The Reason

The Reason
Part 10


__ADS_3

Sementara di Resto Lapizza, Rangga baru pulang sore ini. dari meja kasir Melly dan Dawiyah ragu bagaimana cara menjelaskan masalah Tania yang sudah ikut pergi bersama nenek Amirah siang tadi.


"Kak Rangga, ini Melly mau bicara" Dawiyah memulai percakapan dengan ragu


"Iya cepat katakan, ada apa? aku masih banyak kerjaan" jawab Rangga dengan wajah letih


"Gini kak, em..mm..Tania...perg" Melly terbata


"Tania? ada apa lagi dengannya?" langsung memotong ucapan Melly


"Gini kak, Tania siang tadi di ajak nenek kak Rangga pergi" Melly sambil menunduk tidak berani menatap wajah Rangga


"Apa? kok bisa? kenapa kalian baru bilang sekarang sih?" Rangga kaget dan langsung berbalik arah menatap Melly


"Iya kak, tadi siang mau ngabarin kak Rangga. cuma aku fikir Tania akan pulang sebelum kak Rangga datang, tapi ternyata sampai sekarang belum pulang" Melly merasa bersalah karena terlambat memberitahu Rangga


"Dawiyah hari ini kamu sift pagi kan?" tanya Rangga tanpa membalas ucapan Melly lagi


"Eh iya kak" jawab Dawiyah


"Tolong hari ini lembur dulu menggantikan Tania ! tidak mungkin meninggalkan Melly sendirian jaga di bawah, nanti akan repot" perintah Rangga sembari bergegas ke luar Resto


Dawiyah hanya mengiyakan perintah Rangga. sementara yang memberi perintah langsung pergi sembari menelpon neneknya di dalam mobil.


Saat ini Tania di kamar nenek Amirah, Tania hanya berdiri di depan pintu tidak berani mendekat. sedangkan nenek Amirah berbaring di ranjang, sibuk mengomel sembari memijat kepalanya. Tania sudah kalang kabut bagaimana caranya meminta maaf pada nenek Amirah.


"Pegawai tolong lihat ponselku, siapa yang dari tadi sibuk menelpon" perintah nenek Amirah


"Iya nek" jawab Tania


"Kak Rangga nek, ini nek ponselnya" ucap Tania sembari memberikan ponsel ke nenek Amirah


"Tidak usah, letakkan saja ponselnya di sana ! kalau nanti Rangga datang akan saya katakan semua perilaku buruk kamu sama Rangga. bagaimana bisa Rangga memilih pacar seperti kamu ini, beda sekali dengan Anisa" nenek Amirah menggerutu


Dan tanpa sadar Tania sudah menangis sesenggukan di depan nenek Amirah. Tania kesal hati karena apa yang di lakukannya di kebun dari siang sampai sore tadi tidak di hargai nenek Amirah sama sekali.


Melihat Tania menangis nenek Amirah mulai berhenti mengomel, karena mulai takut kalau Rangga datang yang terjadi nanti malah sebaliknya.


"Sudah diamlah ! kenapa kamu jadi menangis? seolah saya sudah menyiksa kamu saja di sini" ucap nenek Amirah dengan tenang padahal dalam hati sudah panik


"Aku sudah melakukan apa yang nenek suruh dengan baik tapi kenapa dari tadi nenek tidak berhenti mengomeliku" Tania berhenti menangis sesenggukan


Tiba-tiba pintu terbuka, nenek langsung memasang muka lesuhnya.


"Nenek ada apa ini? apa sakit nenek kambuh lagi?" Rangga panik


"Kamu lihat, pegawai itu sudah memperlakukan nenek dengan buruk Rangga" nenek mengadu sambil menatap Tania


"Aku sungguh tidak bermaksud begitu kak" Tania menjawab sembari menghapus air matanya


Melihat neneknya dan Tania saling membela satu sama lain membuat Rangga terperangah bingung. Rangga ingin membela neneknya tapi yang di lihatnya sekarang Tania malah menangis sesenggukan, sementara ingin membela Tania di depan neneknya tidak mungkin.


Rangga mengerti kenapa Tania menangis, karena melihat sifat neneknya yang sangat cerewet. semua cucunya saja kadang suka di buat pusing menghadapi sifat neneknya.


Akhirnya Rangga berhasil menenangkan nenek Amirah dan menyuruhnya segera beristirahat.


"Bik siti, di mana Tania sekarang?" Tanya Rangga sembari keluar dari pintu kamar neneknya


"Ada di kursi luar, nak Rangga" jawab bik siti


Rangga langsung menghampiri Tania sembari membawa dua botol minuman di tangannya.


"Nih minumlah" ucap Rangga sambil duduk di kursi

__ADS_1


Tania menerimanya tanpa menatap ke arah Rangga.


"Maaf untuk perlakuan nenekku, sudah membuat kamu kurang nyaman" Rangga membuka percakapan karena melihat Tania hanya diam


"Nenekku berbuat seperti itu mungkin karena dia kesepian di masa tuanya. kamu lihat sendiri, di rumah sebesar ini hanya di huni dua orang. maklum aja orang tuaku dan cucunya yang lain jarang mampir ke sini" Rangga berusaha menjelaskan


"Terus kenapa harus aku yang jadi pelampiasannya?" tanya Tania sinis


"Karena kamu bodoh ! " Rangga sambil tersenyum


"Apa kamu bilang?" Tania marah


"Hahah becanda, Eh Tan kamu beruntung loh nenekku gak pernah membawa sembarang orang ke rumahnya" Ucap Rangga menghibur Tania


"Beruntung apanya? dari siang sampe sore di suruh membersihkan kebun, mana nenek kamu cerewet banget lagi" gerutu Tania


"Oh jadi kamu nangis cuma karena itu?" ejek Rangga


"Heh pak Rangga, kalo cuma masalah bersihin kebun aku gpp. tapi omelan nenek kamu tuh yang bikin sakit hati, udah capek di bantuin malah marah-marah. sampe dia bandingan aku sama Anisa lagi" celetuk Tania


Rangga akhirnya terdiam dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Jangan lupa sebelum masuk bawa bekas botolnya !" perintah Rangga


"Iya iya pak Rangga. eh dia gak marahkan? hm, kenapa juga tadi pakai keceplosan nyebut nama Anisa segala" Tania merutuki dirinya sambil membawa botol


"Eh mau ke mana kak?" Melihat Rangga sudah memakai jaket


"Pulang, emang kamu mau nginep di sini?" Rangga langsung keluar pintu


"Aku bareng yah kak?" ucap Tania memelas


"Buruan cepat" balas Rangga


"Iya tunggu kak, aku pamit dulu sama nenek kamu. sekalian mau minta maaf" Tania sambil merapikan rambutnya


Akhirnya Tania hanya menuruti ucapan Rangga. di tengah jalan Tania merasa kepikiran nenek Amirah, karena merasa bersalah juga dengan ucapannya sore tadi.


Rangga melirik raut wajah Tania yang murung hanya bisa menahan tawa.


"Ada-ada aja" batin Rangga tersenyum sambil menyetir mobilnya


"Hei Tania anindiya, kamu ini ternyata cengeng juga ya?" celoteh Rangga di dalam mobil


Sementara Tania hanya diam mengabaikan ucapan Rangga karena pikirannya sekarang sedang ada di tempat lain.


Sampai di depan Resto Lapizza, Rangga malah meluruskan mobilnya ke arah gang rumah kost Tania.


"Di mana rumah kost kamu biar sekalian ku antar?" Tanya Rangga


Tania pun menunjukkan jalannya, sampai di depan rumah Tania langsung turun tapi langkahnya terhenti tatkala Rangga memanggilnya.


"Tania?" sahut Rangga dari dalam mobil


"Eh iya, ada apa kak?" jawab Tania mendekati arah kaca mobil Rangga


"Terima kasih" ucap Rangga santai dan langsung menutup jendela kaca mobil


Belum sempat Tania menjawab, Rangga sudah langsung berlalu pergi.


"Kata terima kasih itu akan terlihat tulus kalau Rangga mengucapkannya sambil tersenyum" batin Tania sembari menatap mobil Rangga yang sudah melaju jauh


"Mel buka pintu, aku pulang" ucap Tania dari luar pintu

__ADS_1


"Iya iya tunggu" sahut Melly


"Tan kok mata kamu sembab? bau apek lagi !" celoteh Melly


"Masa sih Mel? aduh, malah barusan aku satu mobil sama sih Rangga lagi" Tania sambil mencium bau badannya sendiri


"Apa? Tania aku iri sama kamu... udah dua kali satu mobil sama kak Rangga. apalah daya aku yang udah berapa tahun kerja sama dia, belum pernah tuh bisa satu mobil sama kak Rangga" protes Melly


"Aduh Mel semua gak seindah yang kamu bayangkan!" balas Tania


"Tunggu, kamu habis ngapain aja di rumah neneknya Rangga? sampe pulang penampilan kamu dekil gini?" tanya Melly sambil makan


"Di suruh berkebun.. merumput sama pindahin pot bunga, mana neneknya Rangga gak berhenti ngomel lagi. huhh.. capek banget Mel" curhat Tania


Melly hanya tertawa mendengar ucapan Tania. padahal yang ada dalam bayangan Melly di ajak belanja ke mall, di ajak makan, eh yang terjadi malah sebaliknya.


--------


Pagi ini waktu berjalan seperti biasa, namun tidak dengan Rangga. pukul 07.00 wib Rangga sudah terburu-buru pulang ke rumah neneknya karena papa dan mama Rangga mendadak datang dari luar kota.


Sampai di rumah neneknya, Rangga sudah duduk rapi di depan papanya sembari meminum secangkir teh panas.


"Rangga, bagaimana kabar Anisa sekarang?" Tanya papa Hermawan


Rangga hanya terdiam ketika nama Anisa di sebut lagi.


"Rangga ! Apa kamu tidak dengar papa bicara dari tadi?" ucap papa Hermawan


Rangga bingung harus menjawab apa lantaran setahu papa Hermawan, Rangga masih berhubungan dengan Anisa.


"Hah? Anisa baik-baik saja pa" jawab Rangga datar


"Papa dengar Anisa sudah pulang ke indonesia, malam ini ajak Anisa makan malam di rumah. papa sudah lama tidak melihatnya" ucap papa hermawan


Anisa dan ayah Rangga memiliki hubungan yang sangat dekat dari zaman Rangga masih sekolah dulu. namun Rangga dan papanya jarang bertemu dan menghabiskan waktu bersama sehingga Rangga yang sudah putus dengan Anisa pun papanya tidak mengetahui itu sama sekali dan tidak pernah bertanya juga dengan Rangga.


"Pa, Rangga sudah putus dengan Anisa" ucap Rangga santai


"Apa? kenapa kalian putus? Anisa adalah wanita yang baik dan cerdas setahu papa" papa Hermawan kaget


"Iya Rangga, yang benar kamu sudah putus dengan Anisa? mama tidak percaya, kalian sudah menjalin hubungan yang cukup lama dari sejak kalian sekolah. bagaimana bisa kalian putus begitu putus saja?" Mama Rita ikut heran mendengar ucapan Rangga


"Sudahlah papa, mama, Rangga tidak mau membahas apa yang sudah menjadi masa lalu" jawab Rangga sambil menyandarkan kepalanya di kursi


Sementara, Orang tua Rangga masih berfikir kenapa Rangga dan Anisa bisa putus hubungan, padahal mereka sudah ada rencana membawa hubungan Rangga dan Anisa ke jenjang yang lebih serius. tapi kenyataan yang di terima sekarang malah berbeda.


"Ma, Rangga pergi ke toko dulu. Rangga masih banyak kerjaan di sana" Rangga sambil memakai jaketnya


"Iya sudah, malam ini kamu harus tetap pulang. selagi mama dan papa ada di rumah, setidaknya kamu harus makan malam di rumah" perintah mama Rita


Tak lama Rangga pergi, nenek Amirah turun dari kamarnya.


"Kenapa kalian jam segini sudah murung?" Tanya nenek Amirah sembari ikut duduk


"Hm tidak ma, kami hanya kaget saja mendengar ucapan Rangga barusan" jawab mama Rita sambil meminum Tehnya


"Memangnya apa yang Rangga katakan? apa Rangga membicarakan pacarnya si pegawai itu?" tanya nenek Amirah sinis


"Maksud mama? apa Rangga punya pacar baru lagi?" mama Rita bertambah kaget mendengar ucapan nenek Amirah


"Aku saja baru tahu kalau Rangga sudah putus dengan Anisa, karena kemarin Anisa datang ke rumah" ucap nenek Amirah


"Iya ma, kami saja baru tahu pagi ini dari Rangga" balas mama Rita

__ADS_1


Akhirnya pagi itu panjang lebar nenek Amirah menceritakan apa yang di lihatnya waktu itu di toko Rangga. mama Rita terkejut dan tidak meyakini kesimpulan yang di buat nenek Amirah, sementara papa Hermawan mendengar cerita nenek Amirah langsung memberi perintah yang tak terduga.


"Telpon Rangga ! suruh dia membawa pacarnya itu ke rumah untuk makan malam hari ini !" ucap papa Hermawan sebelum melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2