The Real Beauty

The Real Beauty
Perubahan bag. 2


__ADS_3

Manusia sering kali menuntut orang lain bahkan dirinya sendiri untuk terlihat sempurna, entah bagaimana caranya mereka harus mempertahankan ‘kesempurnaan’ yang mereka ciptakan hingga kehilangan dirinya sendiri, apa salahnya jika kita menjadi diri sendiri?


Seperti Clara, yang berusaha untuk menerima keadaan dirinya, untuk mencintai dirinya sendiri, meski semua orang menuntutnya untuk terlihat cantik jika ia lebih kurus, cantik jika ia putih dan sebagainya, namun Clara mematahkan semua itu, ia berusaha memberitahu semua orang bahwa, cantik bukan hanya sekedar fisik semata, melainkan hati yang baik.


Semua wanita itu cantik pada dasarnya, hanya sifat manusialah yang selalu merasa kurang, padahal Tuhan telah memberi kita kecantikan yang luar biasa, namun kita tak pernah mensyukurinya.


Seperti Putri, yang kehilangan dirinya sendiri hingga ia menjadi orang lain yang terlihat keji. Padahal, ia hanyalah gadis polos nan baik, yang hanya diketahui oleh sahabatnya Mikki. putri mencoba untuk mencari dirinya sendiri dan menerima dirinya apa adanya.


“Clara,” panggil Riyant lalu menghampiri Clara di halte, Clara menoleh “Oh? Riyant, ada apa?” Riyant terdiam, lalu berbicara dengan ragu, “Apa aku boleh ikut denganmu? Kau akan ke RS kan?” Clara mengangguk, “Kau bersama Mikki?” sekali lagi Clara mengangguk, “Kalau kau mau ikut, ayo kita kesana bersama.


Mikki membawa mobil,” jelas Clara, Riyant mengangguk. Sebenarnya Clara ingin bertanya, namun ia merasa bahwa itu bukanlah waktu yang tepat.

__ADS_1


Mikki sempat merasa aneh karena ada Riyant disana, ia pun hendak bertanya namun Clara melarangnya dengan kode, untung Mikki mengerti dan iapun mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Riyant.


...----------------...


Sesaat kemudian, mereka pun sampai di bangsal rawat Putri, disana hening, tak ada satu orang pun memulai percakapan, hingga Riyant bersuara


“Boleh aku berbicara dengan Putri?”


“Menurutmu, apa yang akan Riyant katakan?” tanya Mikki membuka obrolan, ketika mereka baru sampai di kantin dan hanya sekedar memesan minuman, karena mereka tidak lapar. “Entahlah, menurutmu?” sahut Clara bertanya balik pada Mikki, “Riyant akan menembak Putri,”


“UKHUKKK” tiba-tiba Clara tersedak dan tak sengaja menyembur Mikki yang berada di hadapannya, “Hey kau ini kenapa?” Mikki kesal karena ia terkena semburan, Clara mengelap bibirnya dengan tisu, “Kau berfikir terlalu jauh, bung.” Sahutnya, sedangkan Mikki hanya tertawa.

__ADS_1


“Aku tak tahu, mengapa aku berfikiran begitu ya. Hanya saja, biasanya jika ada sepasang lelaki dan wanita yang tak pernah akrab, biasanya sekali akrab tandanya itu jatuh cinta.” Jelas Mikki membuat Clara tertegun, ‘apa benar?’ batinnya bertanya-tanya, ia tak tahu tapi rasanya nyeri dan sesak sekaligus di dada nya hanya karena Mikki berkata demi kian, Clara menggeleng, sepertinya ia mulai negatif thinking, ‘mana bisa Riyant begitu, mungkin hanya Mikki yang seperti itu’ pikirnya.


Disisi lain, Riyant duduk di kursi samping ranjang pasien, mereka hening beberapa menit lalu Riyant mulai bersuara. “Terimakasih. Terimakasih karena kau telah menolongku,” Putri ingin menjawab, namun kembali Riyant cegah, “Tolong dengarkan aku terlenih dahulu,” Putri mengangguk takut.


“Terimakasih sudah menolongku, dan maaf aku baru bisa menemuimu padahal kau suah boleh pulang. Alasan aku kemari karena aku masih shock dengan kecelakaan tempo lalu, dan aku malah melihat seseorang kecelakaan di depan mataku sendiri, itu membuatku sangat tidak percaya, betapa yang ku lihat sangat menyakitkan padahal rasanya seperti melayanga dan.. dan mati,” Riyant terjeda untuk menghela nafas, kemudian melanjutkan,


“Maaf atas sikapku yang membuatmu sakit, aku hanya. Hanya ingin melindungi Clara, dan kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yang membully nya, maka ketika kau berubah sikap menjadi manis pada Clara, itu membuatku berpikir bahwa kau hanya pura-pura, meski Clara terus meyakinkan aku kalau kau sudah berubah, aku tetap tak percaya sebelum aku melihatnya sendiri. sekarang aku percaya, tetaplah jadi baik Put. Cepat sembuh. Sekali lagi aku berterimakasih padamu, karena kau telah menolongku,”


Putri tersenyum, “Terimakasih kembali Riyant, kau sudah memafkanku kan?” tanya Putri hati-hati, Riyant mengangguk canggung. Putri tersenyum, sedangkan Riyant hanya menatapnya datar.


*karena aku ga update kemaren jadi hari ini 2 chapter sekaligus. semoga suka ❤

__ADS_1


__ADS_2