The Little Detective

The Little Detective
Part 30 : River Of Blood ( 2 )


__ADS_3

'B-bunda tolong Cia,'


  Satu detik, dua detik, tiga detik. Kini satu menit telah berlalu namun Felicia tak merasakan apapun.


   Gadis itu membuka matanya dengan perlahan lalu memeriksa bagian tubuhnya. Dia masih utuh, tak ada yang hilang, tak ada buaya yang menyerangnya.


  Felicia menghembuskan napasnya lega lalu memandang ke arah kanan dan kirinya hanya ada sungai yang tenang.


   Sebuah tangan mendarat di pundak Felicia membuat gadis itu tersentak kaget dan segera berbalik mendapati Alan yang memandang heran dirinya.


"Ihs ngagetin aja! Lagian lama banget sih, untung Fea gak di makan buaya," ucap Felicia menepis tangan Alan kasar.


"Uh bajuku basah deh," ucap Felicia kesal.


"Ya makanya jangan ngeyel ngapa gerak ke tkp cuma berdua," cibir Alan membuat Felicia mendengus.


"Untung lo gak dimakan buaya Fe, Fe," ucap Ryon yang datang sambil mengelengkan kepalanya.


"Lagian nekat banget sih ngelawan tiga buaya sekaligus," tambah El membuat Felicia heran.


"Kok tiga sih Kak? Tadikan empat," ucap Felicia.


"Iya empat sama yang di tempat Caerakan?" tanya Juna yang datang bersama Caera.


"Enggak, empat loh tadi," ucap Felicia, mata Felicia terpaku pada buaya yang sedang kesulitan melepaskan kayu dari mulutnya.


"Lah Kak yang itu gak di tangkap?" tanya Felicia sambil menunjuk buaya yang kesulitan tersebut.


  Juna, Alan, El dan Ryon kompak memandang buaya yang di tunjuk oleh Felicia begitu pula dengan Caera. Keempat pria itu lantas terbahak melihat buaya tersebut.


"Ya ampun nih buaya susah gak di tolongin malah ketawa aja kalian!" seru seorang pria dengan kesal.


"Lah kok kak Farzan ada di sini?" heran Felicia pada Farzan ( kalau lupa buka kembali part 23)


"Kalau bukan gue siapa yang ngurus nih buaya, empat orang itu? Gak mungkinkan," ucap Farzan sambil menunjuk Juna, Alan, El dan Ryon.


"Iya sih Kakak juga kerja dibagian beginiankan?" tanya Felicia di angguki Farzan.


"Oh ya mayat korban tadi gimana?" tanya Felicia teringat dengan kedua mayat korban tadi.


"Udah gue urus," ucap Nara menyahuti.


"Kak Nara juga ikut ya? Hm Eza mana?" tanya Felicia karena tak melihat batang hidung sepupunya itu.


"Ada di markas, tau gak Fe tadi dia santai banget padahal lo kedusahan tetap aja dia fokus ke laptopnya," ucap Ryon mengingat saat mereka di markas Elyza benar-benar santai dan fokus kelaptopnya padahal sepupunya dalam bahaya.


"Oh gitu bagus deh," ucap Felicia.


"Lah kok balasnya gitu? Gak ngambek?" tanya Ryon heran.


"Gak, gak guna juga," jawab Felicia dengan santainya.


"Udah yuk balik udah di urusin semuakan? Gue khawatir ninggalin Zain sama yang lain di markas bisa-bisa cemilan gue habis lagi," ujur Juna.


   Dan dengan segera mereka semua segera pergi setelah mengurusi buaya yang kesulitan tadi tentunya.


  Sesuatu bergerak di sungai mengintai kepergian Felicia dan yang lain. Ia lalu kembali memasuki sungai saat tak melihat adanya Felicia lagi.


"Bagaimana Girga teman-temanmu mereka tangkap?" tanya seorang pria pada hewan reptil sepanjang 5 meter yang menghampiri seekor buaya.


  Buaya itu hanya mengeluarkan suara membenarkan ucapan pria tadi.


"Cari korban berikutnya, teman-temanmu hanyalah umpan lagi pula mereka tak berguna dan semua korban ini adalah milikmu," ucap pria itu lagi.


Buaya tersebut lagi-lagi mengeluarkan suara membenarkan ucapan pria tadi. Mata buaya itu berkilat merah persis seperti penjahat ia seperti tersenyum lalu memasuki sungai dan berenang.


"Kalian tak bisa menangkapku jika tak ada bukti jadi bagaimana cara kalian kali ini Scarlett?" monolog pria itu lalu tertawa dengan jahat.


                                  ^o^


Jakarta, Indonesia


Markas pusat WE


Tim RL


   Zain, Rafan, Ray, Abil, Fayaz, Nuri, Alana, Zaeem, Razi dan Ryung duduk di sofa yang ada di ruangan tim RL dengan bosannya dengan Zain yang memegang cemilan begitu juga dengan yang lainnya masing-masing mereka memegang cemilan tak terkecuali Ryung dan Razi sepertinya beberapa hari bersama kelompok Alan dan yang lainnya sifat tak tau diri mereka juga berpindah pada dua R tersebut.


  Faraz, Dylan, Ezar dan Erland memandang kesal pada kesepuluh remaja tersebut sedangkan Adira, Alma dan Vina masa bodo deh yang penting mereka gak ganggu acara gosip mereka bertiga.


"Ly lo dari tadi ngapa sih heran gue lama-lama," ucap Zaeem yang sedari tadi memang menatap Elyza.


"Diam aja gak usah banyak omong, udah dikasih cemilan juga," ucap Elyza masih fokus dengan laptopnya.


"Fe kamu yakin? Pakaian kamu emang ada?" tanya suara Caera terdengar membuat orang yang ada di ruangan itu menoleh kearah pintu terkecuali Elyza yang fokus dengan laptopnya juga Adira, Vina dan Alma yang masih sibuk dengan acara gosip mereka.


  Juna, Alan, Ryon, El, Nara, Caera juga Felicia dengan baju basahnya masuk keruangan itu kecuali Farzan yang telah pergi ke ruangan timnya.


"Yakin Caeku sayang lagian di dalam ada tuh udah di siapin tas gede kalau kalau mau kabur dari rumah senang deh nginap sini lagian uang di kantong juga banyak," jawab Felicia.


"Sombong amat lo cah, cah," cibir Ryon.


"Sirik aja emang kalau iri bilang," balas Felicia.


"Lagian ngapain kabur direncanain segala, mau kabur dari rumah masih bocah juga," ucap El.


"Diam cerewet banget sih jadi cowok," ucap Felicia membuat El dan Ryon bungkam seketika menahan emosi.


  Kalau ngomong yang ada mereka malah di kata-katai lagi sama tuh bocah jadi pilihan terbaik adalah diam tak membalas dan meredakan amarah.

__ADS_1


  Zain memandang adiknya dari atas hingga bawah dengan datar, basah kuyup itulah yang terjadi pada Felicia.


"Mandi di mana Ci seru banget nampaknya," ucap Zain dengan datar.


"Kecebur Bang bukan mandi, asal tau aja ya adekmu ini tadi hampir di terkam buaya," ucap Felicia yang di balas o an ria oleh Zain.


"Kenapa sih Bang kayak orang gak punya semangat hidup gitu, gak punya tuj- eh itu cemilan Cia ngapain di makan bambang!" seru Felicia berlari dan langsung merebut cemilan yang ada di tangan Zain.


"Yaelah sedikit doang, lagian kamu tuh harus hati-hati kalau kamu di makan buaya Abang sih senanglah tapi yang nenangin Bunda siapa masa Abang jadi korban amukan," ucap Zain dengan datar.


  Felicia meletakkan satu tangannya di dahi Zain dan satu lagi di dahinya membuat Zain mengangkat alisnya bingung lalu Felicia duduk di pangkuan Zain sambil memakan cemilannya.


"Gak sakit gak apa, tapi kok dia kayak gini," gumam Felicia, "oh jangan-jangan Abang patah hati ya?!"


"Enak aja tuh mulut kalau ngomong, Abang capek tau akhir bulan ada ujian, bulan depan ada ujian, Akhir minggu ada les terus selanjutnya ujian, ujian, ujian," ucap Zain dengan kesal.


"Oh yang sabar ya Bang, Cia kasih doa biar ujiannya dapat," ucap Felicia sambil memeluk Zain.


"Ci kalau Abang nanti gak ada tolong jagain si Fani ya kasian tuh si bungsu nangis mulu nanti," ucap Zain sambil memeluk Felicia balik.


"Iya bang tenang nanti Cia jagain kok, nanti juga Cia doain Abang masuk surga ya," ucap Felicia diangguki Zain.


   Yang lain hanya melihat kakak beradik itu dengan malas.


"Kakak adik drama queen," celutu Faraz.


"Mulai deh drama," ucap Rafan.


"Tapi Ci kok basah ya?" tanya Zain.


"Gak tau hujan kali," ucap Felicia asal.


"Masa sih? Kan kita dalam ruangan," ucap Zain heran.


"Eh iya Bang Cia baru ingat, Ciakan basah habis kecebur," ucap Felicia dengan polos.


  Zain memandang adiknya itu tak percaya sedangkan Felicia melepas pelukannya dengan sang kakak lalu segera berlari.


"FELICIA!" seru Zain dengan kesal.


...****...


  Jam istirahat telah berbunyi seluruh murid berhamburan ke luar kelas menyerbu kantin sekolah, membuat kantin satu-satunya di sekolah SMP merah putih yang terkenal senetro sekolah karena baksonya yang enak luar biasanya itu ramai di penuhi para murid yang kelaparan, ya memang begitu dan sekarangpun keadaannya tetap sama yang berbeda hanyalah tak ada anak kelas sembilan di kantin tersebut hanya beberapa dan itupun bisa di hitung dengan jari.


  Hal tersebut di sebabkan karena anak kelas sembilan kini di sebukkan dengan ujian tryout yang baru saja di adakan hanya menghitung bulan hingga mereka tamat.


  Dan hal ini pula yang membuat Felicia senang walau keadaan kantin yang ramai selain dia bisa cepat mendapat pesanan ia juga tak di ganggu oleh Irsyad yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya itu.


"Ci, Eza ke mana sih dari keluar tadi gak kelihatan?" tanya Caera yang kini sedang makan bersama Felicia.


"I don't know, dia di wc kali nyari mbak kunti," ucap Felicia asal lalu kembali menikmati makanannya.


"Uang apa?" tanya Felicia ikut berbisik.


"Uang untuk misi inikan udah sebulan dan Kak Juna sama anggota kepolisian yang lain gak nemu sedikitpun ujung dari masalah yang di sungai kemarin," bisik Caera.


"Parah sih kalau mereka gak bisa," ucap Felicia.


"Gimana mau bisa coba kalau semuanya kita borong," ucap Caera.


"Benar juga," ucap Felicia membenarkan lalu kedua gadis itu cekikikan.


"Woi gosip aja!" seru Elyza yang datang langsung duduk di tengah-tengah Felicia juga Caera.


"Eh Eza mbak kuntinya udah ketemu?" tanya Caera membuat Elyza mengangkat satu alisnya bingung.


"Maksudnya?" tanya Elyza dengan bingung.


"Gak bukan apa-apa," jawab Felicia lalu ia juga Caera kembali cekikikan membuat Elyza memandangi keduanya dengan curiga.


"Kalian bicarain aku ya? Ngaku gak?!" tanya Elyza berseru memandangi kedua temannya itu dengan curiga.


"Gak kok, ngapain juga kami ngomongin kamu," ucap Caera diangguki Felicia.


"Nih makan nih, lagian tadi kemana sih?" tanya Felicia sambil menyodorkan semangkok bakso pada Elyza.


"Oh iya! Kalian tau Korban selama sebulan ini udah berapa? KOR-," Felicia dan Caera segera membekap mulut Elyza sebelum gadis itu membuat satu sekolah heboh dan membuat identitas mereka ketahuan.


"Gak usah pakai teriak neng," ucap Felicia.


"Iya ngomongnya bisik-bisik, lagian kalau mau ngomong itu jangan di kantin," ucap Caera.


"Jadi tentang korban?" tanya Felicia.


"Woi di bilangin jangan ngomong di kantin yailah," ucap Caera sambil mendecak kesal namun tak ayal ia juga ikut mendekat dan mendengarkan apa yang akan di ucapkan Elyza.


"Korbannya selama sebulan ini udah mencampai hampir dua ratus dan korbannya orang yang jalan atau dekat dengan sungai intinya yang ada di kawasan sungai," bisik Elyza membuat kedua temannya membulatkan mata tak percaya.


"WHAT?! HAMPIR DU-," Elyza langsung menyumbat mulut kedua temannya itu dengan bakso.


"Gak usah teriak, biasa aja," sindir Elyza dengan santai menyuap makanannya kemulut.


"Hehe maaf Za habis kaget," ucap Caera cengengesan.


"Iya habis kaget sih banyak banget, ngomong-ngomong misi udah keluarkan, berapa?" tanya Felicia membuat Elyza memandanginya bingung.


"Apanya?" tanya Elyza.


"Ck tau dong Za," ucap Caera sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Oh, liat aja sendiri kalau aku liat tadi sih 300 san gak tau deh sekarang," ucap Elyza membuat kedua mata temannya berbinar.


"Pakai jt di belakangnyakan?" tanya Felicia.


"Iya kayak biasa," jawab Elyza.


"Uang jajan!" seru Felicia dan Caera dengan senang.


"Eh Ci aku dapat info katanya kita dapat izin," ucap Elyza.


"Yang bakal pergi sama Grandma kalian itu?" tanya Caera.


"Yoi, jalan-jalan keluar negeri kita bertiga," ucap Elyza dengan senang.


"Seru! Aku mau liat bunga sakura!" seru Felicia.


"Mau liat oppa!" seru Elyza dan Caera barengan.


"Oppa, oppa, oppa apaan? Kakek lo berdua?" tanya Fahad yang datang langsung duduk di kursi di depan ketiga gadis tersebut.


"Ish kayak gak tau aja," ucap Elyza.


"Iya tau tuh dengar ya ini urusan perempuan gak ada urusannya dengan kalian," ketus Caera.


"Ketus amat mbak," ucap Fatih yang datang sambil membawa dua gelas jus jeruk.


"Wah Kak Fatih bawanya banyak banget untuk Fea satukan?" tanya Felicia dengan mata bebinar.


"Enak aja si bu bos kalau mau ambil sendiri ini punya gue," ucap Fahad yang langsung mengambil satu gelas di tangan Fatih.


"Sama bos sendiri pelit banget," cibir Felicia.


"Kalian kok keluar cepat banget?" tanya Elyza.


"Udah selesai ujiannya?" tambah Caera.


"Udah dong! Liat aja nanti nilai gue yang paling tinggi," sombong Fahad.


"Sombang banget dirimu itu semua karena Fea," ucap Felicia karena memang ialah yang membantu mengajari Fahad dan yang lainnya menghadapi ujian To.


"Jangan lupa traktir kalau dapat nilai tinggi," ucap Caera.


"Gimana mau traktir coba uang gak cair cair," ucap Fatih sebenarnya memberi kode agar cepat di kasih gaji sama Felicia.


"Introspeksi diri dulu situnya kalau di kasih tugas mana pernah selesai," ucap Elyza.


"Tugas yang di kasih kemari selesai belum?" tanya Felicia.


"Udah dong!" seru Fatih.


"Bagus deh kasih sama aku nanti, upahnya nanti kalau tugasnya bagus," ucap Felicia.


"Ngomong-ngomong kalian kurang


4 orang lagi ya kan mereka mana?" tanya Caera.


"Belum keluar," jawab Fahad.


"Eh iya, si Irsyad gimana gak kesini kan?" tanya Felicia berbisik.


"Panjang umur tuh orangnya," ucap Fatih sambil menunjuk Irsyad yang baru saja datang.


"Mampus deh, cabut yuk!" ajak Felicia pada kedua temannya.


"Duluan ya!" seru Caera pada Fatih dan Fahad.


"Ingat tugas kalian," ucap Elyza lalu ketiga gadis itu segera pergi meninggalkan Fahad dan Fatih.


"Eh, Ci masalah sungai itu gimana?" tanya Caera ketika mereka sedang berjalan menuju kelas.


"Besok aja deh nyusun rencana dulu lagian capek juga," jawab Felicia.


"Iya betul, tunggu harganya naik dulu," tambah Elyza.


"Kayak barang aja tuh misi pakai harga segala, jadi masalah ke luar negeri gimana?" tanya Caera lagi.


"Siap kasus ini lagian kita awalnya kemana dulu sih?" tanya Felicia.


"Ke Jerman dulu," ucap Elyza.


"Yes jalan-jalan!" seru Caera.


"Bolos sekolah!" seru Felicia.


"Nikmat tuhan manakah yang engkau dustakan!" seru mereka berdua kompak.


"Hadeh masalah gak sekolah aja cepat untuk nih otak pada pintar-pintar kalau gak sekolah sebulan aja gak papa kayaknya," ucap Elyza sambil menggelengkan kepalanya lalu mengikuti Felicia dan Caera yang berjalan dengan riang di depannya.


^^^Bersambung.... ^^^


27 Januhari 2020


27 Desember 2020


Jangan lupa klik 🌟 dan 💬 kalau ada saran silakan diutarakan.


Jagan lupa, Dukung terus The Little Detective. Kalau perlu shere cerita ini pada teman-teman yang lainnya biar mereka juga dapat menikmati cerita ini.


Sampai jumpa di part berikutnya.

__ADS_1


See you bye


__ADS_2