The Real Beauty

The Real Beauty
I Hate it!


__ADS_3

Clara berjalan dengan santainya menuju halte, ia ingin sekali merebahkan dirinya di ranjang, melepas penat usai aktivitasnya di sekolah, Clara bersenandung kecil, meski ia sendiri namun ia tetap menikmati perjalanannya, sampai saat seseorang mendorong tubuhnya hingga ia tersungkur ke tanah.


BUGH!


“Awh” rintih Clara, kemudian ia menoleh ‘Putri? Ada apa lagi dengannya?’ batinnya, lalu Clara mencoba untuk bangkit,


“Hey, dengar ya. Kau ini sungguh tidak tahu malu! Sudah jelek, mendekati Riyant sekarang malah mendekati Mikki, kau harusnya bercermin dasar, brengsek!” ucap Putri murka.


“Mengapa si kau terus menggangguku, ha? Aku sama sekali tak ada urusan denganmu, maupun dengan teman-temanmu!” Clara berteriak dengan keras, hingga beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.


Putri terdiam, ia sedikit terkejut dan malu, ia merasa Clara merendahkannya, ia tidak mau harga dirinya di rendahkan oleh orang seperti Clara, lantas Putri menampar pipi Clara. Namun hal itu di cegah oleh seseorang, orang itu memegang tangan Putri, sedangkan Clara, ia hanya memejamkan mata menerima nasibnya yang akan di tampar oleh Putri, Putri menoleh ke arah seseorang yang mencegahnya untuk menampar Clara.


Putri menghempaskan tangannya kasar, “Cukup Putri! Kau tidak boleh menghakimi oranglain,” ucap orang itu


Putri berbalik berhadapan dengan orang itu, “Dengar ya, kau jangan mencampuri urusanku, Mikki!” bentak Putri kemudian meninggalkan mereka dengan rasa kesal di dada.


Clara membuka matanya ketika ia mendengar Putri menyebut nama Mikki, “Kau tak apa?” tanya Mikki pada Clara, Clara menggeleng “Aku baik.” jawabnya


“Mau ku antar pulang?” tawarnya,


“Mengapa kau disini?” Clara tak bermaksud mengalihkan pembicaraan, hanya saja, ia merasa aneh, karena Mikki berada disekitar sekolahnya, ia bahkan bukan murid sini.


“Aku memang lewat sini, mungkin kau tak tahu karena kita tidak kenal sebelumnya?”


“Kau benar, haha..”


“Ayo, ku antar kau pulang,” ajak Mikki lagi,


“Bagaimana dengan, Putri?” tanya Clara. “Ia diantar oleh supirnya,” jawab Mikki, mereka pun pulang menggunakan mobil Mikki menuju rumah Clara.


...----------------...


“Hari ini, kau mau kemana? Rumah sakit kah?” tanya Mikki ketika mereka di dalam mobil, “Tidak, aku ingin beristirahat. Hari ini ayah Riyant yang menjaganya,” jawab Clara, Mikki hanya mengangguk paham.


......................


Sesampainya di rumah, Clara menawarkan Mikki untuk mampir, namun Mikki menolak, akhirnya Mikki izin untuk langsung pulang saja, tapi sebelumnya Mikki memberanikan diri untuk bertukar nomor ponsel dengan Clara.

__ADS_1


Setelah mengantar Clara, Mikki pulang ke rumahnya, ia masuk ke kamar lalu merebahkan dirinya tanpa berganti pakaian, ia meraih ponsel yang ia letakan di saku celana, kemudian membuka sandi pada ponsel tersebut, ada notifikasi pesan dari Putri, ia terlihat marah dan kesal karena perlakuan Mikki tadi siang, dalam pesannya, Putri mengatakan pada Mikki bahwa ia tidak di perbolehkan untuk menemuinya.


Mikki tidak mengindahkan itu, lalu ia membuka aplikasi lain, terlalu malas untuk berdebat dengan gadis seperti Putri, sesaat kemudian, ia menemukan sebuah video, dan tentu Mikki mengenali sosok gadis di video tersebut, Mikki memperhatikan dengan seksama, lalu ia menontonnya hingga beberapa video, Mikki tersenyum, ia beralih mengetik sesuatu dan mengirimkannya, ia melempar asal ponsel kemudian berganti pakain, makan lalu tidur.


“Ish. Ku rasa Mikki sudah di cuci otaknya oleh si gendut itu” hardik Putri, seusai ia mengirim pesan pada Mikki beberapa menit yang lalu.


“Ada apa sih, Put? Ibu perhatikan sedari tadi kamu mengomel terus,” ujar Ibunda Putri, “kau sedang bertengkar dengan Mikki?” selidik Ibunda,


“Tidak penting bu, orang seperti si Mikki itu. Lebih baik, kita siap-siap, sore ini kan ibu diperbolehkan pulang,”


“Loh, memang Mikki tidak kemari?”


“Udahlah bu, yang penting ada aku, lagi pula Mikki bukan anak ibu,”


“Tapi Mikki sudah ibu anggap anak ibu sendiri,”


Putri tidak mengindahkan ucapan ibunya, ia sibuk membereskan barang-barang ibunya, sore ini, ibunya akan pulang dan beralih ke rawat jalan, tentu membuat Putri senang, karena sejujurnya ia sangat kesepian, ia lebih dekat dengan ibunya di banding ayahnya sendiri.


“Ibu mau makan?” tawar Putri, ib,unya hanya menggeleng, “Kalau begitu, ibu istirahat saja, lagi pula ini masih siang,” ucap Putri lalu membenarkan selimut yang di kenakan ibunya, ibunya menurut lalu mulai membaringkan dirinya di ranjang pasien, “Ayahmu akan kemari?” tanya ibu Putri. “Entahlah.”


“Untuk apa?” tanya Putri, “Beritahu saja!” jawabnya


Putri mengangguk, lalu mengetik sesuatu di sana, dan mengirimkannya pada Mikki.


...----------------...


Sore itu sekitar pukul 3, Clara baru saja selesai membuat kue bersama ibunya, ia ingin memberikannya pada ayah Riyant di RS pukul 4 nanti, tentu Clara sudah berganti pakaian seusai memasak kue, Clara pun sudah membungkus beberapa kue untuk ia bagikan ke orang-orang yang ia temui.


Clara mengambil ponsel serta slingbag nya kemudian turun dan membawa beberapa bungkus kue yang ia buat, ia membawa dua buah kantung plastik besar berisi kue dengan slingbag yang tersampir di bahunya, Clara pamit pada ibunya, beliau tak bisa mengantar Clara, karena ada pekerjaan yang belum ia kerjakan.


Clara memberhentikan taksi, kemudian menyuruh taksi tersebut mengantarkan ia ke rumah sakit tempat Riyant di rawat, lalu taksi itupun melenggang ke rumah sakit, di dalam mobil, Clara membuka ponselnya, ia menemukan satu notifikasi dari Mikki, kemudian ia membaca pesan dari Mikki yang membuatnya tersipu, tanpa sadar Clara tersenyum, karena pesan dari Mikki.


Mikki: [hey, kau tahu. Aku menemukan sesuatu. Video dirimu, kau sangat keren dan cantik. Kau sungguh ahli dalam ber-make up, menurutku itu seni yang luar biasa, kau cantik Clara, aku suka.]


Begitulah isi pesan dari Mikki, meski kelihatan sederhana, namun hal itu sukses membuat Clara senang, tiba saat taksi itu berhenti di rumah sakit, Clara membayar dan turun lalu bergegas ke bangsal dimana Riyant di rawat.


...----------------...

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan, Mikki terbangun dari tidurnya, ia meraih ponselnya, lalu melihat jam kemudian terduduk dari tidurnya dan membuka beberapa pesan yang masuk dari Putri, ia tertugun.


“Astaga, aku lupa sore ini ibunya Putri sudah di perbolehkan pulang.” Ujarnya lalu beranjak dan pergi ke kamar mandi, bersiap lalu melenggang pergi ke rumah sakit.


Setibanya ia di rumah sakit, ia langsung menuju bangsal ibunya Putri, membantu Putri memindahkan ibunya dari ranjang ke kursi roda, ibunya masih lemas, belum kuat untuk berjalan sendiri, mereka bertiga keluar dari rumah sakit, tanpa di duga, mereka bertemu dengan Clara yang baru saja masuk ke rumah sakit, Clara yang melihatnya pun menghampiri Mikki, Putri serta ibunya Putri, kemudian Clara memberikan kue pada Mikki dan ibunya Mikki,


“Terimakasih, kau teman Mikki?” tanya ibunya Putri, yang di balas dengan anggukan dari Clara, sedangkan Putri, ia hanya melipat tangan di dada dengan angkuh, lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Mikki dan ibunya bersama Clara, mereka hanya memandang Putri bingung,


“Apa ia masih marah padamu, Mikki?” tanya ibu Putri, “Entahlah bu,” jawab Mikki. “Ah, terimakasih kuenya Clara. Kau mau ke Riyant?” tanya Mikki, Clara mengangguk.


“Riyant siapa?” tanya ibu Putri


“Temanku, bu,” Jawab Clara, ibu Putri mengangguk, lalu Mikki izin untuk pergi dari rumah sakit lebih dulu, dan kemudian Clara melanjutkan perjalanan ke bangsal Riyant.


Setibanya Clara di bangsal Riyant, ia menemukan ayah Riyant sedang duduk menatap anaknya yang terbaring


“Permisi,” sapa Clara ketika memasuki bangsal rawat Riyant,


“Oh? Clara? Masuklah.” Ucap Ayah Riyant, Clara pun masuk lalu memberikan kue pada ayahnya Riyant,


“Ini ada sedikit kue buatan ku dan ibu,” ucap Clara memberi kue pada ayahnya Riyant yang disambut senyuman oleh ayah Riyant.


“terimakasih, Clara. Kau baik sekali”


Mereka pun berbincang sore itu di bangsal rawat Riyant.


...----------------...


Di dalam mobil Mikki, Putri masih saja diam tak bergeming, “kau masih marah pada Mikki?” tanya ibu Putri memecah keheningan. “Tidak, ku mohon jangan ada yang bicara padaku.” Ujarnya dengan sedikit ketus, mereka pun terdiam, sampai akhirnya tiba di rumah Putri.


Mikki mengantar ibu Putri ke kamarnya, dan membereskan beberapa barang, ibu putri pun izin untuk beristirahat karena perjalanan dari rumah sakit ke rumahnya sukses mumbuat kepala nya sedikit pening, Mikki pun membantu ibu nya berbaring, sedangngkan Putri, sedari mereka sampai, Putri langsung mengunci dirinya di dalam kamarnya sendiri.


Selesai mengurus ibu Putri, Mikki menyusul ke kamar Putri, ia berbicara di depan kamar Putri,


TOK TOK TOK


“Put, aku pulang dulu ya, kau istirahat. Nanti, aku akan pesankan kau makanan, sampai besok” sahut Mikki sedikit berteriak, kemudian pergi meninggalkan kediaman Putri.

__ADS_1


__ADS_2