The Real Beauty

The Real Beauty
Lonely


__ADS_3

Melewati hari-hari di sekolah tanpa Riyant mengharuskan Clara berdiri di kakinya sendiri, ia harus mampu membela dirnya dan melindungi dirinya sendiri tanpa bantuan Riyant, tentu awal Clara memulai ia sungguh takut tapi ini demi dirinya sendiri agar tak melulu bersembunyi di balik punggung Riyant.


Clara berjalan santai menuju kelasnya tanpa Riyant, ia mengatakan pada guru bahwa Riyant mengalami kecelakaan dan belum sadarkan diri, dokter mengatakan bahwa Riyant koma akibat dari pendarahan di otak yang mengharuskannya berbaring lebih lama di ranjang rumah sakit.


Clara berjalan melewati mading dan membaca informasi disana, tertulis bahwa akan diadakan pentas seni bulan ini, semua murid boleh unjuk gigi menunjukan kemampuan dan bakat yang dimiliki.


Clara tersenyum, tak lama senyumnya memudar ‘Apa aku boleh mengikuti pentas seni ini?’ pikirnya. Lalu menggeleng kepala kemudian pergi melanjutkan langkahnya menuju kelas ‘Tidak mungkin orang sepertiku bisa’ pikir Clara.


...----------------...


Jam istirahat seperti biasa Clara selalu menyempatkan diri untuk makan di kelas, melihat murid disana sedang membicarakan tentang pentas seni, lantas ia menajamkan pendengarannya dan banyak sekali teman-teman kelas yang mengikuti pentas seni itu.


Ketika jam pelajaran akan di mulai, sebelum guru masuk ke dalam kelas, terlebih dahulu ketua kelas memberitahu sebuah informasi mengenai pentas seni, ia mengatakan bahwa jika ada yang bersedia mengikuti pentas seni bisa langsung meghubunginya, ada banyak murid disana yang mengikuti pentas seni. Namun Clara tidak ikut serta dalam perayaan pentas seni di sekolah, sebenarnya jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Clara ingin ikut berpartisipasi dalam perayaan itu tapi ia ragu apakah ia bisa?

__ADS_1


...****************...


Setiap hari Clara selalu menyempatkan pergi menjenguk Riyant, entah itu sepulangnya dari sekolah atau ketika sedang libur, seperti saat ini, Clara berada di ruangan Riyant di rawat.


“Riyant, kau tahu? Sekolah kita mengadakan pentas seni, jika kau tidak berbaring disini, aku yakin kau akan ikut, terlebih kau berbakat, banyak orang yang akan mengapresiasi bakatmu,” Clara berujar sambil tersenyum ke arah Riyant yang masih menutup matanya.


“Riyant, aku begitu kesepian, biasanya kau yang mengajakku mengobrol di kelas bahkan saat jam pelajaran berlangsung, kau pula yang merubah hidupku menjadi lebih baik daripada aku yang dulu sebelum mengenalmu,”


“cepat pulih, aku menunggu,”


...----------------...


“Hmmm... Oh? Aku ketiduran lagi?” Clara terbangun dan meregangkan ototnya, “Sekarang jam berapa ya?” di raih ponsel miliknya di nakas samping ranjang Riyant, lalu melihat jam yang tertera di layar ponselnya. “Ya ampun sudah pukul 7 malam” lalu ia menatap Riyant.

__ADS_1


“Riyant, maaf. Aku harus pulang, mungkin ayahmu akan kemari, maaf aku tak bisa menginap. Ku harap kau cepat pulih, aku pergi dulu Riyant, sampai jumpa,” Clara bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan ruang rawat Riyant.


...----------------...


Di perjalanan ia masih memikirkan tentang pentas seni ‘apa aku harus ikut?’ batinnya, tapi ia tak tahu harus melakukan apa, sampai di rumah Clara membersihkan diri dan berganti pakaian, kemudian makan dan belajar untuk besok lalu tidur.


...****************...


Seminggu berlalu, saat itu di kelas sedang sepi, Clara bangkit dan melihat-lihat sekeliling sekolah, rupanya mereka berlatih menggunakan fasilitas sekolah untuk mengikuti pentas seni, Clara melihat dari kejauhan, ia sebenarnya ingin bergabung, namun ia ragu.


Clara pergi dari sana menuju perpustakaan, membaca mungkin membuatnya melupakan keinginannya mengikuti pentas seni, dan sampai di perpustakaan, Clara mengambil satu buku untuk di baca dan kemudian teringat perkataan yang pernah di ucapkan olej Riyant padanya, lantas ia bangkit dan berlari kecil meninggalkan perpustakaan lalu menuju kelas.


“Haahhhhh ... hhaahhh” Clara terengah-engah ketika memasuki ruang kelasnya, banyak pasang mata yang melihat ke arah Clara dengan pandangan aneh, namun Clara berusaha untuk tidak mengindahkannya, kemudian ia mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang.

__ADS_1


Ketika Clara berhasil menemukannya ia lantas menghampiri dan mengatakan “Ketua kelas, aku ikut berpartisipasi dalam pentas seni ini, atas nama Clara, Clara Shinta.”


__ADS_2