
Riyant berjalan sendirian di pinggir danau hari itu, ia terduduk di tengah rerumputan pinggir danau, menatap danau dengan sendu, pikirannya tertuju pada Clara juga hatinya. Riyant tahu keputusan Clara sangatlah tepat, gadis itu tak ingin mengecewakan teman-temannya.
“Kau disini?”
Seseorang mengagetkan Riyant, membuat dirinya menoleh ke arah sumber suara dengan cepat, “Oh? Kau,” sahutnya ketika mengetahui bahwa orang itu adalah Mikki.
“Kau suka kemari?” tanya lelaki itu ketika ia baru mendudukan dirinya di samping Riyant. “Tidak, hanya jarang.” jawab Riyant, Mikki mengangguk dan menatap danau di hadapannya.
Hening beberapa saat diantara keduanya belum ada yang membuka percakapan, “aku pikir ini seperti kekanakan, kau tahu? Kita bahkan menyukai gadis yang sama. Aku minta maaf, aku tak tahu jika kau menyukai Clara, ku fikir kalian hanya sebatas teman seperti aku dan Putri,”
Riyant menoleh ke arah Mikki, “mengapa kau meminta maaf padaku? Tak ada yang salah dari kita, hanya saja waktu yang tidak-“
__ADS_1
“Rasa yang salah,” Mikki memotong ucapan Riyant, “mungkin,” Tambahnya.
“Kau tahu, mengingat ucapan Clara hari itu. Sebelumnya aku yakin jika ia juga menyukaiku, aku bahkan ingin menjalani hidupku bersamanya. Tapi semakin lama aku semakin tahu bahwa luka yang selama ini ada di hatinya tak bisa ia atasi sendirian, maka dari itu aku ingin bersamanya membuatnya bahagia. Namun aku tersadar bahwa, selama ini ia memakai topeng jika ia sedang baik-baik saja. Tak ada seseorang merasa baik-baik saja ketika ia mendapat bullying. Baik di kehidupan nyata maupun di sosial media, tetapi Clara mencoba untuk bertahan dan menjadi dirinya sendiri, aku dan Clara pun menyadari bahwa dirinya sangat berharga. Ia mengatakan padaku, sekarang ia tahu meski ia tak sempurna ia tetap berharga dan bagaimanapun ia tetap mencintai dirinya sendiri, ia tak bisa memiliki salah satu diantara kita karena lukanya yang belum sembuh, dan juga ia takut membuat seseorang terluka karenanya.”
Mikki terdiam, menyimak apa yang Riyant katakan, meski fokusnya ke arah danau yang di hadapannya, namun Mikki mengerti apa yang disampaikan Riyant. Mikki terdiam berfikir, apa ia juga mencintai dirinya sendiri? apa selama ini ia menyadari bahwa ia juga berharga?
“Kau pernah berfikir bahwa dirimu juga berharga, seperti kau melihat seseorang yang kau cinta. Apa rasa berharga pada orang yang kita cintai sama seperti rasa berharga pada diri sendiri? apa kau merasa dirimu tak berguna? Jika ia berarti kau tak bisa menghargai dirimu, padahal sudah jelas tak mungkin Tuhan menciptakan kita tak berguna,”
Sedetik kemudian ia memahami ucapan Mikki, kembali ia tolehkan ke arah danau dan berbicara pada Mikki. “Itu artinya, kita belum bisa mencintai diri kita sendiri, bukankah sulit mencintai diri sendiri i banding mencintai orang lain? Bahkan ketika sesuatu hal buruk terjadi kita malah menyalahkan diri sendiri lebih parahnya lagi kita menyalahkan Tuhan,”
“Ketika aku bertemu Clara, aku menyadari bahwa ia begitu berharga tanpa melihat diriku yang sebenarnya. Meski Clara menyuruhku untuk lebih mencintai diriku sendiri namun aku tak bisa, aku terlalu fokus dengan dirinya dan mengabaikan diriku. Sekarang aku paham, mengapa Clara menolakku, karena ia ingin aku leboh mencintai diriku sendiri, dan juga membiarkan aku menemukan jati diriku yang sebnarnya. Itu berlaku untukmu juga.”
__ADS_1
Baik Riyant dan Mikki, mereka menyadari sesuatu seperti mereka harus lebih bisa mencintai diri mereka sendiri sebelum mereka mencintai orang lain. Sama halnya seperti Putri, ketika bersama Mikki ia melepas topeng yang ia kenakan karena menurtnya Mikki bisa menerima ia yang sebenarnya dibanding orang lain, memang benar begitu, dan Putri merasa bahwa itu adalah bagian dari rasa suka Mikki padanya, namun ia salah mengira.
Meski Putri menyukai Mikki, tak di sangka Mikki malah menyukai orang lain. Ia menyadari bahwa cinta itu tak bisa di paksakan, meski ia punya segalanya tapi itu semua tak berlaku untuk cinta. Cinta tak bisa dipaksa maupun memaksa, mereka netral sesuai dengan perasaan keduanya bukan salah satunya.
Sedangkan Clara, ia mencoba untuk meredam perasaannya pada Riyant, karena ia tak mau kehilangan dirinya sendiri juga tak mau membuat teman-temannya kecewa, menurutnya hubungan pertemanan jauh lebih menyenangkan dibanding harus memiliki dan dimiliki dalam konteks yang lain. Clara berharap ke depannya, ia maupun teman-temannya dapat menemukan atau di pertemukan dengan orang yang tepat.
Saat ini, mereka menyadari bahwa Epiphany atau moment ketika mereka sadar akan sesuatu seperti, mencintai diri sendiri lebih sulit dibanding mencintai orang lain. Mereka dan juga beberapa orang di luar sana haru lebih belajar untuk menghargai diri sendiri, karena pada dasarnya kita semua berharga. Tubuh yang tak sempurna ini, hati dan jiwa yang seringkali diabaikan, mereka tetaplah bersinar dalam diri. Mereka tahu, ketidak sempurnaan dalam diri merupakan sesuatu yang berharga yang patut di syukuri.
Mungkin di luar sana banyak sekali orang yang tak percaya diri karena fisiknya, ingatlah teman-teman, kalian semua berharga. Jika kalian merasa buruk, cobalah katakan oada diri kalian bahwa kalian sangat sangat sangat berharga melibihi apapun.
...****************...
__ADS_1
“Mencintai diri sendiri dan membuat diri bahagia adalah sesuatu hal yang sangat penting di dunia. Kita juga harus memahami seberapa penting dan berharganya diri kita sendiri, untuk itu tak ada seorangpun yang bisa meremehkan dan menghina kita yang sangat berharga dan kita pula tak perlu meremehkan diri sendiri.” - Ichaantawijaya