The Real Beauty

The Real Beauty
Together


__ADS_3

Clara menghampiri Putri di kelas, gadis itu setengah berlari untuk bisa sampai ke tempat sahabatnya itu, meninggalkan Riyant di belakang. Riyant dan Clara memang sering berangkat bersama, semua anak sekolahpun sudah tahu, bahkan ada banyak sekali orang-orang yang mengira jika mereka mempunyai suatu hubungan yang tentu saja di bantah oleh keduanya.


Clara sampai di tempat Putri dan mendudukan dirinya di samping Putri, dengan sedikit terengah Clara memberi tahu Putri sesuatu hal yang menurut Clara penting untuk Putri. “Ada apa?” tanya Putri heran pada Clara, gadis itu tersenyum sebelum menjawab, “aku ada berita baik untukmu, ku pikir kau akan menyukainya,” Putri menaikan satu alisnya, meminta Clara memberitahu secepatnya, karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai. “Ada pameran lukisan di pusat kota, kau mau kesana? Aku dapat berita di internet, jika kau mau. Ayo kita pergi bersama! Tentu, kau, aku, Riyant dan Mikki,” Putri senang mendengar hal itu, dan ia pun menyetujui untuk berangkat ke pameran tersebut. “Kapan acaranya?” tanya Putri, “akhir pekan.” Jawab Clara, dan kemudian guru pun masuk dan memberikan beberapa pelajaran untuk murid-murid di kelas itu.


Istrahat tiba, mereka berdua pergi ke kantin, sedangkan Riyant pergi berlatih basket bersama murid laki-laki yang lain. “Clara, boleh aku mengatakan sesuatu padamu?” tanya Putri terkesan hati-hati, “tentu, apa itu?” Putri menghentikan aktivitas mengunyah dan menatap Clara dengan serius, hal itu membuat Clara sedikit bingung dan resah. “Apa kau, tidak berniat untuk diet? Maaf, aku tak bermaksud menyinggungmu, hanya saja aku takut kau terserang penyakit,” Putri berkata sambil menundukan kepalanya, karena menurtnya itu pertanyaan yang lancang, “ah. Lupakan, maaf jika aku menyinggungmu,”

__ADS_1


Clara tersenyum lalu menjawab, “aku pernah melakukannya, namun aku malah jatuh sakit, jadi aku menghindari hal itu. Aku tetap menjaga makanku agar aku tak salah makan dan menimbulkan suatu penyakit. Meski aku tak sempurna, akupun tahu hal itu, tapi inilah diriku apa adanya. Tubuh, hati bahkan jiwaku yang hidup denganku selama ini aku akan menghargai mereka yang menemaniku selama aku mendapatkan bullying, aku akan tetap menjaganya, dan mencintainya. Ku pikir, diriku berharga. Sangat,” Mendengar hal itu, Putri terdiam dan sedikit tertohok, ia berkali-kali meminta maaf pada Clara karena bagaimanapun ia juga pernah membully Clara.


“Sudah, tak apa. Sekarang kau sudah tak seperti itu bukan? Semua orang berhak berubah menjadi lebih baik, dan aku percaya hal itu akan datang,” Clara menjawab sambil tersenyum


“mengapa kau bisa sebaik itu? Kau tak membenciku? Aku bahkan pernah membuatmu terluka,” sahut Putri, namun Clara menggeleng. “Untuk apa mendendam? Tak akan merubah keadaan bukan? Tak akan membuat diriku menjadi seorang princess yang cantik. Hahaha” Clara sedikit tertawa, namun tidak bagi Putri, ia menyesal. Melihat itu, Clara menggenggam tangannya, “tenanglah, tak usah menyesali hal yang sudah berlalu, lanjutkan hidupmu, mari kita hidup dengan damai dan lebih mencinta diri kita sendiri.” Senyuman Clara mampu membuat Putri ikut tersenyum jua, dalam hati ia bersyukur bisa berteman akrab dengan Clara, dan ia berfikir tak salah jika dulu Riyant membela Clara karena memang Clara adalah anak yang baik juga berbakat.

__ADS_1


“Kau menyukainya ya?” tanya Putri dengan tiba-tiba, “eh? Apa maksudmu?” Putri tersenyum dan menggoda Clara, “ah Clara, kau tak bisa membohongiku. Jujur, kau menyukainya?” Clara tak menjawab ia lebih memfoluskan dirinya pada team basket Riyant disana, “jawab,” desak Putri, “tidak, kami berteman. Berhentilah berbicara omong kosong,” sahut Clara membuat Putri tertawa, “kita lihat nanti, ku pikir Riyant pun memiliki perasaan yang sama padamu,”


“berhenti menggodaku, kau tahu. Aku bisa bela diri,” ujar Clara sedikit menyombongkan diri, Putri masih terus tertawa membuat Clara sebal mendengarnya.


“Kau juga, apa kau menyukai Mikki?” tawa Putri terhenti karena pernyataan Clara, ia berdeham “tentu saja tidak.” Hening, mereka tak ada yang melontarkan tuduhan satu sama lain, samapai bel tanda pelajaran kembali akan dimulai. Putri dan Clara pergi mendahului Riyant, lalu mereka belajar, melanjutkan pembelajaran yang tertunda.

__ADS_1


Mereka berdua selalu bersama bahkan untuk mencari jati diri mereka masing-masing, serta belajar bagaimana cara menikmati hidup dengan melakukan apa yang mereka sukai. Tak terpenting bagi mereka pendapat orang yang justru hanya membuat insecure, kebabasan berpendapat memang ada, namun banyak orang yang menghiraukan perasaan hingga ucapan dan perilakunya melukai orang lain.


Mencintai diri sendiri sangat sulit dariada mencintai orang lain. Sering kali kita justru menyalahkan diri sendiri bahkan keadaan, ketika Tuhan memberikan ujian. Bahkan sekalipun ketika kita mencintai orang lain, kita mengabaikan diri sendiri, yang mana ketika semua menghilang, hanya diri sendirilah yang menemani.


__ADS_2