
(awal mula Putri berteman sama Clara)
“Putri, mengapa kau diam saja?” tanya Arin yang melihat Putri akhir-akhir ini menjadi diam. “Memangnya kenapa?” tanya Putri, “Tak apa sih, hanya aneh saja melihatmu diam begitu,” jawabnya. “Tuh Clara, mau kerjain dia? Sudah lama kan kita tak mengerjainya?” usul Cindy dengan rencana jahatnya. “Ayo!” Arin menjawab denga semangat. “Tidak, aku malas. Bisarlah anak itu damai dengan hidupnya,” tolak Putri membuat kedua temannya terdiam saling menatap.
Perilaku Putri yang semakin hari semakin aneh menurut temannya membuat kedua temannya curiga, hari itu mereka memantau Putri, apa yang membuat Putri berubah menjadi seperti itu, Putri yang biasanya suka hal-hal mewah mendadak jadi menyukai hal yang murah. Putri yang biasanya suka membully dan mencela kini ia berubah jadi pendiam dan membela, terlebih pada Clara, entah apa yang membuat Putri menjadi menjijikan bagi kedua temannya, maka dari itu mereka menguntit Putri.
Rupanya Putri ke rumah sakit menemui Riyant bersama dengan Mikki, temannya, mereka berdua memang tahu Mikki teman dekat Putri, karena Putri selalu menceritakannya dan juga Clara, pantas saja Putri tak mau mengerjai Clara lagi, hal itu membuat temannya kecewa, mereka berfikir bahwa Putri berkhianat.
...----------------...
Hari itu mereka mengajak Putri ke mall, Putri pun mau dikarenakan dia bosan di rumah, begitu pula ia ingin mencari hiburan, mereka bertiga pergi ke mall seperti biasa membeli barang-barang branded, Putri hanya membeli beberapa barang yang sekiranya ia mau, lalu mereka makan di restoran.
__ADS_1
“Putri, aku ingin bertanya padamu,” ucap Cindy pada Putri yang sedang meminum jus nya, “Silahkan,” ujar Putri sekenanya.
“Sejak kapan kau berteman dengan Clara?” pertanyaan Cindy membuat Putri tersedak, ia terbatuk batuk kemudian bertanya, “Apa maksudmu?”
“Tak usah berpura-pura, jawab saja!” tegas Cindy.
Putri terdiam sejenak, lalu balik bertanya, “Memangnya kenapa?” Putri menaikan satu alisnya dan menatap Cindy. “Ya ampun, kau benar berteman dengan si buruk rupa itu?” tanya Arin memastikan, “Clara baik,” terang Putri, mereka berdua saling menatap.
Putri menghela nafas, “Aku baru menyadari sekarang bahwa aku telah kehilangan diriku sendiri, aku tak bisa terus menerus seperti ini, aku ingin menjadi diriku sendiri, aku ingin diriku yang sekarang lebih baik dari diriku yang terdahulu. Untuk apa kita merundung orang lain? Kepuasan semata? Bukankah itu jahat?”
“Hahaha.. sejak kapan kau memntingkan jahat atau tidak jahat, Putri?” sela Cindy sarkas,
__ADS_1
“Sejak aku tahu bahwa aku kehilangan diriku sendiri. terserah kalian ingin menganggapku bagaimana yangpasti aku ingin melanjutkan hidupku dengan diriku yang baru yang lebih baik,” Putri beranjak ingin meninggalkan kedua temannya.
“Begitukah? Bukankah alasannya karena kau menyukai Mikki? tetapi karena Mikki menyukai gadis baik seperti Clara, lalu kau menyihir dirimu sendiri untuk menjadi peri seperti Clara? Tak usah mengelak,” sindir Cindy. Ingin sekali Putri membalasnya, namun ia tak mau membuat keributan, akhirnya ia pergi meninggalkan kedua temannya.
“DASAR PENGKHIANAT!” pekik Cindy membuat hampir sebgaian pengunjung menatap ke arah mereka, membuat Arin dan Putri malu, tapi Putri tetap meninggalkan mereka.
*Hallo gais, mutualan ig yuk!
*follow ig: ikaaafitrianiii
Thankyou for following and Thankyou for support my story
__ADS_1
Makasih udh mau sempetin baca coretan gajelas dari hasil pikiranku yg random ini. Semoga suka^^