The Real Beauty

The Real Beauty
Menjauh


__ADS_3

Semakin hari Clara semakin menjauhi Riyant dan Riyant sangat menyadari itu, bahkan Clara meminta Andi duduk dengan Riyant sehingga Clara bisa duduk sendiri, tentu Andi menyetujuinya.


Riyant sempat bingug mengapa tasnya ada di tempat Andi yang seharunya berada di tempat Clara, namun Andi mencegah Riyant untuk tidak banyak protes.


Semakin hari sangat terasa oleh Riyant bahwa Clara menjauhinya bahkan ketika Riyant meminta Clara menjadi kelompoknya hari itu, namun Clara menolak. Riyant menawari tumpangan pada Clara tetap Clara tolak, sampai akhirnya Riyant bertanya pada Clara saat itu di kelas sedang sepi karena jam istirahat, sebelum Riyant berlatih ia menghampiri Clara terlebih dahulu.


Saat tahu Riyant akan menghampirinya Clara terburu-buru menghindari Riyant, namun sayang Clara kalah cepat dengan langkah Riyant, Riyant menggenggam tangan Clara dan bertanya, “Ada apa denganmu? Mengapa kau menjauhiku?”


“Aku tidak menjauhimu, itu hanya perasaanmu saja,” elak Clara. “Tidak. Jelas kau menjauhiku.” ujar Riyant bersikeras.


Hening, Clara maupun Riyant terdiam, lalu Clara mengatakan sesuatu pada Riyant yang membuat ia kecewa, “Pergilah, jangan berteman denganku. Aku tidak suka kau berteman denganku. Mulai sekarang, kau.. bukanlah temanku lagi,” lalu Clara pergi meninggalkan Riyant sendiri mematung di dalam kelas.


...----------------...


Semenjak saat itu mereka sudah tidak berteman, baik Clara maupun Riyant sudah tidak bertegur sapa seperti dahulu.


Hal ini dimanfaatkan orang-orang untuk membully Clara, dan kehidupan Clara kembali seperti sebelumnya.


...----------------...


Suatu siang, Putri dkk menghampiri Clara yang sedang membaca buku. “Gendut, belikan aku makanan dong,”


“Iya, aku juga” sahut Arin dan Cindy, Clara menatap mereka bertiga bingung ‘mengapa tiba-tiba’ pikrinya.


BRAK


“heh! Kau tuli ya, ku bilang belikan aku makanan,” Putri membentaknya sambil menggebrak meja, membuat seisi kelas menatap ke arah mereka, tak ada guru saat ini jadi mereka berani merundung Clara.

__ADS_1


Riyant menatap Clara dari kejauhan, ia tak melakukan pembelaan apapun pada Clara seperti kemarin, ia hanya teruduk diam, dalam hati ia ingin menolong, tapi mendengar Clara berbicara begitu padanya membuat ia kecewa dan memilih untuk melihat tanpa melakukan apapun.


Clara yang masih terdiam di jambaknya rambut pendek Clara oleh Putri lalu di dorongnya ia ke lantai, ketika ia ingin bangkit berdiri Arin menginjak tubuh Clara, melihat itu Riyant bangkit menghampiri Clara, Putri dan teman-temannya, lalu mendorong Arin yang menginjak Clara hingga jatuh ke lantai.


Semua orang terkejut melihat Riyant mendorong Arin, sedangkan Arin meringis kesakitan, Riyant hanya terdiam, lalu Clara bangkit dan berkata, “Sudah ku bilang, jangan membantuku” lalu pergi begitu saja.


Riyant diam disana cukup lama, ia masih mendengar Clara berkata seperti itu dan pula mendengar beberapa bisikan orang-orang yang mengatakan, ‘tak tahu diri, sudah di bantu malah berkata begitu’


Riyant tak habis pikir dengan jalan pikiran Clara, ia bingung apa salahnya, ia hanya ingin melindungi Clara, tak lebih.


Riyant mencoba untuk tidak peduli pada Clara lagi, bahkan saat Clara mendapat bullying dari Putri dan teman-temannya ataupun orang lain, karena itu adalah keinginan Clara.


Saat Riyant melihat Clara di perlakukan kasar tepat di hadapannya, Riyant akan pergi menjauh dan tidak akan berurusan dengan Clara, ia pergi karena tak tega melihat Clara diperlakukan begitu di hadapannya dan pula ia tak bisa melakukan apapun.


Riyant sempat menegur Putri dan temannya karena selalu mengganggu Clara tetapi hal itu malah membuat Clara semakin menderita, jadi Riyant memutuskan untuk tidak melakukan apapun.


...----------------...


Suatu hari ia mengikuti Clara ke toilet selepas jam makan siang, ia melihat sekitar dan di rasa sepi ia mulai masuk ke toilet perempuan, agak waswas memang tapi Riyant sungguh sangat penasaran. Ketika tiba si tempat, Riyant mendengar suara seseorang sedang muntah di dalam bilik toilet wanita,


Riyant memperhatikannya dari jauh, dan ketika Clara keluar dari bilik, ia melihat Clara menyeka mulutnya lalu ke wastafel untuk berkumur dan di keluarkannya sesuatu di dalam saku seragam sekolah Clara, seperti tabung obat, dan benar saja Clara mengeluarkan sebutir obat dari sana lantas menelannya,


Riyant masih memperhatikan Clara, Riyant pikir Clara sedang sakit karena memang akhir-akhir ini Clara terlihat pucat dan lemas.


...----------------...


Setiap hari Riyant memperhatikan Clara yang seperti itu, ke kamar mandi muntah lalu minum obat, dan bukannya semakin membaik justru fisik Clara semakin memburuk, ‘ada yang tidak beres’ pikir Riyant.

__ADS_1


...----------------...


Disisi lain, waktu itu Clara bertekad untuk menurunkan berat badannya dengan cara yang instan, ia melakukan berbagai cara salah satunya adalah memuntahkan makanan yang ia makan lalu mengkonsumsi obat agar berat badannya cepat turun, ia melakukan hal tersebut hingga hari ini, setiap hari bahkan setiap ia makan, baik itu makan siang ataupun makan malam.


Sebenarnya ia merasa sangat lemas dari hari ke hari, tapi ia tetap melakukannya, ibu Clara tidak mengetahui hal itu jadi Clara pikir itu aman, jika ibunya tahu mungkin Clara akan di marahi,


Clara pernah melakukan diet, tapi ia malah jatuh sakit jadi Clara tidak ingin melakukannya lagi, akhirnya Clara melakukan hal seperti ini untuk mendapatkan apa yang di inginkannya.


...----------------...


Hari ini usai ia memakan kotak bekal yang ibunya persiapkan seperti biasa, Clara mulai melancarkan aksinya, ia pergi ke toilet dan memeriksa apakah toilet itu kosong, jika di rasa tak ada orang selain dirinya di toilet itu Clara mulai masuk dan pergi ke salah satu bilik dan mulai memuntahkan semua isi perutnya sampai habis.


Ketika di rasa cukup. Clara keluar, menyeka sisa muntahan di sudut bibirnya lalu berkumur dan kemudian menelan sebuah pil dengan kasar, ia melihat pantulan dirinya di cermin, berharap ia bisa merubah fisiknya dengan instan, bagaimanapun ia juga ingin terlihat cantik secara fisik seperti yang lain, tanpa Clara sadari di sana Riyant memperhatikan Clara, selalu seperti itu hampir setiap hari.


...----------------...


“Clara, apa yang kau lakukan?”


Clara tertegun, kemudian dengan cepat menoleh ke arah sumber suara, “Riyant? Mengapa kau berada di toilet wanita?” tanya Clara berusaha mengalihkan pertanyaan yang Riyant ajukan.


Riyant lantas melangkah dan menarik Clara keluar dari toilet, “Apa yang kau lakukan?” selidik Riyant lagi. Clara menunduk. "Katakan padaku, obat apa yang kau minum?" selidik Riyant lagi.


“Jawab Ra!” Riyant terus bertanya sambil menggoyangkan kedua bahu Clara. “Itu, aku... aku hanya...” Clara menggantungkan ucapanya, ia tak bisa melihat Riyant sekarang, ia malu. Sungguh.


“Maaf” putus Clara akhirnya. Bagaimanapun Clara tak bisa membohongi Riyant, “Jelaskan padaku,” desak Riyant membuat Clara menangis


“Aku hanya.. aku hanya ingin terlihat kurus, apa salah? Aku lelah.” isak Clara pada akhirnya di depan Riyant.

__ADS_1


Riyant menghela nafas. “Dengar aku, Clara,” Riyant menarik dagu Clara agar ia menatapnya. “Kau cantik, bahkan jauh lebih cantik. Kau cantik dengan dirimu, pribadimu, kecerdasanmu bahkan bakatmu. Fisik bisa di rubah, tetapi hati yang cantik tidak bisa di ubah. Tetaplah menjadi dirimu sendiri Clara, kau cantik dengan caramu sendiri.”


Clara masih terisak, lalu Riyant memeluknya berharap Clara tak lagi bersedih, “Berhenti membuang makananmu, nanti kau akan sakit.” ucap Riyant sambil mengelus surai Clara.


__ADS_2