The Real Beauty

The Real Beauty
Sebuah Pilihan dan Keputusan


__ADS_3

“Clara”


Riyant memanggil Clara ketika ia melihat Clara berjalan melewati gerbang sekolah. Clara memberhentikan langkahnya lalu menoleh ke sumber suara – suara Riyant – Dilihatnya Riyant tengah berlari menghampiri Clara.


“Oh? Hai Riant” sapa Clara ketika di rasa Riyant sudah berada dekat dengannya, Riyant mengatur napasnya lalu mengajak Clara untuk pergi ke kelas bersamanya. Awalnya Clara ragu, tapi Riyant tetap meyakinkan Clara bahwa tidak akan terjadi apapun. Clara akhirnya mengikuti Riyant berjalan bersama menuju kelas.


Sesampainya mereka di kelas banyak sekali pasang mata yang tertuju pada mereka, mengetahui hal itu Clara hanya terdiam menunduk lalu dengan cepat duduk di tempat duduknya mendahului Riyant,


berbeda dengan Riyant, ia tak memperdulikan orang-orang yang melihat ke arah mereka, lantas Riyant duduk di bangkunya dengan santai.


“Oh? Kau duduk disini juga?” tanya Clara pada Riyant yang baru saja duduk, “Ya, karena memang tak ada tempat lain,” jawab Riyant tersenyum pada Clara.


Di tengah jam perlajaran berlangsung Riyant izin ke toilet, ketika Riyant menghilang di balik pintu kelas seseorang yang duduk di bangku depan bertanya pada Clara,


“Apakau sudah mencuci otak Riyant? Mengapa ia jadi menempel padamu, jelek?” ia berkata dengan nada ketus, sedangan Clara hanya menunduk diam.


“Jawab!” tekannya sambil mencubit lengan Clara, “Ahh” desis Clara tertahan. “Aku tidak tahu,” jawab Clara, yang hanya mendapat tatapan sinis dari orang tersebut, Clara tidak mengetahui siapa namanya, tetapi orang itulah yang membuat rambut Clara menjadi seperti sekarang.


“Kau harus menjauhi Riyant, karena kau Riyant jadi sial. Dasar pembawa sial. Kasian sekali Riyant baru disini langsung mengenalmu jadi kena sial!”


Perkataannya membuat Clara berpikir, ‘memang lebih baik aku tak punya teman’ batinnya.


“Jauhi Riyant atau kau akan terus tersiksa seperti ini? Pilih saja,” ucapnya.


...----------------...


Jam istirahat berbunyi, Riyant mengajak Clara makan di kantin, tetapi Clara menolak. “Kau tidak makan?” Tanya Riyant, “Aku membawa bekal” jawab Clara sambil mengeluarkan kotak bekal miliknya.


Melihat itu Riyant mengangguk “Baiklah, aku akan membeli makanan terlebih dahulu nanti kita makan bersama, aku tidak membawa bekal. Kau mau makan dimana?" tanyanya, “Disini saja” jawab Clara.


Riyant pun pamit untuk membeli makanan, menyisakan Clara di sana sendirian. Tiba-tiba orang yang tadi pagi bertanya padanya datang bersama dua temannya yang lain menghampiri Clara,


Clara berusaha untuk tidak memperdulikannya dan mulai membuka kotak bekalnya.

__ADS_1


“Cindy, mana susu strawberry ku,” orang itu mulai membuka suara dan bertanya kepada temannya yang bernama Cindy. “Ini Put,” jawab Cindy.


“Putri, mengapa kita kemari. Seharusnya kita berada di lapangan, melihat cowok tampan sedang berlatih basket” teman yang satunya bertanya padanya. “Arin, disini sejuk. Sedangkan di lapangan sangat panas” jawab Putri mengibas-ngibas tangannya.


Mereka – Putri, Cindy dan Arin – kompak melihat ke arah Clara yang akan menyantap kotak bekalnya, “Oh my god, Clara. Mengapa kau tak menawari kami makan? Mengapa hanya sendirian?” Putri mulai menghampiri Clara, di ikuti kedua temannya.


“Kau seharusnya diet, sudah jelek. Gendut pula, dan apa-apaan makananmu, sungguh tidak sehat!” Arin berkata sembari mendorong kotak bekal Clara hingga sebagian makanannya jatuh dari tempatnya.


Tiba-tiba Cindy memfoto Clara bersama kotak bekal di hadapannya, mengetahui Clara di foto, Clara protes “Jangan memfotoku!”


Mereka bertiga sedikit terkejut dengan teriakan Clara.


“Loh? Memang kenapa? Lihat teman-teman, aku dapat foto **** yang sedang makan hahaha..” Cindy menghampiri kedua temannya yang berada di sebelah Clara sambil tertawa dan memperlihatkan hasil fotonya kepada mereka juga Clara.


Mereka tertawa membuat Clara geram, di rampasnya ponsel itu dari tangan Cindy dan membantingnya ke lantai.


“Aaaaaaakkk.. ya ampun, ponselku” kejut Cindy mengetahui ponselnya di banting Clara.


Cindy menampar Clara, Clara terdiam menahan sakit dan panas di pipinya, “Bodoh ya! Kau pikir ponselku murah hah? Dasar babi” Cindy murka lalu menjambak rambut Clara dengan kasar,


Clara terus menghindari jambakan Cindy dan saat itu juga Putri langsung menghentikan pergulatan Cindy dan Clara,


Cindy menatap Clara sebal dan memungut ponselnya yang berada di lantai kemudian.


CURRRR


Putri menumpahkan susu strawberry miliknya ke makanan Clara yang belum ia sentuh di kotak bekalnya,


Clara terkejut lalu mendorong Putri hingga Putri terjatuh, dengan sigap Arin mengambil alih kotak bekal Clara yang tercampur susu lalu ia mengaduknya menjadi bubur dan menumpahkan semua isinya ke tubuh Clara.


“Jangan mengganggu teman-temanku, paham?!” bentak Arin tepat di wajah Clara, Mereka mulai membangunkan Putri yang masih terduduk di lantai akibat Clara yang mendorongnya.


Lalu pergi meninggalkan Clara sendirian dalam keadaan menjijikan, makanan yang tercampur susu seperti muntahan bagi Clara dan aromanya sungguh sangat aneh, ia memutuskan untuk membersihkan dirinya di toilet sebelum Riyant melihatnya.

__ADS_1


Selang beberapa menit Clara pergi, Riyant datang dengan makanannya, ia mengedarkan pandangan mencari sosok Clara di kelas itu tetapi tak ada siapapun disana, kelas sedang sepi. “Kemana Clara?” tanyanya bingung


...----------------...


Sampai jam pelajaran berlangsung, Clara belum juga masuk. Untung hari ini jam kosong jadi Riyant berinisiatif untuk mencari Clara, kesegala ruangan, mulai dari UKS, perpustakaan hingga kantin.


Hanya satu tempat yang belum ia datangi yaitu, toilet perempuan. Ia bergegas menuju toilet perempuan, setibanya disana ia hanya berdiri melihat toilet tersebut dengan pandangan bingung, dilihatnya siswi dari kelas lain yang akan masuk toilet, Riyant mencegahnya dengan perasaan canggung dan meminta tolong pada siswi tersebut,


ia menyurh siswi itu untuk melihat ke dalam toilet dengan menyebutkan ciri-ciri Clara, tentu ia tak masuk ke dalam karena ia bukan wanita, ternyata nihil, tak ada siapapun disana. Tak ada Clara, ia berlari kesana kemari mencari Clara namun tak ia temukan.


...----------------...


Di sisi lain, Clara sedang berada di rooftop sekolah, menangis sendirian disana dengan keadaan basah, ia mengguyur dirinya sendiri di toilet lalu naik ke rooftop dan berdiam didana hingga jam pelajaran berakhir.


Riyant masih menunggu Clara ketika bel pulang sekolah berbunyi 10 menit yang lalu, Riyant terdiam di dalam kelasnya sampai Clara masuk kembali ke kelas, Riyant menghampiri Clara dan membawakan tasnya ke depan pintu kelas.


“Hei, kau dari mana saja?” Riyant bertanya sembari memberikan tas Clara, “Aku.. aku sedang membantu bu Nina mengoreksi kertas qius minggu lalu hehe” Clara beralasan agar Riyant tak mencurigainya.


Clara tak mau ada seorangpun yang tahu bahwa rooftop adalah tempat ternyaman untuk menangis.


Mereka berjalan bersama dan pulang ke rumah masing-masing. Meskipun Riyant selalu melindungi Clara ketika ia di bully oranglain, tetap saja Clara berusaha untuk tidak melibatkan Riyant.


Clara tidak mau Riyant seperti dirinya yang tidak punya teman, Riyant orang baik, biarlah Riyant mempunyai kehidupan normal seperti yang lain bukan seperti dirinya.


...----------------...


Hari-hari berlalu, Riyant pun mengalami hal seperti Clara, ia tak mempunyai teman seperti Clara hanya karena ia melindungi Clara, kadang Riyant mendapat kesialan seperti ban sepeda motorya yang tiba-tiba kempes ketika pulang sekolah, tas sekolahnya berisi sampah, tempat duduknya yang kotor dan lainnya tetapi Riyant tak memperdulikan itu, selama itu tak menyakiti dirinya ia tetap tidak memperdulikannya.


Berbeda dengan Clara, ia memperdulikan itu semua, ia mengetahui bahwa Riyant pun di perlakukan seperti itu, membuat Clara semakin bersalah terhadap Riyant.


Karena Clara, Riyant mendapatkan hal yang seharusnya tidak ia dapatkan, dalam hati Clara bertekad bahwa, ia ingin mengabaikan Riyant, demi kebaikannya, sudah cukup hari-hari lalu Riyant melindunginya, membelanya dan menemaninya.


Hari ini, esok dan seterusnya Clara akan mengembalikan kehidupan normal yang Riyant miliki, Clara akan menjauhi Riyant selamanya.

__ADS_1


__ADS_2