The Real Beauty

The Real Beauty
Kembali


__ADS_3

“Mengapa kau menyuruhku untuk menjauhimu?” Riyant bertanya ketika mereka duduk di bangku taman belakang sekolah.


Seusai Clara menangis, Riyant mengajak Clara untuk mengobrol dengannya di taman belakang, sepertinya ada yang perlu di luruskan antara Clara dan Riyant


“Maaf, aku tak ingin kau di ganggu hanya karena berteman denganku,” Clara menjawab sambil menundukkan kepala. ”Jangan pedulikan mereka, fokuslah pada dirimu sendiri, Clara. Mari kita lihat, kau sangat berbakat dalam hal make up, teruslah membuat kontenmu dalam hal make up, jangan dengarkan komentar jahat yang hanya akan menjatuhkanmu. Aku yakin banyak di luar sana yang akan mendukungmu,” ucap Riyant menoleh ke arah Clara yang masih menundukan kepalanya.


Clara mendongkak menatap Riyant


“Apa benar?” tanya nya, Riyant tersenyum. “Tentu saja. Lakukanlah, lakukan apapun yang kau suka, tidak peduli orang lain menyukainya atau tidak, jika kau senang dan bahagia melakukannya, lakukanlah. Kebahagian seseorang berbeda-beda bukan? Jadi sekali lagi, jangan pedulikan mereka yang berkomentar jahat tentang dirimu,”


“Aku tak yakin Riyant, mungkin kalau di sosial media bisa ku tangani tapi..” Clara menggantungkan kalimatnya, “Aku akan melindungimu, aku masih tetap berada di sampingmu. Jadi, jangan menjauhi ku lagi,” lirih Riyant.


Clara yang mendengar Riyant berucap lirih malah membuatnya merasa bersalah, “Maafkan aku, aku hanya tak ingin kau sepertiku, cukup aku saja,”


“Aku bahkan tidak ingin kau diperlakukan seperti itu,” Riyant berucap sambil menerawang kedepan. “Lawanlah, jika ada yang menyakitimu lawanlah. Kau berhak atas dirimu, kau harus berusaha untuk mencintai dirimu sendiri. Siapapun kau, apapun jenis kulitmu, kau harus mulai mencintai dirimu sendiri, menghargai dirimu dan jangan biarkan orang lain melukaimu, kau mengerti?” Riyant menoleh menatap Clara yang terdiam mematung.


“Apa bisa?” Clara bertanya, “Tentu, ayo. Mulai sekarang kau harus mencintai diri sendiri. Lakukanlah apa yang kau suka” Riyant tersenyum lalu mengacungkan klingkingnya di hadapan Clara.


“Berjanjilah untuk mencintai diri sendiri dan jangan menjauhi ku lagi,” Clara tersenyum, lalu mulai menautkan kelingkingnya pada kelingking Riyant.


“Aku akan berusaha.” mereka lalu melepaskan tautan kelingking mereka masing-masing.


“Aku yakin kau bisa. Mari berusaha bersama, di mulai dari hal-hal kecil. Seperti, menerima dirimu, kekuranganmu apapun yang ada pada dirimu. Bisa?” tanya Riyant


“Aku akan mencobanya, Riyant. Terimakasih.”


...****************...

__ADS_1


Sejak saat itu, Clara mulai melatih diri untuk menerima kekurangannya dan berusaha untuk mencintai dirinya sendiri, meski sulit bagi Clara, namun Riyant tetap berdiri disana menguatkan Clara ketika jatuh, menyemangati Clara ketika ia mulai putus asa. Riyant tak pernah meninggalkan Clara, ia akan membela Clara ketika Clara mulai di rundung.


Riyant bahkan mengajari Clara bagaimana cara membela diri, agar ia tak melulu pasrah ketika ia di rundung oleh orang lain. Clara mengikuti kelas taekwondo bersama Riyant, karena Riyant sudah lama berlatih taekwondo jadi ia mengusulkan Clara untuk berlatih juga bersamanya.


Semakin hari Clara mulai merasa bahwa ada perbedaan dari dirinya sekarang dan dulu, ia lebih nyaman dan tak merasa cemas, Clara sering memposting beberapa konten video make up nya dan tentu, ada banyak yang menyukainya serta mendukungnya meskipun ada pula yang menghina fisiknya, tapi lagi-lagi Riyant mengatakan “Tak usah di perdulikan, teruslah melatih dirimu untuk mencintai apa yang ada pada dirimu.”


...----------------...


(POV Clara On)


Di sekolah tak ada yang membully ku, karena aku berusaha untuk melawan, saat itu Riyant tak ada di sampingku, Putri dan temannya menghampiriku di kantin, ketika aku sedang memakan makananku, dan itu pertama kalinya aku makan di kantin.


Aku memberanikan diri untuk makan disana, meski tak ada teman makan untuk menemaniku mengobrol selama makan di kantin.


Putri dan temannya mulai menyiram tubuh ku dengan kuah bakso yang masih panas, itu membuatku kaget, siswa/i yang berada di kantin hanya menertawaiku, sedangkan aku? Aku diam saja, aku sedikit takut, tapi aku ingat perkataan Riyant tempo lalu, dan aku mulai bangkit ketika putri mencoba untuk menumpahkan jus nya ke arahku, aku menghentikan tangannya dan mencengkramnya, ia meringgis dan temannya yang lain mencoba memukulku, refleks ku dorong putri yang masih ku genggam pergelangan tangannya ke arah Arin yang mencoba untuk memukulku, mereka berdua terjatuh terduduk di lantai kantin.


...----------------...


Aku terus melakukan apapun yang aku suka, dan sungguh! Itu menyenangkan.


Kau hanya perlu melatih dirimu, menerima semua kekurangan yang ada pada dirimu dan melakukan apapun yang kau suka tanpa memperdulikan komentar jahat dari orang lain.


Jika ada yang mengomentarimu dengan positif, ambil dan banyak belajar. Jika itu negatif tak usah hiraukan dan teruslah berjalan mengejar mimpimu dan teruslah mencintai dirimu sendiri apapun kekurangan yang ada pada dirimu.


(POV Clara Off)


“Riyant!” Clara menghampiri Riyant dengan sebotol air di tangannya, ia berlari menghampiri Riyant di lapangan basket, Riyant sedang berlatih basket untuk perlombaan antar sekolah minggu depan.

__ADS_1


“Clara? Ada apa?” Riyant bertanya ketika Clara sudah berada di hadapannya. Clara memberikan sebotol minum pada Riyant, lalu dengan senang hati Riyant menerimanya.


“Terimakasih, Clara.”


Clara tersenyum. “Kau harus semangat!”


Riyant membalasnya “Tentu.” Clara berbalik dan mulai mencari tempat duduk untuk melihat Riyant berlatih basket dengan teamnya di lapangan sana.


Sedangkan Riyant mulai berlatih kembali setelah meneguk minuman yang di berikan oleh Clara padanya, “Riyant sepertinya akan sangat semangat,” ujar Yoga di samping Riyant.


“Tentu saja, kan sudah di semangati sang kekasih di sebrang sana,” Farhan menimpali,


“Pangeran tampan dan si buruk rupa. Hahaha...” Andi menyahut dengan tawanya yang kejam, semua orang tertawa kecuali Riyant, ia tak peduli dan melanjutkan latihannya, baginya Clara itu cantik, entahlah tapi ia merasa bahwa Clara itu cantik.


...----------------...


Pulang sekolah, Riyant dan Clara mampir di sebuah kedai makan pinggir jalan untuk makan siang bersama, mereka mengobrol sembari menunggu pesanan tiba, tepat saat pesanan mereka sudah tersaji ada pengemis yang menghampiri meja Clara dan Riyant disana, lalu dengan sigap Clara memberikan makanannya pada pengemis itu, Riyant menatap Clara dengan pandangan.


‘Mengapa kau memberikannya?’ tapi Clara hanya membalas tatapan Riyant sengan senyuman. “Kau tak lapar? Mau ku pesankan lagi?” tanya Riyant pada Clara, namun justru Clara menolak.


“Tidak, aku mendadak kenyang. Kau makan saja,” ujar Clara. Mendengar itu Riyant bangkit dan meminta pelayan tadi membungkuskan makanan untuknya lalu di berikannya ke pada pengemis tadi.


“Ini untukmu, makan di rumah,” ujar Riyant tersenyum. Clara menoleh “kau tak makan?” Riyant menggeleng “aku kenyang.”


Mereka lalu pergi dari kedai tersebut setelah membayarnya, di perjalanan mereka memilih untuk membeli jajanan pinggir jalan dan memakannya sambil berjalan menuju rumah, tepat saat itu Riyant kagum dengan kebaikan hati Clara.


Clara selalu memberi kepada orang-orang yang membutuhkan, selalu menolong dengan sigap ketika seseorang meminta bantuan padanya, selalu membantu siapapun dan kapanpun juga Clara sangat ramah serta murah senyum.

__ADS_1


Itulah yang membuat Clara cantik menurut Riyant, Clara cantik karena hatinya yang tulus dan baik.


__ADS_2