereka baru akan memberi informasi," gumam Felicia ketika handphonenya berdering.


"Gemini, analisa mayat korban terlebih dahulu cari tau identitasnya baru hubungi Blue Dragon Ice setelahnya," ucap Felicia.


Felicia melepas sarung tangannya dan membuangnya begitu saja lalu mengangkat telponnya.


"See jadi, informasi apa saja yang kalian dapatkan?" tanya Felicia.


"Seperti yang di dapat MW memamg wanita dan lagi gue analisa ketika mendapatkan rekaman waktu dia melakukan aksinya gue menemukan beberapa tersangka," suara Bima.


"Ada berapa tersangka?" tanya Felicia.


"Sekitar 10," jawab Bima.


"Ok, bagaimana dengan yang lain?" tanya Felicia lagi.


"Creeping Snake mendapatkan informasi tentang korban-korban MW dengan Ravenge udah nyoba cek dan hasilnya para korban saling berkaitan," ucap Bima.


"Tarsier dan Hua mulan juga mereka sempat mendatangi Tkp di hutan mereka menemukan bekas darah di pohon juga pisau sepertinya senjata pembunuhannya," tambah Bima.


"Ok cukup selanjutnya biar agen WE yang timnya terpilih menangani kasus ini," ucap Felicia.


"Gemini, kamu udah tau identitas korban?"tanya Felicia, Elyza hanya mengangguk sebagai jawab.


"Sekarang coba analisa sidik jari yang berada di senjata-senjata ini lalu kirimkan semua data ke ZerO bl4de!" pinta Felicia.


"Ok, ZerO bl4de istirahatlah sejenak lalu periksa data yang di kirim Gemini juga Blue Dragon Ice nantinya," ucap Felicia.


"Oh ok," ucap Bima lalu sambungannya terputus.


"Hup ini sudah hampir lewat 20 menit sepatutnya mereka sudah tau kabar ini," gumam Felicia.


Tepat setelah itu Erland datang bersama beberapa orang juga dua orang pria.


"Lama," ucap Elyza berkomentar.


"Ya kan gue nunggu mereka dulu, jadi gimana?" tanya Erland.


"Tim kita sama tim Ezra," jawab Erland.


"Prff- harus dua tim? Serius? Ini gak lama loh mencahinnya kenapa harus dua tim yang nyelesaiin?" tanya Felicia membuat Erland kesal.


"Eh bocah lo kira ini mudah apa?! Lagian kita juga belum tau dengan identitas si Masked Women ini!" bentak Erland.


"Hahaha iya iya tapi sebentar lagi aku akan tau, kalian tinggal ngurus korbannya informasinya akan segera terkirim, dan Masked Women serahkan padaku dan juga Gemini," ucap Felicia.


"Yaudah," balas Erland lalu memerintahkan orang yang ia bawa membersihkan WC itu.


"Ok sebelum bekerja ada gunannya kita mengenal patner dahulukan, aku Scarlett," ucap Felicia pada kedua pria yang datang bersama Erland tadi.


"Winter Fox dan di samping gue Bl4ck x, senang bekerja sama denganmu Scar," ucap pria bernama samaran Winter Fox itu.


"Ya senang juga bekerja sama dengan kalian," balas Felicia.


"Scar, ada telpon dari Blue Dragon Ice," ucap Elyza memberitau.


"Ok, Kakak-Kakak setelah membersihkan ini kalian boleh ke markas kami ada urusan penting," ucap Felicia berjalan pergi meninggalkan WC tersebut diikuti Elyza.


Kedua gadis itu pergi menuju gerbang, Felicia menekan tombol pada kunci yang ia pegang lalu muncul mobil yang berjalan dan tepat berhenti di depan mereka.


Felicia naik ke kursi kemudi dengan Elyza yang duduk di sampingnya.


"Ci kamu yakin? Kamu yang ngendarai mobilnya?" tanya Elyza.


"Ya, dan angkat saja telpon dari Kak Alan berisik juga lama-lama" ucap Felicia sambil menjalankan mobil.


Elyza menekan tobol hijau mengangkat telpon dari Alan.


"Lama amat sih lo ngangkatnya gue ada info nih," ucap Alan.


"Sabar dong Masnya, sebentar lagi kami sampai, periksa aja dulu toiletnya. Toilet cowok kan?" tanya Felicia.


"Lo tau dari mana?" tanya Alan.


"Siapa dulu dong Scarlett," sombong Felicia membuat Elyza memutar bola matanya malas.


"Di sekolah kami juga ada kejadian kayak gitu bedanya yang kami di toilet cewek," ucap Elyza.


"Ok, kalau gitu buruan," balas Alan.


"Segera, udah hampir dekat ini," ucap Felicia.


Sambungan telpon terputus sedetik kemudian Felicia mengendarai mobilnya dengan kecepan penuh.


Di sisi lain...


"Hmm gak ada organ dalam lagi?" gumam Alan.


"Hei, ayolah beri tau di mana markas kalian?" tanya Zaeem pada Alan.


"Diam!" marah Alan pada sepupunya itu. Membuat Zaeem diam seketika.


"Hah lo benar-benar gabung sama Scarlett," ucap Zain yang tak mempedulikan teman-teman yang lain.


Alan juga dengan santai memeriksa korban tentu dengan nyamarkan dengan jaket biru dongker, masker serupa dan topeng.


"Hmm hampir sama," ucap Felicia yang ntah kapan sampainya dan kini memegang tangan yang ada di wastafel.


"Woi jantungan gue! Lo berdua kapan sampainya?" tanya Zaeem namun tidak di pedulikan oleh kedua gadis itu.


"Sepertinya alat yang digunakan untuk memotong tangannya sama, pakai kapak," komentar Elyza membuat yang mendengar kaget.


"K-kapak? Kok seram amat ya," ucap Abil.


"Berarti dia membelah tubuh korban menggunakan kapak?" tanya Alan, Felicia mendekat memeriksa korban.


"Hmm ya dan tidak. Awanya ia mengunakan pisau untuk menusuk nusuk korbannya lalu mengeluarkan beberapa organnya sebelum benar-benar memakai kapak untuk mengambil organ yang lainnya dan menyisahkan jantungnya saja," ucap Felicia.

__ADS_1


"Scar, dia sama matanya juga di copotkan sepertinya dengan pisau kecil,"ucap Elyza.


"Gemini analisa korbannya dan berikan pada ZerO bl4de, juga hubungi mereka suruh beresin ini," pinta Felicia.


"Siap laksanakan Sir," ucap Elyza membuat Felicia terkekeh.


"Jadi, Blue Dragon Ice selain mayat korban dam tulisan dikaca serta tangan di wastafel apa lagi yang kamu temukan?" tanya Felicia.


"Gak ada cuma itu," balas Alan.


"Oh ok kalau gitu ayo kita pecahkan kalimat-kalimat ini," ucap Felicia.


"Gedung tinggi memiliki 50 lantai 29-35 lantai yang lumayan melelahkan, gue berada di sana, kadang juga di hotel di tempat tersembunyi, petunjuk keberadaan gue, lo bisa temukan gue atau gak, gue tunggu, selamat barmain," ucap Felicia membaca tulisan tersebut.


"Ok kalau yang tadi hmm, dua jiwa dalam satu raga, ada hitam, ada putih dan abu-abu menghilang. Gue ada di sebuah tempat pagi dengan senyum ramah dan malam dengan senyum priskopat," ucap Felicia mengingat.


"Ok ini merujuk pada tempat kerja. Jadi, gedung dengan 50 lantai banyak namun perusahan yang menyewa lantai 29-35 itu hanya satu perusahan apa?" tanya Felicia.


"Gedung 50 lantai dan perusahan yang menyewa 29-35 lantai, perusahaan apa?"gumam Zain jadi ikut berpikir.


"Skylight grup" ucap Alan.


"Ok, kita menemukan jawabanya, Skyling grup itu Call canter, perusahan yang menangani masalah konsumen, hm pagi dengan senyum ramah ia pegawai yang menangani dan berhadapan dengan konsumen," ucap Felicia.


"Di hotel, hmm kalau bukan kamarnya berarti klub malam yang ada di hotel, tapi hotel mana?" tanya Felicia.


"dua jiwa dalam satu raga ia memiliki kepribadian ganda dengan mengandalkan putih dan hitam, sisi baik dan sisi buruknya priskopat, sisi abu-abu menghilang, jiwa manusianya menghilang,"ucap Felicia


"Malam dengan senyum priskopat dimana kepribadian yang lainnya keluar sisi hitam menguasai, hotel yang ia maksud juga bisa jadi memiliki 50 kurang 35 sekitar 15 lantai?" ucap Alan.


"Hotel yang memiliki 15 lantai dan memiliki klub malam hanya satu hotel Axelle," tambah Elyza.


"Jelas ada beberapa Tkp yang menjadi petunjuk, klub malam ini, bisa jadi tempat awal bertemu mereka" gumam Felicia.


"Masked Women hanya korban penjahat, pelaku sebenarnya tetap si priskopat gila itu, gue benar kan?!" ucap Felicia sambil meleparkan pisau kecil kebalik kerumunan siswa.


Pisau itu mengenai seorang pria, Alan dengan cepat menghampirinya mencekik lehernya dengan satu tangan dan mengangkatnya kedinding.


"Dark Eye, B-709," desis Alan.


Felicia memandang datar B-709. "Gak bisa di gunain, dia setia pada DE."


"Hah, BDI buat dia pingsan," pinta Felicia.


"Eh tapikan gue mau ngelakuin sesuatu kedia," ucap Alan.


"laksanakan perintah," ucap Felicia membuat Alan mendengus.


"Kalau bukan perintah udah mati lo di tangan gue,"ucap Alan mencekik B-709 sebelum membuatnya pingsan.


"Ok, Blue Dragon Ice kamu boleh pergi duluan atau nunggu di mobil depan? Anggota WE telah datang untuk membersikan Tkp, kamu gak mau identitasmu terbongkarkan?" tanya Felicia, membuat Alan mengangguk dan pergi.


"Heh bocah-bocah bikin kerja aja lo pada, nih lagi sana kalian masuk kelas bel kalian udah bunyi tuh!" seru Erland yang baru datang pada murid yang melihat membuat mereka koncar kancir segera pergi termasuk Zain dkk.


"Kak selesain ya Fea pergi dulu dan jangan lupa amankan tuh anggota DE," ucap Felicia.


"Iya Fe iya gue yang ngurus pergi sana lo!" seru Erland.


"Tau tau aja deh kalau gitu bye Kak Erland," ucap Felicia sambil melangkah pergi.


"Semangat Kak!" seru Elyza lalu mengikuti Felicia dari belakang.


------


"Lama banget sih lo berdua," ucap Alan yang telah duduk di kemudi.


Felicia masuk kemobil juga dengan Elyza yang berada di kursi penumpang.


"Udah cepat aja kemarkas," ucap Felicia.


"Hm," dehem Alan lalu segera menjalankan mobil.


"Ini mobil siapa? Bagus banget," ucap Alan.


"Punya Fe dong masa punya bang Zain," ucap Felicia sombong.


"Kak kakak gak bawa motor ya?"tanya Elyza.


"Gak gue nebeng sama Zain tadi," balas Alan.


"Oo pantes tadi di pergi pagi-pagi banget," ucap Felicia.


"Oh ya Eza tentang tkp," ucap Felicia.


"Tenang udah di data kok, sebelumnya kita harus meriksa hutan terus baru Skyling grup dan terakhir Hotel Axelle, juga nunggu data-data yang sekiranya mungkin adalah pelaku," ucap Elyza.


"Kerja bagus sekarang saatnya istirahat,"ucap Felicia.


"Makan-makan dulu dong Bu Bos," saran Alan.


"Boleh, ayo aja," balas Felicia.


"kebetulan banget udah laper nih perut," tambah Elyza.


Mobil itu berpacu menuju salah satu restoran.


Wanita dengan senyum ramah menyimpan dendam dalam hati, sisi putih menguasai dengan hitam sebagai pengendali kiranya siapakan wanita yang belakangan ini yang membuat rusuh.


'Rencana baru dari B-08 apakah kali ini akan berhasil atau gagal? Tidak ada yang tau, tapi kali ini kita akan kembali menyaksikan si Little detective, agen WE Scarlet dan Gemini beraksi'


SG


^^^Bersambung....^^^


18 November 2019


27 Desember 2020


Coming soon


Nantikan segera part berikutnya


Masked Women ( 3)


"Penjahat selalu kembali ke Tkp apa itu benar?"


"Arg!! Maafin gue!!!Akh!!AAAAAA"


"Korban lagi?"


"Lebih ganas kali ini membelah tubuh korban menggunakan Kapak,"


"apa rencana lo senjutnya?"


" kita butuh informasi lagi?"


"B-08 permainan yang menyenangkan tapi kali ini ayo serius karena gue gak mau ada korban lagi,"


Hai hai hai Assalamualaikum


Jangan lupa beri Comment di kolom komentar dan Vote dengan meng klik tombol bintang.


Sampai jumpa di part selanjutnya


Wassalamualaikum.


Next part


See you bye


...🤗🤗🤗🤗...


...Salam...


...PM05...

__ADS_1


...🖋️🖋️🖋️🖋️...


__ADS_2