The Real Beauty

The Real Beauty
Pameran


__ADS_3

“Ada pameran lukisan di akhir pekan, aku, Clara dan Riyant akan mengunjungi tempat itu, kau mau ikut?” Putri berbicara di sebrang telfon pada Mikki, sudah seperti biasa ketika malam, Mikki menemani Putri melalui telfon karena ia tinggal sendiri, mendengarkan semua cerita Putri pada hari itu setiap hari, mendengar keluhan dan rasa sedihnya. Hampir seluruhnya Putri mengatakan pada Mikki, dan Mikki tak mempermasalahkan hal itu.


“Tentu, tanpa ada aku, perjalanan kalian tak akan seru,” jawab Mikki di sebrang sana dengan rasa percaya diri. Putri memutar bola mata malas mendengar pernyataan Mikki, “jemput aku ya, jemput Clara dan Riyant juga. Pakai mobilmu saja,” usul Putri dan di iya kan oleh Mikki, “sudah. Kau tidur sana,” Putri menutup sambungan telfonnya dan pergi ke alam mimpi.


Akhir pekan tiba, mereka ber-empat pergi ke pameran lukisan yang di adakan di pusat kota dengan mobil Mikki, mereka sangat bersenang-senang, terlebih Putri. Gadis itu sangat mengagumi lukisan-lukisan yang di pamerkan disana, ia bahkan melihat dengan detil lukisan itu juga membaca arti dari lukisan tersebut.


“Woahh.. mereka sangat hebat,” puji Putri di setiap lukisan, “kau juga hebat,” sahut Clara yang di setujui oleh Mikki san Riyant. “Ah tidak, lukisanku bahkan jauh dari standar,” keluh Putri. “Kau harus percaya diri, percaya pada kemampuanmu, ku yakin hasilnya akan maksimal,” ujar Riyant, “kau hanya kurang percaya diri,” tambahnya lagi. Putri kembali memandangi lukisan di sampingnya, “kau benar, aku harus percaya diri,” Gumamnya.

__ADS_1


Mikki menepuk bahu Putri, “kau pasti bisa, percayalah. Aku akan tetap mendukungmu,” Putri menatap Mikki dengan haru, “terima kasih, Mikki”


“ekhem, bisa kah kita lanjutkan perjalanan kita?” Riyant bertanya pada dua sejoli di hadapannya, membuat Putri tersenyum malu karena memandangi Mikki dengan kagum.


“Ayo!” sahut Mikki menggenggam tangan Putri, membuat gadis itu terkejut menatap Mikki, namun lelaki itu terlihat biasa saja, Putri berusaha keras untuk tetap terbiasa dengan keadaan Mikki yang menggenggam tangannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga malam, mereka pun pulang dengan rasa senang dan bahagia di dalam diri masing-masing.


“tenang, kalian tak usah khawatirkan itu jika aku ikut dengan kalian,” ucap Mikki dengan sedikit menyombongkan diri,” Putri menatap Mikki yang berada di sampingnya dengan malas, “tidak!” sergahnya. “haha baiklah, nanti next kita pergi karauke,” putus Mikki yang di setujui yang lain.

__ADS_1


...****************...


Sepulang dari pameran itu, Putri mulai melatih diri untuk melukis di temani Clara, terkadang Putri pun menemani Clara membuat konten creator dan memuji hasil make up Clara yang menurutnya sangat keren. “kau tahu, aku sangat iri. Kau bisa sekeren itu, apa rahasianya?” tanya Putri sewaktu ia bersama Clara di rumah Clara. “Aku hanya senang melakukannya, kau juga bisa. Lakukanlah apa yang membuatmu senang tanpa terbebani sedikitpun, dan percaya pada kemampuanmu sendiri. memang akan banyak orang tak menyukainya, lagi pula kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lainkan, melainkan untuk menyenangkan diri sendiri. jadi jika kau ingin memulai sesuatu, mulailah sekarang, jangan menunda-nunda esok. Kau juga harus percaya pada kemampuanmu, jangan pedulikan seseorang yang tak menyukai hal yang kau sukai. Ingat, dirimu yang berharga itu sangat penting.”


Baik Putri maupun Clara, mereka berusaha untuk menerima dirinya sendiri, dengan apa yang sudah Tuhan berikan pada mereka, mensyukurinya dan menghargainya. Kita tidak di lahirkan untuk menyenangkan orang lain bukan?


Meski kalian merasa takut untuk melangkah, tetapi teruslah melangkah. Temukan jati dirimu yang sesungguhnya, banyak sekali orang yang merasa takut melangkah dan memperkenalkan diri mereka sendiri apa adanya kepada dunia dengan memakai topeng.

__ADS_1


Apa yang harus di takutkan hingga bersembunyi di balik topeng? Kalian harus tahu, bahwa apapun itu diri kalian tetaplah berharga. Maka dari itu, tunjukkanlah dirimu, berhentilah mengenakan topeng, berhentilah mengejar standar. Semua itu hanya beban untuk diri sendiri, itu semua melelahkan.


__ADS_2