
Hari libur semester telah tiba, hari yang di tunggu seluruh pelajar untuk melepas penat pemikiran mereka tentang belajar dan juga ujian-ujian sekolah yang lain. Hari ini mereka di berikan waktu untuk me-refresh pikiran mereka agar semangat kembali ketika masuk sekolah tiba, seperti pelajar yang lain.
Clara, Riyant, Mikki dan juga Putri, mereka merencanakan berlibur ke puncak selama seminggu, sudah dari lama merencanakannya, bahkan sebelum berlibur, dan hari ini mereka akan berangkat ke puncak bersama, meski sikap Riyant belum melunak terhadap Putri namun tak membatalkan rencana mereka, bahkan Mikki juga Clara ikut membantu agar Riyant sedikit melunak terhadap Putri, meski hasilnya selalu sama.
Mereka sudah memilih tempat untuk mereka tinggali selama seminggu, mereka menyewa villa, ada dua kamar di dalam villa itu, tentu Putri akan sekamar dengan Clara begitu pula dengan Mikki dan juga Riyant.
Ketika sampai di villa sekitar pukul 3 sore, mereka langsung membereskan barang-barang dan pergi berbelanja di minimarket untuk makan malam, kebetulan villa mereka dekat dengan minimarket jadi tidak perlu susah menggunakan kendaraan menuju ke sana, hanya dengan berjalan kaki sudah sampai.
Putri dan Clara menyiapkan makan untuk makan malam mereka, sisanya sibuk dengan urusan masing-masing, ketika makanan sudah siap, mereka langsung menyantap makanan dengan hangat. Paginya mereka pergi untuk menikmati liburan, mereka terpisah karena ingin melihat spot pemandangan yang berbeda, Riyant berjalan di samping Clara menikmati pemandangan yang tersaji di hadapan mereka, meski sudah siang udara disana begitu sejuk, tidak seperti di jakarta pada umumnya.
“Clara,” Riyant memecah keheningan pada mereka berdua sebelumnya, membuat Clara mendongkak, karena Riyant jelas lebih tinggi di banding ia.
__ADS_1
Alis Riyant bertaut, “Kau terlihat berbeda,” ungkapnya, “Benarkah?”
Riyant mengangguk, “Kau diet?” tanya Riyant hati-hati, Clara tersenyum, lalu mengangguk, “Aku sedang mencoba pola hidup sehat, aku mempelajarinya dari buku dan konsultasi pada dokter, aku tak ingin gegabah seperti dahulu,” terangnya.
Riyant mengangguk paham, “Jika itu membuatmu tersiksa, sudahi saja. Aku tak mau kau sakit,” ucap Riyant, membuat Clara tersenyum,
“Ohya, kau tahu? Waktu itu aku melihat sebuah video di youtube, mereka seperti group yang sedang berpidato, aku ingat penggalan pidatonya, yang mengatakan ‘no matter who your are, where you’re from, your skin colour, your gender identity: just speak yourself.’ Seperti itu, sejak saat itu, aku mulai termotivasi untuk lebih mencintai diriku sendiri, tak peduli jika orang lain mengatakan aku jelek, I’am Beautifull,” ucap Clara menirukan pidato dari RM from BTS.
Riyant tersenyum lebar, lalu mengusap kepala Clara, “yaa. You're The Reall Beautiful.” Clara terdiam, menatap Riyant. Ia seperti merasa, senang. Sesuatu seperti sedang menggelitik perutnya membuatnya tersenyum. Mereka melanjutkan perjalanan menuju spot-spot foto yang akan mereka abadikan.
“Sudah lama tak berlibur bersamamu,” Putri menoleh ke arah Mikki, dan secara bersamaan Mikki menoleh ke arah Putri, “Kau terlalu sibuk dengan teman-temanmu yang branded itu, tanpa mempedulikan aku, kau tahu?”
__ADS_1
Putri terdiam, lalu menunduk. “Ya, aku salah. Seharusnya aku menghabiskan waktuku untukmu, mereka seperti memanfaatkanku,”
“Kau terlalu polos,” lirih Mikki
“Begitukah?” Putri bertanya dengan bingung, Mikki mengangguk. “Hmm. Sudahlah, sini ponselmu,”
“Untuk apa?” tanya Putri heran, “Mengambil gambar denganku. Ayo berfoto bersama,” ajaknya.
”Mengapa tak meminta bantuan orang lain?” titah Putri, “Aku tak mau, kalau bisa sendiri mengapa harus meminta bantuan orang lain?” jawab Mikki acuh tak acuh
“cih, sombong.”
__ADS_1
Mikki terkekeh, lalu mereka mengambil foto berdua dengan sangat banyak.
Baik Mikki, Putri, Clara dan juga Riyant, mereka menikmati waktu liburan mereka. Hari itu mereka habiskan bersama, dan malam mereka pulang kemudian beristirahat, masih banyak tempat yang harus mereka kunjungi, jadi mereka akan mengisi energi untuk besok.