The Real Beauty

The Real Beauty
Perubahan


__ADS_3

“Clara, ada paket” teriak sang ibu dari bawah memanggil Clara di atas, terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga - itu suara langkah kaki Clara - ia menghampiri ibunya dan mengambil sebuah paket dari tangan ibunya.


Akhir-akhir ini Clara membeli beberapa pakaian mode baru karena berat badannya turun sedikit demi sedikit, Clara tidak melakukan diet ekstrem seperti dahulu, ia hanya mengurangi porsi makan juga rajin makan salad dan tak lupa untuk berolahraga seminggu tiga kali. Tubuh Clara terlihat sehat dari hari ke hari, ia merasa ringan dengan tubuhnya yang sekarang tidak seperti kemarin, meski tidak langsing namun Clara menyukai tubuhnya yang sekarang yang dirasa jauh lebih sehat daripada dulu.


Clara mencoba baju itu dan tersenyum, ia berjanji akan terus hidup sehat, ia pun melihat sebuah tulisan yang terpatri di cermin itu dan bergumam “aku akan selalu mencintai diriku sendiri” Clara selalu melakukannya setiap bangun tidur dan akan beraktivitas, ia pasti melihat tulisan di cermin itu terlebih dahulu dan selalu mengucapkan kalimat yang sama, entahlah tapi Clara rasa, dengan hal itu ia bisa lebih mencintai apapun yang adapada dirinya.


...----------------...


Minggu pagi seperti biasa, ia berolahraga dengan berlari kecil mengelilingi kompleks perumahan tempat ia tinggal, membawa sebotol minum lalu melakukan peregangan, saat ia sedang mengistirahatkan dirinya, ia melihat seorang gadis sebaya menghampirinya, Clara menajamkan penglihatan, lalu kemudian mengerutkan dahi bingung, itu Putri.


ia menghampiri Clara yang duduk di kursi taman, setibanya Putri langsung mendudukan diri disamping Clara, dengan refleks Clara berdiri dan berniat untuk pergi meninggalkan Putri, namun Putri mencegahnya, “kau mau kemana?” tanya nya, “Pergi, bukankah kau tak suka aku berada di sekitarmu? Kau mau apa? Mau mengolok-olok diriku lagi?”

__ADS_1


Putri tak mengindahkan hal itu, melainkan ia melihat Clara dari ujung kaki hingga ke kepala, “Kau terlihat beda,” komentarnya. Sekali lagi, Clara ingin beranjak dari situ lalu di cegah oleh Putri, “ayo berolahraga bersama,” ucapannya sukses membuat Clara terbelalak, ia tak menyangka Putri mengajaknya berolahraga, ada apa dengannya? Apa ini taktik agar ia bisa mengolok-olokku nanti?


“Mengapa kau diam saja, Clara? Aku tak akan menyakitimu,” sahutnya kemudian berlari meninggalkan Clara, “Ayo!” teriaknya dari kejauhan, Clara pun mengekori Putri di belakang.


Hari itu mereka seperti sepasang sahabat yang selalu bersama, tak ada lontaran kaliman kasar yang keluar dari mulut Putri pada Clara seperti kemarin, yang ada hanyalah obrolan-obrolan random yang biasa dipakai oleh para gadis ketika sedang bersama.


...----------------...


Beberapa kali pula Putri menolong Clara, seperti menjempunya ketika ia tertinggal bus ketika Clara pulang mengunjungi Riyant, mengantar dan ikut menjenguk Riyant bersama Clara dan juga Mikki, melihat Putri tersenyum dengan tulus, ya baru kali itu Clara melihat Putri dengan senyumnya, selama ini Putri selalu memasang wajah datar, untuk hal apapun, bahkan Clara sempat khawatir apa Putri tak punya selera humor?


Tetapi baru kali itu Clara melihat Putri tersenyum dan tertawa ketika mereka berada di bangsal Riyant bersama dengan Mikki disana.

__ADS_1


Hari itu mereka bertiga megunjungi Riyant di bangsalnya, mereka bermain uno game, selesai bermain Clara hanya memperhatikan Mikki yang bercanda dengan Putri di samping kiri ranjang Riyant, sedangkan Clara berada di samping kanan ranjang Riyant.


“Mikki, lihat ini. Menurutmu bagaimana?” tanya Putri pada Mikki menunjuk layar ponselnya, Mikki terlihat berpikir, lalu sedetik kemudian ia menjawab, “Awalnya aku tak melihat apapun, namun ketika ku pandang kerlip bintang nan jauh disana, sayup ku dengar melodi cinta yang menggema, terasa kembali gelora jiwa mudaku, karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut,”


Mikki menjawab sambil bernyanyi dan berjoget ala tik t0k yang sangat tidak profesional, membuat Putri tertawa karenanya, melihat hal itu Clara pun juga ikut tertawa lantaran cara Mikki berjoget sungguh lucu, lantas Clara menoleh ke arah Riyant, ia bergumam dalm hati. “Seandainya kau sadar lalu melihat mereka, kau pasti akan tertawa, juga kau pasti akan senang karena menjadi bagian dari mereka, Riyant, sekarang kita punya teman baru, aku harap kau cepat pulih,”


Melihat Clara terdiam menatap Riyant yang masih berbaring, Mikki menghampirinya lalu mengajak Clara untu makan bersama dengan Putri, mereka pun menuju kantinrumah sakit untuk memberi makan cacing-cacing di perut mereka, setelahnya kembali ke bangsal lalu pulang, karena besok mereka harus bersekolah.


...----------------...


Hari itu, mereka resmi berteman, meski Putri belum pernah menegur sapa Clara di sekolah, namun Clara tetap memandangnya sebagai seorang teman, ia tak masalah mungkin Putri hanya ingin menjaga image yang sudah ia bangun di depan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2