
Tanpa disadari Mikki, ternyata Putri mempunyai perasaan pada Mikki, itu sebabnya Putri sering kali marah dalam hal sepele, seperti ketika Mikki tak menghubunginya bahkan ketika Mikki bersama gadis lain, Mikki tak menyadari hal itu, ia hanya mengira bahwa semua itu karena memang sikap dari Putri.
Ketika Putri tahu bahwa Mikki memuji Clara, tentu membuatnya sangat marah, “memang apasih hebatnya Clara? Bahkan lebih cantik aku?” ia bertanya ketika Mikki berada di rumahnya pada saat itu, “Clara anak yang baik, dia mencoba untuk menjadi lebih baik dan mencoba untuk menerima segala kekurangannya” jawab Mikki
Putri terdiam sejenak, lalu tanpa sadar bergumam “Jika aku seperti Clara, apa kau akan menyukaiku?” tentu gunamannya terdengar oleh Mikki, hal itu sukses membuatnya terkejut. Meski Putri berbicara dengan suara yang sangat kecil seperti bisikan, namun Mikki masih bisa mendengarnya, Mikki menjawab dengan santai sebisa mungkin “Jadilah dirimu sendiri, aku tahu kau baik.”
Sejak saat itu Putri terus memikirkan ucapan Mikki, ia bertanya-tanya dalam hati ‘apa aku selama ini tidak menjadi diriku sendiri?’ ia tak menyadari bahwa dia kehilangan dirinya sendiri.
...****************...
__ADS_1
Putri mendadak jadi pendiam, ia tak lagi membully orang-orang, termasuk Clara, hal itu membuat teman-teman Putri merasa aneh, ada apa dengannya, ia seperti tak biasanya. Putri terus memikirkan ucapan Mikki, dan tersadar bahwa ia telah jauh kehilangan dirinya, ia lantas menemui Mikki sepulang sekolah.
“Mikki, apa aku pernah baik?” tanya Putri setibanya di rumah Mikki,
Mikki menaikan alisnya, ia bingung dengan pertanyaan Putri, “apa aku pernah melakukan sesuatu hal yang baik?” tanyanya kembali. “Tentu,” jawab Mikki acuh, “Apa aku jahat?” Mikki menoleh, “Tidak, mengapa kau bertanya seperti itu?”
Mikki melirik ke arah Putri, ia terlihat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan Putri, lantas Putri beranjak dan pergi meninggalkan Mikki yang kebingungan dengan sikap Putri padanya.
...----------------...
__ADS_1
Malamnya, Mikki menelfon Putri menanyakan apakah dirinya baik-baik saja, dan Putri menjawab dia sangat baik, setelah telfon terputus, Putri berbaring dengan pikiran-pikiran yang penuh, seketika memori tentang dirinya yang berprilaku tak baik pun muncul bak film yang terputar secara otomatis, Putri merenung, selama ini yang ia lakukan sungguh sangat memalukan, ia begitu angkuh.
Ia terheran-heran, mengapa Mikki masih tetap berada di sampingnya, padahal ia juga sempat bersikap kasar pada Mikki. Putri menangis, menangisi segala kesalahan yang pernah ia lakukan, tetapi ia malu, malu untuk meminta maaf pada orang-orang yang sudah menjadi sasaran atas sikapnya.
Dalam hatinya, Putri ingin berubah namun, rasa gengsi mendominasi hati dan pikirannya, sehingga ia memilih untuk diam tak melakukan apapun, membuat semua teman-temannya termasuk Mikki merasa aneh, tak biasanya Putri mendadak menjadi pendiam seperti itu, mereka terus bertanya pada Putri, apa ia baik-baik saja? Dan selalu di jawab Putri bahwa ia baik-baik saja.
Tak ada salahnya meminta maaf jika memang kita bersalah, meminta maaf bukan berarti kita seorang pecundang, meminta maaf merupakan salah satu bentuk kekuatan hati, agar terlatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, jangan terus menerus meminta maaf pada hal sepele, itu malah membuat dirimu rendah dimata orang lain.
Maaf klo sedikit dan maaf klo selow update soalnya aku lanjut kuliah lagi, tapi aku bakal usahain update^^
__ADS_1