The Real Beauty

The Real Beauty
Holiday (2)


__ADS_3

Hari ini mereka sedang berada di salah satu tempat yang menyediakan air terjun dan pemandangan gunung yang indah di daerah itu, mereka menikmati liburan mereka selama disana dan semakin hari mereka semakin akrab satu sama lain, sifat Putri yang dahulu ia sembunyikan kini terlihat, baik Clara ataupun Riyant menyadari akan hal itu.


Putri yang sekarang bersamanya berbeda dengan biasanya, sedangkan Mikki, ia tentu sangat senang karena Putri sudah menjadi dirinya sendiri. yah memang, banyak sekali orang-orang yang menjaga image nya yang di bentuk dengan susah payah sehingga mereka kehilangan dirinya sendiri, alangkah baiknya jika kita mencintai apapun yang ada pada diri kita, jika itu baik, maka perlihatkan, jika itu buruk, maka perbaiki untuk menjadi baik.


“kau senang?” tanya Mikki pada Putri yang duduk di sampingnya. Putri tersenyum, “Ya, terimakasih,”


“Tidak, aku yang berterimakasih padamu,” ucap Mikki membuat Putri menoleh bingung, “Apa maksudmu?” Mikki menatap Putri dan tersenyum.


“Terimakasih sudah kembali menjadi Putri yang ku kenal, jadilah dirimu sendiri. Jika kau menjadi orang yang bukan dirimu, itu hanya membuatmu tertekan, kau tak perlu kelihatan sempurna di depan orang banyak, sebab di dunia ini tak ada yang sempurna, Tuhan menciptakan kita sama, ia menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, jadi jangan mencela satu sama lain. Juga, meski seseorang bersikap buruk terhadapmu, tetaplah menjadi baik. Jangan membalas dengan bersikap buruk juga pada mereka, itu akan mencelakaimu,”


“Aku suka dirimu yang sekarang, seperti aku sedang bersamamu beberapa tahun yang lalu, kau sangat baik, bagiku kau tetaplah baik. Aku tidak suka kau yang kemarin, yang suka pergi ke club, mencela dan mengolok-olok orang lain dengan segala kekurangan yang mereka miliki. Kau tahu? Kau di anugerahi wajah yang cantik, tapi karena sikapmu yang begitu, membuatmu buruk. Jika kau begitu karena teman-temanmu begitu pula, lebih baik tinggalkan. Mereka menyebarkan toxic pada hidupmu, carilah teman yang bisa membuatmu jadi jauh lebih baik, tidak salah jika kau ingin membatasi orang-orang yang masuk dalam hidupmu. Ayo, kita makan siang,” lanjut Mikki beranjak dari duduknya dan menyusul Riyant juga Clara untuk makan siang, lalu melanjutkan kembali liburan mereka.


...----------------...

__ADS_1


Setelah lelah, mereka kembali ke villa, disana hanya ada Putri dan Riyant, sedangkan Mikki dan Clara pergi ke minimarket. Riyant tak tahu jika mereka berdua pergi, ia pun mencari Clara. Putri yang mengetahui gerak-gerik Riyant yang kebingunganpun bertanya padanya.


“Kau mencari Clara?” Riyant tak mengindahkan pertanyaan Putri, hingga Putri menjawabnya sendiri, “ia ke minimarket bersama Mikki,”


“Ok. Thanks.” Jawab Riyant, berlalu ke kamarnya, tetapi Putri mencegahnya hingga Riyant menoleh ke arahnya.


“Mengapa kau bersikap seperti itu padaku?” tanya Putri, Riyant menaikan satu alisnya. Putri mengulangi perkataannya lagi, lalu Riyant menjawab, “Karena aku tak menyukaimu. Bukankah sudah jelas?”


Mendengar itu membuat Putri sesak.


Sejak hari itu, Putri berfikir bahwa Riyant bisa menghargainya, tetapi ia salah, Riyant tetaplah sama, hingga libur berakhir dan mereka kembali ke sekolah.


...****************...

__ADS_1


Hari itu, usai sekolah seperti biasa Putri berjalan sendirian ke halte, ia menunggu Mikki karena Mikki berjanji akan menjemputnya, ia berjalan di belakang Riyant, hanya beberapa langkah dari Riyant, ia tak tahu bahwa sejak tadi Putri berada di belakangnya.


Mungkin aneh bagi sebagian orang melihatnya, mengapa Putri tengah sendirian, karena semenjak Putri dekat dengan Clara semua temannya menjauhinya, ia tak memperdulikan hal itu untungnya, baginya sekarang berteman dengan siapapun tak masalah, ia tak ingin memandang seseorang dari kalangan kasta apapun, ia ingin menjadi netral.


Ketika Putri duduk di halte, ia melihat Clara di sebrang jalan, ia melambaikan tangan pada Clara dengan senyum, lalu Putri menoleh ke samping kanan, rupanya ada Riyant di sampingnya tak jauh dari tempatnya duduk, Riyant akan menyebrang, sepertinya ia ingin menghampiri Clara disana, Riyant seperti tak melihat Putri di sampingnya, ia menggunakan headset dan pandangannya fokus ke depan.


Putri menatap Riyant dengan seksama, kemudian ia tersadar dan terbelalak kaget, refleks ia beranjak dan menghampiri Riyant.


“RIYANT, AWAS!!!”


BRAKK


Semua mata tertuju pada jalanan, seseorang tertabrak mobil, hingga membuat area sekolah menjadi ramai, banyak murid-murid yang mengerubungi korban, beberapa hanya melihat dan memotret, segelintir orang menghubungi guru juga ambulance, kejadiannya sangat begitu cepat.

__ADS_1


Seseorang disana di samping korban hanya diam mematung dengan tubuh gemetar juga keringat membanjiri tubuhnya. Sepertinya, ia shock melihat kejadian yang ada di depan matanya sendiri.


__ADS_2